18 Mei 2026

JAKARTA, Indonesiaberkibarnews.com - Pernyataan Presiden RI terkait urgensi ketahanan energi dalam KTT BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, 7 Mei lalu menjadi sinyal serius untuk ketahanan ekonomi keluarga di wilayah penyangga perkotaan.

Ketidakstabilan global yang mendorong kenaikan harga energi dinilai dapat berdampak langsung pada meningkatnya biaya distribusi pangan juga kebutuhan pokok, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat di kawasan padat penduduk dan kelompok ekonomi rentan, Minggu (17/5/2026)

Masyarakat di wilayah penyangga Jakarta, seperti RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya, Depok, menjadi salah satu kelompok yang mulai mengantisipasi dampak tersebut. Di kawasan padat penduduk ini, ancaman kenaikan harga pangan menjadi beban ganda bagi keluarga pensiunan yang telah kehilangan 30–50 persen pendapatan mereka.

Menghadapi keterbatasan lahan dan penurunan daya beli tersebut, Universitas Pertamina menginisiasi langkah preventif dengan memanfaatkan Posyandu sebagai pusat edukasi ketahanan pangan keluarga.

"Posyandu adalah simpul sosial yang sangat kuat karena berada di garda terdepan keluarga. Melalui wadah tersebut, kita mentransformasikan pesan Presiden mengenai ketahanan pangan menjadi aksi nyata. Kami membina warga agar mampu memproduksi pangan sendiri, sehingga dapur mereka tetap aman meskipun terjadi guncangan harga di pasar global," ucap Evi Sofia; Ketua Tim PkM Universitas Pertamina.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah sistem Budikdamber atau Budidaya Ikan dalam Ember yang terintegrasi dengan hidroponik. Melalui model ini, warga bisa memanen protein ikan sekaligus sayuran secara bersamaan hanya memanfaatkan teras rumah yang sempit.

Model ini dinilai sangat efisien karena menerapkan sistem resirkulasi nutrisi alami. Dalam sistem tersebut, limbah ikan diolah secara mandiri menjadi pupuk bagi tanaman, sehingga warga dapat meminimalisir penggunaan air serta biaya perawatan namun tetap memperoleh hasil panen yang maksimal.

Peserta program yang didominasi oleh warga RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya yang antusias mengubah lahan sempit menjadi unit produksi pangan mandiri. Program yang telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2025 ini menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat, terutama kelompok pensiunan yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Di tengah tekanan perekonomian dan ketidakpastian global, kemandirian pangan adalah pertahanan terbaik. Dengan modal yang sangat terjangkau, satu keluarga dapat menekan pengeluaran belanja pangan bulanan secara signifikan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun harga energi melonjak," sebut Evi.

Manfaat nyata dari kemandirian pangan ini dirasakan langsung oleh warga di tingkat akar rumput. Ketua RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya, Endang Sungkono, menambahkan bahwa warga di wilayahnya kini memiliki aktivitas produktif yang memberikan dampak instan bagi konsumsi harian keluarga.

"Dengan hadirnya inovasi Budikdamber ini, warga kami, khususnya para pensiunan, menjadi lebih berdaya. Selain membantu ekonomi, kegiatan ini juga memberikan semangat baru bagi warga untuk tetap produktif meski di lahan terbatas," beber Endang.

Pjs Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, menegaskan pentingnya peran akademisi dalam mentransformasikan isu global menjadi solusi nyata. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah konkret universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-2 (Tanpa Kelaparan) dan poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

“Universitas Pertamina (UPER) berkomitmen menghadirkan inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Masalah ketahanan energi dan pangan yang diserukan Presiden memerlukan respons akademis yang aplikatif. Melalui penguatan ekonomi keluarga berbasis komunitas seperti ini, kita sedang membangun fondasi ketahanan nasional yang lebih kokoh dari tingkat yang paling dasar,” tutupnya. (JBR/66)


JAKARTA, Indonesiaberkibarnews.com - Tantangan mobilitas di wilayah megapolitan seperti Jakarta, yang populasinya diprediksi mencapai 42 juta jiwa pada 2026 (PBB), kini berada di titik kritis terkait inklusivitas ruang publik.

