3 Mei 2026

 


Samosir | Indonesia Berkibar News - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir kembali menunjukkan komitmennya dengan  memberikan perlindungan sosial khususnya pekerja rentan. 


Di bawah kepemimpinan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, perhatian terhadap kelompok pekerja informal terus diperkuat sebagai bagian dari kebijakan pro-rakyat dan upaya menekan angka kemiskinan. 


Melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Pemkab Samosir menerima 502 kepesertaan BPJS dengan Ketenagakerjaan gratis bagi pekerja rentan pada 2026. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby kepada pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Gedung Serbaguna Pemprovsu, Medan, Minggu (03/05/2026)  


Jumlah bantuan yang diterima Pemkab Samosir tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yaitu 201 peserta. Capaian ini dinilai menjadi hasil nyata komunikasi aktif serta kolaborasi yang terus dibangun Bupati Vandiko bersama Pemprovsu  maupun pusat demi menghadirkan manfaat bagi masyarakat Samosir.


Hal ini guna memperkuat perlindungan sosial, Pemkab Samosir telah mengalokasikan anggaran untuk 1.512 pekerja rentan melalui APBD daerah, dan direncanakan bertambah 320 peserta lagi pada tahun berjalan. Langkah ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan jaminan kerja dan jaminan sosial.


Adapun sasaran program meliputi pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, sopir, pemulung, tukang becak, juru parkir, buruh harian, pedagang kaki lima, pedagang keliling, pekerja sosial keagamaan, serta pekerja rentan lainnya.


Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution memastikan Pemprovsu akan menambah anggaran pembinaan buruh melalui Dinas Ketenagakerjaan dan  meminta seluruh kepala daerah di Sumut bekerja sama menjaga kesejahteraan pekerja, termasuk melalui pengendalian harga bahan pokok dan operasi pasar di daerah-daerah dengan jumlah pekerja tinggi. 


Peringatan Hari Buruh, Pemkab Samosir menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja atas kontribusi nyata untuk pembangunan daerah. Semangat kerja keras para pekerja menjadi fondasi penting menuju Samosir yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (P Simbolon)


Medan | Indonesia Berkibar News
-  Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kota Medan menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat akses pendidikan yang merata dan inklusif.

Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dan Zakiyuddin Harahap terus menegaskan komitmennya bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga. Dalam peringatan Hardiknas, ditegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah serta seluruh masyarakat harus mendapatkan akses pendidikan tanpa diskriminasi.

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Medan, Tia Ayu Anggraini, menilai bahwa peringatan Hardiknas tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus menjadi penguat kebijakan nyata yang menyentuh masyarakat.

“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Momentum Hardiknas ini harus dimanfaatkan untuk memastikan tidak ada lagi hambatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu dalam mengakses pendidikan,” ungkapnya, Minggu (03/05/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam menghadirkan solusi konkret, salah satunya melalui program tebus ijazah yang digagas Pemerintah Kota Medan.

Program tebus ijazah yang dijalankan oleh pasangan Rico-Zaki dinilai sebagai langkah strategis dalam membuka kembali akses pendidikan dan dunia kerja bagi masyarakat yang sempat terhambat akibat keterbatasan ekonomi.

Berdasarkan data capaian pemerintah, program tersebut telah berhasil membantu penebusan ratusan ijazah warga dari berbagai jenjang pendidikan.

“Program tebus ijazah ini sangat relevan dengan semangat Hardiknas. Banyak masyarakat yang sebelumnya tidak bisa melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan karena ijazah tertahan. Ini solusi nyata,” tambahnya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan ini juga mendorong agar program tersebut terus diperluas dan disosialisasikan secara masif, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dengan sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Medan, diharapkan cita-cita menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan dapat benar-benar terwujud di Kota Medan, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional 2026. (bundo)

 


Langkat | Indonesia Berkibar News - Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan pengamanan ibadah Minggu dan Minggu Kasih umat Kristiani yang dilaksanakan personel Polsek Padang Tualang Polres Langkat, Minggu (03/05/2026).


