6 Juli 2026

 


Samosir| Indonesia Berkibar News - Pemerintah Kabupaten Samosir kembali menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Medan (UNIMED). Tahun 2026, jumlah mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kabupaten Samosir meningkat signifikan menjadi 2.372 mahasiswa, yang akan ditempatkan di 59 desa selama 50 hari, hingga 15 Agustus 2026.


Kehadiran Mahasiswa disambut baik dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk yang ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dari pihak Unimed kepada Pemkab. Samosir di Halaman Kantor Bupati Samosir,Senin (06/07/2026).


Turut hadir Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, koordintor KKN UNIMED Zulpan Heri, dan para dosen pembimbing.


Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk  menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNIMED yang kembali memilih Kabupaten Samosir sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa merupakan bukti nyata implementasi kerja sama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Samosir dengan UNIMED yang terus berjalan dengan baik dalam mendukung pembangunan daerah melalui dunia pendidikan.


Ariston berharap para mahasiswa dapat membaur dengan masyarakat, menggali berbagai potensi sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan di desa yang nantinya dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menyusun arah pembangunan ke depan.


"Jadikan KKN ini sebagai pengalaman yang berharga. Terjunlah langsung ke masyarakat, jaga nama baik kampus, berikan pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat, sekaligus pelajari berbagai potensi maupun kekurangan yang ada di Samosir sebagai bahan pemikiran untuk pembangunan daerah," ujar Ariston.


Ia juga mengajak mahasiswa untuk turut mempromosikan Kabupaten Samosir melalui berbagai hal positif selama menjalankan KKN. "Saya menerima adik-adik mahasiswa dengan senang hati. Saya berharap semuanya mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di Samosir. Nikmati keindahan alamnya dan mari viralkan Kabupaten Samosir dengan hal-hal yang baik. Kami juga membutuhkan masukan dan gagasan demi kemajuan daerah ini," tambahnya.


Koordinator KKN UNIMED, Julpan Hery, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN di Kabupaten Samosir merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara UNIMED dengan Pemerintah Kabupaten Samosir. Tahun ini terdapat lima kabupaten yang menjadi lokasi KKN UNIMED, dan Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah yang menerima jumlah mahasiswa terbanyak.


Julpan mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa KKN di Samosir meningkat hampir 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan UNIMED terhadap Kabupaten Samosir sebagai mitra dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.


"Secara resmi kami menyerahkan anak didik kami kepada Pemerintah Kabupaten Samosir. Atas nama pimpinan UNIMED kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan penerimaan yang sangat baik. Semoga seluruh rangkaian KKN ini dapat berjalan dengan lancar," ujar Julpan.


Kepada seluruh mahasiswa, Julpan berpesan agar menjaga nama baik almamater, menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat, mengembangkan potensi desa, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.


Melalui pelaksanaan KKN ini diharapkan lahir berbagai inovasi dan rekomendasi yang mampu mendukung pengembangan potensi desa, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan UNIMED dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.(P Simbolon )

 


Samosir | Indonesia Berkibar News 
- Musik kembali menjadi medium yang mempertemukan budaya dari berbagai belahan dunia di tepian Danau Toba Samosir. 


Melalui penyelenggaraan Samosir Music International (SMI), di Open Stage Tuktuk Siadong Simanindo, Samosir tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang semakin dikenal di tingkat internasional. 


Festival yang telah menjadi agenda rutin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab telah berhasil menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Perpaduan musik tradisional Batak, musik nasional, hingga musik internasional menciptakan pengalaman berbeda bagi ribuan pengunjung memadati lokasi penyelenggaraan.


Pada puncak acara, sejumlah musisi Tanah Air seperti Punxgoaran, Bermarga, Vicky Sianipar Band, serta artis lainnya tampil membawakan karya-karya yang sarat dengan nuansa budaya Batak. 


