26 Agustus 2026




Samosir | Indonesia Berkibar News
- Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam pendataan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Samosir untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026, Rabu(26/08/2026).


Petugas Sensus Ekonomi 2026 melakukan pendataan terhadap berbagai informasi terkait kegiatan usaha, mulai dari karakteristik usaha, tenaga kerja, pendapatan dan pengeluaran, aset usaha, pemanfaatan teknologi, hingga informasi lainnya sesuai dengan karakteristik masing-masing usaha.


Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data yang akurat mengenai kondisi dan perkembangan dunia usaha. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar penting dalam memetakan struktur perekonomian, mengidentifikasi potensi ekonomi, serta mendukung penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.


Bagi Kabupaten Samosir, data hasil sensus diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk potensi sektor usaha yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom ST Juga mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar dan lengkap sesuai kondisi usaha masing-masing.


“Setiap data yang diberikan sangat berarti. Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam menyusun perencanaan dan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat,” menjadi semangat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.


Pemerintah Kabupaten Samosir juga mengimbau seluruh pelaku usaha untuk tidak ragu memberikan informasi yang diperlukan kepada petugas sensus. Partisipasi Masyarakat menjadi bagian penting dalam menghasilkan data berkualitas bagi pembangunan ekonomi, baik di tingkat Daerah maupun Nasional. (Simbolon)



  


Medan | Indonesia Berkibar News
- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., bersama pejabat utama (PJU) Polda Sumut mengecek kesiapan personil, peralatan hingga kendaraan dalam menghadapi situasi tanggap darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Utara.


Pengecekan digelar di Lapangan Samapta Sumatera Utara, Senin (24/08/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pendukung penanganan karhutla dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.


Dalam pengecekan tersebut, Kapolda Sumut bersama PJU tidak hanya memeriksa kesiapan personel, tetapi juga mengecek berbagai peralatan dan kendaraan yang akan digunakan dalam penanganan karhutla. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sarana pendukung dalam kondisi baik dan dapat dioperasionalkan secara cepat.


Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla, mengingat penanganan kebakaran membutuhkan respons cepat serta dukungan peralatan yang memadai agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.


Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengecekan dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polda Sumut dalam menghadapi potensi karhutla.


“Bapak Kapolda menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dipastikan secara menyeluruh. Bukan hanya personel, tetapi juga peralatan dan kendaraan harus dalam kondisi siap operasional. Ketika terjadi keadaan darurat, seluruh unsur harus bisa bergerak dengan cepat,” ujar Ferry menyampaikan arahan Kapolda Sumut.


Menurut Ferry, kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penanganan di lapangan. Karena itu, setiap peralatan yang akan digunakan harus dipastikan berfungsi dengan baik dan personel memahami penggunaannya.


“Kita tidak ingin ketika terjadi kebakaran baru dilakukan pengecekan. Semua harus sudah siap dari sekarang, sehingga apabila ada laporan atau titik api, personel bersama peralatan dan kendaraan dapat langsung digerakkan,” katanya.


Selain kesiapan internal, Polda Sumut juga memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni dan stakeholder terkait. Sinergi lintas sektor diperlukan agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari deteksi dini, pemadaman hingga upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.


Ferry juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.


“Pencegahan menjadi langkah utama. Namun apabila terjadi karhutla, kita pastikan personel, kendaraan dan peralatan sudah siap untuk memberikan respons secepat mungkin,” ujarnya.(zul)

 


Medan| Indonesia Brkibar News
- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia, dan mitra strategis memperkuat sinergi dalam pengembangan ekonomi syariah melalui Sumut Halal Fest 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 dihadiri oleh Kepala BPJPH Republik Indonesia Ahmad Haikal Hasan, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza Ma'ruf Moesa berlokasi di Ex-Medan Club, Kota Medan,Selasa (26/08/2026)

Sumut Halal Fest 2026 merupakan kegiatan kolaboratif pertama yang mempertemukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, BP/JPH, dan berbagai mitra strategis dalam satu rangkaian kegiatan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah Sumatera Utara. 