Sebagai potret umum kota besar di tanah air, infrastruktur pedestrian seringkali terabaikan di tengah masifnya dengan pembangunan fisik. Temuan di lapangan mengungkap ironi: 90 persen trotoar di setiap pusat-pusat aktivitas justru dikuasai parkir liar dan PKL (Koalisi Pejalan Kaki, 2026), Minggu (17/5/2026)

Dampaknya paling dirasakan oleh penyandang disabilitas, di mana 70 persen fasilitas guiding block tidak lagi berfungsi karena rusak atau tertutup permanen (Pertuni, 2026).

Ketidaksiapan infrastruktur pedestrian ini menjadi alasan kuat mengapa Jakarta hanya menempati peringkat ke-46 dari 60 kota dalam Indeks Kesiapan Mobilitas Perkotaan Global. Peringkat ini menjadi pengingat bahwa kualitas mobilitas sebuah kota tidak hanya diukur dengan pertumbuhan penduduk, tetapi juga dari integritas jalur pedestrian yang menjamin hak keamanan seluruh warga tanpa terkecuali.

Merespons realitas tersebut, mahasiswa Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) yang tergabung dalam tim Pertalight Public Relations yakni Miftakhul Laili Afifah, Imtiaz Ahmad dan Zhaira Zata Aqma, merancang kampanye komunikasi publik bertajuk "Jejak Kota: Langkah Jakarta Menuju Inklusivitas".

Inisiatif ini berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Public Relations Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, menyisihkan 20 tim dari berbagai universitas nasional.

"Krisis pedestrian di Jakarta berakar pada masalah perilaku dan lemahnya penegakan aturan. Tanpa empati masyarakat juga pengawasan yang ketat, infrastruktur trotoar akan terus kehilangan nilai fungsinya bagi kehidupan sehari-hari warga," tutur Imtiaz Ahmad, perwakilan dari tim.

Dampak dari kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Penyalahgunaan trotoar berkontribusi pada 18.302 kasus kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki (Goodstats, 2025). Tim Pertalight kemudian menghitung estimasi kerugian ekonomi dari angka yang menggunakan pendekatan Severity Index berbasis aktuaria, sebuah metode yang lazim digunakan dalam kajian risiko keselamatan jalan dan menghasilkan estimasi kerugian total sekitar Rp380,49 miliar, atau rata-rata Rp20,79 juta per kasus. Angka ini bersifat estimasi kalkulatif berdasarkan data kecelakaan yang tersedia, bukan hasil audit kerugian langsung, sehingga perlu dibaca sebagai gambaran besaran dampak, bukan angka final yang telah terverifikasi.

Di bawah bimbingan Muhammad Nur Ahadi, M.I.Kom., dan Ita Musfirowati Hanika, M.I.Kom., kampanye "Jejak Kota" dirancang sebagai cetak biru komunikasi inklusif yang dapat diadopsi oleh pemerintah kota lain di Indonesia. Tak hanya merancang aktivasi media sosial, tim juga mendesain aksi edukasi langsung di lapangan, seperti signage interaktif berfitur QR Code yang terhubung ke aplikasi JAKI untuk mempermudah pelaporan kerusakan atau penyalahgunaan trotoar.

