2 September 2026

  



Binjai | Indonesaia Berkibar  News
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Binjai Ny. Tika Bimo Moernanda, menghadiri acara syukuran Hari Jadi Polwan ke-78 Polwan RI Tahun 2026, yang digelar di Aula Anindya Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1 Binjai, Rabu (02/09/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Waka Polres Binjai, Wakil Ketua Bhayangkari, para Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai, para Kapolsek jajaran, seluruh personel Polwan serta Purnawirawan Polwan Polres Binjai.


Mengawali acara, Ketua Panitia AKP Siti Asiyah, M.Pd., menyampaikan laporan kepada Kapolres Binjai terkait rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam menyambut Hari Jadi Polwan ke-78.


Sementara itu, Pakor Polwan Polres Binjai KOMPOL Armawati, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya karakter Polwan yang tetap mengedepankan kelembutan hati, namun mampu bersikap tegas dalam menjalankan tugas.

“Polwan harus mampu melaksanakan tugas dengan tegas dan jujur, tetap humanis serta profesional sesuai dengan fungsi masing-masing,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menegaskan bahwa sejarah telah mencatat perempuan memiliki ruang dan peran yang sama besarnya dalam menjaga serta mengabdi kepada Ibu Pertiwi.

Menurutnya, momentum Hari Jadi Polwan ke-78 harus menjadi pengingat bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalisme dan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Dengan tema One Police Woman, Extraordinary Impact atau Satu Polisi Wanita, Dampak yang Luar Biasa, saya berharap seluruh Polwan Polres Binjai terus memberikan kontribusi nyata dan dampak positif bagi institusi Polri maupun masyarakat,” tegas Kapolres.


Kapolres juga mengajak seluruh Polwan untuk senantiasa menjaga integritas, bekerja secara profesional serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Selamat Hari Jadi Polwan ke-78 Polwan RI Tahun 2026. Tetaplah berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat,” ucap AKBP R. Bimo Moernanda.


Suasana syukuran semakin bermakna saat Kapolres Binjai bersama Ketua Bhayangkari Cabang Binjai Ny. Tika Bimo Moernanda melakukan pemotongan nasi tumpeng. Potongan nasi tumpeng tersebut kemudian diberikan kepada personel Polwan tertua, AKP Tri Evo Yulisti, yang telah mengabdikan diri selama 35 tahun di institusi Polri.

Selain itu, penghargaan simbolis juga diberikan kepada Polwan termuda, BRIPTU Santa Maria, S.H., yang telah mengabdikan diri selama 6 tahun.


Momen tersebut menjadi simbol kesinambungan pengabdian Polwan, dari generasi senior yang sarat pengalaman hingga generasi muda yang akan meneruskan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Melalui peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 ini, Kapolres Binjai berharap seluruh Polwan semakin solid, profesional dan mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin humanis serta memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Kota Binjai.(Humasresbinjai/zul)

  



Karo | Indonesia Berkibar News
-  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan jalur alternatif Medan–Berastagi yang akan difokuskan untuk kendaraan wisata guna mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalur utama Jalan Jamin Ginting. Pembangunan dan penataan jalur tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027 dan rampung secara bertahap pada 2028–2029.


Rencana tersebut disampaikan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima audiensi pengurus Ikatan Cendekiawan Karo (ICK) di Mikie Holiday Resort and Hotel, Jalan Jamin Ginting Sempajaya, Kabupaten Karo, Rabu (02/09/2026).


Bobby mengatakan, pembangunan jalan tol Medan–Berastagi tetap didorong agar masuk dalam blueprint perencanaan nasional di Bappenas. Namun, karena pembangunan jalan tol membutuhkan waktu yang panjang, Pemprov Sumut mengambil langkah cepat dengan mengintervensi sejumlah ruas jalan existing milik pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten di Deli Serdang serta Karo untuk dijadikan jalur alternatif khusus kendaraan wisata.


