24 September 2026



Medan | Indonesia Berkibar News
- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pembangunan Puskesmas Tuntungan di Jalan Bunga Melati, Kelurahan Kemenangan Tani, harus dikerjakan tepat waktu dan diikuti peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat meninjau langsung progres pembangunan Puskesmas Tuntungan, Kamis (24/09/2026). Dalam peninjauan tersebut, Rico ingin memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Saat tiba di lokasi, Rico Waas mendengarkan penjelasan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan Jhon Ester Lase serta penanggung jawab pekerjaan terkait perkembangan pembangunan puskesmas tersebut. Turut hadir Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra.

Rico Waas meminta proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan. Ia menegaskan, pekerjaan awal berupa pembangunan pondasi ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga minggu.

“Harus tepat waktu. Pengerjaan awal pondasi dalam tiga minggu harus selesai,” tegas Rico Waas 

Menurut Rico Waas, pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada berdirinya bangunan baru. Lebih dari itu, kehadiran gedung puskesmas harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.

“Pelayanan puskesmas harus lebih bagus. Jangan sudah dibangun, tetapi pelayanan tidak meningkat,” Jelas Rico Waas 

Rico Waas mengatakan, pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Infrastruktur yang memadai harus berjalan beriringan dengan pelayanan medis yang profesional, cepat, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Puskesmas Tuntungan menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang mendapat perhatian Pemko Medan. Pembangunan ini merupakan bagian dari program pembangunan kembali tiga puskesmas serta revitalisasi 28 fasilitas kesehatan di Kota Medan.

Melalui pembangunan tersebut, Pemko Medan tidak hanya ingin menghadirkan fasilitas kesehatan dengan kondisi fisik yang lebih baik, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang semakin layak dan berkualitas.

Karena itu, Rico meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Puskesmas Tuntungan bekerja sesuai target dan menjaga kualitas pekerjaan sejak tahap awal hingga selesai.

Bagi Rico Waas pembangunan gedung merupakan bagian dari proses. Target akhirnya adalah menghadirkan fasilitas kesehatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

Sementara itu Kepala Dinas Perkimcikataru Kota Medan, Jhon Ester Lase, menjelaskan bahwa Puskesmas Medan Tuntungan dibangun setinggi dua lantai guna memaksimalkan keterbatasan lahan yang ada. Langkah peningkatan struktur bangunan ini dilakukan untuk memperluas kapasitas ruangan agar pelayanan medis kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

"Rencana kita bangun dua lantai karena lahannya terbatas, jadi kita tingkatkan agar kapasitas ruangan bertambah. Kita targetkan minggu ketiga Desember sudah selesai. Bagaimanapun kondisinya, walau cuaca hujan nanti, kita tetap totalitas agar akhir tahun bisa kita selesaikan demi pelayanan masyarakat," ujar Jhon Ester Lase saat meninjau progres pembangunan.

Menurut Jhon  Lase, gedung baru Puskesmas Medan Tuntungan ini nantinya akan dilengkapi dengan sekitar 30 ruangan multifungsi. Fasilitas pelayanan yang disiapkan meliputi Ruang Rawat Inap, Unit Gawat Darurat (UGD), Poliklinik, Laboratorium, hingga Ruang Farmasi.

Jhon Ester Lase memaparkan, Puskesmas Medan Tuntungan merupakan satu dari tiga puskesmas di Kota Medan yang dibangun total dari nol, selain Puskesmas Rengas Pulau (Marelan) dan Puskesmas Glugur Darat (Medan Timur). Ia pun tidak menampik bahwa pengerjaan di Puskesmas Medan Tuntungan sempat mengalami kendala teknis sehingga sedikit terlambat dibandingkan proyek puskesmas lainnya.


"Puskesmas Tuntungan ini memang prosesnya agak lambat dibanding Rengas Pulau dan Glugur Darat karena kemarin sempat ada proses tender ulang. Namun saat ini pengerjaan terus dikejar. Kami optimis dan berkomitmen proyek ini wajib selesai tepat waktu di akhir tahun demi menjamin kenyamanan dan akses pelayanan kesehatan warga," pungkasnya.(bundo/torong)

 



Binjai | Indonesia Berkibar News
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., memperkuat sinergitas dengan Bawaslu Kabupaten Langkat melalui kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Binjai, Kamis (24/09/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Binjai bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Langkat Supriadi, S.H., serta jajaran membahas pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.


