27 Oktober 2026

 



Binjai | Indonesia Berkibar  News
-  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba melalui Operasi Sarang Narkoba (OSN) dan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).


Senin (26/10/2026) pukul 16.00 WIB, Satresnarkoba Polres Binjai dipimpin AKP Ismail Pane, S.H., M.H., bersama BNN Kota Binjai menggelar operasi di Jalan Simpang Kantor, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur.


Saat petugas melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba, barak tersebut sudah dalam keadaan kosong. Petugas kemudian melakukan penyisiran dan menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, yakni 1 alat hisap (bong), 2 bungkusan besar berisi plastik klip transparan kosong, 6 kaca pirex, 2 pipet sekop, dan 10 plastik klip transparan," terang AKP Ismail Pane.


Selanjutnya, bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba tersebut dirobohkan dan dimusnahkan dengan cara dibakar oleh petugas gabungan," ujar Kasat narkoba.


Kapolres Binjai menegaskan, kegiatan OSN dan P4GN merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi masyarakat dari bahaya narkotika," terangnya


Polres Binjai mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.



Polres Binjai berkomitmen hadir untuk melindungi masyarakat dan mewujudkan wilayah yang aman serta bebas dari bahaya narkoba," ujar AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/zul (26/10/2026)



 



Medan| Indonesia Berkibar News
-Bank Indonesia (BI) berkerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) dan didukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) di wilayah Sumatera Utara dan sebagian Aceh, yang dimulai hari ini sampai dengan tanggal 1 November 2026. ERB adalah bentuk kolaborasi dan sinergi antara BI dan TNI AL dalam mendukung pengedaran uang Rupiah ke seluruh wilayah NKRI khususnya daerah kepulauan 3T (Terluar, Terdepan dan Terpencil), yang didukung penuh oleh armada dan kegiatan operasi TNI AL, yang rutin menjangkau seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke. 

Sinergi ini secara substansi mempertemukan dua kepentingan yang sama, dimana TNI AL berkepentingan menjaga kedaulatan seluruh wilayah NKRI dengan pertahanan, sementara BI berkepentingan untuk menjaga kedaulatan negara dengan ketersedian uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI. Secara nasional, ERB di Sumatera Utara merupakan kegiatan penutup dari seluruh rangkaian pelaksanaan ERB di Indonesia tahun 2026. ERB 2026 meliputi 19 pelaksanaan dengan jangkauan 96 pulau di wilayah 3T di Indonesia.


Tim ERB kali ini akan diberangkatkan dari Belawan dan berakhir di Pulau Sabang, untuk memperluas layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat di beberapa pulau yang dilalui, yakni: Pulau Sembilan dan Pulau Kampai di Sumatera Utara, serta Pulau Pusong dan Pulau Sabang di Aceh. ERB 2026 menggunakan KRI Bung Karno-369, yang mengikutsertakan sebanyak 25 orang Pejuang Rupiah dari berbagai Kantor Perwakilan BI dan satuan kerja di Kantor Pusat BI. 

Tim ERB akan melayani layanan penukaran uang lusuh dengan uang Rupiah yang layak edar dan dalam pecahan sesuai dengan yang dibutuhkan. Layanan tersebut mendukung kelancaran transaksi pembayaran tunai di masyarakat, termasuk nelayan, pedagang, dan pelaku UMKM. Selain pemberian layanan penukaran uang Rupiah, di beberapa pulau yang disingahi, Tim ERB akan memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat agar lebih mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah sekaligus untuk mengajak masyarakat untuk merawat uang Rupiah. 

Seremoni pelepasan Tim ERB berlangsung di Mako Kodaeral I, Belawan, Medan, dihadiri Perwakilan Gubernur Sumatera Utara (Plt. Asisten Ekbang Prov. Sumut, Bp. Basarin Yunus Tanjung, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI (M. Anwar Bashori), dan Komandan Kodaeral I (Laksamana Muda TNI Deny Septiana), serta Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara (Ameriza M. Moesa). Dalam acara seremoni pelepasan Tim ERB, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI menegaskan komitmen BI untuk memastikan ketersediaan Rupiah hingga pelosok negeri. Kerja sama dengan TNI AL menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pengedaran dan pelayanan uang Rupiah, sekaligus memperkuat kehadiran Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan negara. 

