9 Februari 2026


Samosir | Indonesia Berkibar News
- Sebagai Peringatan Hari Pers Nasional di Samosir berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. 


Bupati dan Wabup Samosir hadir sekaligus menyapa pers di Kezia Beach, ikut juga hadir Ketua DPRD Samosir, Kasi Humas Polres Samosir R. Simarmata, Asisten I, II dan III, serta pimpinan OPD juga organisasi kepemudaan. 


Kehadiran Bupati dan Wabup sebagai bukti kebersamaan sekaligus dukungan sinergitas  kepada media yang bertugas di Samosir. Acara sederhana dengan penuh keakraban dan makna yang ditandai pemotongan kue  dan dihadiri para insan pers yang bertugas di Samosir dengan tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat", Senin (09/02/2026) 


Bupati Vandiko tak lupa mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. "Biarlah hari ini tidak hanya seremonial, akan tetapi dapat menjadi momen silaturahmi antar pers dengan Pemkab Samosir serta saling meningkatkan dengan rasa kebersamaan," ucapnya.


Sementara itu, Kapolres Samosir,  diwakili Kasi Humas R. Simarmata menyampaikan instansi kepolisian tidak anti kritik. "Kepolisian tidak anti kritik  tapi jangan menghakimi, dengan peran pers dan hari pers hari ini  kita bangun Samosir, dengan menjual potensi pemandangan yang cukup indah ini. 


Ditambahkan Ketua Panitia Effendi Naibaho, bahwa hari pers bukan hanya perayaan seremonial  tapi momen refleksi bagi wartawan mengembangkan sayap sebagai wartawan yang lebih profesional.


"Bertambahnya usia pers semoga dapat menjalankan tugas semakin informatif dan akurat serta menjaga demokrasi. Pers sebagai pilar keempat, senantiasa menjunjung tinggi etika dan profesionalisme," ucapnya. 


Ia berharap pers Samosir memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menyajikan berita yang menghadirkan fakta dan kebenaran serta tanggung jawab sosia. (P Simbolon)



Bali | Indonesia Berkibar News
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar aksi bersih Pantai Mertasari, Bali, bersama masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan sebagai wujud komitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir. 


Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026 dengan melibatkan sekitar 200 relawan dari unsur masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan,  perangkat Desa Sanur Kauh.


Aksi bertajuk BERANI Bersih Pantai Mertasari ini menjadi bagian dari dukungan BNI terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan, sekaligus menyambut peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari. 


Sejumlah pihak turut terlibat, di antaranya Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada beserta jajaran, Ketua TPS3R Sekar Tanjung I Wayan Merta, serta Founder Komunitas Malu Dong Komang Sudiarta.


Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan pantai, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


“Kegiatan ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Tantangan pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” cetus Okki lewat keterangan tertulis.


Menurut Okki, Bali memiliki peran strategis sebagai destinasi pariwisata nasional dan internasional, sehingga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, harus dijaga secara konsisten. Upaya tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata dan perekonomian daerah.


“Menjaga bumi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Kebersihan kawasan pesisir merupakan bagian penting dalam menjaga citra dan daya saing pariwisata Bali,” lanjutnya.


Dalam pelaksanaannya, para relawan bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang Pantai Mertasari. Selain aksi bersih pantai, BNI juga menyalurkan bantuan sarana pengelolaan sampah kepada TPS3R Sekar Tanjung berupa mesin pencacah sampah dan mesin press plastik, Senin (09/02/2026)


Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah serta mendorong nilai tambah ekonomi dari pengelolaan sampah berbasis komunitas.


"Komitmen BNI dalam menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan. Perseroan mendorong agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan," tegas Okki.


Melalui program BNI Go Green dan berbagai inisiatif keberlanjutan lainnya, BNI terus mendorong kolaborasi dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, pendampingan masyarakat. 


Upaya ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir. (JBR/66)

  


Langkat| Indonesia Berkibar News - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH melalui Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Langkat dalam rangka Penetapan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Masa Sidang I Tahun Ke-II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Senin (09/02/2026).

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Langkat Sribana Perangin Angin dan dihadiri para Wakil Ketua serta segenap anggota DPRD Langkat, unsur Forkopimda, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Langkat yang disampaikan Wakil Bupati Tiorita Br Surbakti, ditegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat menyambut baik dan mengapresiasi peran DPRD dalam menjembatani serta memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui Pokok-Pokok Pikiran DPRD.