Melalui integrasi ini, Imtiaz berharap kampanye tersebut mampu memicu aksi nyata serta menumbuhkan budaya empati warga dalam menjaga ruang publik yang aman dan inklusif bagi pejalan kaki, terutama kelompok disabilitas.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan kontribusi nyata akademisi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin ke-11, yakni mewujudkan Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

“Selain menonjolkan kreativitas, melalui pembelajaran di mata kuliah Produksi Public Relations dan Manajemen Pemasaran Sosial, mahasiswa juga didorong untuk melahirkan solusi praktis yang menyentuh permasalahan mendasar masyarakat. Universitas Pertamina berkomitmen untuk terus mencetak praktisi komunikasi handal yang tak hanya piawai secara teknis, tetapi juga peka terhadap sisi kemanusiaan dari setiap pesan yang mereka rancang,” sebutnya mengakhiri. (JBR/66)

13 Mei 2026

Samosir, IBN - Bupati Vandiko T. Gultom menerima kunjungan Tim United Kingdom Oxford Policy Management Limited (OPML UK) bersama tim Low Carbon Development Initiative (LCDI) di Rumah Dinas Bupati, Kabupaten Samosir, Selasa 12 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau progres pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kabupaten Samosir yang didukung Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris di Indonesia bersama program LCDI.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Senior Leader Private Sector Climate Finance OPML UK Naveed Chaudry, Team Leader Program LCDI-2 Arnold Sitompul, WS 2 Lead LCDI/OPML Abdul Azis Muslim, Senior Provincial Coordinator LCDI/OPML Agus Marwan, serta perwakilan Bapperida Provinsi Sumatera Utara Andriadi dan Mediana Sitorus.

Bupati Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris serta tim LCDI atas dukungan pembangunan pompa air tenaga surya di Kabupaten Samosir.

“Kami merasa sangat terbantu atas bantuan pembangunan pompa air tenaga surya ini. Kehadiran fasilitas ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk mendukung kebutuhan pertanian di Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen mendukung program pembangunan rendah karbon serta terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan dalam sektor pertanian dan pelayanan masyarakat.

Menurut Vandiko, pembangunan PATS menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta menekan biaya operasional petani melalui pemanfaatan energi matahari.

Ia juga berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui program-program pembangunan lainnya yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah Kabupaten Samosir siap mendukung berbagai program yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki lima unit PATS. Pada tahun 2026 akan dibangun lima unit tambahan, termasuk dukungan dari Pemerintah Inggris, sehingga total menjadi 10 unit. Empat unit di antaranya bersumber dari APBD Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, Team Leader LCDI/OPML Arnold Sitompul menjelaskan bahwa Kabupaten Samosir dipilih sebagai lokasi pembangunan PATS karena dinilai memiliki komitmen nyata dalam penerapan pembangunan rendah karbon.

“Kami melihat Pemerintah Kabupaten Samosir telah lebih dahulu menginisiasi pemanfaatan energi rendah karbon melalui beberapa unit PATS. Inisiatif ini sangat baik dan perlu didukung agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Arnold menambahkan, progres pembangunan berjalan baik dan pihaknya berharap pompa air tenaga surya dapat segera dioperasikan setelah seluruh tahapan selesai.

Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Kabupaten Samosir optimistis mampu mewujudkan pertanian modern yang maju, mandiri, dan ramah lingkungan.

( P Simbolon )


Samosir, IBN - Konsolidasi dan Pelantikan pengurus wilayah Tele dan Wilayah Samosir serta Pengurus 38 Sektor oleh Ketum PSBI Effendi Muara Sakti Simbolon berjalan sukses, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom kembali dipercaya sebagai Penasehat PSBI Wilayah Samosir. Kegiatan tersebut berlangsung di Sopo Bolon HKBP Pangururan, Selasa 12 Mei 2026.

Acara yang sarat kekeluargaan, keakraban tersebut diawali kebaktian, konsolidasi dan pelantikan pengurus PSBI ditandai juga dengan tradisi adat Batak yang dilandasi Dalihan Natolu berupa pemberian tudu-tuduni sipanganon dari Marga Simbolon ke Marga Limbong, sebaliknya pemberian ulos ,pemberian Dekke (ikan mas) dari marga Limbong (tulang) kepada marga Simbolon, hadir juga marga Silalahi Raja sebagai Boru Sihabolonon marga Simbolon.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom mengapresiasi kekompakan persatuan marga Simbolon. Dibawah kepemimpinan Effendi MS. Simbolon, Vandiko menilai PSBI terus berkembang dan semakin maju.

