5 Oktober 2026

 




Binjai | Indonesia Berkibar News -  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, SIK, MH., bersama Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, SE, SIK., memberikan surprise dan ucapan selamat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81 Tahun 2026 kepada jajaran TNI di wilayah hukum Polres Binjai dan sekitarnya, Senin (05/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Binjai dan Kapolres Langkat didampingi Wakapolres Binjai Kompol Sofyan N. Nasution, SH, MH., Wakapolres Langkat Kompol Vivin Ayuningtias, SIK., serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai dan Polres Langkat. Rombongan mengunjungi sejumlah satuan TNI, yakni Kodim 0203/Langkat, Batalyon Arhanudse 11/WBY, dan Batalyon Raider 100/PS.


Kunjungan diawali pada pukul 10.00 WIB di Kodim 0203/Langkat dan diterima langsung oleh Dandim 0203/Langkat Letkol Inf. Medwin Sangkakala, S.Sos., M.Han. Selanjutnya, pada pukul 11.40 WIB rombongan mengunjungi Batalyon Arhanudse 11/WBY dan diterima oleh Danyon Arhanudse 11/WBY Letkol Arh. Ronald Ginomgom Simatupang, S.E. Kemudian pada pukul 12.25 WIB, rombongan melanjutkan kunjungan ke Batalyon Raider 100/PS yang diterima oleh Danyon Raider 100/PS Letkol Inf. Amirul Husin, SE, MIP.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada jajaran TNI sekaligus momentum untuk mempererat hubungan serta komunikasi antara TNI dan Polri. Menurutnya, soliditas dan sinergitas kedua institusi sangat penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah.


Seluruh rangkaian kunjungan selesai pada pukul 12.50 WIB dalam keadaan aman dan baik. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergitas TNI-Polri, membangun hubungan emosional yang semakin erat, serta menjadi wujud nyata kebersamaan dalam menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Binjai dan Langkat.(Humas polres Binjai/zul/ 05/10/2026)



 




Binjai | Indonesia Berkibar News - Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., terus menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Binjai. Komitmen tersebut kembali dibuktikan Satresnarkoba Polres Binjai dengan mengungkap peredaran narkoba dan mengamankan tiga orang terduga pelaku di tiga lokasi berbeda.


Kasat Resnarkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H., bersama personelnya mengamankan tiga terduga pelaku masing-masing TJA (30), DA (17), dan JZ (29).


Terduga TJA (30) diamankan di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.


Selanjutnya, JZ (29) ditangkap di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.


Sementara DA (17) diamankan di Jalan Apel, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 02.10 WIB.


Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 6,82 gram, satu kotak rokok yang digunakan sebagai tempat penyimpanan narkoba, satu pipet yang telah dimodifikasi menjadi sekop, serta lima plastik transparan.


“Ketiga terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Kasat Resnarkoba.


Para terduga pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polres Binjai akan terus meningkatkan upaya penindakan terhadap peredaran narkoba.


“Polres Binjai tetap berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Binjai. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku peredaran narkoba,” tegas Kapolres Binjai.(Humasresbinjai/zul/ 05/10/2026)



4 Oktober 2026


Medan | Indonesia Berkibar News - Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Medan, H. Iswanda Ramli SE atau yang akrab disapa Nanda Ramli, memberikan perhatian serius terhadap kondisi meningkatnya kasus Influenza Tipe A di Kota Medan. Pasalnya saat ini, cukup banyak rumah sakit (RS) di Kota Medan yang kekurangan ruang rawat inap karena meningkatnya kasus Influenza Tipe A.

"Kasus Influenza Tipe A ini sedang meningkat tajam di Kota Medan, terutama kepada anak-anak dan lansia. Banyak masyarakat yang melapor kepada saya karena anaknya ingin rawat inap akibat terserang Influenza Tipe A ini, tetapi hampir semua RS penuh. Saya rasa kondisi ini harus jadi perhatian serius bagi Pemko Medan," ucap Nanda Ramli kepada Wartawan, Minggu (04/10/2026).

Dikatakan politisi Partai Demokrat itu, kondisi ini tidak boleh dibiarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan. Ia menegaskan, Dinkes Medan wajib melakukan langkah-langkah preventif yang strategis untuk menekan angka penularan Influenza Tipe A di Kota Medan.

"Intinya harus ada langkah preventif strategis. Kalau dibiarkan, ya pasti melonjak pasien di rumah sakit. Walaupun penularan Influenza Tipe A ini sangat cepat dan mudah, tetap ini kan bukan penyakit yang tidak bisa dicegah. Makanya sekali lagi, butuh langkah preventif yang benar-benar strategis," tegasnya.