"Target maksimal pengerjaan intervensi fisik ini mulai berjalan pada 2027 hingga selesai pada 2028–2029. Jalur alternatif ini difokuskan untuk kendaraan wisata atau roda enam ke bawah. Sementara jalur logistik tetap kami arahkan melewati rute utama Jalan Jamin Ginting yang ada saat ini," ujar Bobby.


Selain pembangunan dan penataan jalan, Bobby menilai intervensi kawasan wisata juga perlu dilakukan secara masif, khususnya di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi. Pemprov Sumut, kata dia, tidak akan membangun fasilitas komersial berskala besar seperti mal atau hotel, tetapi lebih memprioritaskan pembenahan infrastruktur dasar kawasan.


Pembenahan tersebut meliputi penerangan jalan, drainase, jalur pedestrian hingga ruang publik. Menurut Bobby, penataan kawasan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.


"Kami ingin intervensi kawasan ini memberikan dampak ekonomi (positive spillover) bagi masyarakat lokal, mirip seperti yang kami lakukan saat meremajakan kawasan Kota Lama Medan," tambah Bobby.


Intervensi tersebut juga telah diselaraskan dengan dokumen RPJMD Pemprov Sumut, khususnya dalam pengembangan kawasan wisata pegunungan yang mencakup Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBK-CK) Sumut Chandra Dalimunthe memaparkan pemetaan teknis sejumlah ruas yang akan diintervensi untuk mendukung jalur alternatif Medan–Berastagi.


Salah satunya melalui pelebaran jalur Medan–Namorambe–Sembahe. Dari kawasan Hairos/Simpang Poci di Jalan Jamin Ginting, kendaraan wisata nantinya diarahkan ke kiri menuju rute alternatif kabupaten dengan pelebaran jalan dari kondisi existing sekitar 4 meter menjadi 6–8 meter.


Jalur sepanjang 18 kilometer tersebut direncanakan beralih status menjadi Jalan Provinsi. Pelebaran ini diharapkan meningkatkan kapasitas sekaligus memperlancar pergerakan kendaraan wisata menuju Berastagi.


Selanjutnya, Pemprov Sumut merencanakan pembangunan overpass dan sudetan di wilayah Sembahe. Rencana tersebut mencakup pembangunan jalan baru sepanjang 330 meter dan overpass sepanjang 82 meter yang melintasi jalan nasional menuju kawasan Tandu Benua untuk memotong tanjakan dan mengurangi hambatan perjalanan.


Pemprov Sumut juga merancang pembangunan rest area berskala besar di kawasan Suka Nalu, pada rute sepanjang 14 kilometer menuju SMK Negeri Murni. Rest area tersebut akan dikembangkan dengan konsep terbuka dan diharapkan menjadi tempat persinggahan utama bagi wisatawan.


Penataan juga dilanjutkan melalui pembangunan trase baru sepanjang 3,8 kilometer dari Sibiru-biru yang akan menembus kawasan Pertamina/Simpang Ketaren. Dengan demikian, total panjang intervensi jalan penunjang dari Medan hingga kawasan tersebut diperkirakan mencapai 28 kilometer.


Perwakilan Ikatan Cendekiawan Karo, Prof Sukarya Sinulingga, menyambut positif rencana pembangunan dan pemetaan jalur alternatif tersebut. Menurutnya, skema tersebut berpotensi mengatasi sedikitnya 3–4 titik kemacetan parah yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik dari Karo menuju Medan.


"Kami mengucapkan terimakasih, atas nama masyarakat Karo kami sangat gembira dengan kabar ini. Tentunya kami akan terus mendukung pembangunan ini," ucap Sukarya Sinulingga.