Nuansa internasional semakin terasa dengan kehadiran Stephen Dominic Ellery, komposer asal London, Inggris, Yonatan Pandelaki dari Jerman, serta Maite Hontele Y la Novia dari Belanda. Bersama para musisi Indonesia, mereka menyuguhkan kolaborasi lintas budaya yang memadukan beragam karakter musik satu panggung, Senin (06/07/2026)  


Menariknya, para musisi mancanegara tersebut tidak hanya membawakan repertoar dari negara asalnya, tetapi juga menunjukkan apresiasi terhadap budaya lokal dengan menyanyikan lagu-lagu Batak.  


Kemeriahan festival semakin lengkap dengan atraksi tor-tor massal yang melibatkan masyarakat dan komunitas seni. Penampilan tersebut menjadi representasi kuat bahwa budaya Batak tetap menjadi ruh utama dalam setiap penyelenggaraan Samosir Music International 


Pemkab Samosir akan terus mendukung penyelenggaraan festival ini sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya. “Melalui Samosir Music International, kami ingin menunjukkan bahwa Samosir memiliki kekayaan budaya yang mampu menjadi daya tarik wisata kelas dunia dengan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.” Kata Wabup Samosir


Konsistensi penyelenggaraan setiap tahun, Samosir Music International diharapkan terus menjadi etalase budaya Batak di tingkat global. Di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata, festival ini menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun citra Samosir sebagai destinasi wisata dunia. (P Simbolon)

5 Juli 2026

 



Medan| Indonesia Berkibar News -
Suasana penuh haru dan semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan bakti sosial kesehatan yang diinisiasi oleh keluarga besar Remaja Masjid Pecinta Alam Indonesia (REMPALA) Indonesia bersama DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara. Bertempat di Gedung Muhammadiyah (GDM), Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, Medan, pada Sabtu (04/07/2026), sebanyak 120 anak dari keluarga prasejahtera telah berhasil mendapatkan layanan khitanan gratis.


Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh REMPALA saat masa libur sekolah. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, di mana ratusan anak diantar oleh orang tua dan kerabat mereka dengan berbagai moda transportasi—mulai dari becak bermotor hingga berjalan kaki—untuk memenuhi lokasi kegiatan.


Ketua Umum REMPALA Indonesia, Said Salman Al Idrus (Dodil), mengungkapkan bahwa sebenarnya terdapat 158 anak yang telah mendaftar. Namun, karena kendala keterbatasan logistik dan fasilitas, sebanyak 38 anak harus masuk dalam daftar tunggu (waiting list).


“Kami sudah berupaya maksimal, namun bantuan dari pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, baik Kota Medan maupun Deli Serdang, tidak kami dapatkan. Akibatnya, kegiatan ini terpaksa dibiayai menggunakan dana swadaya. Meski demikian, kami bersyukur karena dukungan dari KNPI Sumut serta tokoh seperti Bapak H. Rahmat Shah sangat membantu keberlangsungan acara ini,” ujar Dodil.


Ia berharap ke depannya instansi pemerintah terkait dapat lebih peka dan memberikan dukungan nyata bagi inisiatif positif yang digerakkan oleh pemuda. Hal ini penting agar tidak ada lagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang harus kecewa karena tidak terakomodasi dalam kegiatan sosial serupa.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Pembina Tim Dokter SPBU, DR. dr. Delyuzar, Sp.PA, didampingi dr. Armon Rahimi, SpPD, memberikan apresiasi atas kreativitas dan energi para kader muda REMPALA. “Apa yang dilakukan pemuda demi kemaslahatan umat harus segera didukung. Aksi ini sangat menyentuh dan pantas mendapatkan atensi dari semua pihak,” tegas dr. Delyuzar.


Ketua DPD KNPI Sumatera Utara, Aldi Syahputra Siregar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung program-program pengabdian masyarakat. Sinergi ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi pemuda mampu menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.


Selain khitanan massal, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan donor darah dan santunan bagi kaum dhuafa. Turut hadir dalam acara tersebut Lurah Kenangan Baru Riza Natama Harahap, S.IP, MM, serta berbagai tokoh agama dan masyarakat setempat, termasuk perwakilan dari keluarga besar H. Rahmat Shah dan Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan, SH, MH.



