18 Juli 2026






Nias Barat| Indonesia Berkibar News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan jalan penghubung Kabupaten Nias Selatan (Nisel) dan Kabupaten Nias Barat (Nisbar) segera dimulai pada Agustus 2026. Kepastian tersebut disampaikan saat meninjau langsung kondisi ruas jalan di jalur pantai barat yang selama ini mengalami kerusakan parah.


Peninjauan dilakukan Bobby Nasution dalam rangkaian agenda berkantor di Kepulauan Nias, Sabtu (18/07/2026). Bersama rombongan, ia menyusuri ruas jalan mulai dari Desa Silimbowo Siwalawa, Kecamatan Lolowau, Nias Selatan, hingga Kecamatan Sirombu, Nias Barat, untuk memastikan kesiapan pembangunan infrastruktur di jalur strategis tersebut.


Saat berada di lokasi plang proyek pembangunan jalan milik Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK), Bobby menegaskan pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Kecamatan Lolowau menuju wilayah Nias Barat.


"Untuk tahap pertama ini, kita kerjakan pembangunan jalan dari sini (Kecamatan Lolowau) sampai ke Nias Barat," ujar Bobby kepada warga.


Selain meninjau jalan, Bobby  juga mengecek kondisi Jembatan Lahomi yang mengalami kerusakan pada sebagian struktur sehingga sementara waktu ditutup menggunakan batang kelapa.


"Kita kerjakan bertahap ya bapak/ibu, nggak bisa sekaligus. Untuk tahun ini kita mulai bulan depan (Agustus 2026)," ujar Bobby, seraya menyebutkan tahap awal pembangunan akan mencakup sepanjang 2,3 kilometer.


Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga merespons aspirasi masyarakat terkait perbaikan jaringan irigasi yang mengairi sekitar 500 hektare sawah. Saat ini, sebagian besar saluran irigasi tidak lagi berfungsi optimal akibat keterbatasan pasokan air.


"Sebenarnya kalau arealnya 1.000 sampai 3.000 hektare, itu baru urusan provinsi. Sedangkan di bawah itu, menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Namun kalau memang diperlukan, kita (Pemprov Sumut) bisa bantu sebagian," kata Bobby didampingi Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu.


Bobby juga mengingatkan masyarakat agar mendukung dan menjaga proses pembangunan sehingga dapat berjalan lancar. Menurutnya, pekerjaan seperti pembangunan drainase di sekitar permukiman warga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat.


Sementara itu, warga Kecamatan Lolowau, Lestari Buulolo, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jalan yang telah dinantikan masyarakat selama puluhan tahun.


"Kami terima kasih sekali kepada Pak Gubernur sudah mau membangun jalan ini. Apalagi beliau kan datang langsung ke lokasi melihat kondisinya. Tentu ini yang kami harapkan," ujar Lestari.


Menurut Lestari, pembangunan jalan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata di kawasan pantai barat Pulau Nias yang memiliki potensi alam sangat indah.


Selain meninjau jalan dan jembatan, Gubernur bersama rombongan dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat juga menyapa masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui. Bobby turut mengunjungi Puskesmas Lahusa yang baru diresmikan serta meninjau salah satu sekolah di Kecamatan Sirombu, Nias Barat.(bundo)




Nias Selatan| Indonesia Berkibar News
-  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memerintahkan penanganan cepat seorang pasien penderita tumor ganas yang ditemuinya saat kunjungan kerja di Kabupaten Nias Selatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memastikan seluruh biaya pengobatan dan operasi pasien tersebut akan ditanggung hingga proses penanganan selesai.


Saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di halaman Puskesmas Lagundri, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (18/07/2026), Bobby Nasution bertemu langsung dengan Padimasi Ziraluo, warga yang telah menderita tumor ganas di lengannya selama 11 tahun. Melihat kondisinya, Bobby langsung memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut untuk segera membawa pasien ke Medan guna menjalani operasi.


"Ibu tidak usah pikirkan makan, biaya, yang lain, kita akan obati, ibu fokus pengobatannya, kita akan segera bawa ke Medan untuk segera dioperasi," kata Bobby Nasution.


Selain menemui Padimasi, Bobby Nasution juga meninjau dua pasien yang sedang menjalani tindakan medis di Bus Operasi Mobile milik Pemprov Sumut. Menurutnya, layanan kesehatan bergerak tersebut akan diperkuat agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah.


"Kita akan menambah busnya tahun depan, termasuk tenaga medisnya sembari menunggu peningkatan fasilitas Puskesmas dan RS di daerah-daerah," kata Bobby Nasution yang datang bersama Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu.