Proses perancangan teknis dan penganggaran secara komprehensif akan segera dirumuskan Dinas BMBK-CK Sumut dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari tokoh dan akademisi Karo. Pengerjaan fisik direncanakan dimulai secara bertahap pada tahun anggaran mendatang.(bundo)


 




Tebingtinggi | Indonesia Berkibar News - Kota Tebing Tinggi berhasil mencatatkan kinerja positif dalam ketersediaan dan pemanfaatan jasa keuangan daerah. Berdasarkan penilaian Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) Tahun 2025, Tebing Tinggi berhasil meraih kategori Unggul dengan skor 5,60.


Apresiasi atas capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Direktorat Jasa Keuangan OJK Sumatera Utara, Yusri, dalam audiensi kunjungan kerja dengan Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, di Ruang Kerja Wali Kota, Gedung Balai Kota, Rabu (02/09/2026).


Yusri menyampaikan bahwa hasil survei PT Rise Indonesia menunjukkan tingkat akses inklusi keuangan masyarakat Kota Tebing Tinggi berjalan sangat baik. Hal ini tidak terlepas dari peran aktif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Tebing Tinggi.


"Akses inklusi keuangan masyarakat Tebing Tinggi mencapai 5,60 dan masuk kategori Unggul. Kami mengapresiasi kolaborasi, kerjasama yang telah terjalin. Ke depan, peran TPAKD perlu terus kita optimalkan agar proses dan kebutuhan akses keuangan masyarakat bisa kita link-kan semua," ujar Yusri.


Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menyambut baik apresiasi tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada OJK serta seluruh pihak terkait atas pendampingan yang diberikan selama proses evaluasi. Menurut Wali Kota, akses keuangan tidak hanya sebatas ketersediaan layanan, tetapi juga mencakup pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk keuangan secara bijak dan tepat.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan atas pelaksanaan dan pendampingan kegiatan survei akses keuangan daerah ini. Semoga audiensi dan pelaksanaan survei ini dapat menghasilkan informasi, rekomendasi, dan langkah-langkah strategis yang bermanfaat dalam memperkuat inklusi keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” kata Wali Kota.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Direktorat Inklusi Keuangan OJK, Roni Ukurta Barus, menjelaskan bahwa penilaian IKAD disusun secara berkala melibatkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga, seperti Kementerian PPN/Bappenas, Kemenko Perekonomian, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), dan Kemendagri.


Roni memaparkan, sejumlah indikator utama yang menyokong predikat Unggul Kota Tebing Tinggi meliputi tingginya angka kepemilikan tabungan, pinjaman individu, polis asuransi, persebaran ATM, agen Laku Pandai, merchant QRIS, hingga rasio Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap PDRB.


"Meski demikian, ada catatan yang perlu ditingkatkan ke depan, yaitu pada indikator jumlah debitur serta nominal akumulasi pinjaman untuk sektor UMKM," jelas Roni.


Sementara itu, Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas, Rosy Wediawaty, menekankan bahwa perluasan akses keuangan merupakan langkah awal, bukan tujuan akhir. Tantangan ke depan adalah memastikan masyarakat mampu menggunakan layanan keuangan secara aman, produktif, dan berkelanjutan untuk peningkatan kesejahteraan.


“Dengan menjadikan IKAD sebagai instrumen pengukuran dan SASKAD sebagai sumber evidence lapangan, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran guna mempercepat pencapaian target inklusi dan kesejahteraan keuangan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Rosy.


Audiensi dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan plakat, dan foto bersama.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekdako Erwin Suheri Damanik, jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemko Tebing Tinggi, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, serta tim teknis dari PT Rise Indonesia.(torong)



Suka Makmue | Indonesia Berkibar News - Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya menggelar upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di halaman Kantor Kejari Nagan Raya, Suka Makmue, Rabu(02/09/ 2026).


Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Arwin Adinata, S.H., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti para kepala seksi, kasubbag, seluruh pegawai Kejari Nagan Raya serta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Nagan Raya beserta anggota.