"Selamat dan sukses acara konsolidasi dan pelantikan pengurus wilayah dan sektor. Pengurus yang terpilih harus mampu merangkul seluruh pomparan Simbolon. Sehingga PSBI bersatu dan mendukung pembangunan Samosir," ungkapnya

Sebagai bagian dari Marga Simbolon (Bere), Vandiko yang juga sebagai pembina PSBI Wilayah Samosir berharap pengurus yang baru dilantik dapat menyusun program , menarik benang merah dari setiap program unggulan yang sudah diluncurkan Pemkab Samosir. Program Unggulan tersebut diantaranya BPJS gratis dan sudah UHC dengan capaian 99 persen, bantuan pertanian kepada kelompok tani, beasiswa berprestasi dan kurang mampu sebesar 4,3 Miliar, terus meningkat dari tahun sebelumnya, bantuan permodalan nol persen untuk UMKM, satu-satunya di Sumut. Disamping itu Vandiko menegaskan Pemkab. Samosir juga siap melakukan pendampingan kepada PSBI yang bergerak dibidang UMKM.

"Tahun depan akan kita support, inilah komitmen kami silahkan susun program dan sesuaikan dengan program unggulan Pemkab Samosir. Semoga PSBI semakin berdampak dan terlibat dalam pembangunan di Samosir," kata Vandiko

Ia berharap Ketum PSBI juga semakin terlibat dalam pembangunan Kabupaten Samosir dan Indonesia pada umumnya.

"Semoga Tulang Ketum Effendi Simbolon semakin sukses, serta semakin terlibat dalam berbagi pembangunan di Indonesia khususnya Samosir," ungkap Vandiko

Sementara itu, Ketua Umum PSBI Effendi Muara Sakti Simbolon mengajak seluruh pomparan Simbolon di 156 wilayah untuk menjaga persatuan dan memperkuat ikatan persaudaraan. Ketum PSBI memuji kemajuan Kabupaten Samosir dalam beberapa tahun terakhir yang sarat dengan kemajuan.

“Kami ikut merasakan pertumbuhan dan perkembangan Samosir. Di bawah kepemimpinan Vandiko, banyak perubahan yang nyata dirasakan masyarakat,” ungkap Effendi.

Untuk menjaga kelestarian budaya, Effendi mendorong Pemkab Samosir untuk memberikan penghargaan kepada marga-marga yang peduli dengan pelestarian adat termasuk si 7 sohe, serta pelaku seni. Ia juga mendorong agar organisasi marga-marga turut mengambil peran dalam mendukung pembangunan dan program pemerintah.

Dari sekian banyak program unggulan Pemkab. Samosir, Effendi memberikan apresiasi dan mendorong PSBI memanfaatkan peluang tersebut.

"Pengurus wilayah dan Sektor PSBI harus dapat ambil bagian dalam program tersebut, manfaatkan dengan baik, tentunya harus mengikuti aturan, jalin koordinasi dengan pemerintah," ungkapnya

Mengakhiri sambutannya, Ketum Effendi merencanakan akan melakukan kunjungan ke setiap sektor untuk mempererat hubungan satu sama lain.

"Sejak lahir kita sudah Simbolon, diikat dalam persaudaraan dan kekerabatan , lintas perpaduan budaya, agama tetapi dalam sekat bahwa kita adalah satu keturunan. Kekerabatan jauh lebih kuat dari undang-undang apapun, suatu hal yang sulit digambarkan hampir satu garis dibawah keyakinan," ungkapnya memberi semangat

Turut hadir Sekjen PSBI Jonner Simbolon, Sipitu Sohe, PPLMI, BTN, Dirut BPODT Arditama Nusantara Putra , Ketua PSBI Wilayah Samosir terpilih Ferry Simbolon, Ketua PSBI Wilayah Tele terpilih Mangelek Simbolon, pengurus dan anggota dari 38 sektor, pejabat tinggi Pratama jajaran Pemkab Samosir.