Kapolres Binjai menegaskan bahwa Polres Binjai siap membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder, termasuk Bawaslu Kabupaten Langkat, sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.


“Sinergitas dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Polres Binjai siap bersinergi dengan Bawaslu Kabupaten Langkat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.


Ketua Bawaslu Kabupaten Langkat Supriadi, S.H., menyambut baik kegiatan silaturahmi tersebut. Ia berharap koordinasi dan komunikasi antara Bawaslu dan Polres Binjai semakin solid dalam pelaksanaan tugas sesuai kewenangan masing-masing," ucap Ketua 


Turut hadir Komisioner Bawaslu Kabupaten Langkat Ahmad Kurniawan Harahap, S.Sos., Muhammad Abdul Hakim, S.Pd., serta staf keuangan Reidho.(Humasresbinjai/zul)



 


Langkat | Indonesia Berkibar News
-  Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Langkat melaksanakan program N3 Kamtibmas (Ngopi, Ngeteh, Ngobrol Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) bersama warga di Jalan KHZ Arifin, Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis (24/09/2026).

Kegiatan dipimpin Ps. Kasat Binmas Polres Langkat IPTU Sigit Adrianto, SE., bersama personel Satbinmas Polres Langkat.

Program N3 Kamtibmas dilaksanakan sebagai sarana untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi antara Polri dengan masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi personel kepolisian untuk menyerap informasi, aspirasi, maupun permasalahan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berkembang di lingkungan warga.

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., melalui Ps. Kasat Binmas IPTU Sigit Adrianto, SE., menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada masyarakat, salah satunya terkait Layanan Call Center 110 Polres Langkat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan, keluhan, informasi tindak pidana, maupun permasalahan lain yang membutuhkan respons kepolisian.

Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama mendukung tugas kepolisian dalam menjaga harkamtibmas dengan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan menjadi polisi bagi diri sendiri.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Dengan kepedulian dan kebersamaan, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terus diwujudkan,”ujar IPTU Sigit.

Selain itu, personel Satbinmas mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan knalpot blong karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta ketertiban di lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Satbinmas Polres Langkat turut memperkenalkan semangat Polres Langkat sebagai Garuda Ksatria, yakni Garuda: Gagah Berani Untuk Dicintai Masyarakat dan Ksatria: Kuat, Sadar Aturan, Taat Responsibility, Inovatif dan Aman.

Melalui kegiatan N3 Kamtibmas, terjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik antara Polri dengan masyarakat. Warga juga menyampaikan berbagai informasi dan masukan mengenai situasi kamtibmas di lingkungan sekitar.

Satbinmas Polres Langkat menegaskan bahwa kegiatan komunikasi langsung dengan masyarakat akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan antara Polri dan masyarakat sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah hukum Polres Langkat.(sfn)

23 September 2026

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan ini tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat guna mendukung pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5±1% pada tahun 2026 dan 2027 serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan insentif untuk menarik aliran masuk modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA). Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat guna meningkatkan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran. 

Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga didukung dengan langkah-langkah kebijakan sebagai berikut:

Memperkuat efektivitas implementasi kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah, menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1% dan menjaga kecukupan likuiditas Rupiah, dengan:

​Mengoptimalkan strategi intervensi valuta asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik;

Mengelola struktur suku bunga di pasar uang sejalan dengan kebijakan BI-Rate dan suku bunga instrumen operasi moneter pro-market disertai dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market;​

​Memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar Rupiah sekaligus mendukung upaya menjaga kecukupan likuiditas Rupiah, dengan:

​Meningkatkan insentif untuk instrumen Swap Beli Lindung Nilai Konvensional kepada Bank Indonesia dalam rangka transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment melalui pengurangan premi dari semula 12,5% untuk semua tenor menjadi sebesar 15% untuk tenor 3 bulan, 20% untuk tenor 6 bulan, dan 25% untuk tenor 12 bulan[1];