Sementara Tajul Huda, A.Md., bertugas sebagai komandan upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan tertib sebelum ditutup dengan sesi foto bersama.


Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”


Tema tersebut menjadi komitmen institusi Kejaksaan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pelaksanaan penegakan hukum yang menjunjung tinggi integritas, keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan.


Dalam upacara tersebut, Arwin Adinata membacakan amanat Jaksa Agung Republik Indonesia yang memuat tujuh Perintah Harian Jaksa Agung bagi seluruh insan Adhyaksa.


Tujuh perintah tersebut mencakup penerapan nilai ketuhanan dalam menjalankan tugas, mengembalikan kehormatan dan marwah Kejaksaan, serta mendukung Asta Cita dan program prioritas pemerintah sesuai tugas dan fungsi Kejaksaan.


Selain itu, Jaksa Agung juga menginstruksikan jajaran Kejaksaan untuk mengedepankan hati nurani dan profesionalitas, membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan serta menjunjung tinggi kesederhanaan sebagai bagian dari integritas.


Insan Adhyaksa juga diminta meningkatkan kepekaan terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan hukum agar mampu bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi perubahan situasi.



Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 menjadi momentum bagi jajaran Kejaksaan Negeri Nagan Raya untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan dan penegakan hukum yang berintegritas, adil serta humanis kepada masyarakat.(M Has)

1 September 2026

 




Medan | Indonesia Berkibar News - Wali Kota Medan Rico  Tri Putra Bayu Waas mendorong PT Kawasan Industri Medan (KIM) Persero memperkuat daya tarik investasi dengan mengoptimalkan potensi kawasan, mengembangkan lahan yang tersedia, serta meningkatkan kualitas pengelolaan. Upaya tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota saat menerima audiensi jajaran Direksi PT KIM Persero di Balai Kota Medan, Selasa (01/09/2026). Pertemuan tersebut sekaligus membahas perubahan susunan direksi PT KIM berdasarkan keputusan para pemegang saham.

Rico Waas menyampaikan selamat kepada jajaran direksi yang baru. Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa PT KIM dikelola semakin profesional dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Medan.

Menurut Rico Waas, langkah awal yang perlu dilakukan ialah memetakan secara menyeluruh potensi yang dimiliki PT KIM. Pemetaan tidak hanya mencakup luas dan pemanfaatan lahan, tetapi juga sumber daya manusia, permodalan, serta berbagai keunggulan dan kekurangan kawasan.

Dari pemetaan tersebut, kata Rico Waas, PT KIM dapat menentukan bagian yang perlu diperkuat sekaligus menyusun strategi yang lebih tepat untuk menarik investor.

“Saya ingin melihat sejauh mana PT KIM masih bisa berkembang, seberapa besar potensi lahannya, apa kelebihan dan kekurangannya, termasuk bagaimana kondisi sumber daya manusianya. Ini perlu kita pahami agar kita tahu apa yang harus diperbaiki,” ujar Rico Waas.

Rico Waas menekankan, investasi yang masuk ke kawasan industri tidak cukup hanya meningkatkan aktivitas usaha di dalam kawasan. Kehadiran investor juga harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru.

“Saya ingin ada perputaran ekonomi yang berdampak kepada masyarakat. Dengan adanya investasi baru, kita berharap semakin banyak lapangan pekerjaan dan masyarakat juga semakin berkembang,” katanya.

Karena itu, Rico Waas meminta PT KIM memperkuat koordinasi dengan Pemko Medan. Sinergi tersebut diperlukan agar pengembangan kawasan industri berjalan searah dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Medan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KIM Persero Alif Usman Amin mengatakan jajaran direksi baru tengah melakukan pembenahan internal sekaligus menyiapkan berbagai langkah untuk menarik calon investor.

“Kami dari jajaran direksi yang baru tentu akan melakukan pembenahan. Suara dan aspirasi dari Medan tentu akan kami jalankan. Kami berharap mendapat arahan agar PT KIM dapat terus bersinergi dengan Pemko Medan,” ujar Alif.

