25 September 2020


Medan | Indonesia Berkibar News
- Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si silaturahmi dan audiensi dengan Ikatan Pelajar Al-Washliyah Sumut bertempat di Ruang Perjamuan Mapolda Sumut, Jumat (25-09-2020)

Turut hadir bapak Chairul Amri Ketua Ikatan Pelajar Al-Washliyah Sumut,bapak Muhammad Rahmat selaku Sekretaris, bapak M. Mulyadi selaku Bendahara dan bapak Akhlan Zohari anggota

Kapolda Sumut menyampaikan situasi kamtibmas Sumut saat ini kepada Ikatan Pelajar Al Wasliyah dimana Sumut menempati peringkat 7 konfirmasi positif Covid-19 terbanyak dimana 416 orang meninggal dunia serta yang terpapar 9.560 orang. 

Hal ini dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat Sumut untuk menerapkan protokol kesehatan. Jika masih banyak masyarakat yang tidak disiplin maka akan semakin banyak yang menjadi korban.

"Jika tidak dihentikan maka dikhawatirkan pada bulan Desember fasilitas kesehatan di Sumut tidak akan mampu menampung dan menangani para pasien terpapar Covid-19" ujarnya

Jenderal bintang dua tersebut mengatakan bahwa Polda Sumut dan jajaran terus berupaya dalam membantu menanggulangi dampak akibat pandemi Covid-19 ini salah satunya di sektor perekonomian

Masing-masing Polres jajaran membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dengan membentuk "Kampung Paten" serta memberi bibit tanaman jagung disektor pertanian dan bibit ikan di sektor perikanan

Selain permasalahan Covid-19, Kapolda Sumut juga meminta Ikatan Pelajar Al-Washliyah Sumut bersama-sama memberantas Narkotika karena sangat berbahay dan menghancurkan masa depan generasi bangsa

"Saya tidak akan segan-segan memberi tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku penyalahgunaan Narkotika", jelasnya

Kapolda Sumut juga meminta Ikatan Pelajar Al-Washliyah Sumut membantu dalam meningkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan masyarakat menjadi bangsa Indonesia. 

Mari bersama kita tingkatkan rasa nasionalisme dalam seluruh lapisan masyarakat guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif serta terciptanya kerukunan antar umat beragama khususnya di wilayah Sumut", pesan Kapolda Sumut.(zulherman)


24 September 2020

  Tandatangani Pakta Integritas Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19




KPU Tetapkan Akhyar-Salman Nomor Urut 1, Bobby-Aulia 2


Medan | Indonesia Berkibar News -
 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi mendapat  nomor urut 1. Sedangkan pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rahman mendapat nomor 2 pada Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, 9 Desember 2020. 

Pengundian itu dilakukan pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut sekaligus penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid 19 di Santika Dyandra Hotel Medan, Kamis (24-09-2020). 

Pengundian dilakukan memakai alat yang disediakan KPU Medan untuk menghindari kontak langsung seperti biasanya. Hal ini sebagai upaya pencegahan dan protokol kesehatan. 

Setelah itu, paslon nomor 1 Akhyar-Salman dan Paslon Nomor 2 Bobby-Aulia melakukan penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid 19 disaksikan Ketua KPU Medan Agussyah R Damanik didampingi Komisioner KPU Medan M Naldi Khair, Edi Suhartono, Zefrizal, Nana Minarti, Sekretaris Nirwan dan Kasubaghumas Taufik serta Ketua Bawaslu Medan Sipayung Harahap.

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi bertekad akan meraih kemenangan Pilkada Medan seperti kemenangan Eramas pada Pilgubsu lalu. 

Salman mengaku bersyukur mendapat nomor urut 1. Bagi paslon AMAN, nomor tersebut mudah diingat. Salman juga menyinggung kemenangan Eramas pada Pilgubsu lalu yang mendapat nomor 1.

"Saya berdoa tadi malam untuk mendapatkan nomor yang mudah diingat. Alhamdulillah mungkin kami teringat pada pilgub yang lalu pasangan Eramas nomor 1 yang mendapatkan suara 80% dan insha Alloh pasangan AMAN mendapat 80% suara masyarakat kota Medan," ujarnya. 

Sementara paslon Bobby-Aulia saat menyampaikan sambutannya berharap Pilkada mendatang aman, damai dan sejuk. 

