24 Januari 2026


Asahan|  Indonesia Berkibar News - Aktivitas penutupan alur Sungai Hessa yang diduga dilakukan pengusaha ternak ayam berinisial ES di Desa Air Teluk Hessa, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, hingga kini masih terus berlangsung. Bangunan jembatan dan pagar beton yang berdiri di kawasan semestinya menjadi ruang publik dan kawasan lindung itu tampak kokoh, seolah tak tersentuh oleh penegakan hukum.

Pantauan di lapangan menunjukkan, bangunan lantai permanen berukuran sekitar 10 x 5 meter tersebut difungsikan sebagai jembatan penghubung pagar beton yang membentang di sisi kiri dan kanan Sungai Hessa. Pagar beton itu berdiri setinggi kurang lebih 4 meter dengan panjang mencapai sekitar 300 meter, secara kasat mata telah mengubah bentang alam dan mempersempit ruang aliran sungai.

Perubahan fisik pada tubuh sungai tersebut menimbulkan kekhawatiran serius. Penyempitan alur Sungai Hessa dinilai berpotensi mengganggu sistem tata air, mempercepat sedimentasi, serta meningkatkan risiko genangan dan banjir, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.

Lebih jauh, bangunan permanen di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) itu diduga kuat disiapkan sebagai bagian dari rencana perluasan usaha ternak ayam milik ES. Jika dugaan tersebut benar, maka kepentingan bisnis telah ditempatkan di atas fungsi ekologis sungai, dengan ancaman jangka panjang berupa pencemaran lingkungan dan kerugian bagi masyarakat sekitar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum menguasai area di sepanjang DAS Sungai Hessa, ES diduga membeli lahan pertanian milik warga dengan nilai ganti rugi yang relatif tinggi. Namun langkah tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar, sebab kepemilikan lahan warga tidak serta-merta memberikan hak untuk menguasai sempadan sungai yang secara hukum merupakan kawasan terbatas dan berada di bawah penguasaan negara.

Sejumlah pihak menilai, pembangunan pagar beton dan jembatan permanen tersebut merupakan bentuk pengabaian terang-terangan terhadap peraturan perundang-undangan. Tindakan itu diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, PP Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, serta Permen PUPR Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Garis Sempadan Sungai dan Danau.

Dalam Pasal 25 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019, secara tegas disebutkan larangan melakukan aktivitas yang mengganggu tata air DAS, merusak sumber daya air dan prasarananya, menghambat pengawetan air, serta mencemari air. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah praktik eksploitatif yang berpotensi mengancam keselamatan lingkungan dan masyarakat luas.

Bahkan, Pasal 68 UU Sumber Daya Air mengancam pelanggaran tersebut dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 9 tahun, serta denda mulai dari Rp5 miliar hingga Rp15 miliar. Ancaman pidana ini menegaskan bahwa pelanggaran di kawasan sungai bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan serius terhadap lingkungan hidup.

Sikap tegas sejatinya telah ditunjukkan pemerintah pusat. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan telah melayangkan surat perintah penertiban dan pembongkaran bangunan pagar serta jembatan milik ES. Surat bernomor PR 0102–BBWS II/1993 tertanggal 23 Desember 2026 itu menjadi sinyal bahwa negara tidak membenarkan pendudukan sempadan sungai untuk kepentingan usaha.

Namun hingga kini, keberadaan bangunan tersebut masih menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Kapan pembongkaran akan dilakukan belum diketahui, sebab hingga berita ini diturunkan, ES tidak memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi wartawan, baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.(yd)

23 Januari 2026



Batam | Indonesia Berkibar News -
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus menegaskan perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional dengan mendorong percepatan transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD). 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dalam Workshop Asbanda & BPD Seluruh Indonesia yang diselenggarakan pada 22–23 Januari 2026 di Batam. Turut hadir dalam agenda tersebut Ketua Tim Tata Kelola Direktorat Keamanan  Siber & Sandi Keuangan Perdagangan dan Pariwisata (BSSN) Ariq Bani Hardi, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, Direktur Eksekutif Asbanda Wimran Ismaun, serta jajaran pimpinan mitra strategis global Huawei, Alibaba Cloud, Oracle, dan Fortinet.


Mengusung tema “Peranan Pemerintah dalam Mendukung Transformasi Digital pada Bank Pembangunan Daerah”, forum ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah, Telkom, dan BPD dari seluruh Indonesia untuk membahas penguatan daya saing, peningkatan produktivitas, serta pengembangan model bisnis perbankan daerah yang lebih adaptif berbasis teknologi digital. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kemitraan strategis Telkom dan Asbanda untuk mempercepat transformasi digital BPD melalui optimalisasi portofolio solusi digital TelkomGroup.