Padimasi mengaku bersyukur mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumut. Ia juga berterima kasih karena seluruh biaya pengobatan dan operasinya dipastikan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumut.


"Saya sangat berterima kasih, mudah-mudahan cepat bisa diobati, sudah 11 tahun ini dan terus makin besar dan semakin sakit," kata Padimasi.


Kunjungan tersebut merupakan hari keempat Bobby Nasution berkantor di Kepulauan Nias. Setelah dari Nias Selatan, ia dijadwalkan melanjutkan agenda bertemu masyarakat di Kota Gunungsitoli sebelum kembali ke Medan pada Senin (20/7/2026).(bundo)


 


Binjai | Indonesia Berkibar News
- Kapolres Binjai, AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., selaku Pembina Bhayangkari, mengadakan kegiatan tatap muka dengan jajaran Bhayangkari Cabang Binjai. Acara ini berlangsung hangat di Aula Anindya Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kota Binjai, pada Jumat (17/07/2026).

Dalam arahannya, AKBP Bimo mengajak seluruh anggota Bhayangkari untuk senantiasa mendukung kinerja suami dalam menjalankan tugas kepolisian. Beliau juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial di era digital saat ini.

"Ibu-ibu Bhayangkari tidak dibenarkan membuat atau menyebarkan konten yang bersifat negatif. Kita harus selalu mencerminkan perilaku dan gaya hidup yang bersahaja," terang AKBP Bimo.

Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan bahaya kejahatan siber yang kian marak dan memakan banyak korban. Beliau secara khusus mengimbau agar seluruh anggota waspada dan menghindari jeratan pinjaman online (pinjol) maupun judi online (judol). Tidak kalah penting, beliau juga meminta para ibu untuk secara aktif mengawasi putra-putrinya dalam penggunaan media sosial.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bhayangkari Cabang Binjai, Ny. Tika Bimo, turut mengajak seluruh anggota untuk senantiasa menjaga kehormatan dan jati diri sebagai Bhayangkari. Senada dengan arahan Kapolres, ia kembali mengingatkan pentingnya menunjukkan sikap serta perilaku yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kapolres Binjai bersama Ketua Bhayangkari menyerahkan tali asih kepada para guru TK Kemala Bhayangkari Binjai dan para Warakawuri. Penyerahan tali asih ini menjadi bentuk nyata apresiasi dan kepedulian keluarga besar Polres Binjai.(Humas Polres Binjai/Zul)

17 Juli 2026



Medan| Indonesia Berkibar News
- Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengajak Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru untuk bersinergi erat demi mewujudkan kawasan Belawan menjadi wilayah yang indah, aman, dan bebas dari kriminalitas. 

Ajakan ini disampaikan Zakiyuddin saat menghadiri acara pisah sambut Kapolres Pelabuhan Belawan dari AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., CPHR., kepada AKBP Aditya S.P. Sembiring M., S.I.K, di Mapolres Pelabuhan Belawan, Jumat (17/07/2026).

​"Hari ini kita dihadiri oleh dua orang hebat. Satu yang datang untuk memulai tugas, dan satu lagi yang akan pergi mengemban tugas baru," kata Zakiyuddin dalam sambutannya.

​Dalam kesempatan itu, Zakiyuddin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada AKBP Rosef Efendi atas dedikasi dan kerja kerasnya selama memimpin Polres Pelabuhan Belawan, khususnya dalam menjaga kondusifitas wilayah dari kejahatan jalanan.

​"Saudara Rosef sudah berbuat banyak untuk Belawan, terutama dalam memberantas begal, tawuran, dan peredaran narkoba," ungkap Zakiyuddin.

​Ia pun menaruh harapan besar kepada Kapolres yang baru, AKBP Aditya S.P. Sembiring, untuk mempertahankan dan melanjutkan tongkat estafet perjuangan tersebut, terutama dalam memberantas peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat.

​"Kami berharap Pak Aditya bisa meneruskan apa yang telah dikerjakan Pak Rosef. Kalau Belawan bisa aman dan nyaman, pasti Belawan akan terlihat sangat indah karena letaknya yang dikelilingi oleh laut. Kita harus bergandengan tangan membangun dan membenahi Belawan yang kita cintai bersama," harapnya.

​Sementara itu, AKBP Rosef Efendi menyampaikan kesan mendalamnya selama bertugas di Belawan. Ia mengaku sangat terkesan dengan kebersamaan warga setempat.

​"Selama menjabat, saya sama sekali tidak merasakan kerawanan di Belawan. Bagi saya, semua masyarakat di sini adalah kawan dan keluarga," kenang Rosef.