Nanda Ramli mengatakan, dirinya menyambut baik langkah Dinkes Medan yang telah menerbitkan surat pemberitahuan kepada Seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit se- Kota Medan untuk kesiapsiagaan terkait Influenza A sebagai upaya kewaspadaan.

Selain itu, Dinkes Medan juga mengaku akan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat serta melakukan skrinning pada pasien di Puskesmas yang mengalami gejala seperti demam di atas 38 derajat celcius dan batuk.

"Tapi sampai hari ini, kita belum melihat adanya penyuluhan dari puskesmas ke rumah-rumah warga. Padahal surat kesiapsiagaan itu merupakan langkah awal yang baik, tetapi belum disikapi secara baik oleh jajaran di puskesmas. Saya tegaskan, Puskesmas itu merupakan ujung tombak Pemko Medan dalam memberikan pelayanan kesehatan, termasuk dalam menekan angka penularan Influenza Tipe A ini," ujarnya.

Tak hanya Puskesmas, Nanda Ramli juga menegaskan bahwa perangkat kewilayahan mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan juga harus turun tangan dalam mengatasi masalah ini.

"Kelurahan dan Kepling ini kan harus bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mereka yang tahu siapa warganya yang sedang mengalami gejala, mereka yang harus mengambil langkah sigap. Mereka juga wajib mendampingi petugas Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," tegasnya lagi.

Pun begitu, Nanda Ramli juga mengingatkan masyarakat Kota Medan agar tidak abai terhadap kondisi meningkatnya kasus Influenza Tipe A di Kota Medan, khususnya masyarakat yang masuk ke dalam kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, maupun pemilik penyakit bawaan (komorbid).

"Jaga anak-anak dan orangtua kita, jangan biarkan tertular Influenza Tipe A ini. Harus ada pencegahan dari diri kita sendiri, minimal dari lingkungan keluarga," tutupnya.(bundo)


3 Oktober 2026




Samosir | Indonesia Berkibar News
- Kepercayaan pemerintah pusat terhadap Kabupaten Samosir dalam mendorong pembangunan pertanian berkelanjutan kembali diwujudkan melalui pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, dengan nilai pembangunan mencapai Rp6,9 miliar. Program ini menjadi kelanjutan pemanfaatan teknologi energi terbarukan setelah PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, sebelumnya mendapat dukungan serupa.

Pembangunan PATS Pakpahan ditandai dengan groundbreaking oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Deputy Development Director UKFCDO Jakarta Freddie Brunt, Sabtu(03/10/2026).

Prosesi groundbreaking diawali dengan ritual adat masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat sekaligus doa dan harapan agar pembangunan berjalan lancar serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Deputi Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo mengatakan, setelah pembangunan PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus, program tersebut diperluas ke Desa Pakpahan untuk memperbesar dampak positif bagi masyarakat. Infrastruktur hijau ini dirancang menyesuaikan kondisi topografi Samosir dengan mengalirkan air menuju lahan pertanian di dataran yang lebih tinggi. PATS Pakpahan ditargetkan mampu mengairi sekitar 73 hektare lahan persawahan tadah hujan dan memberikan manfaat bagi lebih dari 903 jiwa. Pemanfaatan energi surya juga akan memangkas kebutuhan BBM untuk operasional pompa, meningkatkan efisiensi pertanian sekaligus membantu menurunkan emisi karbon. Dengan adanya PATS, jumlah tanam petani akan meningkatkan, sehingga produksi panen padi diproyeksikan juga akan meningkat dari 96 ton per tahun menjadi 288 ton.

Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo mengapresiasi Pemerintah Inggris, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Bupati Samosir yang dinilai progresif dalam memperkuat komitmen pembangunan rendah karbon, termasuk dukungan penyediaan lahan bersama masyarakat untuk tapak panel surya, jalur dan reservoir. Setelah konstruksi selesai, masyarakat diharapkan memiliki kepedulian dan rasa memiliki yang tinggi untuk menjaga fasilitas tersebut.

“Fasilitas ini hadir sebagai pengungkit kemajuan ekonomi, sosial dan lingkungan secara intensif dan berkelanjutan. Samosir ini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia,” kata Teguh.

