1 September 2026

 




Medan | Indonesia Berkibar News - Wali Kota Medan Rico  Tri Putra Bayu Waas mendorong PT Kawasan Industri Medan (KIM) Persero memperkuat daya tarik investasi dengan mengoptimalkan potensi kawasan, mengembangkan lahan yang tersedia, serta meningkatkan kualitas pengelolaan. Upaya tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota saat menerima audiensi jajaran Direksi PT KIM Persero di Balai Kota Medan, Selasa (01/09/2026). Pertemuan tersebut sekaligus membahas perubahan susunan direksi PT KIM berdasarkan keputusan para pemegang saham.

Rico Waas menyampaikan selamat kepada jajaran direksi yang baru. Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa PT KIM dikelola semakin profesional dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Medan.

Menurut Rico Waas, langkah awal yang perlu dilakukan ialah memetakan secara menyeluruh potensi yang dimiliki PT KIM. Pemetaan tidak hanya mencakup luas dan pemanfaatan lahan, tetapi juga sumber daya manusia, permodalan, serta berbagai keunggulan dan kekurangan kawasan.

Dari pemetaan tersebut, kata Rico Waas, PT KIM dapat menentukan bagian yang perlu diperkuat sekaligus menyusun strategi yang lebih tepat untuk menarik investor.

“Saya ingin melihat sejauh mana PT KIM masih bisa berkembang, seberapa besar potensi lahannya, apa kelebihan dan kekurangannya, termasuk bagaimana kondisi sumber daya manusianya. Ini perlu kita pahami agar kita tahu apa yang harus diperbaiki,” ujar Rico Waas.

Rico Waas menekankan, investasi yang masuk ke kawasan industri tidak cukup hanya meningkatkan aktivitas usaha di dalam kawasan. Kehadiran investor juga harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru.

“Saya ingin ada perputaran ekonomi yang berdampak kepada masyarakat. Dengan adanya investasi baru, kita berharap semakin banyak lapangan pekerjaan dan masyarakat juga semakin berkembang,” katanya.

Karena itu, Rico Waas meminta PT KIM memperkuat koordinasi dengan Pemko Medan. Sinergi tersebut diperlukan agar pengembangan kawasan industri berjalan searah dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Medan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KIM Persero Alif Usman Amin mengatakan jajaran direksi baru tengah melakukan pembenahan internal sekaligus menyiapkan berbagai langkah untuk menarik calon investor.

“Kami dari jajaran direksi yang baru tentu akan melakukan pembenahan. Suara dan aspirasi dari Medan tentu akan kami jalankan. Kami berharap mendapat arahan agar PT KIM dapat terus bersinergi dengan Pemko Medan,” ujar Alif.

PT KIM mengelola kawasan industri dengan luas sekitar 1.000 hektare. Sebagian lahan masih dalam tahap pengembangan dan menjadi salah satu potensi yang dapat dioptimalkan untuk menampung investasi baru.

Dengan pengembangan kawasan dan masuknya investor baru, aktivitas usaha di kawasan industri tersebut diharapkan ikut membuka kebutuhan tenaga kerja.(bundo)

 


Karo | Indonesia Berkibar News - Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution kunjungi lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, Selasa (01/09/2026) sore.


Kunjungan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.


Menurut Bobby Nasution, evakuasi warga menjadi prioritas utama pemerintah, terutama masyarakat yang berada di wilayah dengan radius berbahaya berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.


Menurutnya, terdapat dua desa yang menjadi perhatian utama untuk dilakukan evakuasi. Salah satunya Desa Kuta Tengah, yang sebagian warganya kini telah berada di lokasi pengungsian.


“Yang paling utama kan mengevakuasi warga. Tadi disampaikan dari Badan Geologi, ada dua desa yang paling diutamakan, yang sangat masuk radius kalau terjadi erupsi. Salah satunya Desa Kuta Tengah,” ujar Bobby Nasution.


Dimana, sekitar 280 warga Desa Kuta Tengah telah berada di tempat pengungsian. Sehingga, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan fasilitas dasar seperti tempat tidur, air bersih, toilet hingga makanan tersedia dengan baik.


“Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu. Kita tidak ingin masyarakat yang mengungsi merasa tidak nyaman, kemudian tiba-tiba langsung kembali ke rumah,” sambung Bobby.


