Bupati Sergai Soekirman Hadiri Pelatihan Linmas


Pantai Cermin | BMN - Bupati Sergai Soekirman Narasumber Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Petugas Satlinmas Desa/Kelurahan se-Sergai Tema “ Penyelenggaraan Trantibum Linmas Mendukung Pemilu 2019”,di Aula Objek Wisata Pantai Woong Rame Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin,Selasa (18-12-2018)

Kasatpol PP Sergai Drs Fajar Simbolon, M.Si  melaporkan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan Satlinmas khususnya untuk menyelenggarakan perlindungan,  ketahanan,  ketentraman,  ketertiban umum di desa dan di kelurahan masing-masing.

"Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 486 orang dari Desa/Kelurahan se-Sergai. Dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan tugas kita dapat terbantu oleh Satlinmas khususnya pengamanan Pemilu pada tahun 2019 mendatang. Di Sergai ada sebanyak 4.131 orang anggota Satlinmas,  yang terbagi dalam desa dan kelurahan masing-masing sebanyak 17 personil. Selain pengamanan Satlinmas juga akan di bekali dengan kemampuan melanyani masyarakat yang kurang sehat atau disabilitas untuk mempermudah mereka dalam menyalurkan suaranya," ujarnya.

Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan bahwa terdapat tiga tertib yang harus Linmas ketahui, yang pertama adalah tertib administrasi, tertib surat-surat tugas, kartu identitas ataupun peraturan dan tugas pokok serta fungsi sebagai Linmas. 

"Linmas dalam mengemban tugasnya haruslah memahami dan mematuhi tertib administrasi. Tertib administrasi merupakan hal yang penting sebab saudara merupakan petugas pelindungan masyarakat yang harus paham administrasi. Selain itu Linmas turut ikut membantu aparat penegak hukum dalam perlindungan di masyarakat.Untuk mencapai tujuan nasional harus ada  ketahanan nasional yang merupakan kemampuan, daya tangkap masyarakat terhadap empat hal ini yakni  Ancaman, Tantangan, Gangguan dan Hambatan. Hal seperti ini harus kita jaga, atasi dan awasi agar baik Sergai, Sumut atau bahkan Indonesia tetap terjaga kondusifitasnya," paparnya.  

Perkembangan ketahanan negara kini sangat maju pesat, terlihat dari beragam alat-alat pertahanan yang sangat canggih. Dalam sebuah peperangan ada yang disebut dengan  perang perwakilan,  artinya sebuah perang yang tidak ada perajurit di kirim,  namun orang-orang yang menjadi target mati,  yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah kesenjangan ekonomi,  korupsi,  terorisme dan  narkoba, harapnya.

"Pemilihan Umum (Pemilu), di Kabupaten Sergai mulai tahun 2005 sampai saat ini,  kita telah  melakukan Pemilu sebanyak 7 kali dan 3 kali Pilkades. Hajatan pesta demokrasi ini sering menyebabkan terjadinya gesekan dan konflik. Oleh karenanya Sergai sudah 10 kali menyelenggarakan Pemilu, maka itu merupakan sumber konflik yang harus kita lindungi.Dengan terjalinnya persaudaraan diantara kita,  kita akan lebih mudah mendeteksi dan mengatasi sumber-sumber konflik yang terjadi dimasyarakat baik itu yang disebabkan oleh hal-hal kekeluargaan maupun konflik yang disebabkan oleh Pemilu," tegasnya. (torong/zul)