Pembangunan PATS Pakpahan menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Kepercayaan pemerintah pusat tersebut sekaligus memperkuat komitmen Bupati Vandiko T. Gultom untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Samosir.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian PPN/Bappenas yang didukung Pemerintah Inggris melalui UKFCDO Jakarta. Menurutnya, kehadiran PATS menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra pembangunan dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan petani.

“Ini merupakan kepercayaan yang harus kita jaga. Pemerintah Kabupaten Samosir akan terus mendorong pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya petani. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, kita berharap produktivitas pertanian meningkat dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani,” ujar Vandiko.

Keberlanjutan pembangunan PATS di Samosir menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, mitra internasional dan masyarakat dapat melahirkan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Komitmen tersebut sekaligus memperkuat arah pembangunan Samosir yang memadukan peningkatan produktivitas dengan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.( P Simbolon )




  


Medan | Indonesia Berkibar News -
  Kepolisian Daerah Sumatera Utara bersama jajaran mengungkap 42 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di sejumlah wilayah hukum Sumut pada Jumat (02/10/2026).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan dari 42 kasus yang diungkap tersebut, polisi mengamankan 44 tersangka.

“Dari hasil pengungkapan pada Jumat, terdapat tiga kasus curas dengan empat tersangka dan 39 kasus curat dengan 40 tersangka. Secara keseluruhan, sebanyak 42 kasus dengan 44 tersangka,” ujar Ferry di Medan, Sabtu.

Menurut dia, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menindak tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

Selain melakukan penegakan hukum, kata Ferry, Polda Sumut dan polres jajaran juga meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah wilayah sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Patroli terus diintensifkan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, khususnya tindak pidana curas, curat dan curanmor. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Salah satu pengungkapan kasus curat dilakukan Satreskrim Polres Binjai terhadap dua pria berinisial MS (39) dan FRS (37).

Keduanya diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan atas kasus pencurian di sebuah toko di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, yang mengakibatkan korban mengalami kerugian sekitar Rp157,65 juta.

Dalam kasus tersebut, sejumlah barang dilaporkan hilang, antara lain sepatu, pakaian, printer, stabilizer, televisi, perangkat pendingin ruangan, baterai genset, mesin pompa air dan DVR.

MS diamankan pada Kamis (01/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria. Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengakui keterlibatannya dan menyebut FRS sebagai rekannya.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap FRS sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Bintara, Kelurahan Satria.

Kasus curat lainnya diungkap Polsek Binjai Kota dengan mengamankan MC alias IRUM (40). Polisi turut menyita satu unit laptop Asus beserta charger dan tas ransel laptop.

Tersangka diduga terlibat dalam pencurian di sebuah rumah di Jalan Pande Dingin, Kelurahan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, yang terjadi pada 24 September 2026.

Dalam kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit laptop dan sebuah jam tangan dengan kerugian sekitar Rp4,5 juta.

Sementara itu, Satreskrim Polres Tapanuli Tengah mengungkap kasus pembobolan SMP Swasta HKBP Poriaha, Kelurahan Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli.

Polisi mengamankan BP alias Hutu (36) dan menyita lima unit Chromebook Zyrex M432 yang diduga merupakan bagian dari barang hasil pencurian.

Kasus tersebut diketahui setelah sembilan unit Chromebook milik sekolah hilang dari ruang kepala sekolah. Akibat kejadian itu, pihak sekolah mengalami kerugian materiil sekitar Rp38,2 juta.

Ferry mengatakan pengungkapan kasus tersebut menunjukkan komitmen jajaran Polda Sumut dalam menangani tindak pidana sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

“Polda Sumut bersama seluruh jajaran akan terus melakukan langkah penegakan hukum secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut juga dibarengi dengan kegiatan preventif melalui patroli dan kehadiran personel di tengah masyarakat,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana.

“Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jika menemukan atau mengetahui adanya tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian sehingga dapat ditindaklanjuti,” ujar Ferry.(zul)

 


Samosir | Indonesia Berkibar News
- Pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan pangan mulai diwujudkan secara nyata di Kabupaten Samosir. Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, resmi diresmikan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, didampingi Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Sabtu(03/10/2026).

Turut hadir Deputy Development Director, UKFCDO di Jakarta  Freddie Brunt, Direktur Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas  Nizhar Marizi, Direktur Kelautan dan Perikanan, Kementerian PPN/Bappenas Mohamad Rahmat Mulianda, Direktur Pangan dan Pertanian, Kementerian PPN/Bappenas Jarot Indarto, Mewakili Gubernur Sumatra Utara, Kepala Bapperida Dikky Anugerah, Team Leader LCDI - OPML  Arnold Sitompul, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Forkopimda Samosir.

