15 Juni 2026
Binjai, IBN - Menjelang hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Binjai gandeng PMI kota Binjai untuk melaksanakan kegiatan "DONOR DARAH", di aula Anindya polres Binjai jalan Sultan Hasanudin No.1 Binjai, Senin (15/6/26)

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengucapkan terima kasih terhadap PMI kota Binjai yang sudah melibatkan diri untuk kegiatan donor darah di polres Binjai dalam rangka hari Bhayangkara ke-80. Dimana kegiatan donor darah ini dengan harapan dapat membantu stok darah di PMI kota binjai yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya., ucap AKBP Mirzal Maulana.

Pihak PMI kota Binjai juga memberikan apresiasi terhadap Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, beserta jajarannya yang sudah mengundang pihaknya untuk membantu stok darah PMI di kota Binjai,

Dalam kegiatan donor darah ini, polres Binjai dapat menyumbangkan stok darah sebanyak 126 (seratus dua puluh enam) kantong darah terhadap PMI kota binjai, terang Kapolres Binjai.

(Zul)


Medan, IBN - Semangat kebangkitan sepak bola Kota Medan menguat dalam acara pengukuhan Pengurus Mantan Pemain PSMS Medan di Stadion Kebun Bunga, Minggu (14/6/2026). Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan momentum ini menjadi titik awal mengembalikan kejayaan sepak bola Medan melalui kolaborasi antara legenda, pemerintah, dan insan olahraga.

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa para mantan pemain PSMS bukan sekadar bagian dari masa lalu, melainkan legenda yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

“Hari ini kita melihat semangat yang sama dari para legenda PSMS. Jangan lagi disebut mantan, karena mereka adalah legenda yang telah mengukir prestasi dan membanggakan Kota Medan di sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya merawat sejarah PSMS sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda. Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah menghadirkan jejak kejayaan para legenda di ruang publik.

“Saya ingin nama-nama legenda PSMS terpajang di dinding Stadion Teladan. Ini akan menjadi energi dan semangat bagi generasi muda agar sepak bola Medan kembali bangkit,” katanya.

Selain itu, Rico Waas menyatakan dukungannya terhadap usulan anggota DPRD Kota Medan, H. Iswanda Nanda Ramli, untuk menghidupkan kembali kompetisi sepak bola antarklub secara serius dan berkelanjutan. Ia meminta dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Dispora Kota Medan, KONI Kota Medan, dan Askot PSSI Kota Medan.

Menurutnya, kompetisi yang dulu diikuti sekitar 40 klub kini mengalami penurunan signifikan menjadi sekitar 10 klub. Karena itu, diperlukan langkah konkret untuk menghidupkannya kembali.

“Kalau semua serius dan menjaga semangat kebersamaan, insya Allah tahun depan kompetisi itu bisa kita gelar. Kita punya waktu satu tahun untuk mempersiapkannya secara matang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah lapangan di Medan dapat dimanfaatkan sebagai venue pertandingan, sementara babak semifinal dan final direncanakan berlangsung di Stadion Teladan.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga menyerahkan tiga piala yang pernah diraih PSMS di ajang Piala Emas Bang Yos (PEBY). Piala-piala tersebut selama ini disimpan di Balai Kota Medan sebagai bagian dari bukti sejarah kejayaan klub berjuluk Ayam Kinantan itu.

Ketua Pengurus Mantan Pemain PSMS, Abdul Rahman Gurning, berharap organisasi yang baru dikukuhkan mampu berkontribusi nyata dalam pembinaan sepak bola, khususnya usia dini. Program awal yang akan dijalankan meliputi pembinaan kelompok usia U-13, U-15, dan U-17.

Untuk mengenang sekaligus menghidupkan kembali semangat kejayaan PSMS, juga direncanakan pertandingan persahabatan antara Pemko Medan dan para legenda PSMS di Stadion Teladan.

(Bundo)


Medan, IBN - Perayaan Milad ke-109 Aisyiyah yang dirangkaikan dengan Gebyar Muktamar Muhammadiyah bukan sekadar seremonial biasa. Di balik kemeriahannya, terselip pesan kuat tentang kemandirian, kekuatan serta pergerakan perempuan yang tak terbendung.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri langsung Milad ke-109 Aisyiyah Kota Medan sekaligus Gebyar Muktamar Muhammadiyah, bertempat di jalan Air Bersih, Minggu (14/6/2026).

Di depan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan beserta para tokoh dan pengurus Aisyiyah yang hadir dalam acara tersebut, Rico Waas mengaku kagum dengan Ibu-Ibu Aisyiyah. Bagaimana tidak, Aisyiyah merupakan organisasi yang mandiri dan kuat, bahkan mampu membeli tanah secara kolektif senilai Rp1,7 Miliar untuk pembangunan Gedung Dakwah.

