6 September 2026

 


Medan | Indonesia Berkibar News - Munculnya sejumlah kasus oknum Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan yang ditangkap aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba menjadi perhatian serius DPRD Kota Medan.

Sepanjang 2026, setidaknya tiga oknum Kepling di Kota Medan tercatat ditangkap aparat kepolisian dalam kasus narkoba. Bahkan, para oknum tersebut diduga tidak sekadar sebagai pengguna, tetapi ada yang diduga berperan dalam jaringan peredaran narkoba.

Tiga kasus tersebut masing-masing melibatkan MF (41), Kepling di Medan Barat yang ditangkap Polrestabes Medan pada Maret 2026 di Kelurahan Pulau Brayan Kota. Kemudian AR (37), Kepling di Medan Polonia yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut pada 15 Agustus 2026 di Jalan Starban.

Terbaru, FAP (41), seorang Kepling wanita di Kecamatan Medan Maimun, ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Medan pada akhir Agustus 2026 di kawasan Jalan Brigjen Katamso.

Rentetan kasus tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen dan pengangkatan Kepling.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, mendesak Pemkot Medan mendesak segera dilakukan revisi terhadap Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan.

Menurut Syaiful, salah satu poin penting yang harus dimasukkan dalam revisi Perda tersebut adalah persyaratan calon Kepling wajib bebas dari narkoba yang dibuktikan melalui tes narkoba sebelum proses pengangkatan.

“Kita mendesak Pemkot supaya merevisi Perda Kepling, terutama mencantumkan poin menjadi Kepling harus bebas narkoba,” ujar Syaiful Ramadhan di Medan, Minggu (06/09/2026). 

Ia menjelaskan, persyaratan bebas narkoba tersebut belum secara tegas tercantum dalam Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017. Padahal, posisi Kepling sangat strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat dan menjadi salah satu unsur pemerintahan yang berada paling dekat dengan warga.

Syaiful yang juga merupakan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan menilai, seorang Kepling semestinya mampu menjadi pengayom sekaligus teladan bagi masyarakat, bukan justru terseret dalam praktik penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

“Ini kasus serius. Ada Kepling yang kedapatan memiliki ribual pil ekstasi dan narkoba jenis baru, ini tentu mencoreng marwah Kota Medan,” tegasnya.

Karena itu, menurut Syaiful, persyaratan bebas narkoba harus menjadi syarat wajib dan tidak boleh sekadar formalitas dalam setiap proses rekrutmen maupun pengangkatan Kepling.

Ia mendorong agar setiap calon Kepling menjalani pemeriksaan atau tes narkoba yang dilakukan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain pada tahap seleksi, pemeriksaan berkala juga dinilai perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas aparatur di tingkat lingkungan.

“Jangan sampai orang yang seharusnya ikut menjaga masyarakat justru terlibat dalam peredaran narkoba. Rekrutmen Kepling harus benar-benar selektif. Bebas narkoba harus menjadi salah satu syarat mutlak,” tegasnya.

Saat ini, berdasarkan data Pemkot Medan, terdapat 2.001 Kepling yang tersebar di 152 kelurahan pada 21 Kecamatan dengan luas wilayah Kota Medan mencapai sekitar 26.510 hektare.

Menurut Syaiful, jumlah Kepling yang mencapai ribuan orang tersebut menunjukkan pentingnya sistem rekrutmen dan pengawasan yang kuat. Tidak hanya persoalan narkoba, sejumlah persoalan lain terkait Kepling juga masih menjadi polemik di tengah masyarakat, termasuk proses pengangkatan dan periodisasi jabatan.

“Selain narkoba, masalah Kepling yang lain juga masih menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat, seperti pengangkatan dan periodisasi,” pungkasnya.(bundo)

5 September 2026

  



Binjai | Indonesia Berkibar News  
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Binjai melaksanakan kegiatan patroli bersama skala besar pada Sabtu (05/09/2026 )pukul 21.00 wib dan Patroli gabungan lintas instansi ini digelar sebagai wujud nyata sinergitas untuk memantau situasi keamanan secara langsung sekaligus mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Binjai.


Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di lapangan apel polres binjai dijalan sultan hasanudin kecamatan binjai kota yang diikuti oleh personel gabungan dari TNI, Polri, danki pasmob I  , Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Rombongan kapolres binjai walikota binjai Drs H Amir Hamzah, Dandim 0203 diwakili Danramil16/BU Kapten inf Joni Siagian, danyon raider 100/ps Letkol Inf Amirul Husin SE.,M.I.P maupun Danki 1 pasmob 1 Ipda Usmanto ,SH, Kadishub Binjai,serta kasat pol PP,  selanjutnya bergerak memimpin patroli dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, menyusuri jalur-jalur protokol, pusat aktivitas masyarakat, hingga objek vital di Kota Binjai


Kapolres Binjai menegaskan bahwa patroli bersama ini merupakan bukti kekompakan jajaran pimpinan daerah dalam menjamin rasa aman bagi seluruh warga masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan ditujukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak kriminal jalanan,(street crime) premanisme, serta mencegah aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat pada akhir pekan


Langkah persuasif ini diambil guna menyerap informasi langsung mengenai situasi keamanan serta mengimbau masyarakat untuk tetap aktif menjaga ketertiban lingkungan masing masing serta seluruh rangkaian kegiatan patroli skala besar ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Hingga selesainya operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah hukum Polres Binjai dilaporkan tetap aman kondusif dan terkendali.(HumasresBinjai/zul)



 



Binjai | Indonesia Berkibar News -
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menghadiri peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) MUI Binjai di Jalan A.R. Hakim, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Sabtu (05/09/2026).