"Terima kasih kepada KPU yang telah menyelenggarakan pengundian nomor urut pada hari ini. Terima kasih kepada Bawaslu Sebagai penyelenggara pemilu hari ini kami sebagai kandidat sudah mengikuti dan sudah selesai mengambil nomor urut calon walikota dan wakil walikota, Kami berharap Pilkada kali ini menjadi Pilkada yang damai, pilkada yang sejuk, aman selama kampanye," katanya. 

Ketua KPU Kota Medan Agussyah R Damanik mengatakan rapat Pleno Pengundian dan Penetapan Nomor Urut sekaligus penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid 19 sesuai dengan PKPU Nomor 13 tahun 2020 yang diterbitkan dan juga mengikuti perkembangan protokol kesehatan pelaksanaan Pilkada. 

"Beberapa tahapan sudah kita lakukan dan saat ini penetapan nomor urut untuk paslon. Oleh karena itu untuk mengikuti tahapan-tahapan berikutnya tentu harus sesuai dengan regulasi dan peraturan-peraturan yang tahapan-tahapan penting mulai dari sekarang ini kita melakukan komitmen bersama dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan pencegahan covid-19," ujarnya. 

Karena itu kita agendakan juga kedua pasangan calon untuk menandatangani Pakta integritas pencegahan dan pengendalian 2017 ini sebagai wujud kita bersama komitmen bersama agar seluruh tahapan Dana kampanye itu bisa terselenggarakan dengan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan 19 dan mudah-mudahan ini bisa berlangsung secara baik dan dan sesuai dengan protokol kesehatan dan kita semua tetap sehat dan dalam lindungan Allah yang terdiri bahwa penting sekali kemudian yang mati pasangan tahapan kemudian nomor dan ketetapannya ini menandakan proses-proses sebelumnya sudah kita lewati dari mulai tahapan pencalonan dari mulai proses pendaftaran kemudian kita lakukan penelitian teknik aplikasi dan bahkan ada dokumen perbaikan sampai kepada kesimpulan tapi kota Medan pada tanggal 23 September 2020 kemarin  yang secara resmi menetapkan Pasangan calon jadi kedua pasangan ini sudah secara resmi dan sah kami memutuskan sebagai pasangan dan oleh karena itu untuk mengikuti tahapan-tahapan berikutnya tentu harus sesuai dengan regulasi dan peraturan-peraturan yang tahapan-tahapan penting sekali mulai dari sekarang ini kita melakukan komitmen bersama dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Oleh karena itu kita agendakan juga kedua pasangan calon untuk menandatangani Pakta integritas pencegahan dan pengendalian 2017 ini sebagai wujud kita bersama komitmen bersama agar seluruh tahapan Dana kampanye itu bisa terselenggarakan dengan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan 19 dan mudah-mudahan ini bisa berlangsung secara baik dan dan sesuai dengan protokol kesehatan dan kita semua tetap sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta'ala dan selalu mendoakan agar berlalu di Kota Medan.(fitrah/zul)


Jakarta | Indonesia Berkibar News -
Kepolisian Republik Indonesia tidak akan mengeluarkan ijin keramaian saat pilkada serentak 9 Desember 2020. 

Demikian diungkapkan Irjen Pol Imam Sugianto saat menjadi salah satu nara sumber dalam diskusi daring (Webinar) yang diselenggarakan oleh Masyarakat  dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu PWI) dengan tema “Menimbang Pilkada 2020 : Tetap 9 Desember 2020 atau Ditunda Demi Keselamatan Bersama” pada Kamis (24-09-2020) siang.

"Polri sudah berkirim surat baik ke Polres Polda, Polres dan Polsek untuk tidak mengeluarkan ijin keramaian saat pilkada 9 desember 2020, Polri juga akan menindak tegas pelaku pelanggaran protokol kesehatan saat pilkada nanti," ujar jenderal bintang dua ini.