Melalui kolaborasi bersama, ekosistem industry halal diharapkan tidak hanya menjadi alternatif, namun menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara melalui penguatan industri halal, peningkatan kapasitas UMKM, perluasan sertifikasi halal, literasi ekonomi syariah, serta penguatan sinergi program ekonomi syariah.

Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa industri dan produk halal semakin diminati masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM Sumatera Utara untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

“Industri halal dan produk halal semakin diminati masyarakat, baik nasional maupun global. Karena itu, kita perlu terus meningkatkan sertifikasi halal bagi UMKM di Sumatera Utara agar semakin banyak produk unggulan daerah yang memenuhi standar halal, memiliki daya saing, dan dapat menjadi penggerak perekonomian Sumatera Utara,” ujar Gubernur Sumatera Utara.

Sementara itu, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar karena didukung banyak pengusaha dan UMKM. Peningkatan jumlah produk halal dari Sumatera Utara diyakini akan membuka peluang pasar yang lebih luas seiring dengan semakin berkembangnya halal lifestyle.

“Sumatera Utara memiliki banyak pengusaha dan UMKM. Dengan semakin meningkatnya produk halal dari Sumatera Utara, akan semakin terbuka peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan UMKM. Halal lifestyle saat ini juga semakin luas, sehingga sertifikasi halal menjadi salah satu peluang bagi produk UMKM Sumatera Utara untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar,” ujar Ahmad Haikal Hasan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza Ma'ruf Moesa menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Ekonomi syariah tidak hanya mencakup keuangan syariah, tetapi juga Halal Value Chain, antara lain makanan dan minuman halal, modest fashion, kosmetik, pariwisata ramah muslim, pertanian, industri kreatif, UMKM, dan ekonomi pesantren.

“Ekonomi syariah bukan lagi sekadar sektor yang terbatas, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi riil dan memiliki potensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin penting, termasuk bagi Sumatera Utara,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Bank Indonesia memandang sertifikasi halal sebagai pintu masuk untuk meningkatkan daya saing UMKM, yang selanjutnya perlu didukung dengan peningkatan kualitas produk, pengemasan, branding, digitalisasi, akses pembiayaan, serta perluasan pasar. Hal tersebut sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui pengembangan Halal Value Chain, optimalisasi pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.

Sumut Halal Fest 2026 menghadirkan empat rangkaian utama, yaitu Workshop 1.000 Sertifikasi Halal UMKM Sumatera Utara, Seminar Nasional bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara dan Himpunan Doktor Ekonomi Syariah (HADESYA), Rapat Penyusunan Program Kerja Ekonomi Syariah bersama KDEKS Sumatera Utara, serta Tabligh Akbar bersama Ustaz Nasional Hilman Fauzi.


Melalui kegiatan tersebut, Sumut Halal Fest 2026 diharapkan menjadi starting point penguatan ekosistem ekonomi syariah Sumatera Utara yang lebih terintegrasi. Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, BPJPH, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, ulama, komunitas, dan UMKM diharapkan mampu mendorong Sumatera Utara tidak hanya menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi produsen dan bagian dari rantai pasok halal Nasional dan global.(torong)


24 Agustus 2026

 



Palas| Indonesia Berkibar  News -
Kasat Satres Narkoba Polres Padang Lawas AKP M. Taufik Siregar, S.H. telah diduga melakukan praktik Manipulasi Permainan “tangkap lepas” terhadap terduga sang bandar  narkotika. Dugaan ini mencuat setelah salah satu tersangka yang diamankan justru malah dikirim untuk rehabilitasi tanpa melalui prosedur asesmen Tim Asesmen Terpadu (TAT). Awal Penangkapan

Pada Senin, 6 Juli 2026, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Palas menggerebek salah satu sebuah rumah di Desa Gunung Manaon. Ke Lima orang telah di bawa dan diamankan:Oleh Sat Res Narkoba Polres Palas antara lain  SP (31) warga Ulu Gajah, ARS (26) warga Paya Baung, IB Nst (23) warga Ulu Gajah, JLD Hrp (30) warga Aek Buaton, dan MWD Nst (46) warga Sipaharu.


