16 Oktober 2026

 



Medan | Indonesia Berkibar  News
-  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara (Sumut) memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumut. Sementara kabut asap dan penurunan kualitas udara yang terjadi belakangan ini, termasuk di Kota Medan, merupakan dampak asap kiriman dari luar daerah akibat pergerakan arah angin.


Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).


Heri menjelaskan, sekitar satu setengah bulan lalu, Sumut sempat mendeteksi dua titik api yang berada di Kabupaten Asahan dan Samosir. Namun, berkat kesiapsiagaan dan kolaborasi masyarakat bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Dinas LHK, seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan.


“Berdasarkan data BMKG hari ini, tidak ada lagi titik api di Sumatera Utara. Wilayah kita relatif aman bersama Aceh. Namun, fenomena asap yang merambah ke wilayah kita hingga warga kembali harus memakai masker dipicu oleh pergerakan angin dari daerah luar,” ujar Heri.


Ia mengatakan, Karhutla secara nasional saat ini didominasi kebakaran di kawasan lahan gambut, antara lain di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Riau. Kondisi lahan gambut yang mengering akibat cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan serta menghasilkan asap pekat.


Karena itu, Dinas LHK Sumut menyambut baik langkah Pemerintah Pusat yang telah membentuk badan khusus untuk penanganan dan rehabilitasi mangrove serta gambut. Menurut Heri, ekosistem gambut memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan metode penanganan yang berbeda dibandingkan hutan produksi maupun hutan lindung.


“Karakteristik lahan gambut harus tetap basah dan berair. Jika mengering, potensi kebakaran sangat tinggi dan melahirkan asap pekat. Penanganannya tidak bisa disamakan dengan hutan darat biasa,” tegasnya.


Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pemprov Sumut terus membagikan masker kepada masyarakat dan berkoordinasi untuk pelaksanaan modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan di wilayah terdampak. DLHK Sumut juga mengimbau masyarakat untuk terus berkolaborasi dan tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah meluasnya karhutla serta dampak kesehatan yang ditimbulkannya.(bundo)





Samosir | Indonesia Berkibar News - Upaya Pemerintah Kabupaten Samosir memperluas akses dan meningkatkan keselamatan pelajar menuju sekolah mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak enam unit Bus Perintis gratis khusus pelajar resmi hadir di Kabupaten Samosir dan akan melayani antar-jemput siswa di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu.


Penyerahan sekaligus launching Bus Perintis dilaksanakan secara serentak di lima kabupaten dari Kabupaten Asahan, oleh Gubsu Bobby Afif Nasution  dan Untuk Kabupaten Samosir dipusatkan di Kompleks HKBP Nainggolan Kecamatan Nainggolan, Kamis(15/10/ 2026).


Bupati Samosir  Vandiko T. Gultom secara resmi memberangkatkan Bus perintis untuk melakukan tugas pelayanan dan akan beroperasi sejak Jumat 16 Oktober 2026 dengan biaya sepenuhnya ditanggung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meluncurkan 33 unit Bus Perintis untuk pelayanan pelajar di lima kabupaten, mencakup 12 kecamatan dan 49 sekolah. Dari jumlah tersebut, enam unit dialokasikan untuk Kabupaten Samosir. 


Bus Perintis tersebut akan memberikan layanan antar-jemput secara gratis tanpa biaya bagi siswa. Kehadiran transportasi khusus pelajar ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi orang tua sekaligus meningkatkan keselamatan anak-anak dalam perjalanan menuju dan pulang dari sekolah. 


Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution atas perhatian dan respons terhadap usulan masyarakat Kabupaten Samosir.


“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir, Kami mengapresiasi bantuan Bapak Gubsu Bobby Afif Nasution dengan fasilitas Bus Perintis. Bus  ini sangat membantu bagi siswa di Kabupaten Samosir, mempermudah akses dan terutama menjaga keselamatan anak-anak menuju sekolah,” ujar Vandiko.


Vandiko menjelaskan bahwa kebutuhan transportasi antar-jemput pelajar tersebut telah lama disampaikan  masyarakat, khususnya di Kecamatan Nainggolan dan Onan Runggu pada saat berkantor di Desa (Bunga Desa). Kondisi rute dan jarak tempuh yang cukup jauh serta tingginya risiko kecelakaan, menurutnya menjadi salah satu alasan pentingnya kehadiran transportasi khusus bagi pelajar.


“Usulan ini kita teruskan kepada Gubernur dan puji Tuhan kita memiliki Gubernur yang rajin turun ke masyarakat dan  responsif. Kita patut berbangga mendapatkan program ini, apa yang menjadi usulan masyarakat akhirnya dapat kita rasakan bersama,” katanya.


Vandiko berharap program Bus Perintis dapat terus berkesinambungan dan cakupan rutenya diperluas pada tahun mendatang sehingga semakin banyak pelajar di Kabupaten Samosir yang mendapatkan akses transportasi aman, nyaman  dan gratis.