Imam Sugianto menjelaskan kepolisian republik Indonesia akan bertindak tegas untuk menegakkan aturan dengan berpedoman pada Undang-undang (UU) 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dan UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 

"Apabila terdapat pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan, bukan hanya masyarakat tapi mereka yang menjadi penanggunjawab atau ‘provokator’ yang membuat warga berkerumun, kapolri secara tegas mengatakan jika perlu bubarkan,” ujar Imam.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis juga telah mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020, yang isinya sebagai berikut :

1. Pemilihan Kepala Daerah 2020 merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

2. Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru, dengan ini Kapolri mengeluarkan maklumat:

a. Dalam pelaksanaan pemilihan 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19.

b. Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terkait para setiap tahapan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

c. Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan.

d. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (HumasPWI)

23 September 2020


Medan | Indonesia Berkibar News -
Tim Subdit III Dit Reskrimum Polda Sumut menangkap lima pelaku pembunuhan terhadap Jeffry Wijaya (39) yang jasadnya dibuang ke dalam jurang Jalan Medan-Berastagi Km 54-55, Desa Ndaulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, beberapa waktu lalu. 

Adapun ke lima pelaku yang diamankan bernama Edi Suwanto alias Ko Ahwat Tango, Handi alias Ahan, Muhammad Dandi Syahputra, Selamat Nurdin Syahputra alias Tutak, Bagus Aryanto alias Bagus dan Arif

Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar, Rabu (23-09-2020), mengatakan motif pembunuhan yang dilakukan ke lima tersangka ditenggarai masalah utang piutang bisnis judi online sebesar Rp766 juta. 

"Jadi, korban Jeffry menjamin utang rekannya bernama Dani kepada tersangka Edi Suwanto," katanya didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kasubbdit III Dit Reskrimum Poldasu Kompol Taryono. 

Namun, Irwan menerangkan utang yang dijaminkan korban Jeffry tidak kunjung dibayar kepada tersangka Edi sehingga timbul niat untuk menculik korban agar membayar utang judi tersebut. 

"Dari niatan itu, tersangka Edi menyuruh tersangka Handi bersama tiga rekannya melakukan penculikan terhadap korban," terangnya. 

Lebih lanjut, Irwan menerangkan para tersangka pun berhasil menculik korban dengan cara berpura-pura membeli mobil (korban-red) yang dijual. Setelah berhasil ditangkap, korban pun masukkan ke dalam mobil lalu dibawa ke salah satu gudang di Marelan. 

"Nah, saat tiba di gudang para tersangka menganiaya korban dengan alasan agar mau membayar utang serta memberitahukan keberadaan Dani. Tetapi, karena mendapat perlakuan kekerasan menyebabkan korban meninggal dunia," terangnya sembari menambahkan para tersangka pun membuang jasad korban ke jurang di kawasan Berastagi, Tanah Karo..

Irwan menerangkan, personil Dit Reskrimum Polda Sumut yang menerima laporan tentang penemuan jasad korban yang meninggal karena dibunuh langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan seluruh barang bukti yang didapat dari TKP. 

Hasilnya, lima pelaku dapat ditangkap secara terpisah dan ketika menjalani pemeriksaan mengakui perbuatannya telah membunuh korban Jefrry Wijaya secara sadis.

"Sebenarnya pelakunya lebih dari lima oranng telah kita tangkap ini. Saat ini mereka masih dalam pengejaran," terangnya. 

Diketahui, dalam penangkapan itu petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti empat handphone, cincin emas, tas, dan dua unit mobil yang digunakan para pelaku untuk menculik dan menghabisi nyawa korban.

Disinggung mengenai peran ke lima tersangka, Irwan menyebutkan ke lima memiliki peran yang berbeda. Seperti tersangka Handi yang menjadi otak merancanakan untuk menculik korban. Bahkan, tersangka dijanjikan uang senilai Rp15 dari tersanga Edi Suwanto. 

"Dalam kasus ini ke lima tersangka dikenakan Pasal 340 Subs Pasal 338 Jo 55, 56, KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, dan penjara paling lama 15 tahun," pungkasnya.(zulherman)



Medan | Indonesia Berkibar News - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan melalui Surat Keputusan No. 790/PL.02.3-Kpt/1271/KPU-Kot/IX/2020 tertanggal 23 September 2020 menetapkan Muhammad Bobby Afif Nasution – H. Aulia Rachman SE dan Ir. H. Akhyar Nasution, M, Si – H. Salman Alfarisi, Lc, MA sebagai Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2020.