PT KIM mengelola kawasan industri dengan luas sekitar 1.000 hektare. Sebagian lahan masih dalam tahap pengembangan dan menjadi salah satu potensi yang dapat dioptimalkan untuk menampung investasi baru.

Dengan pengembangan kawasan dan masuknya investor baru, aktivitas usaha di kawasan industri tersebut diharapkan ikut membuka kebutuhan tenaga kerja.(bundo)

 


Karo | Indonesia Berkibar News - Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution kunjungi lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, Selasa (01/09/2026) sore.


Kunjungan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.


Menurut Bobby Nasution, evakuasi warga menjadi prioritas utama pemerintah, terutama masyarakat yang berada di wilayah dengan radius berbahaya berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.


Menurutnya, terdapat dua desa yang menjadi perhatian utama untuk dilakukan evakuasi. Salah satunya Desa Kuta Tengah, yang sebagian warganya kini telah berada di lokasi pengungsian.


“Yang paling utama kan mengevakuasi warga. Tadi disampaikan dari Badan Geologi, ada dua desa yang paling diutamakan, yang sangat masuk radius kalau terjadi erupsi. Salah satunya Desa Kuta Tengah,” ujar Bobby Nasution.


Dimana, sekitar 280 warga Desa Kuta Tengah telah berada di tempat pengungsian. Sehingga, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan fasilitas dasar seperti tempat tidur, air bersih, toilet hingga makanan tersedia dengan baik.


“Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu. Kita tidak ingin masyarakat yang mengungsi merasa tidak nyaman, kemudian tiba-tiba langsung kembali ke rumah,” sambung Bobby.


Menurutnya, pihaknya juga menanggapi keluhan warga yang mengaku sempat menunggu beberapa jam setelah meninggalkan rumah tanpa mendapatkan makanan maupun minuman.


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap menyuplai kebutuhan para pengungsi, termasuk makanan dan air bersih. “Kami dari provinsi datang ke sini bukan mau hanya lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan silakan sampaikan, kami akan support. Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa,” beber Bobby.


Kondisi pengungsi kali ini berbeda dengan korban bencana yang rumahnya telah hancur. Sebagian warga yang mengungsi masih memiliki rumah, sehingga potensi untuk kembali ke kediaman masing-masing cukup tinggi. "Karena itu, pemerintah harus memastikan kebutuhan pokok selama berada di pengungsian tetap terpenuhi. Tidak bisa senyaman di rumah sendiri, tapi jangan kebutuhan pokoknya ketika mereka pindah ke tempat pengungsian justru hilang total. Seperti makan, tempat tidur dan tempat istirahat,” jelas Bobby.


Selain kebutuhan pangan dan air bersih, Pemprov Sumut juga menyiapkan sarana transportasi bagi anak-anak pengungsi untuk bersekolah. “Tadi ada permintaan bus ataupun pengangkutan anak-anak untuk sekolah, kami juga akan siapkan,” kata Bobby.


Terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, Bobby Afif Nasution menyebut status gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mengevaluasi kondisi aktivitas vulkanik. "Jika erupsi menurun, status dapat diturunkan menjadi level II atau waspada sehingga masyarakat berpotensi diperbolehkan kembali ke rumah dengan tetap dalam pemantauan. Mungkin masyarakat sudah boleh kembali, tapi tetap dalam perhatian,” ujar Bobby.


Sebaliknya, jika aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat, pemerintah telah menyiapkan langkah evakuasi lanjutan, termasuk memperluas radius wilayah yang harus dikosongkan. “Kita juga sudah evaluasi langkah-langkah yang harus dilakukan, radius berapa saja yang bertambah dan siapa saja yang harus mengungsi," sebut Bobby.


Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat erupsi, pemerintah juga telah menyiagakan posko kesehatan beserta kendaraan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.