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara menyampaikan bahwa keragaman kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat menuntut pendekatan pelayanan yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Kegiatan ERB melengkapi pengedaran uang Rupiah melalui jalur perbankan dan kas keliling yang sulit menjangkau wilayah kepulauan. Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur Sumatera Utara mengapresiasi kegiatan sinergi BI dan TNI AL dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dukungan pemerintah daerah dan mitra terkait diharapkan memperlancar pelaksanaan ERB, yang pada gilirannya diharapkan akan menstimulus aktivitas ekonomi masyarakat di kepulauan.


Melalui ERB penutup tahun ini, BI mengajak seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh mitra, untuk bersama-sama terus meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan keuangan di seluruh wilayah NKRI termasuk daerah 3T. Sinergi yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga ketersediaan Rupiah layak edar, yang pada gilirannya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.(torong)





















  


Medan | Indonesia Berkibar News  
- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melaksanakan silaturahmi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumatera Utara Brigjen TNI Muhammad Nasrulloh Nasution, S.Sos., di Kantor BIN Sumut, Selasa (27/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung pada pukul 14.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat di Sumatera Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumut menekankan pentingnya kerja sama dan dukungan berbagai pihak untuk menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami berharap sinergi dan dukungan seluruh pihak terus diperkuat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Sonny.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat kekompakan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, termasuk melindungi keluarga dan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Kapolda Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Menurutnya, pemeliharaan keamanan tidak dapat dilakukan Polri sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi dan kerja sama seluruh komponen bangsa.

“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Silaturahmi ini diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polda Sumut dan BIN Daerah Sumatera Utara, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Utara.(zul)

  


Medan | Indonesia Berkibar News
 - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan jajaran Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat dan Sumatera Utara di Kantor Sekretariat INTI Sumut, Kompleks CBD Polonia, Medan, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat persatuan, serta merawat kebinekaan di Sumatera Utara.

Kapolda Sumut tiba di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB bersama rombongan yang terdiri atas Wakapolda Sumut, Dirbinmas Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, dan Kapolrestabes Medan. Kedatangan rombongan disambut Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin, Ketua PD INTI Sumut Janlie, S.E., Ak., serta jajaran pengurus INTI dan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ketua PD INTI Sumut Janlie menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Sumut beserta rombongan. Ia menjelaskan bahwa INTI merupakan organisasi yang mengedepankan nilai kebangsaan dan pluralisme, serta tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

“Organisasi kami tidak hanya terdiri dari satu agama atau suku tertentu, tetapi berasal dari beragam latar belakang. Semangat kebangsaan dan pluralisme menjadi bagian penting dalam organisasi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin menyampaikan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dengan Kapolda Sumut. Ia juga menjelaskan bahwa INTI didirikan pada 1999, setelah peristiwa kerusuhan 1998, dengan membawa semangat kebangsaan dan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menegaskan bahwa menjaga keamanan dan persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami memohon dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Sonny.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat kekompakan, serta melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Masyarakat diharapkan saling mengingatkan agar menggunakan helm, mematuhi marka jalan, tidak melawan arah, serta mengenakan sabuk pengaman saat berkendara.

“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” katanya.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua PC INTI Medan Syafii Salim, Ketua PC INTI Binjai Erwin, Ketua PC INTI Serdang Bedagai Budi, S.E., Ketua Perempuan INTI Sylvia Wong Fong Lan, serta para ketua organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.

Pertemuan diakhiri dengan pertukaran plakat dan cenderamata sebagai simbol silaturahmi dan penguatan hubungan antara Polda Sumut dan keluarga besar INTI.(zul)

  



Medan | Indonesia Berkibar News
 - Polda Sumatera Utara terus menggencarkan edukasi dan imbauan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat dalam rangka Operasi Patuh Toba 2026 yang berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.


Kegiatan tersebut menyasar pedagang, pembeli, pengguna jalan, hingga komunitas kendaraan bermotor. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan humanis dan persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas serta menekan potensi kecelakaan di jalan raya.


Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan di Mapolda Sumut,Selasa (27/10/2026), bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Patuh Toba 2026.