Menurutnya, pihaknya juga menanggapi keluhan warga yang mengaku sempat menunggu beberapa jam setelah meninggalkan rumah tanpa mendapatkan makanan maupun minuman.


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap menyuplai kebutuhan para pengungsi, termasuk makanan dan air bersih. “Kami dari provinsi datang ke sini bukan mau hanya lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan silakan sampaikan, kami akan support. Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa,” beber Bobby.


Kondisi pengungsi kali ini berbeda dengan korban bencana yang rumahnya telah hancur. Sebagian warga yang mengungsi masih memiliki rumah, sehingga potensi untuk kembali ke kediaman masing-masing cukup tinggi. "Karena itu, pemerintah harus memastikan kebutuhan pokok selama berada di pengungsian tetap terpenuhi. Tidak bisa senyaman di rumah sendiri, tapi jangan kebutuhan pokoknya ketika mereka pindah ke tempat pengungsian justru hilang total. Seperti makan, tempat tidur dan tempat istirahat,” jelas Bobby.


Selain kebutuhan pangan dan air bersih, Pemprov Sumut juga menyiapkan sarana transportasi bagi anak-anak pengungsi untuk bersekolah. “Tadi ada permintaan bus ataupun pengangkutan anak-anak untuk sekolah, kami juga akan siapkan,” kata Bobby.


Terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, Bobby Afif Nasution menyebut status gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mengevaluasi kondisi aktivitas vulkanik. "Jika erupsi menurun, status dapat diturunkan menjadi level II atau waspada sehingga masyarakat berpotensi diperbolehkan kembali ke rumah dengan tetap dalam pemantauan. Mungkin masyarakat sudah boleh kembali, tapi tetap dalam perhatian,” ujar Bobby.


Sebaliknya, jika aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat, pemerintah telah menyiapkan langkah evakuasi lanjutan, termasuk memperluas radius wilayah yang harus dikosongkan. “Kita juga sudah evaluasi langkah-langkah yang harus dilakukan, radius berapa saja yang bertambah dan siapa saja yang harus mengungsi," sebut Bobby.


Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat erupsi, pemerintah juga telah menyiagakan posko kesehatan beserta kendaraan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.


Bobby Nasution mengatakan, jika kondisi darurat masih berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan, Pemprov Sumut akan mengerahkan bus layanan kesehatan yang memiliki kemampuan memberikan pelayanan medis hingga tindakan operasi ringan.


“Kalau memang satu-dua hari ini masih diperlukan, kita kirim bus layanan kita. Bus layanan itu bisa melaksanakan sampai dengan operasi ringan,” ujarnya.


Terkait dampak langsung erupsi terhadap bangunan maupun rumah warga, Bobby menyebut hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan.


“Mudah-mudahan tidak ada. Sejauh ini belum ada yang terdampak secara langsung, artinya kerugian atau kerusakan bangunan belum ada,” katanya.


Sementara untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, pembagian masker telah dilakukan sejak erupsi pertama terjadi. “Kejadian pertama pukul 10.17, siang harinya kita langsung bagikan masker. Baik dari provinsi, kabupaten, TNI, Polri, semuanya membagikan masker. Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi penyakit berat,” jelas Bobby.


Bobby mengatakan pemerintah belum menghitung dampak ekonomi akibat erupsi karena fokus utama saat ini adalah keselamatan masyarakat.


Termasuk keputusan menutup kawasan wisata di sekitar Gunung Sinabung untuk mencegah wisatawan memasuki zona berbahaya. “Dampak ekonominya pasti ada. Wisata kita minta ditutup, tidak boleh ada wisatawan masuk ke sekitar area gunung. 


Untuk ketersediaan kebutuhan pangan dan logistik bagi para pengungsi, Bobby memastikan stok dalam kondisi aman.“Stok logistik aman,” tutup Bobby Afif Nasution mengakhiri. (bundo)

 



Medan | Indonesia Berkibar News
- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta kebiasaan hidup aktif. 

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Sumatera Utara di Balai Kota Medan, Selasa (01/09/2026).