Telkom sebagai end-to-end digital solution provider menghadirkan solusi yang terintegrasi di luar konektivitas, mulai dari cybersecurity, cloud & data center, Artificial Intelligence (AI), hingga solusi digital perbankan. Pendekatan ini sejalan dengan strategi TelkomGroup dalam memperkuat bisnis B2B ICT Service dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan kebutuhan industri.


Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan dukungan atas pentingnya  Transformasi Digital bagi BPD sebagai fondasi untuk memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi daerah. 


“Telkom siap mendukung transformasi digital BPD melalui berbagai solusi digital yang relevan agar transformasi berjalan terukur, aman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkas Dian, Jumat (23/01/2026) 


Senada, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Telkom hadir sebagai mitra strategis BPD untuk mengakses teknologi global melalui satu pintu yang terintegrasi. “Telkom berperan sebagai single point of contact bagi BPD dalam mengorkestrasi solusi digital berbasis ekosistem mitra teknologi global. Dengan model end-to-end ini, BPD dapat fokus pada penguatan bisnis inti dan layanan kepada masyarakat,” pungkas Seno.


Diskusi strategis juga dilaksanakan dalam workshop ini yang berfokus pada penguatan ketahanan siber, optimalisasi pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta digitalisasi layanan perbankan guna memperluas pembiayaan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan workshop, Telkom menghadirkan exhibition booth dan business clinic sebagai wadah penjajakan kerja sama serta penggalian peluang inovasi bersama BPD.


Selain itu, penandatanganan serupa juga dilakukan antara Telkom, Asbanda, dan sejumlah partner global, yakni Huawei, Alibaba Cloud, dan Oracle guna memperkuat kapabilitas dan inovasi digital pada ekosistem perbankan daerah.


TelkomGroup melalui operating company PT Metra Digital Media (MDM) juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng). Nota kesepahaman ini mencakup pemanfaatan solusi digital AdXelerate 2.0, A2P Business Messaging, dan Smartcard untuk mendukung optimalisasi layanan serta penguatan kapabilitas digital Bank Kalteng.


AdXelerate 2.0 adalah platform periklanan digital terintegrasi untuk Social Media & Paid Ads, Programmatic Ads berbasis first-party data, SMS & WhatsApp Campaign, serta layanan Digital Media Agency yang efisien dan relevan. A2P Business Messaging merupakan solusi komunikasi bisnis melalui beragam kanal messaging untuk mendukung pengiriman notifikasi, informasi layanan, serta komunikasi resmi yang aman antar klien dan pelanggan. Sementara Smartcard adalah solusi untuk kebutuhan printing smartcard, dengan fokus pada peningkatan keamanan, efisiensi operasional, dan pengalaman pelanggan.


Melalui kolaborasi ini, Telkom berkomitmen untuk menjadi trusted digital partner bagi BPD dalam membangun kapabilitas perbankan digital yang kompetitif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi Telkom dalam mendorong transformasi ekonomi digital Nasional. (JBR/66)

22 Januari 2026

 


Namo Rambe| Indonesia Berkibar News -   Kepala Desa Jaba kecamatan Namo Rambe Deli Serdang, Rusdi Surbakti melaporkan dugaan penganiayaan oleh pria berinisial RG ke Polsek Namorambe. Ia mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Peristiwa bermula saat Rusdi Surbakti hendak menuju sebuah warung kopi di Desa Jaba menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, ia mendapati terlapor berinisial RG memarkirkan kendaraannya secara melintang hingga menutupi akses jalan. Akibat kondisi tersebut, keduanya terlibat adu mulut yang berujung pada tindakan kekerasan fisik secara tiba-tiba.

Berdasarkan laporan kepolisian, terlapor RG diduga mencekik korban hingga terjatuh terlentang di atas permukaan aspal. Sejumlah warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan mengangkat tubuh korban yang mengalami luka-luka. Selanjutnya, Rusdi harus menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit akibat cedera yang dialaminya tersebut.

Polsek Namorambe

Korban resmi menempuh jalur hukum melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/4/I/2026/SPKT/Polsek Namorambe tertanggal 21 Januari 2026 yang ditandatangani Ka SPKT Sektor Namo Rambe AIPDA Rinto Sihotang.

Dalam laporan tersebut, terlapor diduga melanggar Pasal 466 dan atau Pasal 471 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Saat ini, pihak kepolisian sektor Namorambe tengah memproses pengaduan tersebut guna penyelidikan lebih lanjut secara objektif.

Informasi yang diperoleh dari Kantor Camat Namo Rambe, oknum RG dikenal sebagai aparat pemerintah yang mengurusi salah satu pekerjaan teknis di Kecamatan Namo Rambe.(rel)

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - Di tengah percepatan transformasi digital nasional, perempuan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi secara optimal. 