Pengamanan dilakukan di sejumlah gereja yang berada di wilayah hukum Polsek Padang Tualang, di antaranya Gereja GBKP Sawit Seberang, HKBP Sawit Seberang, GBKP Runggun Kampung Tengah, HKBP USL PTPN IV Banjaran Raya serta HKBP Tanjung Mulia.


Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Padang Tualang hadir sejak sebelum ibadah dimulai dengan melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi gereja, patroli dialogis serta berkoordinasi dengan pengurus gereja dan jemaat guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, nyaman dan khidmat.


Kegiatan pengamanan dipimpin Pawas Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang Ipda Juanda Kesuma, SH, MH. Kehadiran personel Polri di setiap lokasi ibadah mendapat sambutan positif dari jemaat karena memberikan rasa tenang selama pelaksanaan ibadah berlangsung.


Kapolsek Padang Tualang IPTU M. Yassir Parinduri, SE, MH menyampaikan bahwa pengamanan rumah ibadah merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjamin keamanan masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun golongan.


“Polri hadir untuk memastikan seluruh masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman, kehadiran anggota di gereja juga sebagai bentuk pelayanan dan upaya mempererat hubungan harmonis antara Polri dengan masyarakat,” ujar Kapolsek.


Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP Davif Triyo Prasojo SH, SIK, M.Si, melalui Kasi Humas AKP Jackson menegaskan bahwa pengamanan ibadah Minggu tidak hanya dilaksanakan Polsek Padang Tualang, namun juga dilakukan secara serentak oleh seluruh Polsek jajaran Polres Langkat sebagai bentuk pelayanan Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.


“Pengamanan rumah ibadah rutin dilaksanakan setiap hari Minggu guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” ungkapnya.


Polres Langkat juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas serta segera melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110 Polri yang aktif selama 24 jam dan siap melayani masyarakat secara cepat dan gratis.(sfn)

2 Mei 2026


Medan| Indonesia Berkibar  News
 -  Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Dinas Pendidikan Pemerintah Sumut untuk menaikkan gaji guru setiap tahun. Kebijakan ini diutamakan bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) dan Guru Tidak Tetap (GTT).


Saat pengangkatan PPPK PW, Bobby Nasution telah meningkatkan gaji guru PPPK PW sekitar Rp2 juta per bulan, sedangkan honor GTT sebesar Rp90 ribu per jam. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Gebyar Expo Pendidikan 2026 di Lapangan Astaka Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, Sabtu (02/05/2026), ia kembali menegaskan permintaan tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) agar kenaikan dilakukan secara berkala setiap tahun.


“Saya minta kesejahteraan guru diperhatikan sebaik-baiknya, jangan malah yang bukan guru lebih besar gajinya, sesuaikan terutama untuk PPPK Paruh Waktu dan GTT, tolong tahun depan naikkan lagi, tiap tahun meningkat biar guru-guru kita lebih sejahtera,” kata Bobby Nasution.


Selain peningkatan kesejahteraan guru, Bobby juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai. Hal ini dinilai krusial agar siswa di Sumut mampu bersaing dengan sekolah lain yang memiliki sarana lebih baik.


“Saya titip anak-anak kita kepada para guru, pengajar agar dididik dengan baik, Pemprov pastikan fasilitas pembelajaran memadai sehingga anak-anak kita belajar dengan baik, tidak kalah saing dan mampu menjawab tuntutan deep learning yang digaungkan Kementerian Pendidikan,” ujarnya.


Usai upacara Hardiknas, Pemprov Sumut juga menggelar Gebyar Expo Pendidikan 2026 yang diisi dengan peluncuran berbagai program, antara lain Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan dunia usaha dan industri, serta peluncuran aplikasi Sumber Disdik.


Bobby berharap lulusan SMK di Sumut dapat lebih mudah terserap di dunia kerja berkat peningkatan kualitas pendidikan.