​Di sisi lain, Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru, AKBP Aditya S.P. Sembiring, memohon doa serta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Kota Medan.

​"Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan Belawan tempat yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari," tutur Aditya.

​Sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang di Kota Medan, Wakil Wali Kota Medan menyematkan seperangkat pakaian adat Melayu kepada AKBP Aditya S.P. Sembiring. 

​Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Zakiyuddin kepada AKBP Rosef Efendi sebagai bentuk penghargaan, kenang-kenangan, dan ucapan terima kasih atas dedikasi luar biasanya dalam membenahi kawasan Pelabuhan Belawan.(bundo)

  


Nisel | Indonesia Berkibar News
  - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, mengunjungi dua situs megalitik bersejarah di Kabupaten Nias Selatan (Nisel), yakni Bawomataluo dan Tetegewo, Jumat (17/07/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi pariwisata Kepulauan Nias kepada dunia internasional.


Situs Megalitik Bawomataluo diperkirakan berusia sekitar 300 tahun, sedangkan Situs Megalitik Tetegewo diperkirakan telah berusia sekitar 5.000 tahun. Keunikan kedua situs tersebut, dipadukan dengan kekayaan budaya masyarakat Nias, membuat Dubes Prancis terkesan.


"Luar biasa, setelah saya melihatnya, ini sangat menarik dan saya rasa kita bisa memperkuat kerja sama pariwisata karena ini sangat menarik terutama bagi ilmuwan, apalagi kita ada kerja sama dengan universitas di Medan," kata Fabien Penone usai mengunjungi Situs Megalitik Bawomataluo.


Bobby Nasution menjelaskan, semula pertemuannya dengan Dubes Prancis direncanakan berlangsung di Medan. Namun, karena saat ini ia sedang berkantor di Kepulauan Nias, Fabien Penone justru tertarik datang langsung untuk melihat berbagai situs megalitik yang dimiliki daerah tersebut.


"Awalnya mau ketemu di Medan, tetapi kita sedang berkantor di Nias. Setelah kita perlihatkan keindahan Nias, adat budaya, situs Tetegewo dan Bawomataluo, beliau sangat tertarik dan datang ke sini," kata Bobby Nasution didampingi Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu.


Bobby berharap kunjungan Dubes Prancis dapat mendorong meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara, khususnya dari Prancis, ke Kepulauan Nias. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan semakin eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Prancis di berbagai bidang, termasuk kebudayaan.


"Kita tentu berharap kunjungan wisatawan asing khususnya asal Prancis semakin meningkat setelah kunjungan ini, apalagi saat ini Indonesia dan Prancis sedang memperkuat kerja sama termasuk kerja sama bidang budaya," ungkap Bobby Nasution.


Selama berada di Bawomataluo, Bobby Nasution dan Fabien Penone disambut dengan tarian tradisional serta prosesi adat khas Nias Selatan. Keduanya juga menyaksikan tarian perang, mendengarkan sejarah Desa Bawomataluo, serta tradisi lompat batu yang telah menjadi ikon budaya masyarakat Nias.


Kunjungan tersebut merupakan rangkaian hari ketiga Bobby Nasution berkantor di Kepulauan Nias. Setelah itu, ia dijadwalkan meninjau panti jompo serta sejumlah ruas jalan di Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat.(bundo)


 



Nisel| Indonesia Berkibar News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berkomitmen merevitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Desa Hilisao'ötö, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Revitalisasi tersebut dilakukan untuk melestarikan warisan peradaban leluhur sekaligus mengembangkan kawasan itu sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Kepulauan Nias.


Komitmen tersebut disampaikan Bobby Nasution saat mengunjungi Situs Megalitik Tetegewo bersama Duta Besar Prancis, Fabien Penone, Jumat (17/07/2026) sore. Situs yang menyimpan ratusan artefak batu berusia ribuan tahun itu dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat adat Nias.


Dalam kunjungan tersebut, Bobby Nasution bersama rombongan berjalan kaki sekitar 200 meter dari titik pemberhentian kendaraan menuju lokasi situs. Menyusuri jalur menanjak, mereka mendengarkan penjelasan warga mengenai sejarah keberadaan Tetegewo sebagai peninggalan leluhur yang pernah bermukim di kawasan perbukitan.


Di lokasi, Bobby Nasution menyimak kisah mengenai susunan batu-batu megalitik beserta berbagai ukiran dan artefak yang menjadi jejak peradaban masyarakat adat Nias. Susunan batu tersebut diyakini memiliki kemiripan dengan pondasi rumah adat Nias yang hingga kini menjadi identitas budaya masyarakat setempat.