Melalui aksi ini, KNPI Sumut dan REMPALA Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan aksi sosial yang berkelanjutan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat semangat gotong royong.(torong)

 


Samosir | 
 Indonesia Berkibar News  - Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati (Wabup) menjamu Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa dalam suasana akrab serta penuh kekeluargaan. 


Pertemuan menjadi simbol bahwa kebudayaan mampu menjembatani perbedaan geografis, bahasa, dan adat istiadat menjadi sebuah persaudaraan.


Mereka juga membahas mengenai berbagai peluang kerja sama, mulai dari pengembangan serta kebudayaan, pariwisata, hingga pembangunan daerah yang berorientasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Selain itu, Vandiko dan Ariston menyematkan ulos kepada Paskalis Imadawa sebagai  penghormatan masyarakat Batak kepada tamunya. Prosesi secara sederhana namun melambangkan suatu ikatan persaudaraan. 


Ikut hadir Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Cahyo Agung Dwi Arianto, Sanggar Serapuh asuhan Pastor Fanumbi, serta Tober Band pimpinan Joko Juniar, Minggu (05/07/2026) 


Kehadiran Wakgub Papua Selatan di Samosir sebagai kelanjutan dari hubungan baik yang telah terbangun melalui pertukaran seni dan budaya. Sebelumnya, Komite Seni Budaya Nusantara Provinsi Papua Selatan tampil sukses  memukau masyarakat juga wisatawan pada acara Geotourism Festival 2026 yang tampil kembali. 


Bupati  Vandiko T. Gultom mengatakan, kebudayaan sebagai bahasa universal mampu mempertemukan seluruh anak bangsa tanpa memandang perbedaan.


"Kami merasa terhormat atas kehadiran Wagub Papua Selatan di Samosir dan ini  bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi langkah awal mempererat persaudaraan serta membuka ruang kolaborasi  lebih luas antara Samosir dan Papua Selatan," ucapnya.


Pertemuan yang menjadi pesan bahwa dari tepian Danau Toba, semangat persaudaraan Indonesia terus dirawat. Ulos yang disematkan bukan sekadar kain adat, melainkan simbol penghormatan, persahabatan, dan harapan agar kolaborasi antara Samosir dan Papua Selatan terus berkembang demi kemajuan bersama. ( P Simbolon )

4 Juli 2026

 


 Samosir  | Indonesia Berkibar News  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir kembali ambil bagian untuk Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) di Komplek PRSU. 


PRSU ke-50 berlangsung mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Emas”. Memasuki usia setengah abad, PRSU menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pembangunan sekaligus menjadi etalase potensi daerah, investasi, perdagangan, pariwisata, serta ekonomi kreatif di Sumut, Sabtu (04/07/2026) 


Pemkab Samosir menghadirkan stan pameran (paviliun) yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari produk UMKM, kerajinan ukir, tenun khas Samosir, hingga komoditas pertanian unggulan seperti bawang merah, kentang, alpukat, dan beras merah dan produk lainnya. 


Melalui sambutannya, Wagubsu menyampaikan selama lima dekade penyelenggaraannya, PRSU telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, investor, dan generasi muda. Menurutnya, PRSU tidak lagi sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi telah menjadi instrumen pembangunan ekonomi daerah. 


Menurutnya, kehadiran seluruh peserta menunjukkan bahwa pembangunan Sumatera Utara hanya dapat berhasil melalui semangat kolaborasi dan sinergi antardaerah.


Keikutsertaan Pemkab Samosir pada PRSU ke-50 sebagai bentuk komitmen  untuk ikut mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui promosi potensi unggulan, serta peningkatan daya saing produk lokal, penguatan sektor pariwisata dan UMKM. 


Diharapkan melalui ajang ini, produk unggulan Samosir semakin dikenal luas, mampu menembus pasar yang lebih besar, serta menarik minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Samosir.