PS Kasubsi Penmas Polres Palas mengutarakan kalu kasat Narkoba Palas merupakan bekas dari Kasat Reskrim dari polres Tapteng uang juga mengatakan kalu beliau sudah kaya kasat narkoba polres Palas memiliki Kebun Sabit Berhektar Hektar Sampai saat ini ia miliki selain itu kasat narkoba PALAS juga saat ini sedang Lagi Di Periksa Oleh Propam Polda Sumut Ujarnya

Polres Palas Mengutarakan kalu kasat Narkoba Palas merupakan bekas dari Kasat Reskrim dari polres Tapteng uang juga mengatakan kalu beliau sudah kaya kasat narkoba polres Palas memiliki Kebun Sabit Berhektar Hektar Sampai saat ini ia miliki selain itu kasat narkoba PALAS juga saat ini sedang Lagi Di Periksa Oleh Propam Polda Sumut Ujarnya


Ini harus Abng kejar kasus ini ujar beliau terkait kasus Kasus Yang dilakukan kasat narkoba PALAS itu mereka sedang priksa propan bang Abang Kompirmasi langsung ke Polda Sumut aja bang kejar biar tau kasat nya ujar ps PS Kasubsi Penmas Polres Palas Tersebut Bripka G Pohan. Kepada Awak Media.


Bila ada temuan Tangkap Lepas kita suruh Angota kita juga bng untuk Cek End Ricek Langsung ke rumah terdakwa nanti nya bila ada kasus talas narkoba lagi.


Kasat Narkoba ini orangnya agak Pelit bang payah ujarnya beliau jadi kaku ada kasus Talas nantinya kita kasi kabarin ke orang Abang ya katanya saat beberapa hari lalu ia mengatakan melalui WhatsApp nya.


Karna diduga banyak kasus Narkoba yang diduga tangkap lepas oleh Kasat Narkoba Palas bang ini la permainan nya makanya kasat nya sudah kaya apa lagi ia telah memiliki Beberapa Hektar kebun Sawit milik dia bang yang diduga hasil dari narkoba ujarnya.(Tim)



 



Binjai | Indonesia Berkibar News 
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 100/Prajurit Setia (PS) di jalan Binjai Namukur desa namukur utara Kecamatan Sei Bingai pada Senin (24/08/2026) pukul 16.40 Wib


Kunjungan ini digelar secara khusus untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkokoh komitmen sinergitas dan soliditas TNI-Polri yang telah terjalin dengan sangat baik di wilayah hukum Polres Binjai


Kedatangan rombongan Polres Binjai disambut langsung Danyon raider 100/ps Letkol Inf Amirul  Husin S. E., M. I. P dengan penuh kehangatan oleh Danyonif Raider 100/PS bersama jajaran perwira staf batalyon. Dalam pertemuan yang berlangsung akrab tersebut, kedua belah pihak berdialog mengenai penguatan koordinasi taktis di lapangan serta komitmen bersama untuk saling mendukung dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat


Kapolres Binjai menegaskan bahwa hubungan harmonis antara TNI dan Polri merupakan pilar utama dalam menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kunjungan silaturahmi ini, diharapkan komunikasi dan kolaborasi antara personel Polres Binjai dan prajurit Yonif Raider 100/PS semakin solid, baik dalam tugas pengamanan wilayah maupun dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas di lapangan


Disela sela kunjungannya danyon raider 100/ps mengajak kapolres Binjai beserta jajarannya berkeliling batalyon raider 100/ps dengan menendarai 3 unit rantis PJD Atap milik batalyon raider 100/ps untuk melihat situasi terkini markas batalyon raider 100/ps


Danyonif Raider 100/PS turut menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas kunjungan Kapolres Binjai beserta jajaran PJU. Pihaknya menyatakan kesiapan penuh untuk terus berjalan beriringan bersama Polri dalam menjaga kondusifitas wilayah serta mengawal program-program strategis nasional demi kemaslahatan masyarakat luas.(Humas polres Binjai/zul)

 



Medan | Indonesia Berkibar News
- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen menciptakan iklim investasi yang aman dan nyaman bagi para investor. Komitmen tersebut disampaikan Surya saat bertemu dengan Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, David Jordens.


Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (24/8/2026), membahas peluang kerja sama di berbagai bidang potensial, di antaranya industri, perkebunan, akademik, olahraga, dan teknologi.


Menurut Surya, Sumut memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama Belgia. Karena itu, pertemuan tersebut diharapkan menjadi pintu awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dan memberikan manfaat bagi kedua daerah serta masyarakat.


“Saya rasa banyak yang bisa kita kembangkan bersama karena Sumut memiliki potensi yang sangat besar, dan kami memastikan investasi yang aman dan nyaman untuk membangun daerah kami,” kata Surya.


Surya berharap pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret dan berdampak langsung terhadap masyarakat. Terlebih, Belgia memiliki sejumlah keunggulan yang dapat dikolaborasikan dengan Sumut, khususnya di bidang akademik, olahraga, dan teknologi.


“Ke depannya saya harap kita bisa membahas kerja sama yang lebih konkret, kerja sama yang bisa memberikan dampak pada pembangunan Sumut dan Belgia dan juga kesejahteraan masyarakat kita,” kata Surya.


Sementara itu, David Jordens menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki kerja sama di bidang olahraga dengan Sumut. Menurutnya, Sumut memiliki kompleks fasilitas olahraga berstandar internasional yang dapat menjadi peluang pengembangan kerja sama antara Belgia dan Sumut.


“Bukan cuma terkait atlet, tetapi juga teknologi olahraga, kami memiliki banyak perusahaan olahraga seperti penyedia dan pengelolaan rumput lapangan, pencahayaan, desain, bila ada bussiness matching saya akan bawa investor ke sini,” kata Jordens.


Selain olahraga, Jordens juga tertarik pada pengembangan dan pengelolaan kelapa sawit di Sumut. Menurutnya, tantangan saat ini adalah meningkatkan produktivitas sawit secara efektif dan efisien tanpa harus menambah luas lahan.


“Sekarang kita sudah berfikir bagaimana sawit bisa menghasilkan lebih banyak dengan lahan yang ada, bukan menambah luas lahannya, kita bisa perkuat kerja sama ini,” kata Jordens.


Jordens ditunjuk Kerajaan Belgia sebagai Duta Besar untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN pada Agustus 2026, menggantikan Frank Felix. Sebelumnya, dia merupakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Belgia.(bundo)


23 Agustus 2026



Medan| Indonesia Berkibar News -
  Terkait pemberitaan para pensiunan Perumda Tirtanadi yang berjumlah 17 orang hingga kini terus menyampaikan tuntutannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) dan juga memberitakan di beberapa media online maupun media sosial, perihal belum dibayarkannya uang pensiun mereka oleh Perumda Tirtanadi, Kepala Divisi (Kadiv) Hukum Perumda Tirtanadi Idham Khalid angkat bicara.


"Dana pensiun AJB Bumiputera sudah dierima sebahagian untuk para pensiunan yang ke- 17 orang," kata Kepala Divisi (Kadiv) Hukum Idham Khalid melalui telepon genggamnya Minggu (23/08/2026).


Lebih jauh Idham Khalid mengatakan  bahwa para pensiunan yang ke 17 orang tersebut, sudah men dapatkan manfaat sebahagian dari dana pesangon/pensiun AJB Bumiputera sebesar Rp 4.897.851.177,- dikatakannya hingga saat ini Perumda Tirtanadi masih terus melakukan upaya hukum seperti Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) untuk memperjuangkan hak - hak kekurangan dana yang dialami para pensiunan dari AJB Bumiputera yang 17 orang tersebut.