Ketua KPU Kota Medan Agussyah Ramadani Damanik mengatakan dengan ditetapkannya kedua pasangan calon yang telah mendaftar pada 4-6 September lalu, maka Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan 2020 memiliki dua pasangan calon yang akan dipilih masyarakat Kota Medan pada Rabu, 9 Desember 2020. Pasangan calon tersebut ditetapkan setelah KPU Kota Medan melakukan verifikasi dokumen syarat calon baik dimasa setelah pendaftaran maupun paska perbaikan dokumen syarat calon.

“Melalui Surat Keputusan No 790/PL.02.3-Kpt/1271/KPU-Kot/IX/2020 tertanggal 23 September 2020 kami menetapkan Muhammad Bobby Afif Nasution – H. Aulia Rachman SE dan Ir. H. Akhyar Nasution, M, Si – H. Salman Alfarisi, Lc, MA sebagai Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2020,” kata Agussyah didampingi komisioner KPU Kota Medan Zefrizal, Edy Suhartono, Nana Miranti dan M. Rinaldi Khair di Kantor KPU Kota Medan, Jalan Kejaksaan No. 37 Medan, Rabu (23-09-2020).

Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon dilakukan secara tertutup sesuai dengan amanah Peraturan KPU No 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan KPU No 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan dan Surat Keputusan KPU RI No 394 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran, Penelitian dan Perbaikan Dokumen Persyaratan, Penetapan serta Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon. Selain itu, KPU juga berpandangan penetapan dilakukan tanpa mengundang Pasangan Calon agar tidak terjadi potensi kerumunan massa di Kantor KPU Kota Medan mengingat saat ini Pemilihan Serentak diselenggarakan di tengah wabah pandemi Covid-19.

Setelah penetapan, KPU Kota Medan akan melakukan Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut sekaligus menggelar penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang dilakukan oleh Pasangan Calon pada Kamis, 24 September 2020 di Hotel Santika Dyandra. Dalam kegiatan tersebut, KPU Kota Medan menegaskan agar Pasangan Calon dan Tim Kampanye tidak melakukan pengumpulan dan pengerahan massa pendukung serta simpatisan ke lokasi rapat pleno terbuka. Agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Agussyah menambahkan, KPU Kota Medan memfasilitasi siaran langsung rapat pleno terbuka melalui mediasosial facebook KPU Kota Medan dan instagram @kpukota_medan. Pemanfaatan teknologi informasi dilakukan agar masyarakat pendukung maupun simpatisan Pasangan Calon dapat menyaksikannya di tempat masing-masing tanpa harus berkerumun.(fitrah/zul)



22 September 2020
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menggelar paripurna laporan pertanggungjawaban kegiatan pelaksanaan Reses III masa sidang III tahun anggaran 2020, Selasa (22/9/2020). Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Medan, Hasyim SE didampingi 3 Wakil Ketua, Ihwan Ritonga, Rajuddin Sagala dan Bahrumsyah SH serta dihadiri Sekdako Medan Ir Wiriya Alrahman MM mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi.


Berbagai permasalahan disampaikan para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I hingga V. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan drainase, perbaikan maupun penambahan lampu jalan, hingga masalah kesehatan serta bantuan pemerintah. Kegiatan reses dilaksanakan dengan tatap muka maupun metode door to door dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menjemput aspirasi masyarakat, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral anggota DPRD terhadap konstituen di masing-masing daerah pemilihan.


Laporan daerah pemilihan (dapil) I meliputi Kecamatan Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Petisah, Medan Baru disampaikan oleh Anggota DPRD Medan dari Dapil I yang diwakili oleh Edward Hutabarat. Disebutkan, masyarakat mengeluhkan sistem belajar daring yang kurang efektif bagi perkembangan anak, dan menambah beban orangtua karena harus membeli kuota internet. Selain itu dipertanyakan juga, saldo Kartu Indonesia Pintar yang sampai saat ini belum terisi.


Berbagai permasalahan disampaikan, seperti penyediaan dan perbaikan lampu jalan di Kelurahan Silalas, Jalan Adam Malik, Jalan Jambu dan Jalan Sungai Deli, Jalan Rakyat Sei Agul, Danau Poso, Mesjid Sei Agul, Karya Gang Ayam, Karya Setuju Gang Ikhlas dan Gang Bilal. Warga juga mengeluhkan pelayanan BPJS kesehatan melalui rumah sakit karena adanya batas waktu rawat inap.