Meningkatkan insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment melalui pengurangan premi dari semula 15% menjadi sebesar 25% untuk tenor 6 bulan dan 30% untuk tenor 12 bulan;

Melanjutkan pemberian insentif bagi transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra untuk diversifikasi transaksi valas berupa: (a) penambahan premi Swap Beli Lindung Nilai (Swap Jual Lindung Nilai kepada Bank Indonesia) sebesar 10%; dan (b) pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10%[2];

Memperkuat efektivitas implementasi Kebijakan Makroprudensial akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, dengan:

​Melanjutkan persiapan implementasi penguatan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor inklusif dan berkelanjutan yang akan berlaku efektif pada 1 Oktober 2026;

Melanjutkan sinergi bersama Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong kredit/pembiayaan perbankan melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI);

Memperkuat akselerasi akseptasi digital melalui kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan asosiasi industri dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI dan IFSE) 2026 pada 24 s.d. 26 September 2026. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi berbagai inisiatif, yaitu:

​Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi (PI) dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD);

Gebyar Transformasi Digital Nasional yang merupakan milestone sinergi berbagai inisiatif perluasan digitalisasi pada Kementerian/Lembaga;

Peresmian perluasan kerja sama QRIS Antarnegara dengan bank sentral negara mitra; dan inisiasi Indonesia Travel Pack; serta

Memperkuat dan memperluas kerja sama internasional di area kebanksentralan termasuk konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, termasuk penambahan Singapura sebagai mitra baru LCT pada Agustus 2026. 

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya menjaga stabilitas perekonomian dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.               

Prospek perekonomian global belum kuat disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Tensi perang di Timur Tengah yang kembali meningkat semakin mendorong tingginya harga minyak yang sempat menyentuh USD132 per barel sebelum kemudian kembali turun ke level di bawah USD100 per barel pada 22 September 2026. Harga berbagai komoditas dunia turut mengalami kenaikan. Pertumbuhan ekonomi global 2026 diprakirakan masih lemah sekitar 3,0% dan diikuti tekanan inflasi yang meningkat menjadi sekitar 4,6%. Kebijakan moneter global menjadi lebih ketat, termasuk kenaikan suku bunga kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Fed Funds Rate (FFR), menjadi 3,75-4,00% pada September 2026 dengan kemungkinan peningkatan kembali yang masih tinggi. Imbal hasil (yield) US Treasury juga meningkat seiring ekspektasi kenaikan FFR dan defisit anggaran Pemerintah AS yang besar. Preferensi investor global terhadap investasi portofolio ke negara Emerging Markets tertahan dan berdampak pada tetap kuatnya indeks mata uang dolar AS terhadap negara maju dan negara berkembang. Kondisi ini mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik dan perlu terus didorong dengan mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi. Perkembangan terkini menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap terjaga ditopang besarnya berbagai stimulus fiskal Pemerintah serta mulai menguatnya keyakinan dan ekspektasi penghasilan konsumen. Investasi juga tetap tumbuh baik terutama ditopang oleh investasi Pemerintah di tengah peran investasi swasta yang perlu terus ditingkatkan. Dari eksternal, kinerja ekspor nonmigas meningkat sejalan dengan peningkatan permintaan beberapa negara, meskipun berbagai upaya perlu terus diperkuat guna mengoptimalkan dampak kenaikan harga komoditas ekspor. Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik, didukung implementasi berbagai program stimulus Pemerintah, keyakinan pelaku ekonomi yang membaik, serta optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya tahan. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7%. 

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal di periode meningkatnya ketidakpastian global. Neraca perdagangan periode Juli 2026 mencatat surplus sebesar 0,12 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit 0,45 miliar dolar AS. Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada triwulan III 2026 (hingga 21 September 2026) mencatat net inflows sebesar 0,4 miliar dolar AS, ditopang penerbitan global bond Pemerintah serta inflows pada Surat Berharga Negara (SBN). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tetap terjaga sebesar 146,5 miliar dolar AS, setara pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat guna meningkatkan ketahanan eksternal di tengah gejolak global. 

Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. Bank Indonesia mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA). Dalam kaitan ini, Bank Indonesia telah memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada Bank Indonesia) dan DNDF, dari semula hanya mencakup transaksi portfolio inflows menjadi juga termasuk pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment. Dengan langkah-langkah tersebut, nilai tukar Rupiah menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, meskipun pada perkembangan terakhir mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi global. Nilai tukar Rupiah pada 22 September 2026 tercatat Rp17.855 per dolar AS, melemah terbatas 0,78% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Agustus 2026. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan nilai tukar Rupiah akan bergerak stabil didukung oleh komitmen Bank Indonesia serta imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik. Bank Indonesia akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.   

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terjaga dalam sasaran. Inflasi IHK pada Agustus 2026 tercatat 3,19% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,88% (yoy). Kenaikan inflasi IHK terutama dipengaruhi kenaikan inflasi kelompok volatile food (VF) menjadi 4,06% (yoy) terutama disumbang kenaikan harga komoditas daging ayam ras, cabai rawit, dan beras. Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga 2,92% (yoy) didukung konsistensi kebijakan Bank Indonesia. Inflasi kelompok administered prices (AP) menurun menjadi 3,32% (yoy) seiring penyesuaian harga avtur dan BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter termasuk stabilisasi nilai tukar Rupiah, agar inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027. Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), guna mengendalikan inflasi pangan termasuk antisipasi dampak gangguan cuaca (El Nino) terhadap harga pangan. 

Intermediasi perbankan kembali meningkat, disertai dengan ketahanan perbankan yang tetap terjaga. Kredit perbankan pada Agustus 2026 tumbuh 13,65% (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada Juli 2026 sebesar 13,58% (yoy). Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan kredit didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Agustus 2026 masing-masing tumbuh sebesar 25,11% (yoy), 11,45% (yoy), dan 5,07% (yoy). Perkembangan positif intermediasi perbankan didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar yang terus ditempuh Bank Indonesia melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama September 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp461,2 triliun dengan alokasi pada KLM financing channel sebesar Rp338,2 triliun, serta alokasi pada KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) sebesar Rp123,0 triliun. Selain itu, minat penyaluran kredit (lending appetite) juga masih longgar serta didukung pertumbuhan DPK yang mencapai 10,94% (yoy). Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%. Sementara itu, ketahanan perbankan juga tetap kuat dan mendukung pertumbuhan kredit. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juli 2026 tercatat tinggi sebesar 23,84%. Selain itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah di level 2,10% (bruto) dan 0,81% (neto) pada Juli 2026. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat stabil 23,04% pada Agustus 2026. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. 

Transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal serta infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36% (yoy) pada Agustus 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.[3] Volume transaksi melalui internet dan mobile banking masing-masing tumbuh 15,12% (yoy) dan 47,08% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 67,22% (yoy), didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi atau tumbuh 37,72% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.346 triliun. Sementara itu, nilai transaksi BI-RTGS mencapai Rp16.545 triliun, atau turun tipis 3,64% (yoy), dengan volume sebanyak 0,86 juta transaksi atau turun sebesar 1,78% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,88% (yoy) menjadi Rp1.332 triliun. Selain itu, Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).(torong)





Nagan Raya | Indonesia Berkibar News - Saat melintas di depan sekolah, pernahkah kita memperhatikan rambu dan marka jalan di sekitarnya? Itulah yang disebut Zona Selamat Sekolah atau ZoSS.


Zona Selamat Sekolah (ZoSS) adalah bentuk pengendalian kegiatan lalu lintas melalui pengaturan kecepatan dengan penempatan marka dan rambu pada ruas jalan di lingkungan sekolah. Tujuannya satu, mencegah terjadinya kecelakaan sebagai upaya menjamin keselamatan anak di sekolah.


Secara regulasi, ZoSS merupakan bagian dari kegiatan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Penerapannya bukan sekadar formalitas. ZoSS adalah upaya negara untuk melindungi pejalan kaki anak sekolah dari bahaya kecelakaan lalu lintas.


Mengapa harus ada ZoSS? Karena anak-anak adalah kelompok rentan pengguna jalan. Secara psikis maupun fisik, mereka belum mampu merespon bahaya secara cepat dan tepat. Gerakan mereka spontan dan tak terduga.