Data UN Women (2025) menunjukkan bahwa meskipun perempuan mengelola sekitar 64,5% UMKM di Indonesia, kesenjangan digital khususnya dalam adopsi teknologi lanjutan masih menjadi hambatan utama bagi peningkatan daya saing usaha. Kondisi ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang mencatat sekitar 11,89% rumah tangga di Indonesia dikepalai oleh perempuan, sehingga pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi isu strategis untuk pembangunan berkelanjutan.


Menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia melalui program Empowerment for Women sepanjang tahun 2025 telah menjangkau 740 perempuan dari berbagai latar belakang dan wilayah di Indonesia. Program yang dirancang secara inklusif untuk mendukung peningkatan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi perempuan, mulai dari pelaku UMKM, perempuan pesisir, ibu rumah tangga, hingga perempuan kepala keluarga.


Beragam pelatihan diselenggarakan dengan pendekatan aplikatif dan berbasis kebutuhan lokal. Materi yang diberikan mencakup pengolahan juga pengemasan produk, pemasaran digital, desain kemasan, hingga pemanfaatan teknologi seperti live streaming dan kecerdasan buatan (AI) untuk promosi usaha. 


Selain itu, Telkom juga menghadirkan pelatihan pengembangan keterampilan dan karakter, termasuk batik tulis dan cap, pembuatan buket dan hantaran, penguatan kapasitas kelompok PKK, serta literasi hukum dan digital bagi perempuan rentan. Melalui pendekatan ini, Telkom tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan perempuan untuk beradaptasi di era digital.


“Pemberdayaan perempuan merupakan investasi sosial strategis yang menjadi fondasi ketahanan ekonomi nasional. Melalui program Empowerment for Women, Telkom Indonesia berupaya membangun ekosistem yang mendukung perempuan agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang. Kami percaya, ketika perempuan berdaya secara digital dan ekonomi, dampaknya akan dirasakan oleh keluarga dan komunitas secara luas,” papar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia


Program Empowerment for Women merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Kamis (22/01/2026)


Melalui inisiatif ini, Telkom Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan ekonomi nasional. (JBR/66)


Langkat| Indonesia Berkibar News
- Tim Audit Tematik Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri melaksanakan Audit Tematik tentang Penanganan Bencana Alam di Polres Langkat, Kamis (22/01/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bhara Daksa Polres Langkat dan diikuti oleh 11 Polres jajaran Polda Sumatera Utara.

Audit tematik ini dipimpin oleh KBP J. Siboro, S.H., S.I.K., M.H selaku Sekretaris Tim Audit Itwasum Polri, dengan didampingi tim Paping Polda Sumut. Rombongan Tim Audit tiba di Polres Langkat sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut langsung oleh Kapolres Langkat beserta para Pejabat Utama (PJU) Polres Langkat.

Selanjutnya, Tim Audit Tematik Itwasum Polri melaksanakan pemeriksaan dan pendalaman terhadap kesiapsiagaan serta penanganan bencana alam di wilayah hukum masing-masing Polres. Adapun Polres yang mengikuti audit tersebut yakni Polrestabes Medan, Polresta Deli Serdang, Polres Binjai, Polres Langkat, Polres Tanah Karo, Polres Dairi, Polres Pakpak Bharat, Polres Belawan, Polres Nias, Polres Nias Selatan, dan Polres Padang Lawas.

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo S.H, S.I.K, M.Si,  dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan audit tematik ini merupakan bagian penting dari fungsi pengawasan dan pembinaan untuk meningkatkan kesiapan jajaran Polres dalam menghadapi potensi bencana alam.

“Audit tematik ini menjadi sarana evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar seluruh jajaran Polres semakin siap, profesional, dan responsif dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah masing-masing, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal,” ujar Kapolres Langkat.

Pelaksanaan Audit Tematik Itwasum Polri berjalan dengan lancar dan tertib hingga pukul 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan istirahat. 

Pada pukul 15.00 WIB, Tim Audit Tematik Itwasum Polri beserta rombongan meninggalkan Polres Langkat menuju Medan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan serta memperkuat kesiapsiagaan Polri dalam penanganan bencana alam, khususnya di wilayah hukum Polda Sumatera Utara, demi memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(sfn/zul)

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - Dalam rangka memperingati hari jadi ke-15, PT Nuon Digital Indonesia (Nuon), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), menginisiasi program Thrift & Give sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendorong gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle) di lingkungan kerja.


Program ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif berkelanjutan Nuon yang mengajak karyawan berpartisipasi aktif untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat juga lingkungan. 


Melalui Thrift & Give, karyawan Nuon menyumbangkan pakaian dan aksesoris layak pakai yang kemudian dijual kembali dalam Bazaar Thrift diselenggarakan sepanjang Agustus 2025.