Turut hari dalam acara pembukaan dari Pemkab Samosir diantaranya Sekda Marudut Tua Sitinjak, Ketua TP PKK, Asisten II, serta beberapa pimpinan OPD lainnya. (P Simbolon )

 


Langkat | Indonesia Berkibar News
 - Sebanyak 1.250 anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara bersama keluarga dari berbagai kabupaten dan kota memadati objek wisata Jona Garden, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (04/07/2026), dalam rangka Family Gathering PWI Sumut 2026.


Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi ajang mempererat silaturahmi antarkeluarga besar PWI Sumut. Suasana semakin semarak dengan pelantikan anggota muda PWI dan pembagian kartu anggota secara simbolis, hingga lucky draw yang menghadiahkan dua unit sepeda motor sebagai hadiah utamanya serta berbagai hadiah menarik lainnya.


Ketua Panitia, Amrizal, mengatakan persiapan kegiatan dilakukan selama sekitar satu bulan dengan koordinasi intensif bersama Ketua PWI Sumut. Antusiasme peserta juga sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.250 orang.


"Kami selaku panitia berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan kegiatan ini. Persiapannya memakan waktu sekitar satu bulan dan kami terus berkoordinasi dengan Ketua PWI Sumut. Alhamdulillah, jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 1.250 orang," ujar Amrizal.


Ia mengapresiasi seluruh anggota PWI beserta keluarga yang telah hadir sehingga kegiatan berlangsung lancar dan meriah.


"Terima kasih kepada seluruh anggota PWI beserta keluarga yang telah berpartisipasi. Kami berharap Family Gathering ini terus menjadi agenda yang mampu memperkuat solidaritas, mempererat hubungan antarsesama wartawan, serta memperkokoh semangat organisasi dalam menjalankan peran pers yang profesional dan bertanggung jawab," katanya.


Ketua PWI Sumut, H. Farianda Putra Sinik, menyampaikan apresiasi kepada panitia yang dinilainya berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan baik dan tertib.


"Terima kasih kepada panitia yang telah bersusah payah melaksanakan kegiatan ini. Acara berlangsung sangat baik dan tertib. Sejak awal saya hadir tidak mendengar adanya keluhan dari anggota. Saya juga mengapresiasi panitia yang telah menyiapkan lucky draw dengan hadiah-hadiah yang sangat menarik," ujar Farianda.


Menurutnya, Family Gathering merupakan program yang akan terus dipertahankan karena memberi manfaat besar bagi kebersamaan anggota PWI di Sumatera Utara.


"Kami ingin pengurus hadir untuk melayani dan mengurus anggota, bukan sebaliknya. Family Gathering menjadi salah satu bentuk kebersamaan agar seluruh anggota tetap solid dan gembira di tengah padatnya aktivitas jurnalistik," tegasnya.


Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, turut memberikan apresiasi kepada kepengurusan PWI Sumut dan panitia pelaksana.


"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Ketua PWI Sumut, Bapak Farianda Putra Sinik, yang telah berhasil merawat organisasi dan mempererat kebersamaan di dalam organisasi yang kita cintai ini," kata Akhmad Munir.


Ia juga memuji kerja keras panitia yang dinilai berhasil menyukseskan kegiatan.


"Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan Family Gathering ini. Acara berlangsung meriah, termasuk dengan lucky draw yang menambah semangat peserta. Kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras panitia," ujarnya.


Selain mengikuti rangkaian acara resmi, peserta juga menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di Jona Garden, mulai dari kolam renang, area bersantai, restoran, hingga sejumlah spot swafoto.


Di tengah kemeriahan acara, Firman, anggota muda PWI Asahan, tampak menikmati kebersamaan bersama istri dan kedua anaknya. Anak-anaknya terlihat riang bermain air di kolam renang, sementara ia berbincang dengan rekan-rekan sesama wartawan dari berbagai daerah.


Bagi Firman, ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti Family Gathering PWI Sumut. Ia mengaku senang karena kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul bagi para wartawan, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi keluarga.


"Anak-anak senang sekali bisa bermain dan mandi di kolam renang. Acara seperti ini membuat kami semakin dekat dengan keluarga besar PWI. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun," ujar Firman.