Dalam audiensi tersebut, Ketua PERKI Sumatera Utara dr. Hilfan Ade Putra Lubis, SpJP(K), menyampaikan rencana peringatan Hari Jantung Sedunia yang akan digelar di Gedung Astaka pada 27 September 2026. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 1.000 peserta dan diisi dengan webinar, senam jantung, konsultasi, serta penyuluhan mengenai pencegahan penyakit jantung.

Menanggapi rencana tersebut, Rico Waas menyambut baik kegiatan yang dinilai dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung. Ia berharap kegiatan tidak hanya berisi edukasi, tetapi juga memberikan akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

“Jangan hanya masyarakat disuruh mengikuti pelatihan, tetapi bagaimana mereka juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Intinya, kalau kita peduli dengan kesehatan, kita harus mengetahui kondisi kesehatan kita,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik. Menurutnya, pemerintah perlu terus menciptakan ruang yang mendorong masyarakat untuk berjalan kaki, berlari, berolahraga, dan melakukan aktivitas fisik lainnya.

“Bagaimana kita mengajak masyarakat untuk ikut berolahraga, berjalan, berlari, atau sekadar bergerak. Ke depan, mungkin di kawasan Teladan juga bisa kita buat Car Free Day,” katanya.

Selain pencegahan, Rico Waas menilai edukasi mengenai pertolongan pertama pada kondisi darurat jantung juga penting. Karena itu, ia membuka peluang kolaborasi antara Pemko Medan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta tenaga medis untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat.

Rico Waas juga menyoroti kebutuhan dokter spesialis jantung anak yang masih terbatas. Ia berharap pengembangan sumber daya manusia di bidang tersebut terus didorong untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat pada masa mendatang.

“Dokter spesialis untuk jantung anak masih terlalu minim. Ini perlu kita dorong agar ke depan kebutuhan pelayanan kesehatan jantung anak dapat terpenuhi,” sebutnya.(bundo)

 


Jakarta| Indonesia Berkibar News
-  Kabupaten Deli Serdang masuk tiga besar nasional Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas. Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, memaparkan langsung program unggulan dan capaian pembangunan daerah di hadapan tim penilai di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (01/09/2026).


Mencakup trisula pembangunan, program unggulan tersebut yakni DEMI PEMULA SEPEDA BAGUS dan PAS SEHAT pada sektor pembangunan sumber daya manusia, KAWAN UMKM untuk penguatan ekonomi, serta SIBARULAH untuk penanganan kemiskinan.


“Yang kami bangun bukan hanya program, tetapi bagaimana program itu memberikan dampak. Karena itu, perencanaan harus selaras, pelaksanaannya terintegrasi dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Asri.


Pada penguatan sumber daya manusia, DEMI PEMULA SEPEDA BAGUS menghadirkan layanan pendidikan inklusif bagi kelompok rentan dan anak berkebutuhan khusus (ABK). Program ini mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, terapi, hingga perlindungan sosial tanpa biaya, termasuk melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sentra ABK di Kecamatan Pagar Merbau.


Program tersebut telah melayani 617 ABK. Sejalan dengan itu, sejumlah indikator pembangunan manusia juga menunjukkan peningkatan. Harapan Lama Sekolah naik dari 13,40 tahun pada 2024 menjadi 13,46 tahun pada 2025. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 77,56 menjadi 78,29.


Penguatan layanan kesehatan dilakukan melalui inovasi PAS SEHAT yang mengintegrasikan lima layanan. Di antaranya PAS PULA untuk menjamin akses kesehatan bagi masyarakat rentan yang belum terlindungi JKN, PAS JEMPOL untuk mempermudah administrasi layanan berbasis biometrik, serta PAS CEPAT untuk penemuan aktif kasus tuberkulosis melalui skrining menggunakan mobil X-Ray.


Selanjutnya, PAS CERDIK difokuskan pada deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui IVA Test dan skrining, sedangkan PAS KALI 24 Jam memberikan respons kegawatdaruratan yang terhubung dengan DELTA 112.


Dalam mempercepat perekonomian, Pemkab menghadirkan KAWAN UMKM dan Café SOBATKU melalui penataan kawasan usaha terpadu, fasilitasi legalitas, percepatan akses KUR, hingga digitalisasi QRIS yang sukses meningkatkan omset UMKM rata-rata hingga 93,04 persen


Pada sisi pengurangan kemiskinan, Pemkab Deli Serdang mengandalkan inovasi SIBARULAH (Sinergi Bantuan Rumah Layak Huni). Program ini mengintegrasikan pemenuhan 14.023 unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, didukung kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).