Bupati juga meminta seluruh pihak ikut mengawasi pelaksanaan program, terutama memastikan kondisi fisik kendaraan dan stamina pengemudi agar tetap baik serta pelayanan berjalan sesuai ketentuan.


“Saya titip agar kita sama-sama mengawasi, karena ini menyangkut nyawa dan keselamatan anak-anak kita,” tegasnya.


Pemkab Samosir, lanjut Vandiko, siap melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut serta terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.   


Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor utama dalam pembangunan Sumatera Utara. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dibarengi dengan pemenuhan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk akses transportasi bagi anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah.


“Anak sekolah dengan jangkauan jauh ke sekolah harus dilayani melalui antar-jemput yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Bobby.


Bobby menekankan agar layanan Bus Perintis gratis dapat berlangsung secara berkelanjutan dan benar-benar memberikan kemudahan bagi pelajar untuk memperoleh akses pendidikan. Bus tersebut juga dilengkapi aplikasi digital dan CCTV untuk memastikan proses antar-jemput berlangsung dengan baik dan tepat sasaran.


Selain membantu mengurangi beban biaya orang tua, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pelajar dengan mengurangi penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas.


Secara keseluruhan, sebanyak 33 unit Bus Perintis disiapkan untuk melayani masyarakat di Kabupaten Asahan, Batubara, Nias Utara, Padang Lawas Utara dan Samosir. Program tersebut mencakup perjalanan sekitar 2.128 kilometer dan memberikan subsidi angkutan kepada lebih dari 1.000 pelajar.


Kepala SMA Negeri 1 Onan Runggu, Manatar Samosir, menyambut baik hadirnya program tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan transportasi pelajar.


“Sudah lama kami tunggu program ini. Orang tua dan siswa banyak yang bertanya kapan bisa berjalan, agar siswa bisa belajar dengan nyaman. Dan saat ini sudah hadir, terima kasih kepada Bapak Gubernur dan bapak Bupati Samosir” ujarnya.


Sementara itu, UPTD PSP Wilayah II Laksana Hasugian menjelaskan, Bus Perintis diperuntukkan bagi anak sekolah yang memiliki keterbatasan kendaraan dan berada pada wilayah yang membutuhkan pelayanan transportasi. 


“Bus ini mulai beroperasi besok pagi. Rute yang akan dilalui sudah ada di Nainggolan dan Onan Runggu. Setiap sekolah yang dilalui sekitar 15 kilometer per hari, dengan layanan antar-jemput dua kali,” jelasnya.


Ia menyebutkan, bus akan mulai beroperasi sekitar pukul 06.00 WIB. Ia berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Samosir.


Dengan hadirnya enam Bus Perintis gratis tersebut, Pemkab Samosir berharap akses transportasi pelajar semakin aman, nyaman dan terjangkau. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi Pemkab Samosir dan Pemprov Sumatera Utara dalam memastikan pelayanan pendidikan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.


Di sisi lain, terkait kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara, Bupati Samosir mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.


Pemkab Samosir juga akan menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumatera Utara terkait kemungkinan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh apabila kondisi kabut asap semakin mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar siswa.


Gubernur Bobby Nasution menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kabut asap, termasuk melalui modifikasi cuaca di sejumlah wilayah.( P Simbolon )




  



Binjai | Indonesia Berkibar  News
- Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., terus menunjukkan komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Binjai, sejalan dengan atensi Kapolda Sumatera Utara untuk memerangi narkoba.


Menindaklanjuti informasi adanya lokasi yang diduga menjadi barak narkoba, Satresnarkoba Polres Binjai yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., berkolaborasi dengan BNNK dan Polsek Binjai Kota melaksanakan Operasi Sarang Narkoba (OSN) serta upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.00 WIB, di Jalan Dr. Wahidin Baru, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota. Saat petugas gabungan tiba di lokasi, barak yang menjadi sasaran penggerebekan dalam keadaan kosong. Diduga, kedatangan petugas telah diketahui sebelumnya. Meski demikian, personel tetap melakukan penyisiran dan menemukan sejumlah barang bukti berupa 4 alat hisap sabu (bong), 7 plastik klip kosong, 2 korek mancis, 5 pipet modifikasi yang digunakan sebagai skop, serta 2 kaca pirex," tegas Kasat Narkoba


Sebagai tindak lanjut, tim gabungan membongkar bangunan yang diduga digunakan sebagai barak narkoba tersebut, kemudian memusnahkannya dengan cara dibakar agar tidak kembali digunakan untuk aktivitas serupa," pungkas AKP Ismail Pane


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemberantasan narkoba melalui penindakan, pencegahan, dan kerja sama lintas instansi.


Polres Binjai juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.