Family Gathering PWI Sumut 2026 pun berakhir dengan penuh kegembiraan. Senyum para peserta, canda anak-anak, serta semangat kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa organisasi profesi tidak hanya dibangun melalui aktivitas jurnalistik, tetapi juga melalui hubungan kekeluargaan yang terus dipelihara.(torong/ans)

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News
- Fenomena gempa ganda (seismic doublet) yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat yang menjadi perhatian para ahli karena tergolong sangat langka. 


Rangkaian dua yang berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi hanya dalam selang 39 detik dengan menewaskan sedikitnya 1.943 orang, melukai dari 10 ribu orang, serta memaksa lebih dari 15 ribu warga mengungsi dengan berdasarkan laporan otoritas setempat hingga 30 Juni. 


Menurut pakar kebumian sekaligus dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER), Iktri Madrinovella, M.Si., besarnya dampak gempa di Venezuela dipengaruhi oleh fenomena seismic doublet, yaitu dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan dalam waktu sangat singkat. Meski jarang terjadi, fenomena ini dapat memperparah dampak bencana karena masyarakat harus menghadapi dua guncangan besar dalam waktu nyaris bersamaan.


"Pada kasus di Venezuela, gempa pertama diduga memicu pergerakan patahan aktif di sekitarnya sehingga terjadi gempa kedua yang kekuatannya lebih besar hanya 39 detik kemudian. Rangkaian guncangan inilah dapat memperparah dampak kerusakan dibandingkan jika hanya terjadi satu gempa besar," jelas Iktri.


Menurut Iktri, wilayah utara Venezuela berada di pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang didominasi oleh sesar geser (strike-slip), yaitu patahan menyebabkan dua bagian kerak bumi saling bergeser secara mendatar. Pergerakan yang terus berlangsung membuat tekanan di sepanjang patahan terus menumpuk hingga akhirnya dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.


Meski terjadi di Amerika Selatan, Iktri menilai fenomena tersebut memiliki relevansi bagi Indonesia yang sama-sama berada di kawasan tektonik aktif, Sabtu (4/7/2026) 


Menurutnya, karakteristik geologi serupa juga dijumpai di sejumlah wilayah Indonesia sehingga pembelajaran dari peristiwa penting untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di dalam negeri.


Gempa Mentawai-Bengkulu pada 2007 maupun gempa Lombok pada 2018 menjadi contoh bahwa rangkaian gempa besar dapat terjadi akibat aktivitas tektonik yang saling berkaitan. Ketika terjadi gempa besar, tekanan di dalam kerak bumi dapat berubah dan memicu pergerakan pada patahan atau zona subduksi di sekitarnya sehingga memunculkan gempa berikutnya.


"Rangkaian gempa seperti yang terjadi di Venezuela juga berpotensi terjadi pada sejumlah jalur patahan aktif di Indonesia, termasuk Sesar Sumatera dan Palu-Koro. Karena itu, mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemetaan wilayah rawan dan pembangunan infrastruktur yang aman hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat," papar Iktri.


Salah satu bentuk mitigasi tersebut ialah pemetaan kerentanan seismik yang menjadi dasar penyusunan tata ruang pembangunan infrastruktur tahan gempa. Pendekatan ini diterapkan Iktri melalui penelitian kolaboratif di kawasan pesisir Teluk Palu dengan menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR), yang menunjukkan adanya wilayah dengan tingkat kerentanan seismik tinggi. 


Temuan yang menunjukkan bahwa informasi mengenai tingkat kerentanan suatu wilayah perlu menjadi dasar dalam penyusunan tata ruang, pembangunan infrastruktur, dan standar bangunan tahan gempa agar risiko kerusakan dapat dikurangi.


Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., mengatakan bahwa peristiwa di Venezuela menjadi pengingat bahwa investasi pada riset kebencanaan sama pentingnya pembangunan infrastruktur.


"Sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang energi dan kebumian, Universitas Pertamina berkomitmen memperkuat riset, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung mitigasi bencana di Indonesia. Pembelajaran dari berbagai peristiwa global menjadi dasar untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana," ucap Prof. Djoko. (JBR/66)

Diberdayakan oleh Blogger.