“Saya berharap ini mempermudah anak-anak kita yang SMK untuk diterima di dunia usaha dan industri,” kata Bobby Nasution.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, menyampaikan bahwa Gebyar Expo Pendidikan 2026 berlangsung selama tiga hari di Lapangan Astaka Dispora Sumut. Kegiatan ini juga mencatat rekor lukisan terbanyak yang dipajang di satu lokasi, serta diramaikan berbagai perlombaan dan hiburan.


“Kita juga ada hiburan penampilan seni dari berbagai sekolah, festival band, kompetisi Mobile Legend, dan penampilan artis nasional Idgitaf, kami perkirakan selama tiga hari ke depan total pengunjung sekitar 15 ribu orang,” kata Alexander.


Upacara peringatan Hardiknas dan Gebyar Expo Pendidikan ini turut dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda Sumut, Tokoh Pendidikan, OPD terkait, serta para siswa dari berbagai sekolah di Medan dan sekitarnya. (bundo)



Medan | Indonesia Berkibar News
- Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc, MA, menyampaikan refleksi penting mengenai arah pembangunan pendidikan di Kota Medan. 

Menurutnya, Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi sejauh mana dunia pendidikan mampu menjawab tantangan zaman. Pendidikan, kata Kasman, harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan perkembangan teknologi.

“Hardiknas menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah pondasi utama kemajuan bangsa. Sekolah dan kampus harus mampu mencetak generasi yang berilmu, berintegritas, serta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Kasman, Sabtu (02/05/2026).

Ia menilai, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari pemerataan kualitas sekolah, peningkatan kompetensi guru, hingga akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat agar pendidikan berjalan efektif.

Sebagai Ketua Komisi II DPRD Medan yang membidangi kesejahteraan rakyat, Kasman menegaskan pihaknya terus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan, termasuk perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, serta penguatan pendidikan vokasi.

“Kita ingin anak-anak Medan memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Tidak boleh ada anak yang tertinggal karena faktor ekonomi ataupun keterbatasan fasilitas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasman menegaskan dukungannya terhadap program pendidikan di Kota Medan. 

"Sebagai Komisi yang membidangi pendidikan pihaknya siap mendukung setiap program pendidikan Kota Medan termasuk soal dukungan anggaran, " ungkapnya.(bundo)



Jakarta | Indonesia Berkibar News
- Peringatan Hari Bumi 22 April lalu menjadi titik balik mengevaluasi langkah nyata Indonesia dalam menghadapi krisis iklim. 


Laporan STOP Methane Project dari UCLA (2025) mengungkap fakta mengejutkan: lokasi pembuangan sampah di Jakarta terdeteksi satelit sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia dalam kategori fasilitas limbah global. Gas metana yang dilepaskan dari tumpukan sampah organik ini memiliki kekuatan memanaskan bumi hingga 80 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2​). 


Ir. I Wayan Koko Suryawan, Ph.D., pakar Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER), menegaskan bahwa temuan ini adalah alarm keras. "Data satelit tidak bisa berbohong. Ketika Jakarta menempati posisi kedua dunia, yang artinya kita sedang menghadapi bom waktu iklim. Satu titik emisi TPA  pekat di Jakarta bisa menyumbang pemanasan global setara dengan polusi dari satu juta mobil SUV dalam setahun,” papar Dr. Koko.


Data Kementerian Lingkungan Hidup (2025) memperkuat urgensi ini: dari 56,63 juta ton sampah nasional tahunan, sebanyak 21,85% masih ditimbun secara terbuka (open dumping). Hal inilah yang memicu pelepasan gas metana yang sangat pekat hingga terdeteksi oleh teknologi satelit internasional.


Melalui riset terbarunya berjudul "Achieving Zero Waste for Landfills by Employing Adaptive Municipal Solid Waste Management Services", Dr. Koko menawarkan solusi adaptif untuk memutus rantai emisi ini langsung dari sumbernya. Penelitian ini telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi, Ecological Indicators (Elsevier), yang memiliki H-Index 146 dan masuk dalam kategori jurnal Q1 — peringkat tertinggi dalam kualitas jurnal ilmiah.