SIBARULAH juga mencakup bedah rumah terpadu bagi keluarga berisiko stunting. Implementasi program perumahan ini turut mengantarkan Deli Serdang meraih Terbaik I Regional Sumatera untuk Implementasi Program 3 Juta Rumah dari Kementerian PKP RI.


Berbagai intervensi pembangunan tersebut berjalan seiring dengan perbaikan sejumlah indikator makro. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Deli Serdang mencapai 4,55 persen, PDRB per kapita meningkat menjadi Rp78,08 juta, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,69 persen, dan angka kemiskinan turun menjadi 3,11 persen. IPM juga meningkat menjadi 78,29.


Dari sisi perencanaan, RKPD Deli Serdang 2026 telah diselaraskan dengan RKP 2026. Sebesar Rp5,18 triliun anggaran RKPD 2026 diarahkan untuk mendukung delapan Prioritas Nasional melalui 2.374 subkegiatan.


Asri Ludin Tambunan menegaskan, masuknya Deli Serdang dalam tiga besar nasional PPD 2026 menjadi momentum untuk memastikan perencanaan pembangunan tidak berhenti pada dokumen dan program, tetapi menghasilkan perubahan yang terukur bagi masyarakat.


“Pada akhirnya, pembangunan harus membawa perubahan. Ketika kemiskinan turun, pengangguran turun, IPM meningkat dan ekonomi tumbuh, di situlah kita melihat pembangunan memberikan dampak,” tegasnya.


Presentasi di hadapan tim penilai turut dihadiri Sekretaris Daerah Dedi Maswardy; Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan; Kepala Bappedalitbang Yetti Sembiring; Inspektur, Edwin Nasution; serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya.( Diskominfostan Deli Serdang/Torong/Fit)


 




Samosir| Indonesia Berkibar News - Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samosir mencapai kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027, ditandai penandatanganan nota kesepakatan dalam Rapat Paripurna.

 

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menandatangani dokumen tersebut sebagai bukti sinergitas eksekutif dan legislatif. Bupati mengapresiasi kerja keras Badan Anggaran DPRD serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang telah menyusun dan membahas rancangan anggaran secara simultan, Selasa (01/09/2026).

 

KUA-PPAS 2027 mengacu visi "Samosir Unggul, Inklusif dan Berkelanjutan" dengan tema: "Akselerasi Pembangunan SDM, Penguatan Ekonomi dan Inklusi Sosial Berbasis Pemberdayaan Masyarakat." Prioritas utamanya meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kualitas infrastruktur, serta tata kelola birokrasi yang bersih dan adaptif.

 

"Kita pastikan anggaran berjalan efektif, efisien, transparan dan tepat sasaran. Sinergitas ini harus terus diperkuat demi kebutuhan warga," tegas Vandiko, menargetkan persetujuan APBD selesai paling lambat 30 November 2026.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Nasip Simbolon meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah menyusun rencana kerja anggaran berdasarkan dokumen ini dengan skala prioritas jelas agar anggaran terbatas memberikan manfaat nyata. Ia juga mendorong koordinasi aktif ke tingkat provinsi dan pusat untuk dukungan pembangunan.

 

Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, perwakilan Kejari, serta pimpinan OPD terkait. Kesepakatan ini menjadi landasan resmi penyusunan anggaran pembangunan Samosir tahun 2027.(P simbolon)

 


Medan | Indonesia Berkibar News - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan yang menetapkan Sri Rezeki sebagai Wakil Ketua DPRD Medan menggantikan Rajudin Sagala untuk sisa masa jabatan 2024-2029, Selasa (01/09/2026).

Pada sidang Paripurna DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen ini hadir juga Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap dan segenap Pimpinan DPRD dan anggota DPRD Medan, Pj Sekda Medan Erfin Fahrurrazi, sejumlah unsur Forkopimda dan Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menyambut baik pergantian pimpinan DPRD Medan dan berharap hadirnya kepemimpinan baru semakin memperkuat sinergi antara legislatif dan Pemerintah Kota Medan dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Rico Waas menekankan, DPRD memiliki posisi penting dalam memastikan program pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, ia berharap kepemimpinan Sri Rezeki dapat membawa semangat baru dalam menjalankan fungsi legislatif.