Menurutnya, keselamatan berlalu lintas harus menjadi kesadaran bersama, bukan semata-mata karena adanya pengawasan maupun penindakan petugas.


Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian memberikan imbauan kepada pedagang dan pembeli agar mengutamakan keselamatan daripada kecepatan, membudayakan tertib berlalu lintas, serta tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan karena dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan.


Petugas juga membagikan brosur Operasi Patuh Toba 2026 sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.


Sementara itu, kepada para pengguna jalan, petugas mengingatkan pentingnya melengkapi surat-surat kendaraan dan identitas diri, menggunakan helm sesuai ketentuan, serta menjaga konsentrasi selama berkendara. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengemudi dalam kondisi tidak sehat maupun di bawah pengaruh alkohol dan narkoba.


Dalam pelaksanaannya, petugas turut memberikan teguran dan edukasi kepada pelajar yang tidak menggunakan helm maupun berboncengan melebihi kapasitas kendaraan. Pelajar diarahkan untuk menggunakan angkutan umum demi menjaga keselamatan selama perjalanan.


Edukasi juga dilakukan melalui kegiatan pendidikan masyarakat (Dikmas) lalu lintas bersama komunitas kendaraan roda dua N Max Family Reborn. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan komunitas sekaligus mengajak para pengendara untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.


Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Polda Sumut berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas semakin meningkat, angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan, serta tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.


Polda Sumut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Operasi Patuh Toba 2026 dengan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama dan membudayakan tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.(zul)

26 Oktober 2026

  


 Medan | Indonesia Berkibar News  - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak Keuskupan Agung Medan memperkuat sinergi dalam memerangi peredaran narkoba dan berbagai bentuk kejahatan sosial. Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap., di Catholic Center Keuskupan Agung Medan, Senin (26/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung pukul 15.20 hingga 16.15 WIB itu menjadi bagian dari upaya Polda Sumut memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda Sumut hadir bersama Wakapolda Sumut, Dirintelkam, Dirbinmas, Dirlantas, Kabid Humas, Kabid Propam, Kabid Keu, dan Kapolrestabes Medan. Rombongan disambut langsung oleh Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung beserta jajaran Keuskupan Agung Medan.

Dalam sambutannya, Uskup Agung Medan menyampaikan keprihatinan atas maraknya peredaran narkoba di Sumatera Utara. Ia menegaskan kesiapan pihak gereja untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba melalui pendidikan iman dan penguatan hati nurani.

Selain narkoba, ia turut menyoroti perjudian daring dan perdagangan manusia yang berpotensi merusak kehidupan keluarga serta memicu berbagai bentuk eksploitasi.

Uskup Agung Medan juga menyampaikan keyakinannya bahwa Polri dapat terus menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kebenaran, keberanian, dan ketulusan dalam melayani masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Uskup Agung Medan beserta jajaran. Ia menegaskan kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta meminta dukungan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kita memiliki tugas yang sama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Niat kami adalah menebarkan kebaikan kepada masyarakat,” ujar Sonny.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga menyampaikan empat agenda utama yang ingin diperkuat bersama masyarakat, yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mengajak masyarakat menolak narkoba melalui gerakan Sumatera Utara Tolak Narkoba, membentengi masyarakat dari kejahatan jalanan, serta mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.

Ia berharap jajaran Keuskupan Agung Medan dapat membantu menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba kepada umat melalui kegiatan pembinaan keagamaan dan edukasi di lingkungan gereja.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel kepolisian agar menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah dengan memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat, bukan justru mempersulit.

“Permudah urusan orang, jangan dipersulit. Tebarkan nilai-nilai kebaikan di mana pun bertugas dan bekerja. Yakinlah, setiap kebaikan akan mendapatkan balasan dari Tuhan,” pesannya.