Karena itu, kendaraan yang berada dalam zona sekolah harus melaju dengan kecepatan rendah. Kecepatan rendah memberikan waktu reaksi yang lebih lama bagi pengemudi untuk mengantisipasi gerakan anak sekolah, sehingga kecelakaan dapat dihindari.


Pemerintah melalui Departemen Perhubungan telah membuat batasan kecepatan tertentu di area sekolah yang dikenal dengan ZoSS. Fasilitasnya pun jelas.


Pertama, Marka Jalan. Marka putih menyatakan pengguna jalan wajib mengikuti perintah atau larangan sesuai bentuknya. Marka kuning menyatakan pengguna jalan dilarang berhenti pada area tersebut. Sedangkan marka merah menyatakan keperluan atau tanda khusus, termasuk penanda kawasan sekolah.


Kedua, Rambu Lalu Lintas. Rambu berupa lambang, huruf, angka, dan kalimat yang berfungsi sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk. Rambu peringatan untuk memberi peringatan kemungkinan bahaya, dan rambu larangan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang.


Jika kita melihat kondisi di depan SMAN 1 Darul Makmur, Gampong Kuta Trieng, Nagan Raya, pentingnya ZoSS semakin terasa. Di sana terdapat pertemuan arus jalur tunggal dan jalur ganda di ruas Jalan Nasional Lintas Barat-Selatan yang cukup padat. Ditambah bahu jalan yang hampir setiap hari dipenuhi kendaraan parkir dan antrean truk yang mengular hingga ke SPBU Kuta Trieng melewati gerbang sekolah.


Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian bersama. Kehadiran ZoSS dengan marka merah, garis berhenti putih, rambu batas kecepatan 30 km/jam, rambu pejalan kaki, dan pita penggaduh akan sangat membantu.


Tanpa bermaksud menyudutkan pihak manapun, sudah saatnya ada koordinasi yang baik antara Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR, baik tingkat kabupaten, provinsi, hingga Kementerian Pekerjaan Umum, untuk melengkapi fasilitas pendukung keselamatan di kawasan tersebut.


Namun sambil menunggu fasilitas itu terpasang, peran kita sebagai pengendara jauh lebih penting. Mari kita berhati-hati saat melintas dengan kendaraan bermotor di depan atau dekat sekolah. Kurangi kecepatan, tingkatkan kewaspadaan.


Karena pada akhirnya, keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama.


Oleh: M. Hasanuddin





 


Langkat | Indonesia Berkibar News
- Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah kasus. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 370,62 gram sabu, 90 butir pil ekstasi, serta 17,468 gram ganja.

Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan sekaligus untuk melengkapi administrasi sebelum perkara dilimpahkan kepada pihak kejaksaan.

“Pemusnahan barang bukti harus dilaksanakan, salah satu tujuannya agar barang bukti tersebut tidak disalahgunakan,” terang AKBP Hannry, Rabu (23/09/2026).

Untuk memastikan proses pemusnahan berjalan transparan dan sesuai ketentuan, kegiatan tersebut disaksikan sejumlah pihak terkait, mulai dari Pengadilan, Kejaksaan hingga pengawasan internal dari Propam.

“Kita memastikan barang bukti yang ada hari ini betul-betul kita musnahkan dengan benar,”Tegasnya.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah 370,62 gram sabu, 90 butir pil ekstasi  dengan cara direbus menggunakan kompor gas, dan 17,468 gram ganja di musnahkan dengan cara di bakar, Cara tersebut dilakukan agar narkotika tidak dapat digunakan kembali.

Sebelum dimusnahkan, barang bukti terlebih dahulu diperiksa kandungannya oleh tim Bidlabfor Polda Sumut untuk memastikan jenis dan kandungan narkotika yang akan dihancurkan.

"Selanjutnya, hasil penghancuran tersebut dimasukkan ke dalam limbah pembuangan sesuai prosedur," kata AKBP Hannry .

AKBP Hannry menambahkan, seluruh tahapan pemusnahan dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan proses berlangsung secara transparan, sesuai prosedur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Selain memberikan kepastian hukum terhadap barang bukti hasil pengungkapan perkara, pemusnahan juga menjadi upaya mencegah narkotika kembali beredar dan membahayakan masyarakat,"Ucap AKBP Hannry.