"Masyarakat juga meminta agar dilakukan perbaikan drainase, di Jalan Asrama, Budi Luhur, Sempurna, Jalan Karya Dame, Karya Gang Rukun, Karya Setuju dekat Mesjid Silaturrahim, Jalan Bakti Luhur perbatasan Jalan Asrama,"kata Edward seraya menambahkan, adanya permohonan kenaikan honor guru mengaji, dan sebagian guru mengaji belum menerima honor sejak Januari lalu.


"Semua hasil reses ini merupakan aspirasi murni yang diserap langsung dari masyarakat dan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19,''tutup Edward seraya menyebutkan 8 dewan yang menggelar reses III tahun 2020 ini, yakni H Rajuddin Sagala, Dame Duma Sari Hutagalung, Edward Hutabarat, Robi Barus, Antonius D Tumanggor, Rudiawan Sitorus, Renville Pandapotan Napitupulu dan Abdul Rahman Nasution.

Sementara, laporan reses Dapil II yang meliputi Kecamatan Marelan, Labuhan, Medan Deli dan Belawan yang disampaikan Sudari ST, masyarakat meminta segera dilakukan perbaikan di Jalan Pancing I Martubung dan Pancing II, Kompleks TKBM Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. Perbaikan drainase pembuangan ke laut di Jalan TM Pahlawan Lorong Aman Belawan I, pembuatan benteng penahan pasang air laut di sekeliling Belawan Sicanang, perbaikan drainase di Jalan Platina, perbaikan parit dan jalan di TM Pahlawan Lorong Kenanga Belawan I dan perbaikan jalan serta drainase di Simpang Cingwan sampai dengan Kompleks Graha Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.


"Agar diperhatikan masalah limbah di Sungai Paya Pasir, Marelan yang disebabkan oleh perusahaan di sana. Selain itu pembuangan limbah dari PT KIM berdampak pada masyarakat Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan menyebabkan air sangat kotor dan beraroma busuk, dan berdampak negatif terhadap tambak di Kelurahan Sei Mati sehingga selalu gagal panen,''ujar Sudari, mewakili laporan reses anggota dewan Dapil II, yakni HT Bachrumsyah SH MH, H Aulia Rachman SE, Surianto SG, Siti Suciati SH, Margaret MS, Mulia Asri Rambe (Bayek), T Erdiansyah Rendy SH, Abdul Latif Lubis MPd, Abdul Rani SH, Sudari ST, Janses Simbolon dan Ishaq Abrar Mustafa Tarigan SIP.


Disebutkan juga, agar bantuan KIS, PKH didata ulang para penerimanya. Selain itu diminta segera direalisasikan gedung SLTA negeri di Kecamatan Medan Deli. "Dimasa pandemi ini, agar dibebaskan biaya pendidikan baik sekolah swasta maupun negeri dan diberi bantuan pengadaan kuota internet bagi anak dirik yang saat ini melakukan belajar secara daring,"kata Sudari.


Untuk Dapil III yang meliputi Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Timur yang disampaikan perwakilan dewan Dapil III, Irwansyah Sag SH, masyarakat meminta perbaikan drainase di Jalan Perwira, Jalan Asrama, Jalan Rakyat Gang Laskrida, Jalan M Yakub Ujung Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan dan Jalan Rakyat Pelita II, Gang Serayu, Medan Perjuangan.


"Untuk Dinas Pertamanan dan Kebersihan, kami minta dilakukan perbaikan lampu di Jalan Sehati Gang Salak, pembuatan lampu jalan Sehati, pembersihan sampah di Jalan Mesjid Taufik, perbaikan tiang listrik di Jalan Asrama Kampung Kristen, pemasangan lampu jalan di Pelita IV, penggantian tiang listrik kayu menjadi beton di Jalan M Yakub Ujung, dan penyediaan sarana pembuangan sampah di Medan Perjuangan,"kata Irwansyah.


Dinas Kesehatan Kota Medan diminta melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Pelita III. Untuk Dinas Sosial diharapkan menambah bantuan sembako selama pandemi Covid-19, penyaluran BLT tepat sasaran dan memperhatikan untuk pencairan bantuan sosial karena ada warga yang belum pernah dicairkan. Dinas Pendidikan diharapkan mengurangi uang sekolah di masa pandemi covid-19 dan kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan secara normal dengan mengikuti aturan kesehatan Covid-19.


