Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Puan Maharani Apresiasi Perjuangan Guru Di Pedesaan

Riau | Indonesia Berkibar News  - Anie Sulastri Yerni, guru SDN 004 Bukit Agung, Desa Mekar Jaya, Pangkalan Kerinci, menyampaikan kebanggaannya menjadi guru saat diminta ke atas panggung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, untuk menyampaikan pengalamannya selama 15 tahun menjadi guru.

“Saya sungguh bahagia bisa menjadi guru. Kemampuan mengajar saya juga bisa berkembang dan dikenal banyak guru karena mengikuti program Tanoto Foundation," tutur Sulastri menjawab pertanyaan Menteri Puan, Rabu(14-03-2018). “Ini sekalian promosi,” kata Menteri Puan yang disambut gelak tawa oleh para undangan yang hadir.

Pada kesempatan itu, Menteri Puan Maharani yang didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, datang ke Pelalawan untuk beberapa agenda, di antaranya meresmikan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan, memberikan bantuan untuk SD, SMP, dan SMA serta menyerahkan SK tunjangan profesi guru. 

Menurut Sulastri, setelah mendapatkan pelatihan dari Tanoto Foundation, dia mengaku bisa menerapkan berbagai metode pembelajaran yang membuat siswa belajar lebih aktif, belajar dengan menyenangkan, dan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Sekolahnya juga berhasil membuat para siswa senang membaca. Sekolahnya bersama lebih dari 200 sekolah juga mendapat pelatihan meningkatkan minat membaca dan buku-buku bacaan bantuan Tanoto Foundation melalui program Pelita Pendidikan.(rel/torong)


- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Puan Maharani yang didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, baru saja meresmikan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan, memberikan bantuan untuk SD, SMP, dan SMA serta menyerahkan SK tunjangan profesi guru di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Sedangkan  Guru SDN 004 Bukit Agung, Desa Mekar Jaya, Pangkalan Kerinci Anie Sulastri  menyampaikan kebanggaannya menjadi guru saat diminta ke atas panggung oleh Puan Maharani, untuk menyampaikan pengalamannya selama 15 tahun menjadi guru.(rel/torong)