( P Simbolon )

12 Mei 2026

 


DELISERDANG - Untaian ucapan terima kasih terlontar dari para pekerja pembangunan Ruko CBD Helvetia yang terletak di Jalan Veteran Desa Manunggal, Labuhan Deli, Deliserdang.


Perasaan itu diungkapkan setelah para pekerja tersebut bisa bekerja kembali setelah beberapa hari berhenti karena menunggu proses pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).


"Alhamdulillah, kita sudah bisa bekerja lagi, sehingga dapat memenuhi nafkah untuk keluarga kami," ungkap Ahmad, mewakili puluhan pekerja lainnya, Selasa (12/5/2026).


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak pengembang yang dengan cepat menyelesaikan persoalan administrasi, sehingga mereka dapat bekerja kembali.


"Kami bekerja untuk menafkahi keluarga, dan pas kemarin sempat berhenti membuat kami bingung. Beruntunglah pihak manajemen cepat mengurus administrasinya," sambung Ahmad, riang.


Terpisah, Juru bicara PT Sukses Unlimited Income Solution selaku pengembang perumahan J Siddik mengatakan, PBG untuk pembangunan CBD Helvetia sudah diterbitkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.


"Alhamdulillah, semuanya (pengurusan berkas-berkas) berjalan lancar. Dan mulai Minggu ini proses pembangunan pun sudah berjalan," tandasnya. (Red)


JAKARTA, IBN - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Bumi Berseru Fest 2025 yang kini memasuki tahap akhir atau Awarding Day.

Program ini dirancang sebagai platform kolaboratif berbasis inovasi teknologi yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga akselerasi implementasi solusi nyata di masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sebanyak 13,4% dari total 84.139 desa/kelurahan di Indonesia telah mengalami setidaknya satu jenis pencemaran lingkungan. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya mitigasi yang komprehensif, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat termasuk akses terhadap air bersih, kesehatan, serta keberlanjutan ekosistem.

Antusiasme publik terhadap program ini tercermin dari partisipasi lebih dari 2.200 pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Melalui proses seleksi yang ketat dan bertahap, sebanyak 83 tim terpilih untuk mengikuti sesi pitching secara daring. Selanjutnya, 47 tim terbaik memperoleh dukungan pendanaan dan pendampingan untuk mengimplementasikan program inovasi lingkungan secara langsung di masyarakat.


Pada periode implementasi yang berlangsung selama tiga bulan, peserta menjalankan berbagai inisiatif lingkungan secara langsung di tengah masyarakat. Telkom turut memberikan pendampingan intensif melalui sesi mentoring, penguatan kapasitas, evaluasi berkala guna memastikan setiap solusi memiliki dampak yang terukur dan tepat sasaran.

Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan penyelenggaraan Awarding Day Bumi Berseru Fest 2025 pada 25 April 2026. Pada tahap akhir ini, 47 semifinalis kembali mempresentasikan hasil implementasi program mereka di hadapan dewan juri. Dari proses tersebut, terpilih 17 inovator terbaik nasional yang dinilai berhasil menghadirkan solusi inovatif dengan dampak signifikan terhadap lingkungan.

Pada kategori Teknologi Hijau, penghargaan diberikan kepada Carbon Circle Community dan Satu Banten. Untuk kategori Aksi untuk Bumi, sub-kategori Air diraih oleh Hima Biologi, Blue Triangle Conservation, serta Kelompok Muda Pecinta Hutan Desa Hoder.

Sementara sub-kategori Tanah dimenangkan oleh Komunitas Urban Farming Lebak, EkoSwara, dan HPAI Malang Raya, Kamis (7/5/2026).