"Kami berharap dengan laporan hasil reses ini menjadi masukan bagi Pemko Medan dalam melaksanakan kinerjanya,"tutup Irwansyah. Adapun dewan yang melaksanakan kegiatan reses III tahun 2020 di Dapil III ini, Ir Sahat Simbolon, Paul MA Simanjuntak, Drs Wong Chun Sen MPdB, Modesta Marpaung AM.Keb,SKM, Irwansyah SAg SH dan Edwin Sugesti Nasution SE MM.

Laporan hasil reses III tahun 2020 oleh anggota dewan Dapil IV diwakili Dedy Aksyari Nasution ST yang menyampaikan aspirasi masyarakat di Dapil III yakni, Kecamatan Medan Amplas, Medan Area, Medan Denai dan Medan Kota. Disebutkan Kecamatan Medan Amplas meminta agar dilakukan pembuatan dan perbaikan drainase di Jalan Garu III Gang Seriti dan Garu IV Gang Meranti. Juga penyediaan tong sampah di Jalan Garu IV Gang Seriti agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.


Kecamatan Medan Area, warga Jalan Puri Gang Waspada dan Gang Repelita memohon revitalisasi parit yang sudah 35 tahun tidak pernah dilakukan. Sepanjang 125 meter parit tidak berfungsi sehingga mengakibatkan air masuk ke rumah warga apabila hujan turun. Masyarakat juga mengeluhkan pembuatan KTP yang sudah berbulan-bulan tak siap.


Kecamatan Medan Denai, diminta perbaikan jalan di Jalan Pertiwi, Tangguk Bongkar, Rawa Cangkuk, Bromo, Panglima Denai dan Jalan Menteng II. Perbaikan lampu jalan di Rawa Cangkuk, Menteng VII, Denai Gang Pipa, Pelajar dan Bromo.


"Kecamatan Medan Kota, diminta perbaikan lampu jalan di Lingkungan 8 Tapian Nauli, Kelurahan Teladan Barat. Pengerukan drainase di Jalan HM Jhoni, Catur, Pencak dan Jati III. Masyarakat Jalan Senam, Jalan Pimpong meminta agar didata ulang Bantuan Langsung Tunai (BLT) karena tidak tepat sasaran,"sebut Dedy mewakili Anggota DPRD Medan Dapil IV, diantaranya Hasyim SE, H Ihwan Ritonga SE MM, David Roni Ganda SE, M Rizki Nugraha, Afif Abdillah SE, Rudiyanto SPdI, Edy Saputra ST, Drs Hendra DS dan Dodi Robert Simangunsong SH.

Terakhir laporan hasil reses Dapil V diwakilkan oleh Habiburrahman Sinuraya SST yang menyampaikan aspirasi masyarakat di Kecamatan Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Selayang dan Medan Sunggal. Disebutkan, masyarakat mengeluhkan pembelajaran secara online selama masa pandemic, biaya paket membengkak dan tidak ada bantuan kuota dari pemerintah maupun sekolah. Sementara orangtua diwajibkan membayar uang sekolah secara penuh. Masyarakat juga mengeluhkan pembagian bantuan selama masa pandemic yang dinilai tidak tepat sasaran.


"Mohon dilanjutkan penyambungan pipa air PDAM Tirtanadi sampai ke ujung jalan SDN 060900 di Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor. Sebagian besar warga di Jalan BZ Hamid masih belum mendapatkan BLT dari pemerintah selama masa pandemic covid-19. Perbaikan jalan di Simalingkar B perbatasan dengan Kwala Bekala,''ujar Habiburahman membacakan hasil reses yang digelar oleh 10 Anggota DPRD Medan Dapil V, yakni Mulia Syahputra Nasution SH, D Edy Eka Suranta S Meliala, Drs Daniel Pinem, Johannes Haratua Hutagalung SSos, Hendri Duinn, Habiburrahman Sinuraya SST, Syaiful Ramadhan, Erwin Siahaan, Sukamto SE dan Burhanuddin Sitepu SH.


