Bahaya Membungkus Makanan Panas Dengan Plastik







Medan | Indonesia Berkibar News - Dalam kehidupan sehari hari kita tdk terlepas dgn penggunaan plastik. Mulai dari kantong tas plastik, tempat makan dan minum plastik,pembungkus makanan dan lain sebagainya. Ada satu kebiasaan yg sering dilakukan maysarakat bahkan di anggap lumrah, padahal berdampak buruk bagibkesehatan, apa itu.?? Ya,, dengan membungkus makanan panas mengunakan plastik!!

Pembungkus makanan dengan plastik, Sabtu (23-12-2017)


Salah satu seorang Guru Kimia Wanita Rosyani Naaution, M.Pd yang di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri  3 Medan ( MAN 3 ) jl. Pertahanan Patumbak Medan dalam artikelnya menjelaskan, Bahwa Plastik yg biasanya digunakan untuk membungkus makanan nyatanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Bahan bahan kimia yg bersifat racun, seperti, Bisphenol A (BPA), Polystirena (PS), poly Vinly Chlorida (PVC), yg akan menimbulkan penyakit. Penyakit yg di timbulkan bahan kimiawi tersebut ialah seperti Infertilitas atau penurunan kesuburan, karsinogenik dan memicu timbulnya kanker.


Berdasarkan sebuah penelitian yang di terbitkan dalam Environmental Health Perspektives (https://niehs.nih.govl). Dijelaskan bahwa bahan kimia yg di gunakan dalam plastik seperti bisphenol  A diglisidil eter (BADGE) benar benar menyebabkan sel sel  induk menjadi sel sel lemak. Hal ini membuat metalbolisme tubuh terprogram ulang sehingga memungkinkan bagi tubuh untuk menyimpan lebih banyak kalori yg menyebabkan resiko obesitas. Perlu di ketahui bila janin Bayi dan anak anak  adalah kelompok umur yg paling resikp terhadap efek buruk dari bahan kimia berakibat penggunaan plastik yg berkontak dengan makanan panas, pasalnya hal ini berkaitan dengan proses tumbuh kembang memungkinkan bisa terganggu akibat paparan bahan bahan kimia tersebut.


Plastik yg di pakai membungkus makanan terkena suhu tinggi, maka Zat terkandung dalam plastik akan melepaskan berbagai bahan kimiawi, jika di konsumsi kandungan bahan kimia tersenut akan masuk pada jaringan tubuh. Faktor yg menyebabkan mudahnya berpindah Zat kimia tersebut karena lemahnya ikatan stuktur pastik, yaitu sisa monomer plastik.migrasi sisa makanan monomer plastik makin besar jika makanan yg di bungkus mengandung suhu tinggi atau makanan ygbmengandung kadar asam tinggi. Selain itu perpindahan bahan kimiawi kedalam makanan juga di pengaruhi oleh lamanya kontak makan dengan plastik. Makanan dengan suhu tinggi di biarkan terlalu lama di dalam plastik, makana sisa monomer plastiknya jugalah semakin banyak.


Cara menghindari bahaya plastik pada makan.

*Hindarilah membungkus makan panas dalam plastik. Beralihlah dengan menggunakan daun, dan menggunakan wadah yg berbahan kaca/keramik atau stainlesa Steel untuk tempat makan anda

*jangan mengunakan plastik ketika memanaskan makanan dengan menggunakan oeven microwave, terutama plastik yg dibuat dari PVC atau PS, tapi gunakan jenis kemasan food grade yg khusus digunakan untu ovene microwave.

*Hindari Membungkus makanan dengan plastik hasil daur ulang (recycle) seperti tas plastik "Kresek Hitam"

(Zul dan torong)