“Ke depannya, program kerja DPRD diharapkan mengarah kepada penguatan fungsi legislatif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Rico Waas 

Menurut Rico Waas, penguatan fungsi legislatif tidak hanya berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, tetapi juga menyangkut fungsi pengawasan dan penganggaran. Kedua fungsi tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan Kota Medan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dirinya meminta pembahasan anggaran dilakukan semakin tepat sasaran dengan tetap mengacu pada prioritas pembangunan daerah. Di sisi lain, pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan penyelenggaraan pelayanan publik juga harus diperkuat.

“Pembahasan anggaran yang semakin tepat sasaran dan mendukung prioritas pembangunan, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan pelayanan publik yang efektif, transparan dan akuntabel,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga berharap hubungan kerja antara Pemko Medan dan DPRD semakin solid. Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kota sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan.

Sebelumnya dalam Rapat Paripurna tersebut, Plt Sekretaris DPRD Medan Erisda Hutasoit membacakan Surat Keputusan Gubernur Sumatra Utara Nomor 188.44/461/KPPS/2026 tentang peresmian dan penggantian pimpinan DPRD Medan masa jabatan 2024-2029.

Dalam keputusan itu, Rajudin Sagala diberhentikan dari jabatan pimpinan DPRD Medan dan Sri Rezeki ditetapkan sebagai penggantinya.

“Dengan ini memberhentikan Rajudin Sagala dari jabatan sebagai pimpinan DPRD Medan dan mengangkat Sri Rezeki sebagai pengganti terhitung dari tanggal pengucapan sumpah janji,” ujar Erisda saat membacakan keputusan.

Setelah keputusan dibacakan, Sri Rezeki kemudian mengucapkan sumpah dan janji jabatan yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Medan Kelas I-A Khusus Mardison.

Dengan pengucapan sumpah tersebut, Sri Rezeki resmi menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Medan untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Pergantian pimpinan DPRD Medan ini diharapkan semakin memperkuat kerja bersama antara Pemko Medan dan DPRD dalam mengawal pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta merespons aspirasi masyarakat secara lebih cepat dan tepat.(bundo)

 


Medan | Indonesia Berkibar News - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak para peserta yang akan mengikuti event Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 untuk menjelajahi dan menikmati kuliner khas kota Medan, sekaligus nantinya mampir ke Gallery Mustika Deli berburu produk-produk unggulan UMKM Kota Medan.

Ajakan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi dari DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (Asppi) Sumatera Utara, terkait dengan pelaksanaan event JWB ke-4 yang akan berlangsung di Kota Medan pada 5–6 Oktober 2026 mendatang, di Balai Kota, Selasa (01/09/2026).

​Dalam pertemuan itu, Rico Waas menjelaskan bahwa Kota Medan memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, terutama dari sektor sejarah, budaya, dan keberagaman kulinernya yang sudah tersohor hingga ke tingkat nasional.

​"Makanan di Medan itu cuma ada dua rasa, enak dan enak sekali. Siapapun yang datang ke Medan, wajib menjelajahi kuliner khas kota Medan,"kata Rico Waas.

​Selain menawarkan kenikmatan kuliner, Rico Waas secara khusus juga menyarankan agar para peserta nantinya menyempatkan diri berkunjung ke Gallery Mustika Deli yang berada di lantai 3 gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan.

"Semua produk lokal yang ada di Gallery ini sudah kami kurasi. Jadi semuanya merupakan produk unggulan dan yang terbaik di kota Medan,"jelas Rico Waas seraya berharap event ini menjadi ajang efektif untuk mengeksplorasi daya tarik Kota Medan secara lebih luas.

Sebelumnya, Ketua DPD Asppi Sumut, Ahmad Fauzi Lubis, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini akan diikuti oleh sekitar 100 orang peserta.​

Para peserta akan diajak mengeksplorasi sejumlah objek wisata ikonik di Kota Medan, seperti Taman Buaya dan Tjong A Fie Mansion. 

"Rangkaian acara dijadwalkan dimulai dengan welcome dinner. Kami berharap nantinya Bapak Wali Kota Medan bersedia hadir,"harapnya.(bundo)

Diberdayakan oleh Blogger.