Pembangunan PATS tersebut merupakan implementasi inovasi dan teknologi rendah karbon untuk mendukung pertanian berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi bagi petani dalam menghadapi ketergantungan terhadap musim dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Melalui pemanfaatan energi matahari, air Danau Toba dipompa menuju jaringan distribusi untuk mengairi lahan sawah masyarakat.

PATS berkapasitas 69,3 kilowatt tersebut, pada kondisi penyinaran matahari yang optimal, mampu memasok sekitar 1.700 hingga 1.900 meter kubik air per hari. Fasilitas ini dirancang melayani sekitar 82 hektare sawah tadah hujan yang memberi manfaat kepada  749 petani yang sebelumnya sebagian besar hanya dapat melakukan penanaman satu kali dalam setahun. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, frekuensi tanam diharapkan meningkat dan produksi padi diproyeksikan naik dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemanfaatan energi surya juga memberikan dampak terhadap pengurangan emisi karbon. Berdasarkan kalkulasi teknis, PATS diproyeksikan menurunkan emisi sekitar 10,18 ton karbon per tahun melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil sekaligus menekan biaya operasional petani.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, mengatakan peresmian PATS menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung bagaimana perencanaan pembangunan nasional diterjemahkan menjadi aksi nyata di daerah.

“Energi matahari dialirkan menjadi energi penggerak pompa air menuju sawah dan ladang masyarakat. Ketersediaan air yang pasti dan terencana membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola lahan dengan ketepatan waktu, mengurangi pengeluaran operasional dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” ujarnya.

Pembangunan PATS juga merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Inggris dalam mendorong pembangunan rendah karbon.

Ia menyampaikan apresiasi  kepada Pemerintah Inggris atas komitmen kerja sama yang telah membantu mengawal agenda pembangunan rendah karbon dari tahap perencanaan hingga implementasi. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bupati Samosir, pemerintah desa, pengurus P3A-PATS Mual Hangoluan serta seluruh petani yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan fasilitas infrastruktur hijau tersebut.

Ia menegaskan, pembangunan PATS di Samosir mendukung arah pembangunan daerah yang unggul, inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045. Ketersediaan air berbasis energi terbarukan, kata dia, memperlihatkan keterkaitan erat antara ketahanan pangan, ketahanan energi dan kelestarian lingkungan.

Keberhasilan proyek ini kata Teguh melengkapi berbagai pencapaian makro dari Kabupaten Samosir di bawah kepemimpinan  Bupati Vandiko di Indonesia. Ia Mengapresiasi trend pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pengangguran. "Kita menyaksikan Samosir mencatatkan trend pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil di kisaran 5%  dan berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 11,63% serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 0,89%. Pembangunan berkelanjutan semakin terbukti dengan diraihnya penghargaan terbaik pertama se-sumatera kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri tahun 2026 dari Menteri Dalam Negeri" ungkap Teguh

Keberhasilan PATS di Sibonor Ompu Ratus selanjutnya akan menjadi pembelajaran dalam pembangunan PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu. Fasilitas tersebut dirancang untuk melayani sekitar 73 hektare sawah tadah hujan dengan penerima manfaat sekitar 903 petani. Produksi padi diproyeksikan meningkat dari 96 ton menjadi sekitar 288 ton per tahun, dengan potensi penurunan emisi sekitar 7,32 ton per tahun.

“Dengan pembelajaran yang ada di desa ini, secara akumulatif intervensi energi bersih di kedua desa ini diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal. Samosir ini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia,” ungkap Teguh.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa pembangunan PATS berawal dari usulan masyarakat Kabupaten Samosir yang kemudian diteruskan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian PPN/Bappenas hingga mendapat dukungan Pemerintah Kerajaan Inggris.

“PATS ini merupakan usulan dari masyarakat Kabupaten Samosir yang diteruskan kepada pemerintah atasan, mulai dari Bapak Gubernur dan Kementerian Bappenas, hingga akhirnya disetujui oleh Kedutaan Besar Inggris dan dibawa menjadi program di Kabupaten Samosir,” kata Vandiko.

Menurut Vandiko, pembangunan PATS merupakan bentuk komitmen Pemkab Samosir dalam membangun daerah melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan mitra pembangunan, termasuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan rendah karbon.

“Dengan pembangunan ini sangat membantu masyarakat dan petani, khususnya dalam menyiasati ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Biaya operasional juga sudah berkurang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan ruang sehingga jaringan pipa PATS dapat dibangun hingga melewati kawasan permukiman warga.