Sementara itu, pada kategori Inovasi Eco-Produk, sub-kategori Daur Ulang dimenangkan oleh Tenun Ikat by Nay Collection, Underwater Crafting, dan Sekar Handycraft. Sub-kategori Gaya Hidup diraih oleh Hanenda.idn, Oentukmu.id, dan Noto Godhong, serta sub-kategori Material Inovatif dimenangkan oleh Binangan Jabu, Tano Puan, dan King Leaf Internasional.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk menciptakan dampak berkelanjutan.

“Telkom meyakini bahwa setiap inovasi harus memiliki model keberlanjutan yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim dan pengurangan pencemaran lingkungan. Melalui program ini, kami tidak hanya mendorong lahirnya ide-ide kreatif, tetapi juga memastikan implementasinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Hery.

Program Bumi Berseru Fest merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Ke depan, Telkom berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai enabler dalam ekosistem digital dan keberlanjutan dengan mendorong kolaborasi lintas sektor.

Melalui berbagai inisiatif inovatif, Telkom berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan lingkungan nasional secara berkelanjutan. (JBR/66)



Tebing Tinggi, IBN - Pemerintah Kota Tebing Tinggi berkomitmen mengulang masa kejayaan sebagai ikon program Keluarga Berencana (KB) Pria. Hal ini ditegaskan Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, saat membuka kegiatan Pelayanan MOP (Metode Operasi Pria) Tahun 2026 di Aula RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Rabu (06/05/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa program KB telah terbukti efektif menekan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. Lebih dari itu, program ini dinilai berhasil mentransformasi pandangan masyarakat mengenai pentingnya nilai sebuah keluarga, kesejahteraan dan ketahanan keluarga.

Wali Kota mengenang kembali pencapaian historis di mana pada tahun 2006 silam, Kota Tebing Tinggi pernah menjadi ikon untuk pelaksanaan MOP.

"Hal ini semoga menjadi motivasi kepada kita untuk membangkitkan semangat dalam meraih penghargaan dan mengulang kesuksesan kita pada masa yang lalu. Dan pada tahun 2025, Kota Tebing Tinggi mendapat penghargaan kelompok KB Pria Terbaik III tingkat Sumatera Utara," ujar Wali Kota.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para akseptor yang secara sukarela berpartisipasi. Wali Kota berharap mereka dapat menjadi motivator bagi pria lainnya di Kota Tebing Tinggi untuk tidak ragu ikut serta dalam program serupa di masa mendatang. Kepada pihak RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Wali Kota menginstruksikan agar memberikan pelayanan medis terbaik dan maksimal bagi seluruh peserta.

"Kepada pihak RS Kumpulan Pane, saya mengucapkan terima kasih karena telah ikut memfasilitasi kegiatan ini. Berilah pelayanan yang terbaik kepada calon akseptor yang berpartisipasi mensukseskan program ini," kata Wali Kota.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB), Dedi Parulian Siagian, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada UU No. 52 Tahun 2009 serta Rencana Kerja Dinas PPKB 2026.

Selain untuk meningkatkan partisipasi pria dalam ber-KB secara gratis dan berkualitas, momentum ini juga digelar dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 tahun 2026.

"Tercatat sebanyak 40 akseptor mengikuti program MOP dan 25 akseptor mengikuti Metode Operasi Wanita (MOW). Sasarannya adalah Pasangan Usia Subur (PUS)," jelas Kadis PPKB.

Kadis PPKB juga menambahkan bahwa pelaksanaan Kontap MOW dijadwalkan berlangsung pada Kamis (07/05) esok hari mulai pukul 07.00 WIB. Ia juga menghimbau agar para akseptor dapat hadir dalam keadaan berpuasa.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para akseptor dan sesi foto bersama. Turut hadir dalam acara ini Sekdako Erwin Suheri Damanik, Kadis Kesehatan dr. Fitri Sari Saragih, Kadis PUPR Tora Daeng Masaro, Kadis Pendidikan Muhammad Deni Saragih, Ketua IBI Kota Tebing Tinggi Asrinab, serta jajaran Camat atau yang mewakili.

(Torong)
Diberdayakan oleh Blogger.