"Alhamdulillah, Aisyiyah ini adalah organisasi paling mandiri yang saya lihat di Kota Medan," puji Rico Waas.

Di era modern saat ini, bilang Rico Waas, sebuah organisasi atau komunitas akan memiliki posisi yang kuat dan dihormati jika mampu berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Kemandirian Aisyiyah adalah contoh positif bagi organisasi lain. Sehingga tidak heran jika kekuatan basis massa Aisyiyah di Medan dinilai sangat solid, bahkan mencakup hingga 30 cabang di 21 kecamatan se-Kota Medan.

"Saya melihat Aisyiyah memiliki kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang luar biasa jika diberi ruang. Gerakan dakwah dan sosial tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya determinasi, kedisiplinan, dan ketulusan dari kaum perempuan.,"ujar Rico Waas.

Diakhir sambutan, Rico Waas mengucapkan selamat milad Aisyiyah ke -109. "Kami berharap Aisyiyah bisa semakin maju dan sukses. Dan kami akan selalu siap bersinergi," harapnya.

Sementara itu Menko Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan kembali akar sejarah berdirinya NKRI yang tidak lepas dari keringat tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kahar Muzakir, hingga Kasman Singodimedjo dalam merumuskan Pancasila dan UUD 1945.

Menurut Zulkifli Hasan, kekuasaan dan jabatan yang dipegang oleh para pemimpin hari ini adalah buah dari perjuangan para pendahulu.

(Bundo)


Medan, IBN - Cahaya lilin perdamaian menerangi Lapangan Benteng Medan pada perayaan Waisak 2570 BE/2026 M, Sabtu malam (13/6/26). Dalam suasana khidmat dan penuh keteduhan itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum untuk menumbuhkan kedamaian dari hal paling sederhana yakni diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan perayaan Waisak yang bertemakan “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” ini Rico Waas hadir bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas.

Selain itu hadir juga Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, unsur Forkopimda, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal Zakiyuddin Harahap, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra, unsur Forkopimda, para Bhikkhu Sangha, pimpinan perangkat daerah, serta tokoh lintas agama.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan makna Waisak tidak hanya sebatas perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momen refleksi diri untuk menghadirkan kedamaian dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan sosial.

“Marilah kita menjadikan Waisak sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rico Waas.

Kemudian Rico Waas mengajak masyarakat melepaskan rasa iri, dengki, kebiasaan menyalahkan orang lain, serta emosi yang berlebihan agar tercipta suasana yang harmonis dan penuh ketenangan.

Rico Waas juga menegaskan bahwa kedamaian sejati tidak diukur dari kekayaan maupun jabatan, melainkan dari kemampuan hidup dalam suasana penuh cinta kasih, saling menghargai, dan menghormati perbedaan.

“Ketika kita mampu hidup dengan cinta kasih dan saling menghormati, di situlah kedamaian yang sesungguhnya dapat dirasakan,” ungkap Rico Waas.

Sementara itu Sebelumnya Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra menyampaikan bahwa harmoni dalam keberagaman merupakan fondasi mutlak kemajuan ibu kota Sumatera Utara ini. Melalui tema "Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan", Arman Chandra mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan krusialnya menjaga kompas moral di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

Menurutnya, esensi dari kedamaian sejati bukanlah tentang memaksakan keseragaman, melainkan tentang bagaimana setiap individu mampu merangkul perbedaan dengan penuh rasa hormat.

"Perdamaian tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan kita untuk hidup berdampingan dalam keberagaman," jelas Arman Chandra.

Ditambahkan Arman Chandra, perayaan Hari Waisak menjadi cerminan nyata dari identitas asli Kota Medan, di mana berbagai suku, ras, dan agama dapat melebur dalam satu ikatan persaudaraan yang kokoh.

"Kami apresiasi yang mendalam kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan atas dukungan tanpa henti yang membuat perayaan Waisak dapat berjalan secara masif, meriah, dan inklusif. Bagi Walubi, langkah nyata Pemko Medan dalam memfasilitasi hari besar keagamaan merupakan bukti otentik bahwa kenyamanan beribadah adalah hak bagi semua warga", sebutnya.

(Bundo )


Samosir, IBN - Perhelatan Trail Of The Kings (TOTK) – Lake Toba by UTMB 2026 resmi berakhir dengan sukses. Ribuan pelari yang mengikuti berbagai kategori lomba berhasil menaklukkan jalur ekstrem yang melintasi kawasan perbukitan, hutan, hingga panorama Danau Toba di Kabupaten Samosir.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para juara di kawasan Segmen V Waterfront City Pangururan, Minggu 14 Juni 2026.