Bupati Syah Afandin menilai, Pokir DPRD memiliki peran strategis dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta program dan kegiatan tahunan pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah siap bersinergi dan berkolaborasi dengan DPRD dalam merealisasikan berbagai program pembangunan yang telah dirancang, guna mewujudkan Langkat yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” demikian disampaikan Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati.

Lebih lanjut ditegaskan, Pokir DPRD bukan sekadar dokumen formal, melainkan representasi suara rakyat yang dihimpun melalui kegiatan reses dan forum dialog bersama masyarakat. Keberadaannya diharapkan mampu menjamin keterwakilan aspirasi rakyat, mendorong partisipasi publik dalam pembangunan, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Langkat Sribana Perangin Angin menegaskan bahwa Pokok-Pokok Pikiran DPRD merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses anggota dewan dan berbagai forum diskusi.

“Pokok-Pokok Pikiran DPRD ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Langkat. Kami berharap pemerintah daerah dapat menjadikannya sebagai salah satu prioritas dalam penyusunan program dan kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ristya Chayani selaku anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Langkat menyampaikan laporan hasil pembahasan Pokir DPRD. 

Ia menjelaskan bahwa Pokir yang telah disetujui merupakan hasil reses dan penjaringan aspirasi masyarakat yang selanjutnya dirumuskan menjadi rekomendasi kegiatan, selaras dengan sasaran dan arah kebijakan RPJMD Kabupaten Langkat.

Dengan ditetapkannya Pokok-Pokok Pikiran DPRD Masa Sidang I Tahun Ke-II Tahun Anggaran 2026 ini, DPRD Kabupaten Langkat menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Sinergi antara eksekutif dan legislatif diharapkan mampu memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat serta membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga Kabupaten Langkat.

Menutup sambutannya, Bupati Langkat melalui Wakil Bupati menyampaikan harapan agar seluruh upaya dan kerja keras dalam membangun daerah senantiasa mendapat perlindungan dan ridho Allah Subhanahu wa ta’ala, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Langkat.(sfn)



Medan | Indonesia Berkibar News
- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) bersama TPID Kab/Kota se Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kesiapan pengendalian inflasi menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026, di Aula Raja Inal Kantor Gubernur, Medan, Jumat (06/02/2026). 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga, khususnya menghadapi peningkatan permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri.

HLM TPID dipimpin oleh Gubernur Provinsi Sumatera Utara dan turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Badan Pusat Statistik, Bulog, Direktur BUMD, BLUD dan BMD Kementerian Dalam Negeri, serta Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian yang turut hadir secara daring.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara akan mulai mengimplementasikan Early Warning System (EWS) secara lebih optimal untuk seluruh wilayah Sumatera Utara serta menerapkan protokol intervensi pengendalian harga di daerah. 

Secara historis, tekanan inflasi di Sumatera Utara cenderung meningkat pada periode tertentu seperti Ramadan dan Idulfitri seiring dengan kenaikan konsumsi masyarakat sehingga dengan EWS ini dapat meningkatkan kewaspadaan dalam memantau perkembangan harga dan memastikan intervensi dapat dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan komoditas pangan di Sumatera Utara berada dalam kondisi surplus sehingga dapat menjamin kebutuhan masyarakat. 

Namun demikian, diperlukan penguatan pada aspek kelancaran distribusi dan kerja sama antardaerah (KAD) antar kabupaten dan kota sehingga pasokan pangan tetap terjaga, mudah diakses masyarakat, dan harga tetap stabil.

HLM TPID Provinsi Sumatera Utara menghasilkan enam rekomendasi strategis pengendalian inflasi melalui sinergi dan kolaborasi, yaitu:

1. Meningkatkan frekuensi dan efektivitas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menerapkan prinsip 4T (Tepat Waktu, Tepat Sasaran, Tepat Lokasi, dan Tepat Komoditas).

2. Memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog untuk menambah pasokan daging sapi dan/atau kerbau ke Provinsi Sumatera Utara melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Bank Indonesia.

3. Menjalin kerja sama dengan produsen daging ayam dan telur ayam ras guna menjamin ketersediaan pasokan.

4. Menyesuaikan atau menunda rencana penyesuaian tarif administered prices (seperti tarif PDAM atau parkir) pada saat tekanan inflasi meningkat.

