11 September 2026



Nagan Raya | Indonesia Berkibar News - Pengurus Persiapan Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Nagan Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB). Pada hari Kamis tanggal 10/09/2026 di Rumah makan Desa Ujoeng Fatihah Kabupaten setempat


Rakor tersebut berlangsung alot dan belum membuahkan hasil. Informasi ini disampaikan Pemegang SK Mandat Kepengurusan PD IWO Nagan Raya, Muhammad Hasanuddin kepada media, Jumat (11/09/2026). 


Muhammad Hasanuddin mengatakan, Rakor ini bertujuan membentuk kepengurusan baru yang lebih solid. Langkah ini diambil setelah adanya anggota pada kepengurusan sementara awal yang hengkang.


"Sebelumnya kita telah menunjuk KSB sementara yaitu Ketua TR Sabaruddin, Sekretaris saya sendiri Muhammad Hasanuddin, dan Bendahara Ubit Japar. Berhubung ada anggota yang tidak lagi bersama IWO Nagan Raya, maka perlu kita bentuk kepengurusan yang baru sebelum kepengurusan definitif disahkan oleh PW IWO Aceh," kata Hasanuddin.


Menurutnya, Rakor tidak sekadar seremonial. Harus ada target dan program konkret sehingga PD IWO Nagan Raya segera terbentuk secara definitif.


"Target kami jelas, di akhir tahun 2026 ini KSB yang baru harus terbentuk. Amanat ini tertuang dalam agenda rapat dan disepakati oleh semua anggota," tegasnya.


"Tanpa kerja sama rekan-rekan IWO Nagan Raya, roda organisasi ini tidak akan berjalan. Kita harus kompak dan patuh pada peraturan AD/ART yang telah ada supaya organisasi PD IWO tetap bertahan," ujarnya.


Selain itu, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil Rakor dengan membentuk panitia kecil untuk merumuskan waktu, tempat, dan undangan rapat lanjutan.


"Panitia akan segera merumuskan waktu, tempat, dan undangan. Kita targetkan seluruh anggota IWO Nagan Raya bisa hadir dan terlibat aktif," katanya.


Dalam pelaksanaannya, Hasanuddin mengingatkan agar panitia bekerja secara terencana dan tidak terburu-buru. Ia kemudian menutup rapat dengan sebuah hadih maja Aceh, "Wa lanca wa lance, awai buet dudo pike," yang bermakna jangan bertindak dulu baru berpikir, agar tidak timbul penyesalan.


"Prinsip itu yang kita pegang. Dengan kerja terencana, kita ingin IWO Kabupaten Nagan Raya semakin solid, profesional, dan bermanfaat untuk masyarakat," pungkasnya. (Dh@r)



Nagan Raya | Indonesia Berkibar News -  Camat Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Nasrudin, S.Pd., menegaskan program Pelayanan Tanpa Jarak menjadi fokus utama kepemimpinannya.


Hal itu disampaikan Nasrudin saat doorstop wawancara dengan awak media ini di Simpang Lamie Wilayah  yang berbatasan langsung Kecamatan Darul Makmur dengan Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten setempat, Jumat  (11/09/2026) pukul 11 : 37 WIB


"Pelayanan Tanpa Jarak artinya administrasi kecamatan harus cepat, transparan. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh dan berbelit-belit untuk mendapat pelayanan," ujar Nasrudin.


Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa dibangun jika pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat. "Kalau pelayanan mudah, masyarakat akan percaya. Kalau kepercayaan sudah ada, membangun Tripa Makmur terasa ringan," tegasnya.


Selain Pelayanan Tanpa Jarak, Nasrudin juga memfokuskan pada Penguatan Ekonomi Gampong melalui UMKM dan Sinergi Ulama dan Umara untuk menjaga kekompakan pemerintah dengan tokoh agama.(M.Has)


Ket foto: Camat Nasruddin, S.Pd (kanan) saat di wawancarai, Jum'at (11/09/2026)(M.Has)

10 September 2026

  



Binjai | Indonesia Berkibar News 
- Polres Binjai mengamankan empat pria yang diduga melakukan pungutan liar terhadap pengendara pada Kamis(10/09/2026).