Hadiah diserahkan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Pj Sekda Provsu Sulaiman Harahap.

Turut hadir Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata RI Nova Arisne, Sekdakab. Samosir Marudut Tua Sitinjak, Plt Dirut BPODT Arditama Putra Nusantara, perwakilan PT Angkasa Pura, serta Direktur PT Aksi Cipta Bersama (Creation) Andre Ginting.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menyukseskan ajang lari trail berskala internasional di Kabupaten Samosir.

"Terima kasih kepada seluruh peserta, baik dari Indonesia maupun dari berbagai negara yang telah hadir dan berkompetisi di Trail Of The Kings by UTMB 2026. Kehadiran para pelari menjadi kebanggaan bagi kami dan semakin memperkenalkan keindahan alam Samosir ke dunia internasional, kami berharap dapat kembali untuk menikmati keindahan alam Samosir " ujar Vandiko.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan seluruh stakeholder atas dukungan dan kolaborasi yang terus diberikan dalam pengembangan pariwisata Danau Toba, khususnya di Kabupaten Samosir.

Menurut Vandiko, penyelenggaraan TOTK merupakan bentuk sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Samosir, pemerintah pusat, dan seluruh pihak terkait dalam mendorong kebangkitan sektor pariwisata.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan penuh sehingga event internasional ini dapat kembali terselenggara di Samosir. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membangkitkan pariwisata Danau Toba dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Samosir," katanya.

Vandiko berharap para peserta yang datang dari berbagai daerah dan mancanegara dapat menjadi duta promosi pariwisata Danau Toba setelah kembali ke daerah maupun negara masing-masing.

"Kami berharap seluruh peserta dapat menceritakan pengalaman dan keindahan Samosir kepada keluarga, sahabat, maupun komunitasnya. Kami juga mengundang seluruh peserta untuk kembali datang berwisata dan menikmati berbagai destinasi yang ada di Samosir," ucap Vandiko.

Ajang TOTK 2026 yang kedua di Kabupaten Samosir berlangsung meriah dengan mempertandingkan sejumlah kategori lomba dan diikuti pelari dari 34 negara. Selain menjadi ajang olahraga, event ini juga menjadi sarana promosi pariwisata, budaya, dan produk UMKM lokal yang mendapat perhatian para peserta maupun wisatawan yang hadir selama pelaksanaan kegiatan.

Berikut nama pemenang lomba Trail of The King-Lake Toba by UTMB 2026.

Kategori 100k Pria ,Juara 1 Hiroyuki Matsuda, Jepang (12.45.22), juara 2 Sobari Herdiana, Indonesia (13.02.26), Juara 3 Toro Karakida, Jepang (14.17.26). Wanita, Juara 1 Priya RAI, Nepal (13.17.18), juara 2 Septiana Nia Swastika, Indonesia (20.31.29), Juara 3 Lauren Michelle KOH, Singapura (20.45.24).

Kategori 60k pria, Juara 1 Yusri Nanda, Indonesia (07.37.17), Juara 2 Hardiman Purba, Indonesia (08.09.32), Juara 3 Jiahan MA, China (08.46.25). Wanita Juara 1 Ruth Theresia, Indonesia (11.30.16), juara 2 Daria Topic, United Kingdom (12.45.46), juara 3 Joy Cheng, Australia (12.56.11)

Kategori 28k Pria, juara 1, Ivan Vlasenko, Rusia dengan waktu 2.09.39, Juara II Erwin Simanjuntak, Indonesia (02.11.35), Jajaran III. David Maluddin Siahaan, Indonesia (02.14.51). Wanita, juara 1 Aisyah Nur Rahma (3.07.31), juara 2 Eliza Chandra, Indonesia (3.14.04), juara 3 Debora Pasaribu, Indonesia (03.24.27).

Kategori 10k Pria, juara 1 Serda Marla Supardian, Indonesia (00.39.37), juara 2 Davit Maluddin Siahaan, Indonesia (00.40.30), juara 3 Ivan Vlasenko, Rusia (00.42.53). Wanita Juara 1 Kristanie Sinurat, Indonesia (1.02.47), juara 2 Eva Sukma (1.14.08), juara 3 Tansri Vanessa, Indonesia (1.17.30).