Bobby Nasution mengatakan, jika kondisi darurat masih berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan, Pemprov Sumut akan mengerahkan bus layanan kesehatan yang memiliki kemampuan memberikan pelayanan medis hingga tindakan operasi ringan.


“Kalau memang satu-dua hari ini masih diperlukan, kita kirim bus layanan kita. Bus layanan itu bisa melaksanakan sampai dengan operasi ringan,” ujarnya.


Terkait dampak langsung erupsi terhadap bangunan maupun rumah warga, Bobby menyebut hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan.


“Mudah-mudahan tidak ada. Sejauh ini belum ada yang terdampak secara langsung, artinya kerugian atau kerusakan bangunan belum ada,” katanya.


Sementara untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, pembagian masker telah dilakukan sejak erupsi pertama terjadi. “Kejadian pertama pukul 10.17, siang harinya kita langsung bagikan masker. Baik dari provinsi, kabupaten, TNI, Polri, semuanya membagikan masker. Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi penyakit berat,” jelas Bobby.


Bobby mengatakan pemerintah belum menghitung dampak ekonomi akibat erupsi karena fokus utama saat ini adalah keselamatan masyarakat.


Termasuk keputusan menutup kawasan wisata di sekitar Gunung Sinabung untuk mencegah wisatawan memasuki zona berbahaya. “Dampak ekonominya pasti ada. Wisata kita minta ditutup, tidak boleh ada wisatawan masuk ke sekitar area gunung. 


Untuk ketersediaan kebutuhan pangan dan logistik bagi para pengungsi, Bobby memastikan stok dalam kondisi aman.“Stok logistik aman,” tutup Bobby Afif Nasution mengakhiri. (bundo)

 



Medan | Indonesia Berkibar News
- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta kebiasaan hidup aktif. 

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Sumatera Utara di Balai Kota Medan, Selasa (01/09/2026).

Dalam audiensi tersebut, Ketua PERKI Sumatera Utara dr. Hilfan Ade Putra Lubis, SpJP(K), menyampaikan rencana peringatan Hari Jantung Sedunia yang akan digelar di Gedung Astaka pada 27 September 2026. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 1.000 peserta dan diisi dengan webinar, senam jantung, konsultasi, serta penyuluhan mengenai pencegahan penyakit jantung.

Menanggapi rencana tersebut, Rico Waas menyambut baik kegiatan yang dinilai dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung. Ia berharap kegiatan tidak hanya berisi edukasi, tetapi juga memberikan akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

“Jangan hanya masyarakat disuruh mengikuti pelatihan, tetapi bagaimana mereka juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Intinya, kalau kita peduli dengan kesehatan, kita harus mengetahui kondisi kesehatan kita,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik. Menurutnya, pemerintah perlu terus menciptakan ruang yang mendorong masyarakat untuk berjalan kaki, berlari, berolahraga, dan melakukan aktivitas fisik lainnya.

“Bagaimana kita mengajak masyarakat untuk ikut berolahraga, berjalan, berlari, atau sekadar bergerak. Ke depan, mungkin di kawasan Teladan juga bisa kita buat Car Free Day,” katanya.

Selain pencegahan, Rico Waas menilai edukasi mengenai pertolongan pertama pada kondisi darurat jantung juga penting. Karena itu, ia membuka peluang kolaborasi antara Pemko Medan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta tenaga medis untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat.

Rico Waas juga menyoroti kebutuhan dokter spesialis jantung anak yang masih terbatas. Ia berharap pengembangan sumber daya manusia di bidang tersebut terus didorong untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat pada masa mendatang.

“Dokter spesialis untuk jantung anak masih terlalu minim. Ini perlu kita dorong agar ke depan kebutuhan pelayanan kesehatan jantung anak dapat terpenuhi,” sebutnya.(bundo)

Diberdayakan oleh Blogger.