Melalui keberhasilan pengungkapan dan pemusnahan ini, Polres Langkat mengestimasikan telah berhasil menyelamatkan sekitar 54.457 jiwa masyarakat dari bahaya narkotika.

Pemusnahan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Langkat dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Langkat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi program Polisi Langkat Garuda Ksatria yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”


Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif dan dekat dengan masyarakat.(sfn)



Nagan Raya| Indonesia Berkibar News 
 - Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di depan SMA Negeri 1 Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terpantau belum terpasang. Kondisi tersebut membuat pengendara diminta mengurangi kecepatan saat melintas di kawasan sekolah. Permintaan tersebut disampaikan warga di kawasan tersebut kepada media ini,  Rabu  (23/09/2026).


Pantauan Indonesia Berkibar News di kawasan Alue Bilie, Kecamatan Darul Makmur,  Rabu (23/9), menunjukkan kawasan sekolah pada jam masuk dan bubar selalu ramai oleh siswa maupun keluarga yang antar-jemput. Keramaian tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terlebih antrean kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU Kuta Trieng terurai hingga hampir menutup akses gerbang sekolah.


ZoSS merupakan kegiatan manajemen dan rekayasa lalu lintas berupa pemberian prioritas keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki pada kawasan sekolah. Landasannya tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.3582/AJ.403/DRJD/2018 tentang Pedoman Teknis Pemberian Prioritas Keselamatan dan Kenyamanan Pejalan Kaki pada Kawasan Sekolah Melalui Penyediaan Zona Selamat Sekolah.


Tujuan manajemen lalu lintas tersebut untuk mencegah kecelakaan. Secara psikis maupun fisik, peserta didik belum mampu merespons bahaya secara cepat dan tepat, sehingga pengemudi perlu menurunkan kecepatan untuk memberikan waktu reaksi lebih lama dalam mengantisipasi gerakan siswa yang sering spontan dan tidak terduga.


Berdasarkan aturan tersebut, ZoSS dilengkapi fasilitas perlengkapan jalan berupa rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, dan alat pengendali serta pengaman pengguna jalan. Sebagai tanda khusus, marka jalan diberi warna merah agar mudah dikenali pengguna jalan.


Adapun kelengkapan ZoSS meliputi:

1. Garis berhenti berwarna putih di ujung marka merah;

2. Marka berwarna merah di antara zebra cross sebagai area ZoSS;

3. Rambu batas kecepatan 30 kilometer per jam;

4. Rambu peringatan pejalan kaki;

5. Rambu larangan parkir dengan garis berliku berwarna kuning;

6. Pita penggaduh berupa marka garis bergelombang;

7. Rambu petunjuk lokasi pemberhentian mobil atau bus;

8. Rambu batas akhir larangan kecepatan maksimum.


Terpantau di depan SMA Negeri 1 Darul Makmur, seluruh fasilitas ZoSS tersebut belum terlihat. Padahal, sekitar 20 meter dari gerbang sekolah terdapat pertemuan dua ruas jalan yang mempertemukan jalur tunggal dan jalur ganda pada Jalan Nasional Lintas Barat-Selatan Aceh dengan arus padat.


Dari keterangan warga setempat, pihak sekolah telah berupaya mandiri memasang spanduk larangan parkir di bahu jalan. Pada jam masuk dan pulang sekolah, petugas piket sekolah dibantu personel Dinas Perhubungan Kabupaten Nagan Raya juga melakukan pengaturan lalu lintas secara manual.


Warga berharap Dinas Perhubungan Kabupaten Nagan Raya, Dinas Perhubungan Aceh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nagan Raya, Dinas PUPR Aceh, hingga Kementerian Pekerjaan Umum segera berkoordinasi mencari solusi untuk melengkapi fasilitas ZoSS. Sementara itu, pengendara diimbau tetap mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan sekolah demi keselamatan bersama, tutup warga setempat.


Hingga berita ini diturunkan pihak terkait lainnya masih diupayakan konfirmasi terkait pemasangan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di depan SMA Negeri 1 Darul Makmur tersebut. (M. Has)


Ket Foto: Kondisi jalan saat kendaraan parkir di bahu jalan SMAN1 Darul Makmur, foto Dok Ist, Rabu (23/09/2026)

Diberdayakan oleh Blogger.