5. Mengimplementasikan Early Warning System (EWS) secara luas di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

6. Memperkuat koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menimbulkan tekanan terhadap harga pasar.

Berdasarkan rilis BPS, pada bulan Januari 2026 Provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi 3,81% yoy, turun dari inflasi bulan sebelumnya yaitu 4,66% yoy. Namun, inflasi sumut masih diatas inflasi nasional yaitu sebesar 3,55% yoy dan masih diatas sasaran target inflasi nasional yaitu 2,5±1%.

Menjelang Ramadan 2026, perkembangan harga menunjukkan bahwa beberapa komoditas pangan seperti telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit cenderung mengalami penurunan. Sementara itu, sejumlah komoditas lain seperti daging sapi, cabai merah, gula pasir, dan minyak goreng mengalami kenaikan terbatas namun masih berada dalam kondisi terkendali.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula Peluncuran Peta Jalan (Roadmap) Pengendalian Inflasi Provinsi Sumatera Utara oleh Gubernur Sumatera Utara. Roadmap ini merupakan arah strategis pengendalian inflasi ke depan dan disusun melalui kolaborasi seluruh pemerintah kabupaten dan kota se Provinsi Sumatera Utara.


Ke depan, berdasarkan roadmap dan rekomendasi HLM TPID, TPID Provinsi Sumatera Utara memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan tetap terjaga dengan harga yang terjangkau selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. TPID Sumut juga mengimbau masyarakat untuk melakukan belanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan barang guna turut menjaga stabilitas harga.(torong)


 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi memperbarui Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 3 Februari lalu, sebagai langkah konkret untuk menguatkan penegakan hukum di bidang perpajakan. PKS baru menggantikan kesepakatan lama yang berakhir pada 19 Juni 2024.

 

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan, kolaborasi selama tiga tahun (2021-2024) berhasil mengamankan penerimaan negara sebesar Rp2,8 triliun. Sebanyak Rp2,65 triliun diperoleh dari pemblokiran dan penyitaan, sementara sisanya Rp229,55 miliar dari penghentian penyidikan.

 

Selain itu, kerja sama tersebut juga menangani 366 berkas perkara yang dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan, 252 kegiatan penyitaan dan pemblokiran, serta 355 berkas pelimpahan tersangka dan barang bukti, Senin (09/02/2026)

 

Enam Ruang Lingkup Utama PKS Baru

Kesepakatan terbaru mencakup enam poin penting:

 

1. Pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi

2. Penegakan hukum perpajakan

3. Asistensi penanganan perkara

4. Penanganan bersama tindak pidana penipuan atas nama DJP

5. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia

6. Pemanfaatan sarana dan prasarana

 

Bimo menambahkan, penanganan penipuan yang menggunakan nama DJP menjadi fokus khusus mengingat lonjakan pengaduan sebesar 20,2% – dari 1.672 kasus pada 2024 menjadi 2.010 kasus pada 2025.

 

"PKS ini menjadi landasan untuk menerapkan pendekatan multidoor dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mendukung pencapaian target penerimaan pajak," pungkas Bimo.(Indra)


Langkat| Indonesia Berkibar News -
Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH yang diwakili Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH menghadiri acara Pengucapan Janji dan Pemasangan Cap (Capping Day) Akademi Kebidanan (Akbid) Langkat Angkatan XXIV Tahun Akademik 2025–2026, yang digelar di Aula Akbid Pemda Langkat, Senin (09/02/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dr. Juliana, MM, Kepala Badan Kesbangpol Faisal Badawi, para Dewan Pembina, Pengawas dan Pengurus Akbid Langkat, civitas akademika, serta orang tua mahasiswa.

Direktur Akbid Langkat Alfi Laili, S.Keb., S.KM., M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa mahasiswa Tahun Akademik 2025–2026 merupakan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis dan ujian kesehatan. Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 29 mahasiswa dinyatakan diterima.

Ia menjelaskan, selama satu semester proses belajar mengajar telah dilaksanakan sesuai kurikulum dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Setelah mengikuti ujian akhir semester dan ujian praktik, sebanyak 27 mahasiswa dinyatakan lulus Semester I.

Adapun 10 mahasiswa terbaik Semester I Akbid Langkat adalah:

1. Asmarani dengan IP 3,89

2. Sintiya Agustin dengan IP 3,86

3. Aulia Astari dengan IP 3,86

4. Azizah dengan IP 3,83

5. Sazkia Enggita Candhani dengan IP 3,78

6. Novia Tri Rahayu dengan IP 3,78

7. Intan Maulida dengan IP 3,75

8. Fany Darliani dengan IP 3,72

9. Intan Tamara dengan IP 3,69

10. Nurul Ema Yuanda dengan IP 3,69

Sementara itu, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti prosesi pemasangan cap sebagai simbol awal pengabdian di dunia kebidanan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Langkat, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada ananda sekalian. 