Warga meminta perbaikan jalan rusak di Jalan Seroja Raya, Bunga Ester, Jamin Ginting, Pasar IV Bunga Raya, Bayu Tanjung Rejo, Pasar I Tapian Nauli, Pelita II Medan Maimun dan Brigjen Katamso Gang Burung. Perbaikan lampu jalan di Jalan Bunga Rante IV, Bunga Kardiol Ladang Bambu, Bunga Pariaman Ladang Bambu dan penyediaan tiang lampu jalan di B Katamso Gang Lampu I serta pemasangan lampu jalan di Sari Rejo. Perbaikan drainase di Jalan Bunga Mawar 21 Koserna Medan Selayang, Jamin Ginting Simpang Selayang, Beringin Simpang Selayang, Seroja 5, Flamboyan Raya, Jamin Ginting Gang Kenanga, Bunga Kardiol Ladang Bambu, Pasar I hingga IV Tapian Nauli, Sunggal dan Puskesmas Pasar III Lalang Sunggal.


"Kami minta perhatian Dinas PU untuk masa perbaikan infrastruktur, hendaknya pengerjaan tidak dilakukan saat musim hujan sehingga hasil dari pengaspalan jalan berkualitas bagus. Diharapkan Pemko Medan agar mengkaji kembali sistem belajar secara online, masyarakat berharap bantuan paket internet dan keringanan uang sekolah segera direalisasikan,"kata Habiburahman.

Usai menyampaikan laporan hasil reses, masing-masing perwakilan dapil menyerahkan Kepada Ketua DPRD Medan Hasyim SE, dan selanjutnya diserahkan lagi kepada Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Sekda Ir Wiriya Alrahman MM.


Dikatakan Sekda, Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mendatangkan banyak masalah dan tantangan pembangunan yang tidak hanya terkait tuntutan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat, tetapi juga melibatkan dimensi lebih luas, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada banyaknya pengangguran dan masalah lainnya. 


"Saya mengajak semua pemangku kepentingan kota tanpa kecuali untuk dapat bergandengan tangan saling membantu dalam mengatasi masalah pembangunan kota yang ada saat ini. Saya yakin, pembangunan kota hanya dapat efektif bila seluruh stakeholder, baik eksekutif, legislatif, yudikatif, swasta dan masyarakat, serta pers, terus bergandeng tangan menjabarkan dan melaksanakan visi dan misi pembangunan kota yang telah ditetapkan bersama,” ujar Sekda.


Disamping itu, Sekda juga menjelaskan, berdasarkan hasil reses yang telah disampaikan, cukup banyak masukan penting dan strategis, baik bersifat kebijakan, maupun program pembangunan kota yang merefleksikan kebutuhan pokok masyarakat.


"Untuk itu, saya meminta seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan agar mendalami secara seksama hasil-hasil reses yang disampaikan guna dipadu serasikan dengan hasil musrenbang yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus menjadi masukan utama penyusunan prioritas program dalam arah kebijakan umum pembangunan kota," pintanya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengharapkan agar laporan reses segera ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. "Sehingga reses yang dilakukan anggota dewan tidak sia-sia menampung aspirasi masyarakat dan bisa segera ditindaklanjuti,"kata Hasyim.


Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM mengatakan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mendatangkan banyak masalah dan tantangan pembangunan yang tidak hanya terkait tuntutan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat, tetapi juga melibatkan dimensi lebih luas, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada banyaknya pengangguran dan masalah lainnya.  


"Saya mengajak semua pemangku kepentingan kota tanpa kecuali untuk dapat bergandengan tangan saling membantu dalam mengatasi masalah pembangunan kota yang ada saat ini. Saya yakin, pembangunan kota hanya dapat efektif bila seluruh stakeholder, baik eksekutif, legislatif, yudikatif, swasta dan masyarakat, serta pers, terus bergandeng tangan menjabarkan dan melaksanakan visi dan misi pembangunan kota yang telah ditetapkan bersama,” ujar Sekda.

 

Disamping itu, Sekda juga menjelaskan, berdasarkan hasil reses yang telah disampaikan, cukup banyak masukan penting dan strategis, baik bersifat kebijakan, maupun program pembangunan kota yang merefleksikan kebutuhan pokok masyarakat.