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., turut memberikan dukungan terhadap hadirnya lembaga pendidikan tersebut. Menurut beliau pendidikan yang mengedepankan ilmu pengetahuan sekaligus nilai moral dan agama merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun generasi yang mampu menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP., menyampaikan bahwa kehadiran STIQ bukan sekadar mendirikan lembaga pendidikan, namun merupakan investasi untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Kehadiran STIQ MUI Binjai diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah untuk melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, berakhlak dan memiliki kepedulian sosial.

Dalam kegiatan tersebut turut dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara MUI Kota Binjai dengan BAZNAS serta STIQ MUI Binjai dengan BAZNAS Kota Binjai. Kegiatan juga dirangkai dengan pemberian tali asih kepada para peserta berprestasi pada MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.

Pesan edukatif dari hadirnya STIQ MUI Binjai adalah bahwa membangun masa depan tidak cukup hanya dengan mencerdaskan pikiran, tetapi juga harus membentuk akhlak, integritas dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, ulama, dunia usaha dan masyarakat, STIQ MUI Binjai diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi Kota Binjai, Sumatera Utara dan Indonesia.(Humasresbinjai/zul)



4 September 2026

  


Tapsel | Indonesia Berkibar  News
- Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) segera dimulai. Kepastian tersebut disampaikan saat keduanya mengunjungi hunian sementara (Huntara) di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru.


Dalam kunjungan kerja pada Jumat (04/09/2026), Wapres Gibran menemui masyarakat penghuni Huntara yang berasal dari Desa Garoga dan Hutagodang, Kecamatan Batangtoru. Mereka merupakan penyintas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.


Saat menemui masyarakat di lokasi, Wapres Gibran menyampaikan permohonan maaf karena hingga kini warga masih harus tinggal di Huntara. Karena itu, ia memastikan proses pembangunan Huntap akan dimulai bulan ini agar pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat.


“Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan (Huntap), sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” ujarnya.


Sebanyak 699 unit rumah akan dibangun pemerintah di atas lahan seluas 18 hektare, tepat di sebelah lokasi Huntara di Desa Napa. Sembari menunggu pembangunan Huntap selesai, pemerintah memastikan warga yang masih tinggal di Huntara tetap mendapatkan kehidupan yang layak.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution turut memberikan semangat kepada warga yang telah tinggal selama beberapa bulan di Huntara setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga terus memberikan dukungan terhadap proses penyediaan Huntap, termasuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat terdampak.


"Beberapa tempat sudah ada Huntap yang selesai dibangun. Bagi yang belum, pemerintah telah berupaya secepatnya mendapatkan lahan untuk membangun. Salah satunya di sini, sehingga masyarakat mendapat kepastian untuk bisa tinggal di hunian tetap nantinya," ujar Gubernur Bobby Nasution.


Selain meninjau Huntara dan lokasi Huntap, Wapres Gibran bersama Gubernur Bobby juga mengunjungi sejumlah lokasi pembangunan infrastruktur serta program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan agar masyarakat dapat segera menjalani kehidupan secara layak dan kembali beraktivitas seperti biasa di tempat tinggal yang baru.


"Yang terpenting itu masyarakat yang terdampak bencana bisa segera hidup lebih baik. Dan bisa memperbaiki kehidupan ekonominya. Karenanya yang dipikirkan bukan hanya hunian saja, tetapi faktor pendukung lainnya," sebut Gubernur Bobby Nasution.


Salah seorang warga penghuni Huntara, Eti, menyampaikan terima kasih atas bantuan hunian yang diberikan pemerintah. Sebelumnya, ia harus mengontrak rumah untuk tempat tinggal, meskipun biaya sewanya ditanggung pemerintah.


“Kami bersyukur juga, sebab pemerintah udah bangun rumah. Kami ucapkan terima kasih untuk pemerintah, udah (dibangunkan) huntara kami. Jadi harapanku, huntap cepat dibangun,” ujar Eti.(bundo/marwan)


 


Binjai | Indonesia Berkibar News
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. melaksanakan ibadah sholat Ju'mat berjemaah bersama elemen masyarakat di masjid raya kota binjai pada Jumat (04/09/2026). Kegiatan keagamaan ini dilakukan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat sekaligus untuk mempererat jalinan silaturahmi antara aparat penegak hukum dan warga di Masjid Raya Kota Binjai Jalan Kh Wahid Hasyim Kecamatan Binjai Kota pada pukul 12.00 wib


Seusai menunaikan ibadah sholat Jumat, Kapolres Binjai didampingi  Pejabat Utama (PJU) Polres binjai meluangkan waktu untuk berdialog langsung dengan tokoh agama,alim , ulama dan warga sekitar. Kesempatan ini digunakan pihak kepolisian untuk mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, maupun masukan terkait situasi kamtibmas di lingkungan sekitar.