Meski berada di puncak bukit dengan medan yang cukup curam, masyarakat berharap keberadaan situs tersebut tetap terjaga dan mendapat perhatian pemerintah, khususnya melalui penataan kawasan serta peningkatan akses infrastruktur.


"Jadi karena ini peninggalan sejarah penting bagi masyarakat adat Nias, maka ini harus dijaga. Dan yang terpenting juga bagaimana kita bisa merevitalisasi situs ini dan yang lainnya juga, agar batu-batu yang ada ini tetap terjaga," ujarnya.


Menurut Bobby Nasution, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap situs peninggalan sejarah tersebut, baik dari sisi fisik maupun pengelolaan kawasan. Upaya itu juga diarahkan untuk memperkuat promosi Tetegewo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kepulauan Nias.


"Kita ingin membangun Nias, dan untuk situs peninggalan sejarah ini bukan hanya tempatnya saja. Tetapi bagaimana keberadaan artefak-artefak ini bisa menjadi masukan untuk masyarakat dari sisi wisatanya. Ini tugas kita bersama, dan kami Pemprov Sumut akan melakukan revitalisasi," sebut Bobby Nasution.


Sementara itu, warga Nias Selatan, Hulu, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan Bobby Nasution terhadap pembangunan di Kepulauan Nias, termasuk pelestarian situs sejarah yang berada jauh dari pusat kota.


"Kalau bisa tempat ini dibangun lebih bagus lagi, kami tentu sangat berterimakasih. Apalagi kami dengar, Pak Gubernur sudah berapa kali datang ke Nias. Ini menambah harapan kami supaya peninggalan sejarah ini bisa dikunjungi banyak wisatawan," ujar Hulu.


Kehadiran Gubernur Bobby Nasution bersama rombongan juga disambut antusias masyarakat. Ratusan warga memadati kawasan Situs Megalitik Tetegewo untuk menyapa dan mengabadikan momen melalui foto bersama.(bundo)




Bengkalis | Indonesia Berkibar News - Puluhan warga yang mengatasnamakan masyarakat Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, menggelar aksi unjuk rasa di depan sebuah gudang penampungan CPO dan biji kernel ilegal di Jalan Lintas Duri – Dumai Km 12, Desa Air Kulim, Jumat (17/07/2026). Massa mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menindak aktivitas gudang yang mereka duga beroperasi tanpa izin dan telah lama meresahkan masyarakat.


Aksi yang diikuti kalangan ibu rumah tangga dan kaum pria itu mendapat pendampingan dari aktivis LSM Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (Gakorpan), Rahmad Panggabean. 


Dengan menggunakan pengeras suara dan membentangkan spanduk, para peserta aksi secara bergantian menyampaikan tuntutan agar aktivitas penampungan CPO dan kernel di gudang bekas PT Radian Utama dihentikan.


Dalam orasinya, Rahmad Panggabean menilai pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak boleh lagi membiarkan dugaan aktivitas usaha yang menurutnya telah berlangsung bertahun – tahun tersebut.


"Kami meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera menutup aktivitas penampungan CPO dan kernel di gudang ini. Selain diduga melanggar ketentuan perizinan, masyarakat juga mengeluhkan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pencucian CPO dan kernel," ujarnya.


Selain menyoroti aspek legalitas usaha, massa juga menyampaikan keluhan mengenai dampak lingkungan yang mereka rasakan. Sejumlah warga mengaku terganggu oleh bau menyengat yang diduga berasal dari limbah aktivitas di dalam gudang tersebut.


Menurut mereka, kondisi itu telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penyelesaian yang memuaskan dari pihak terkait. Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga meninjau langsung kondisi lingkungan di sekitar lokasi untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran.


Dalam aksi tersebut, massa juga menyebut gudang itu diduga dikelola oleh seorang warga berinisial AMR. Namun hingga berita ini disusun, belum ada keterangan maupun tanggapan dari pihak yang disebutkan terkait tudingan tersebut.


Aksi berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian. Meski demikian, hingga demonstrasi berakhir tidak terlihat adanya perwakilan pemerintah daerah, instansi teknis maupun pihak pengelola gudang yang menemui massa untuk menerima aspirasi ataupun memberikan penjelasan.


Ketiadaan respons dari pihak – pihak yang menjadi sasaran tuntutan membuat para pengunjuk rasa mengaku kecewa. Mereka berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran yang disampaikan masyarakat, termasuk menelusuri aspek perizinan usaha dan dugaan pencemaran lingkungan.


Massa menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. 



Mereka menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang sehat dan bebas dari aktivitas usaha yang diduga merugikan warga sekitar.(yd)

Diberdayakan oleh Blogger.