Melalui silaturahmi tersebut, Polda Sumut berharap kolaborasi dengan Keuskupan Agung Medan semakin kuat, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkoba, mencegah kejahatan sosial, menjaga persatuan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.(zul)

 

 


Medan | Indonesia Berkibar News - Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan manipulasi takaran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Suka Damai, Jalan Medan–Tebing Tinggi, Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni manajer dan supervisor SPBU tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol. Irfan Rifai mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari Program Quick Wins 100 Hari Kerja Kapolri, khususnya program pemberantasan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Ini merupakan program 100 hari kerja Kapolri yang dituangkan dalam program Quick Wins nomor 8, yaitu melakukan pemberantasan terhadap BBM subsidi yang ilegal,” kata Irfan dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Senin (26/10/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan DS selaku manajer SPBU dan H selaku supervisor SPBU sebagai tersangka. DS diduga menyuruh H merusak segel mesin pompa BBM, sedangkan H diduga melakukan perusakan segel untuk mengubah takaran pengisian.

Irfan menjelaskan, kasus ini terungkap setelah tim penyidik Unit 2 Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penyelidikan bersama UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Serdang Bedagai pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat berada di lokasi, petugas mendapati H sedang membongkar mesin pompa BBM. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan segel atau locis pada tiga mesin pompa BBM dalam kondisi rusak.

Petugas kemudian melakukan pengujian takaran bersama pihak metrologi menggunakan bejana ukur. Hasilnya, volume BBM yang keluar tidak sesuai dengan angka 20 liter yang tertera pada indikator mesin.

Pada pengujian Biosolar, ditemukan kekurangan sebanyak 510 mililiter. Sementara itu, pengujian Pertalite menunjukkan kekurangan 440 mililiter dan Pertamax 460 mililiter untuk setiap pengujian dengan indikator 20 liter.

“Betul sekali, modusnya karena alat tera yang diubah sedemikian rupa. Kami menguji tiga pompa di SPBU tersebut dengan masing-masing 20 liter, baik Pertalite, Solar maupun Pertamax. Namun, BBM yang keluar tidak mencapai 20 liter,” ujar Irfan.

Menurut dia, selisih takaran tersebut berkisar hampir setengah liter untuk setiap pengujian 20 liter BBM. Penyidik masih mendalami bagaimana perubahan pada mesin pompa itu dilakukan dan bagaimana dugaan praktik tersebut dapat berlangsung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dugaan praktik perusakan segel mesin pompa BBM tersebut disebut telah berlangsung sekitar tujuh tahun.

“Dari keterangan yang disajikan dalam berita acara pemeriksaan, kegiatan ini sudah berlangsung sekitar tujuh tahun,” katanya.

Dari penghitungan sementara berdasarkan data penjualan pada totalisator SPBU dan hasil pengukuran selisih takaran oleh petugas metrologi selama Juni hingga Oktober 2026, penyidik memperkirakan keuntungan yang diduga diperoleh pelaku usaha mencapai Rp595.321.508,90.

Selisih volume BBM dalam periode tersebut terdiri atas 32.768,3 liter Biosolar, 34.681,1 liter Pertalite, dan 1.575,8 liter Pertamax.

Irfan menegaskan, angka tersebut merupakan estimasi sementara yang masih didalami penyidik. Ia juga menyebut tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara apabila ditemukan keterlibatan pihak lain.

“Tidak menutup kemungkinan dari dua tersangka yang di SPBU Serdang Bedagai ini akan berkembang ke tersangka lainnya. Ini masih kami dalami,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKP Marbintang menjelaskan, uang tunai sebesar Rp77.425.000 turut diamankan saat petugas melakukan penindakan di lokasi.

“Uang yang kami amankan ini ditemukan saat berada di TKP dan diduga merupakan hasil penjualan pada hari itu. Ini masih menjadi bagian dari pendalaman kami,” kata Marbintang.

Selain uang tunai, penyidik menyita satu buah tang, satu buah obeng, dokumen pendukung, rekaman CCTV dalam flash disk, tiga unit telepon genggam, serta tiga mesin pompa dispenser BBM yang telah dipasangi garis polisi.

Irfan menambahkan, penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk terkait pemeriksaan tera secara berkala. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih berupa pendalaman dan belum dapat disimpulkan.

“Kami masih mendalami kemungkinan tersebut. Mohon bersabar, karena penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf c juncto Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Penyidik masih melanjutkan pemeriksaan untuk mendalami dugaan manipulasi takaran, menghitung dampak yang ditimbulkan, serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.(zul)

Diberdayakan oleh Blogger.