Kapolres Binjai menegaskan bahwa kegiatan Jumat ini merupakan program untuk memastikan kepolisian selalu dekat dengan masyarakat dan siap melayani masyarakat. Melalui interaksi tatap muka di rumah ibadah, Polri berkomitmen untuk membangun komunikasi yang inklusif demi menyerap informasi kamtibmas secara cepat dan akurat


Dalam pesan kamtibmasnya, Kapolres binjai mengajak seluruh jemaah untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, mengantisipasi peredaran narkoba, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Sinergitas yang kokoh antara ulama, tokoh masyarakat, dan kepolisian menjadi pilar utama dalam menciptakan situasi kota yang aman, sejuk, dan kondusif.(Humasresbinjai/torong)



 



Tapteng | Indonesia Berkibar News -
 Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungan kerja untuk meninjau hunian tetap serta sejumlah infrastruktur di wilayah Tapanuli.


Kedatangan Wapres Gibran di Bandar Udara Dr Ferdinand Lumban Tobing, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), disambut langsung Gubernur Bobby Nasution bersama Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Jumat (04/09/2026).


Usai penyambutan, Wapres Gibran bersama Gubernur Bobby Nasution langsung menuju sejumlah lokasi peninjauan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.


Di Tapteng, Wapres Gibran meninjau sejumlah sektor, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur. Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni SMAN 1 Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.


Rangkaian peninjauan kemudian dilanjutkan ke sejumlah lokasi hunian tetap dan infrastruktur, di antaranya Hunian Tetap Kelurahan Aek Parombunan, Kota Sibolga, serta Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.


Selanjutnya, Wapres Gibran bersama Gubernur Bobby Nasution meninjau Hunian Tetap Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Hunian Tetap Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.


Selain itu, keduanya juga meninjau Jembatan Garoga di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Hunian Tetap Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.(bundo)


3 September 2026


 


Taput | Indonesia Berkibar News
- Pelayanan Puskesmas Paniaran, Kabupaten Tapanuli Utara, dipertanyakan setelah Eduard Hutapea orang tua seorang anak berinisial HH (balita) mengaku kecewa tidak mendapat surat rujukan untuk pemeriksaan penunjang Rontgen maupun CT-Scan, meski anaknya mengalami benturan keras di bagian belakang kepala, Kamis (03/09/2026).

 

Eduard Hutapea, orang tua korban, membawa anaknya ke Puskesmas demi memastikan tidak ada cedera berbahaya. Meski pendaftaran rujukan lewat aplikasi Mobile JKN sudah diproses, surat rujukan justru ditolak. Kepala Puskesmas dr. Tiurma Sinaga menilai kondisi anak tidak layak untuk pemeriksaan tersebut, dan mengarahkan Eduard menemui dr. Basaria  Lumban Gaol bagian pengaduan RSUD Tarutung, pernyataan  kapus sepertinya mempersulit keluarga pasien ,dan Eduard pun membawa anaknya langsung ke RSUD Tarutung untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan biaya sendiri serba keterbatasan dan setelah  dilayani mencoba konfirmasi dengan  dr.Basaria Lumban Gaol dan beliau tercengang heran kenapa kepada saya  harus minta penjelasan,seharusnya Kapus bisa mengedukasi keluarga pasien,apa diagnosa penyakitnya, menenangkan pasien, kenapa bapak capek kemari dari Tarutung ke Siborong-borong ungkapnya heran,memang saya benar dihubungi tapi komunikasi belum dapat saya tanggapi lalu ponselnya langsung mati.

 

Pemerhati Sosial Drs. Amon Sormin, MM  meminta Dinas Kesehatan Taput meninjau kasus ini. Menurutnya, rujukan harus berdasarkan kebutuhan medis dan kemampuan Faskes sesuai Permenkes No.16 Tahun 2024 serta UU No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jika tidak dirujuk, alasan medis harus dijelaskan secara transparan dan tercatat dalam rekam medis demi keselamatan pasien.

 Dengan waktu yang sama awak  Media konformasi dengan  Ketua Komisi C DPRD  Tapanuli Utara Mangoloi Pardede coba kalau ada keluhan biar bisa kami menanggapi mohon lampirkan surat kepada Ketua DPRD Taput biar ada gawe kita memanggil Kapus tersebut dengan disposisi Ketua DPRD. 

Hingga berita ini diturunkan, dr. Tiurma Sinaga belum memberikan tanggapan.(Saulus LG)

Diberdayakan oleh Blogger.