Kategori 5k pria Juara 1 Jefry Nadeak, Indonesia (00.19.33), juara 2 Asian Saputra Sianipar, Indonesia (00.20.40), juara 3 Erwin Simanjuntak, Indonesia (00.20.43). Wanita Juara 1 Ria Damanik, Indonesia (00.33.26), juara 2 Chintiya Girsang , Indonesia (00.34.13), juara 3 Citra Rohmapani Sitoli, Indonesia (00.35.16).

( P Simbolon )

14 Juni 2026

Samosir, IBN - Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Pj.Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harapan melepas peserta kategori 10 kilometer (10K), 5 kilometer (5K), dan Kids pada ajang Trail of The Kings by UTMB 2026 di Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Minggu 14 Juni 2026.

Pelepasan ketiga kategori tersebut melengkapi seluruh rangkaian nomor perlombaan yang dipertandingkan dalam event sport tourism bertaraf internasional yang digelar di Danau Toba Kabupaten Samosir

Sejak pagi hari, suasana Waterfront City Pangururan dipadati peserta dan masyarakat yang hadir memberikan dukungan. Antusiasme peserta tampak tinggi, terutama pada kategori 5K, peserta dari berbagai kalangan usia. Turut hadir dalam pelepasan sekaligus menjadi peserta lomba Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhochel Tamba, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan bersama para pelari lainnya, sedangkan Kapolres Samosir Rina SN Tarigan ikut dalam kategori 10K.

Sebelum peserta diberangkatkan, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan semangat dan motivasi kepada para runner. Ia mengajak seluruh peserta untuk menikmati perlombaan sekaligus keindahan alam Samosir yang menjadi daya tarik utama Trail of The Kings.

Kategori 10K, 5K, dan Kids menjadi penutup dari seluruh nomor lomba yang dipertandingkan pada Trail of The Kings by UTMB 2026. Sebelumnya, kategori 100K, 60K, dan 28K telah lebih dahulu diberangkatkan dan menyuguhkan persaingan para pelari di lintasan yang melintasi perbukitan, kawasan geosite, serta panorama Danau Toba.

Dengan berakhirnya pelepasan kategori 10K, 5K, dan Kids, seluruh rangkaian perlombaan Trail of The Kings by UTMB 2026 resmi berlangsung penuh di Kabupaten Samosir. Event ini kembali menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi unggulan sport tourism dan pariwisata internasional di kawasan Danau Toba.

( P Simbolon )


Samosir, IBN - Atmosfer kompetisi Trail of The Kings (TOTK) by UTMB 2026 semakin terasa. Setelah kategori bergengsi 100 kilometer dilepas lebih dahulu oleh Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Samosir, kini ratusan pelari pada kategori 60K dan 28K resmi memulai pertarungan mereka di lintasan alam ekstrem Samosir. Dari Segmen V Waterfront City Pangururan, sebanyak 141 pelari kategori 60K diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provsu Yudha Pratiwi Setiawan serta Plt. Direktur BPODT Arditama Nusantara Putra, Saptu 13 Juni 2026.

Berselang satu jam, 349 pelari kategori 28K menyusul dilepas untuk bersaing oleh Plt. Direktur BPODT. Kategori 60K menjadi tantangan berat bagi para peserta. Mereka harus menaklukkan lintasan yang membelah kawasan Geopark Kaldera Toba dengan rute Waterfront City Pangururan–Sitaotao–Gunung Pusuk Buhit–Pusat Informasi Geopark–SMA Negeri 1 Sianjur Mulamula–Ginolat–Bonan Dolok–Bukit Burung sebelum kembali finis di Waterfront City Pangururan.

Jalur tersebut tidak hanya menguji ketahanan fisik dan mental, tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang menjadi daya tarik utama Samosir di mata dunia.

Para pelari kategori 60K diperkirakan membutuhkan waktu maksimal hingga 20 jam untuk mencapai garis finish. Sedangkan peserta kategori 28K harus menuntaskan lintasan dalam batas waktu sembilan jam.

Sejak garis start dibuka, semangat para runners terlihat membara. Pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara tampak antusias memasuki jalur perlombaan yang dikenal memiliki kombinasi tanjakan curam, lintasan perbukitan, serta jalur hutan yang menantang.

TOTK by UTMB 2026 tidak hanya menjadi arena adu ketahanan fisik para atlet trail run, tetapi juga panggung promosi pariwisata Samosir ke tingkat internasional. Ribuan pasang mata kini tertuju ke Samosir yang selama tiga hari menjadi pusat perhatian komunitas trail running dunia.

Dengan meningkatnya jumlah peserta mancanegara tahun ini, penyelenggaraan TOTK semakin memperkuat posisi Samosir sebagai destinasi sport tourism unggulan di kawasan Danau Toba.

( Simbolon )
Diberdayakan oleh Blogger.