Apa yang dilaksanakan hari ini merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengorbanan biaya, waktu dan pikiran. Namun pengorbanan tersebut tidak akan sia-sia karena akan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia menegaskan, prosesi pemasangan cap bukan sekadar seremoni, melainkan penanda kesiapan mahasiswa untuk menempuh pendidikan profesi dengan tanggung jawab moral dan spiritual yang tinggi.

“Dengan mengikuti prosesi pemasangan cap, berarti saudara telah siap menjadi seorang bidan. 

Setiap bidan harus memiliki jiwa penolong dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sumpah dan janji yang telah diucapkan harus benar-benar ditepati dan dilaksanakan karena berkaitan dengan janji kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” tegasnya.

Sebagai tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak, menurut Tiorita, seorang bidan harus memiliki penguasaan disiplin ilmu yang baik, dibarengi dengan sikap dan karakter yang terpuji. Karakter tersebut akan meningkatkan kepercayaan dan simpati masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

Ia juga mengingatkan para mahasiswa bahwa dinamika masyarakat terus berkembang, sehingga menuntut tenaga kesehatan untuk selalu meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri.

“Belajar tidak hanya terbatas di bangku perkuliahan. Pengalaman para senior dapat menjadi referensi berharga dalam mendukung tugas-tugas di lapangan nantinya,” pesannya.

Kepada seluruh civitas akademika Akbid Langkat, Wakil Bupati berharap agar terus menunjukkan kinerja profesional dalam mengelola institusi pendidikan tersebut, sehingga mampu mencetak tenaga kebidanan yang unggul dan berdaya saing.

Sementara kepada para orang tua mahasiswa, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keseriusan dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka hingga menapaki profesi di bidang kesehatan.

“Selamat kepada bapak dan ibu yang telah membekali putra-putrinya untuk menjadi tenaga kesehatan yang akan mengabdi bagi masyarakat,” tutupnya.

Prosesi Capping Day Angkatan XXIV tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi momentum penting bagi mahasiswa Akbid Langkat dalam meneguhkan komitmen pengabdian di bidang kesehatan ibu dan anak.(sfn)

 


Bali | Indonesia Berkibar News - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui satu kali aksi simbolik, tetapi memerlukan edukasi dan perubahan perilaku yang berkelanjutan. 


Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan perilaku ramah lingkungan kepada masyarakat dalam rangkaian program BNI Go Green Berani Bersih Pantai Mertasari di Bali. 


Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Mertasari, Denpasar, tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BNI dengan Komunitas Malu Dong. 


Selain aksi bersih pantai, kegiatan juga difokuskan pada edukasi pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta penerapan gaya hidup ramah lingkungan secara konsisten di tingkat rumah tangga dan komunitas, Senin (09/02/2026) 


Founder Komunitas Malu Dong Komang Sudiarta mengapresiasi keterlibatan aktif BNI dalam mendorong gerakan lingkungan yang berorientasi jangka panjang. 


Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan aksi sesaat, melainkan harus dibarengi dengan pembentukan kebiasaan baru di masyarakat.


“Penanggulangan sampah tidak bisa hanya satu kali aksi. Harus berkelanjutan. Karena itu, edukasi menjadi kunci untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah, terutama sejak dari rumah tangga,” cetus Komang.


Dia menambahkan, sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali membutuhkan kepedulian bersama agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga. Masalah sampah, kata dia, tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada sektor ekonomi dan citra daerah.


Dalam sesi edukasi, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengenalan konsep reduce, reuse, recycle (3R), serta ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari.


“Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Rumah tangga, masyarakat, dan korporasi memiliki peran masing-masing. Jika berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” lanjut Komang.


Terpisah, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan kegiatan edukasi lingkungan tersebut merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.


Menurut Okki, BNI tidak hanya mendorong kegiatan yang bersifat aksi langsung, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.


“Kami meyakini perubahan besar berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui kolaborasi dengan komunitas seperti Malu Dong, BNI ingin menghadirkan dampak nyata sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan,” tegas Okki.


Melalui rangkaian kegiatan bersih pantai dan edukasi lingkungan ini, BNI menegaskan perannya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kontribusi sosial dan lingkungan yang memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan daerah. (JBR/66)

Diberdayakan oleh Blogger.