Lewat kajiannya yang melibatkan 651 warga Jakarta dari kawasan kumuh dan non-kumuh, Dr. Koko menemukan fakta menarik: warga Jakarta sebenarnya sudah sangat sadar bahwa memilah sampah itu penting. Namun, kesadaran ini "macet" dan tidak menjadi aksi nyata karena fasilitas yang tersedia belum mendukung.


"Masyarakat kita sudah paham, tapi mereka bingung harus bertindak bagaimana karena sistemnya belum siap. Karena itu, Jakarta tidak lagi cuma mengandalkan imbauan. Kita butuh cara yang lebih dekat dengan warga, seperti sistem pengingat di ponsel, memaksimalkan bank sampah, hingga menggerakkan tokoh masyarakat atau kader lokal sebagai contoh di lingkungan masing-masing," jelas Dr. Koko, Sabtu (02/05/2026) 


Riset ini turut menyoroti perbedaan kebutuhan warga. Bagi masyarakat di kawasan elit, teknologi Smart City dan sensor pengangkutan sampah digital adalah solusinya. 


Sementara bagi warga di pemukiman padat, yang paling mendesak adalah kepastian sampah mereka diangkut tepat waktu dan adanya wadah pemilahan yang memadai. Tanpa solusi yang menyentuh akar rumput ini, peringkat Jakarta sebagai penyumbang metana dunia akan sulit diperbaiki.


Dr. Koko turut menyarankan percepatan teknologi penangkapan gas metana (Landfill Gas/LFG) di TPA Bantargebang untuk dikonversi menjadi energi listrik, mengingat kapasitas infrastruktur saat ini masih jauh dari optimal. 


Selain investasi teknologi, kunci perbaikan peringkat Jakarta sebagai penyumbang metana dunia terletak pada transparansi data emisi yang proaktif serta solusi inklusif yang menyentuh akar rumput, sehingga pemerintah tidak hanya bergantung pada laporan satelit asing untuk memantau krisis ekologis di wilayahnya sendiri.


Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, S.Si., M.Si., menegaskan peran UPER sebagai institusi berbasis sains dan teknologi yang didirikan PT Pertamina (Persero) dalam mengatasi krisis ini. 


"UPER berkomitmen menghadirkan riset terapan dan teknologi penangkapan metana untuk memastikan era open dumping segera berakhir sesuai UU No. 18 Tahun 2008, demi mendukung SDG 11 (Kota Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)," tutupnya.” tutup Prof. Djoko. (JBR/66)

 



Samosir | Indonesia Berkibar News  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir gelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Tanah Lapang Pangururan.


Wakil Bupati (Wabup) Samosir, Ariston Tua Sidauruk, bertindak sebagai inspektur upacara diikuti Forkopimda,  jajaran pejabat dilingkungan Pemkab, TNI/Polri, ASN, pelajar, tenaga pendidik, Sabtu. (02/05/2026) 


Peringatan Hardiknas di Samosir  tampil beda dan sarat makna. Peserta upacara mengenakan ulos, kain tenun khas Batak merupakan simbol penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal.


Para pimpinan OPD yang  mengenakan ulos lengkap dengan sor tali dan sortopi, menambah nuansa adat kental pada upacara. Perpaduan semangat pendidikan dan pelestarian budaya menjadi cerminan komitmen Pemkab dalam membangun generasi unggul tanpa meninggalkan identitas daerah.


Wabup menegaskan bahwa Pemkab Samosir sangat mendukung penuh arah kebijakan nasional di sektor pendidikan yang komitmen meningkatkan mutu pendidikan di daerah. 


“Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, seluruh elemen harus bersinergi agar anak-anak Samosir memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal,” papar Ariston. 


Melalui Hardiknas 2026, Pemkab Samosir mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, serta pemerintah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat. (P Simbolon)

Diberdayakan oleh Blogger.