Dikatakannya (Idham-red) bahwa ke 17 orang tersebut ada tiga kelompok para pensiunan yang masih menuntut untuk diselesaikan Perumda Tirtanadi, dan perlu diketahui sebelumnya sekitar tahun 2005 Perumda Tirtanadi menjalin kerjasama dengan pihak asuransi AJB Bumiputera, namun berselang berjalannya waktu pihak AJB Bumiputera mengalami gagal bayar ke Perumda Tirtanadi untuk pesangon pegawai, terutama pesangon (uang pensiun) untuk para pegawai Tirtanadi yang sudah masuk masa purnabakti (pensiun) sehingga menurut Idham Khalid para pensiunan yang berjumlah 17 orang tersebut tetap melakukan tuntutannya karena  belum menerima keseluruhan dana pensiunnya.


"AJB Bumiputera belakangan ini mendapat masalah pada perusahaannya sendiri sehingga pihak AJB Bumiputera wanprestasi dalam menyelesaikan pesangon pegawai yang purnabakti pada waktu itu,"ujar Idham Khalid.


Seperti diketahui para pensiunan yang 17 orang tersebut hingga saat ini  masih menuntut ke Perumda  Tirtanadi agar menyelesaikan dana pensiun mereka yang belum dibayar   oleh AJB Bumiputera yaitu delapan orang dengan nilai Rp 2.2 Miliar dan ada tiga orang dengan nilai Rp 839 juta serta ada enam orang yang belum keluar putusan Mahkamah Agung (MA) sebesar Rp 1.93 Miliar.


 Untuk itu kata  Idham Khalid Perumda Tirtanadi dalam menyikapi permasalahan ini sudah mengambil kebijakan sesuai ketentuan ketenagakerjaan dengan berdasarkan ketentuan yang berlaku,  guna menyelesaikan persoalan ini sesuai hukum, dan  setelah dilakukan penghitungannya  keseluruhan untuk 17 orang tersebut, Perumda Tirtanadi telah menyiapkan dana sebesar Rp 675 juta namun ditolak. 


"Karena AJB Bumiputera wanprestasi sesuai perjanjian dengan Perumda Tirtanadi, sekitar tahun 2005 silam dan belakangan ini AJB Bumiputera mendapat masalah sehingga tidak penuh memberikan  kewajibannya yaitu pesangon bagi pegawai yang purnabakti, maka Tirtanadi sudah manyiapkan dana untuk ke 17 orang tersebut, sebesar Rp 675 juta sesuai ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku akan tetapi ditolak mereka dan mereka melakukan upaya hukum lain,"ujar Idham Khalid.


Namun begitu lanjut Idham Khalid, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya hukum ataupun musyawarah terbaik ke pihak AJB Bumiputera  untuk 17 orang pensiunan tersebut, dan katanya jika nanti pihak AJB Bumiputera menyelesaikan  persoalan keuangan perusahaannya dengan membayar kewajibannya  ke Tirtanadi maka tetap diberikan kekurangan tersebut kepada pensiunan yang 17 orang tersebut, karena menurutnya Perumda Tirtanadi tetap berjuang dengan melakukan yang terbaik bagi para pensiunan, berdasarkan ketentuan peraturan ketenaga kerjaan yang berlaku, dan Perumda Tirtanadi patuh kepada proses hukum yang berlaku.


Idham Khalid berharap Peninjauan Kembali (PK) yang dilakukan timnya terhadap AJB Bumiputera dapat membuahkan hasil yang baik untuk para pensiunan maupun pegawai yang masih aktif bekerja.


"Perumda Tirtanadi masih menunggu hasil putusan PK  di MA mudah - mudahan kita berdoa bersama hasilnya untuk kebaikan bagi semuanya,"ujar Idham Khalid.(torong)

Diberdayakan oleh Blogger.