Keempatnya berinisial HS (44), J (43), AS (42), dan JG (34). HS dan J diamankan di Jalan Rukam, Binjai Barat pukul 12.00 wib, sedangkan AS dan JG ditangkap di Jalan Gunung Sinabung, Binjai Selatan pukul 12.10 wib. Petugas turut menyita uang tunai Rp109.000 yang diduga hasil pungli," ucap Ipda Jun Predy, S.H.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Hotdiatur A.W. Purba, menegaskan tidak ada ruang bagi aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Saat ini keempat terduga pelaku dan barang bukti kini diamankan di Satreskrim Polres Binjai untuk proses hukum lebih lanjut," tegas Kasat


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Apabila menemukan adanya aksi premanisme atau pungutan liar, segera laporkan kepada pihak Kepolisian melalui Call Center Polri 110,” imbau Kapolres Binjai.(Humasresbinjai/zul)





Langkat | Indonesia Berkibar News - DPRD Kabupaten Langkat mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Perubahan APBD tersebut ditetapkan sebesar Rp2.877.023.011.209.


Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Kamis (10/09/2026). Agenda tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan dan Berita Acara Persetujuan Bersama Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD Kabupaten Langkat.


Sebelum pengesahan, juru bicara Badan Anggaran DPRD Langkat, Ahmad Senang, membacakan laporan hasil pembahasan Badan Anggaran. Selanjutnya, masing-masing juru bicara fraksi DPRD Langkat menyampaikan pendapat akhir fraksi. Seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Perda Kabupaten Langkat.


Dalam laporan Badan Anggaran disebutkan, berdasarkan hasil pembahasan dan kesepakatan antara Badan Anggaran DPRD Langkat dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), termasuk pembahasan bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), terdapat perubahan pada struktur pendapatan dan belanja daerah.


Pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bertambah sebesar Rp383.245.310.244 dibandingkan dengan anggaran dalam Rancangan APBD 2026. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Perubahan APBD 2026 ditetapkan sebesar Rp276.203.600.000.


Pada sisi belanja daerah, anggaran dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bertambah sebesar Rp691.187.406.755,56. Dalam perubahan tersebut juga terdapat penyertaan modal atau investasi Pemerintah Kabupaten Langkat sebesar Rp9,25 miliar.


Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Perangin Angin, setelah mengetuk palu sebagai tanda pengesahan Perubahan APBD 2026, meminta Pemerintah Kabupaten Langkat segera menyampaikan Perda tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara untuk menjalani proses evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Dengan disahkannya Perubahan APBD 2026, Pemerintah Kabupaten Langkat diharapkan dapat segera menindaklanjuti pelaksanaan program dan kegiatan yang telah disepakati dalam perubahan anggaran tersebut.(sfn)


Langkat | Indonesia Berkibar News -
 Kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun IV Lau Mulgap, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, mulai menemui titik terang. Polsek Kuala bersama Satreskrim Polres Langkat berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam kematian seorang pria berinisial TS (55). 

 Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Korban yang merupakan warga Dusun IV Lau Mulgap, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat kekerasan. Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan JM (55), warga Desa Garunggang, yang diduga berperan sebagai pihak yang merencanakan aksi. JM diamankan pada 6 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB di depan RS Indra, Pasar II, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. 

 Selanjutnya, petugas mengamankan SK (30), warga Desa Garunggang, yang diduga berperan sebagai eksekutor. SK diamankan pada 7 September 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di Lingkungan V Bela Rakyat, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. 

 Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, perkara tersebut diduga dipicu persoalan terkait pencurian buah kelapa sawit. Kedua terduga pelaku disebut merasa sakit hati karena korban diduga berulang kali mengambil buah kelapa sawit yang seharusnya dijaga bersama. Persoalan tersebut kemudian berkembang hingga muncul dugaan rencana untuk menghabisi korban. Kedua terduga pelaku diduga menunggu korban di area perladangan. 

Saat korban melintas, terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam dan senapan angin hingga korban meninggal dunia. Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Supra 125 tanpa nomor polisi milik korban, pakaian korban, satu pucuk senapan angin beserta kotak pelurunya, dua bilah parang yang diduga milik terduga pelaku, serta satu bilah parang lainnya dan pakaian yang memiliki bercak darah.

 Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K. menegaskan bahwa pengungkapan perkara tersebut merupakan hasil kerja cepat dan sinergis antara Polsek Kuala dan Satreskrim Polres Langkat. 

 “Setiap laporan dan informasi yang berkaitan dengan tindak pidana menjadi perhatian kami. Personel akan bekerja secara profesional untuk mengungkap perkara berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan dalam proses penyidikan,” tegas AKBP Hannry. 

 Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan cara kekerasan. Perselisihan sekecil apa pun sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan jalur hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.

 “Tidak ada persoalan yang dapat dibenarkan diselesaikan dengan kekerasan. Jika terjadi masalah, laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai ketentuan hukum,” katanya.

 Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut guna memastikan seluruh rangkaian kejadian dan peran masing-masing pihak berdasarkan alat bukti yang ada. 

 Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Langkat dalam memberikan kepastian penanganan perkara sekaligus menjaga rasa aman masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Langkat.

 Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi oleh Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.

” Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.(sfn) 

 



Binjai | Indonesia Berkibar News - 
Kepolisian Resor (Polres) Binjai menyiapkan personel untuk mengawal  dan mengamankan jalannya pembacaan putusan eksekusi tanah dan bangunan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri binjai pada Rabu (09/09/2026 pukul 10.00 wib yang dilaksnaakan di Komplek Perumahan Payaroba BTN di Jalan Kentang Raya Timur I Blok L - 16 Lingkungan VIII Kelurahan Payaroba Kecamatan Binjai Timur


Dalam hal ini  Kapolres Binjai AKBP R BIMO MOERNANDA S. I. K., M. H mengeluarkan surat perintah tugas dengan nomor sprin/1657/IX/PAM.3.3./2026 untuk melaksanakan pengamanan dilokasi dengan dipimpin langsung oleh Waka Polsek Binjai Barat IPTU Suriyono dan didampingi oleh Tim dari Pengadilan yang dipimpin oleh Panitera Pengadilan Negeri Daniel Kemit yang mana pengamanan ini dilakukan guna memastikan proses penegakan hukum berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan Kamtibmas di lapangan.Sebelum diterjunkan ke lokasi objek eksekusi, seluruh Personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan pengamanan


 Disini Waka Polsek Binjai Barat menegaskan bahwa kehadiran Personel Kepolisian di lokasi murni untuk menjaga situasi keamanan dan memastikan Juru Sita Pengadilan dapat menjalankan tugasnya sesuai ketetapan sesuai dengan prosedur  hukum . Petugas di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif guna meredam potensi konflik atau penolakan dari pihak termohon.


Berkat koordinasi yang matang dan kesiapan Personel di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan proses pembacaan putusan eksekusi berjalan dengan aman, kondusif, dan terkendali Pihak Polres Binjai juga menyampaikan terima kasih setinggitinginya kepada semua Pihak yang telah bersikap kooperatif selama jalannya kegiatan.(HumasresBinjai/Zul)



9 September 2026

  


Medan | Indonesia Berkibar News
-  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution yang mempertemukan 10 gubernur se-Sumatera untuk menyatukan kekuatan dan gagasan dalam mendorong kemajuan Pulau Sumatera.


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang digelar di Medan, Sumut. Bobby yang bertindak sebagai moderator atau chair pada pertemuan setingkat gubernur dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, turut mengundang para gubernur se-Sumatera untuk berbagi ide dan berdiskusi mengenai pembangunan serta kemajuan Pulau Sumatera.


"Tadi kita mendengar masukan dari rekan-rekan gubernur, ide-ide di antaranya untuk saling bekerja sama antarprovinsi, kabupaten, kota, karena masing-masing memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa saling mengisi," kata Tito usai rapat koordinasi gubernur se-Sumatera dalam rangkaian IMT-GT di Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (09/09/2026).


Dalam rapat koordinasi tersebut, para gubernur menyampaikan berbagai usulan dan konsep pembangunan yang dapat dilakukan secara terintegrasi antardaerah. Pemerintah pusat, menurut Tito, memberikan dukungan positif terhadap berbagai gagasan tersebut.


“Ada ide untuk membuat semacam konsep pembangunan terintegrasi kawasan khusus, kawasan atau region Sumatera. Nggak masalah, nanti dalam rangka untuk konsep besar ya, tentang konektivitas, pembangunan ekonomi, tentang pembangunan di bidang misalnya pangan, energi, dan lain-lain. Dan ini menurut pemikiran dari pemerintah pusat, tentu pemerintah pusat mendukung konsep-konsep yang positif, yang bersifat saling mendukung satu sama lain, dalam kerangka NKRI,” kata Tito.


Menurut Tito, Pulau Sumatera memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Ia menyebutkan, sekitar 22 persen populasi Indonesia berada di Pulau Sumatera.


Selain itu, posisi geostrategis Sumatera yang berada di jalur Samudra Hindia dan Selat Malaka, termasuk gugusan kepulauan di sisi barat Sumatera, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadikan pelabuhan-pelabuhan di kawasan tersebut sebagai hub yang terhubung langsung dengan berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Afrika.


"Kalau bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan, Sumatera ini di samping bermanfaat bagi Sumatera sendiri, juga akan mendorong pertumbuhan daerah dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," pungkas Tito.(bundo)


Diberdayakan oleh Blogger.