CEO Nuon Digital Indonesia, Aris Sudewo, menyampaikan bahwa program Thrift & Give menjadi langkah awal perusahaan dalam menanamkan nilai keberlanjutan sebagai bagian dari budaya organisasi, Kamis (22/01/2026) 


“Memasuki usia ke-15, Nuon ingin mengajak seluruh karyawan untuk berkontribusi melalui aksi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap bumi dapat tumbuh dari internal perusahaan dan menjadi budaya yang berkelanjutan,” ucap Aris.


Program yang berhasil mengumpulkan 207 pakaian dan aksesoris dari Jagoan Nuon, dengan 147 item berhasil terjual. Seluruh hasil penjualan disalurkan kepada Yayasan Sahabat Anak, lembaga sosial yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan serta akses pendidikan bagi anak-anak marjinal di Indonesia.


Sementara itu, pakaian dan aksesoris yang belum terjual disalurkan kepada Clothes for Charity melalui penyerahan simbolis yang dilaksanakan di Nuon Hall, sehingga seluruh barang donasi tetap memberikan manfaat melalui kegiatan sosial lainnya.


“Melalui program ini, berharap Nuon tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konsumsi yang bijak dan pengelolaan barang bekas sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan,” tambah Aris.


Inisiatif Thrift & Give menegaskan komitmen Nuon  mendukung  prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan Telkom. Ke depan, Nuon berkomitmen menghadirkan program-program yang mendorong keterlibatan karyawan dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. (JBR/66)

 


Jakarta |Indonesia Berkibar News - Ekosistem terumbu karang Indonesia yang dikenal sebagai salah satu yang terkaya di dunia saat ini menghadapi tekanan yang semakin serius. 


Berdasarkan laporan NOAA dan ICRI (2025), mencatat 84% terumbu karang dunia terdampak pemutihan massal akibat lonjakan suhu laut. Sementara, data KKP dan BRIN tahun 2025, menyoroti kerusakan fisik akibat pariwisata serta polusi yang masif, Kamis (22/01/2026)


Penurunan kualitas terumbu karang tersebut tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati laut, tetapi juga berdampak langsung pada hilangnya perlindungan garis pantai, melemahnya ketahanan ekosistem, dan hancurnya keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.


Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir, Telkom Indonesia mengambil langkah konkret melalui inisiasi rehabilitasi dan penanaman kembali 17.855 bibit terumbu karang di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Program ini difokuskan pada restorasi area perairan yang difokuskan pada pemulihan area perairan guna memperbaiki kualitas ekosistem yang menurun akibat tekanan lingkungan.


Melalui implementasi, Telkom berupaya mengembalikan fungsi vital terumbu karang sebagai langkah restorasi melalui aksi penanaman bibit secara tersebar yang guna menciptakan benteng alami yang menjaga stabilitas ekosistem pesisir Indonesia.


Sebaran penanaman bibit terumbu karang dilaksanakan di 9 lokasi yang mencakup berbagai wilayah perairan Indonesia. Lokasi tersebut meliputi Kawasan Konservasi Bangsring Underwater di Banyuwangi, Pulau Badul di Pandeglang, Desa Tanjung Tiram di Konawe Selatan, Pantai Waecicu di Labuan Bajo, dan Pulau Tikus di Bengkulu. Selain itu, program juga menjangkau Pulau Tunda di Banten, Taman Nasional Karimunjawa di Jepara, Pulau Bone Tambu di Makassar, serta Perairan Pantai Halasi di Maluku Tengah. Penentuan seluruh lokasi ini disesuaikan dengan kebutuhan pemulihan ekosistem di masing-masing titik perairan tersebut.


“Sebagai perusahaan komitmen pada transformasi digital, kami percaya bahwa masa depan berkelanjutan hanya dapat dicapai jika pondasi ekosistem alami kita tetap terjaga. Melalui aksi penanaman 17.855 bibit terumbu karang ini, Telkom tidak hanya fokus pada pembangunan konektivitas digital di daratan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga konektivitas ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Indonesia,” papar Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto.


Inisiatif program pemulihan ekosistem laut ini menjadi bukti nyata dari komitmen berkelanjutan Telkom Indonesia dalam mengimplementasikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah strategis ini selaras dengan poin Sustainable Development Goal (SDG) ke-14, yaitu Ekosistem Lautan. Melalui konsistensi ini, Telkom Indonesia membuktikan bahwa inovasi digital dan keberlanjutan alam dapat berjalan beriringan guna menciptakan masa depan yang lebih biru, sehat, dan tangguh bagi Indonesia. (JBR/66)

Diberdayakan oleh Blogger.