 

"Untuk itu, saya meminta seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan agar mendalami secara seksama hasil-hasil reses yang disampaikan guna dipadu serasikan dengan hasil musrenbang yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus menjadi masukan utama penyusunan prioritas program dalam arah kebijakan umum pembangunan kota," pintanya. (redaksi)


Medan | Indonesia Berkibar News
- Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Medan akibat tertundanya pembangunan yang telah diprogramkan Pemko Medan di tahun 2020 akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sebab, anggaran yang telah dipersiapkan direalokasi dan refocusing guna penanganan Covid-19

"Atas nama Pemko Medan, kami minta maaf karena tidak banyak pembangunan yang dilakukan di tahun 2020. Bukan hanya Kota Medan, pembangunan tertunda di seluruh kota di Indonesia bahkan dunia. Insya Allah pembangunan akan kita lanjutkan kembali di tahun 2021," kata Akhyar ketika bersilaturahmi dengan para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan di Taman Cadika Pramuka , Jalan Karya Wisata Medan, Kecamatan Medan Johor, Selasa (22-09-2020).

Agar pembangunan dapat dilaksanakan lanjut Akhyar, dibutuhkan dukungan seluruh masyarakat agar pandemi Covid-19 dapat berakhir dengan selalu mengikuti protokol kesehatan terutama menggunakan masker. Selain itu juga, dukungan dari seluruh media untuk ikut serta membangun kedisiplinan dan kesadaran masyarakat. Dengan harapan, Covid-19 dapat segera berakhir dan pembangunan dapat dilanjutkan.

"Pekerjaan demi pekerjaan sudah kami lakukan. Ruas-ruas jalan sudah banyak yang diperbaiki, begitu juga dengan drainase, telah banyak yang dilakukan pengorekan untuk mengatasi banjir. Lalu, taman-taman kota pun telah dilakukan penataan sehingga dapat semakin nyaman digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai aktifitas. Meski demikian, kami menyadari masih ada juga beberapa ruas jalan dan drainase yang belum tersentuh perbaikan," ungkapnya.

Selanjutnya, dalam silaturahmi yang turut dihadiri Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan HM Husni, Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi, Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane dan Kabid Komunikasi Publik Dinas Kominfo Syaiful Amri, Akhyar di kesempatan itu mengungkapkan bahwa sesungguhnya Kota Medan tidak kalah dengan kota lain di Indonesia.

"Kota Medan sesungguhnya memiliki potensi yang tidak kalah dengan kota-kota lain di Indonesia. Hanya saja dibutuhkan proses dan perencanaan matang untuk mewujudkannya sehingga Kota Medan dapat menjadi lebih baik dalam segala bidang dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan merata oleh masyarakat," bilangnya.

Dari sisi masalah kebersihan, Akhyar mengungkapkan hingga saat ini Pemko Medan terus mencari formulasi untuk mengelola sampah sehingga dapat dimanfaatkan dan dijadikan sesuatu yang bernilai guna. "Hingga saat ini belum ada satupun formulasi yang mampu mengkonfersi sampah jadi hal yang bernilai guna bahkan bernilai ekonomis. Artinya, kita ingin masalah sampah ini ditangani dengan memberikan hasil dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat," terangnya.

"Kami minta dukungan dari rekan-rekan media untuk sama-sama membangun image Kota Medan lewat informasi yang diberitakan. Karena, apabila keberhasilan yang diberitakan, tentu image Kota Medan menjadi lebih baik. Sebab, Medan rumah kita bersama, maju mundurnya juga tergantung dari kita. Maka, mari kita jaga, rawat dan bangun bersama," ajaknya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan Muhammad Edison Ginting menuturkan, ajang silaturahmi menjadi kesempatan untuk saling bertukar pikiran termasuk berdiskusi tentang pembangunan Kota Medan dengan stakeholder pembangunan terkait khususnya para insan pers yang bertugas di lingkungan Pemko Medan.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk ikut andil dalam pembangunan Kota Medan di samping memiliki tugas sebagai social control di tengah masyarakat. Untuk itulah, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pikiran yang hasilnya dapat menjadi kontribusi bagi Kota Medan," kata Ginting.

 Kemudian, Ginting juga mengucapkan terima kasih kepada Plt Wali Kota karena selama ini telah banyak memberikan masukan dan senantiasa menjaga hubungan baik dengan para jurnalis khususnya di lingkungan Pemko Medan sebagai mitra dan sebuah keluarga.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Plt Wali Kota dan seluruh jajaran Pemko Medan yang senantiasa membangun hubungan baik dengan insan pers. Semoga silaturahmi ini terus terbangun dan terjalin baik sehingga menghasilkan sesuatu yang berdampak baik bagi masyarakat," harapnya.(bundo)


 


 


Diberdayakan oleh Blogger.