“Harapan kami, dengan adanya program ini mari kita bersama-sama menjaga dan merawat apa yang telah dibangun di daerah kita dengan baik. Jangan hanya bisa meminta, tetapi kita juga harus tahu mengucap syukur dan berterima kasih dengan cara menjaga serta merawat fasilitas ini,” kata Vandiko.

Ia menambahkan, Pemkab Samosir akan mendukung skema perawatan PATS sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya agar tumbuh rasa memiliki terhadap fasilitas tersebut.

Vandiko juga menyambut pembangunan PATS berikutnya di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu. Menurutnya, terpilihnya Samosir untuk mendapatkan lebih dari satu program PATS menjadi kesempatan penting untuk memperluas manfaat energi terbarukan bagi sektor pertanian.

“Kita bersyukur karena dari 540 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Samosir tidak hanya mendapatkan satu, tetapi usulan yang kedua juga sudah diakomodir. Tentu kami atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.


Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Bapperida Sumatera Utara Dikky Anugerah menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap implementasi program pembangunan nasional di daerah. 


Dikky menyebut PATS di Samosir menjadi salah satu implementasi transisi energi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menambkan pengembangan energi bersih untuk pertanian juga sejalan dengan karakter Samosir sebagai daerah pariwisata.

"Kita ingin menjadikan Samosir sebagai bagian dari pembelajaran bahwa pembangunan rendah karbon dapat dimulai dari desa, hadir di tengah sawah, digerakkan oleh energi bersih, meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Semoga PATS ini memberikan manfaat berkelanjutan dan menjadi awal semakin luasnya pemanfaatan energi terbarukan untuk pertanian di Sumatera Utara,” pungkasnya.


Sementara itu, Deputy Development Director UKFCDO Jakarta Freddie Brunt mengatakan pembangunan PATS merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan iklim, perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kerja sama UKFCDO dan Bappenas menunjukkan bagaimana kebutuhan air bagi petani dapat dijawab melalui teknologi bersih yang mendukung produktivitas sekaligus mengurangi emisi.

Freddie mengapresiasi Pemkab Samosir, Bapperida Sumatera Utara, Bappenas, pemerintah desa, petani dan masyarakat yang telah berkolaborasi mewujudkan pembangunan tersebut. Ia juga menyambut baik komitmen Pemkab Samosir untuk mendukung pengembangan sistem PATS berikutnya.“Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kepemilikan lokal yang berkelanjutan, dengan pembelajaran yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pengelolaan PATS di tingkat masyarakat dilakukan melalui kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) PATS Mual Hangoluan. Kelembagaan ini diharapkan menjadi bagian penting dalam memastikan operasional, pemeliharaan dan keberlanjutan fasilitas.

Peresmian PATS juga ditandai dengan penyematan ulos oleh Bupati Samosir bersama tokoh masyarakat kepada rombongan Bappenas, UKFCDO dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai ungkapan sukacita, penghargaan dan terima kasih atas dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Samosir.( P Simbolon )





 


Langkat | Indonesia Berkibar News
- Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, Polsek Salapian Polres Langkat mengintensifkan patroli di kawasan Pasar Tradisional Pekan Tanjung Langkat, Kelurahan Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sabtu (03/10/2026).

Kegiatan patroli dilaksanakan dengan menyasar kawasan yang menjadi pusat aktivitas dan keramaian masyarakat. Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H.Tambunan, S.E., S.I.K. Melalui Kapolsek Salapian, AKP Master S.M.T. Purba Tanjung, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di lokasi yang ramai dikunjungi warga.

Dalam patroli tersebut, personel juga mengantisipasi tindak pidana 3C,  pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Selain mencegah tindak kriminalitas, personel turut memantau situasi arus lalu lintas di sekitar pasar guna mengantisipasi kemacetan maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya.

Patroli dipimpin oleh Aiptu Hartono, bersama Aiptu Surianta Ginting dan Bripka Edi Syahputra Sitepu.

Petugas juga melakukan pemantauan secara langsung terhadap aktivitas masyarakat serta menyampaikan imbauan kamtibmas agar warga tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama saat berada di tengah keramaian.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar AKP Master S.M.T. Purba.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan Pasar Tradisional Pekan Tanjung Langkat terpantau aman, tertib dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas.

Polsek Salapian memastikan kegiatan patroli akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi Masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan pasar.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi oleh Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”

Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.(sfn)

Diberdayakan oleh Blogger.