Melalui langkah nyata dan sinergi bersama, Polres Binjai berkomitmen menjaga lingkungan masyarakat tetap aman serta melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkoba," ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/zul)



 


Medan | Indonesia Berkibar News
-  Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Timur Tumanggor mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan usaha. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional.


Hal tersebut disampaikan Timur Tumanggor saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) AKBAR PNM Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).


“Salah satu peluang besar yang harus kita manfaatkan adalah digitalisasi. Melalui media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi, maka dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, dan mengelola usaha secara lebih profesional,” ucapnya.


Pada kesempatan itu, Timur menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian Sumut. Saat ini, jumlah UMKM di Sumut tercatat sekitar 1,48 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja.


Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat, sumber penghidupan jutaan keluarga, sekaligus penggerak penciptaan lapangan kerja. Usaha-usaha tersebut tumbuh di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan.


Banyak di antaranya berawal dari usaha rumahan dan dikelola dengan berbagai keterbatasan. Namun, para pelaku UMKM memiliki semangat dan potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.


“Akan tetapi, teknologi juga harus diikuti dengan kualitas produk yang baik. Produk harus memiliki mutu yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi yang jelas, legalitas yang sesuai, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, produk UMKM Sumatera Utara tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” terangnya.


Karena itu, lanjut Timur, kegiatan bertema “Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas” menjadi pengingat bahwa pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Menurutnya, literasi harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih baik, sedangkan pengembangan kapasitas harus mendorong usaha tumbuh semakin kuat dan mampu naik kelas.


“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri, adaptif terhadap perubahan, berani berinovasi, dan terus meningkatkan kualitas usahanya. Mari kita buktikan bahwa dari literasi lahir aksi, dari pendampingan tumbuh kemandirian, dan dari usaha yang dikelola dengan baik lahir UMKM yang mampu naik kelas serta menjadi kekuatan ekonomi Sumut,” ucapnya.


Sementara itu, Pemimpin Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan Muhammad Wazir mengatakan, PNM terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan tersebut antara lain dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan yang disertai studi banding ke sejumlah daerah.


Menurut Wazir, penguatan usaha membutuhkan dukungan modal finansial agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang serta memanfaatkan pembiayaan secara tepat guna. Dalam PKU Akbar kali ini, sekitar 150 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.


Selain modal finansial, menurutnya, modal sosial juga penting dalam pengembangan UMKM. Karena itu, PNM berupaya memperluas akses jaringan dan komunitas pelaku UMKM, antara lain melalui studi banding ke berbagai sentra UMKM di sejumlah daerah.


“PNM juga memberikan akses kepada pelaku UMKM agar memperoleh akses pemasaran yang lebih luas untuk ekspor. Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM. Pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga UMKM memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (bundo)


 



Samosir | Indonesia berkibar News -  Kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Samosir ditunjukkan Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., dengan membagikan masker kepada generasi muda dan para pengguna jalan di kawasan Simpang Empat Jalan Gereja, Pangururan, Kabupaten Samosir,Jum,at (16/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai tersebut menyasar Pemuda, Para Pelajar dan Pengendara Roda Dua yang melintas di Simpang Empat Jalan Gereja Pangururan. 


Dalam kegiatan itu, Kapolres Samosir bersama Wakapolres dan personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Samosir membagikan sekaligus memasangkan masker secara langsung kepada masyarakat.


Sebanyak 100 lembar masker dibagikan sebagai bentuk kepedulian Polres Samosir terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, guna membantu mengurangi paparan partikel debu dan asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Samosir menyampaikan imbauan kepada para pemuda, pelajar dan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung di wilayah Kabupaten Samosir.


Kapolres mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap, terutama apabila tidak ada keperluan mendesak. 


Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan sebagai salah satu upaya mengurangi paparan asap.


“Di tengah kondisi kabut asap saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pelajar dan generasi muda dan seluruh masyarakat Kabupaten Samosir serta Wisatawan agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakanlah masker untuk membantu melindungi saluran pernapasan,” demikian imbauan Kapolres.


Selain itu, Kapolres mengingatkan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih sesuai kebutuhan, serta beristirahat dengan cukup.


Kapolres juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan diri, keluarga dan lingkungan selama kabut asap menyelimuti wilayah Samosir.

“Apabila mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk yang semakin parah, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lainnya, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti Puskesmas atau rumah sakit, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” imbau Kapolres.


Khusus kepada para pengendara, Kapolres turut mengingatkan agar selalu berhati-hati di jalan raya, menjaga jarak aman, dan menyesuaikan kecepatan kendaraan apabila jarak pandang terganggu akibat kabut asap.


Melalui kegiatan pembagian masker tersebut, Polres Samosir berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang baik. 


Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat melalui pendekatan humanis dan imbauan langsung di lapangan.


Polres Samosir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, mengikuti imbauan dari instansi terkait, serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan hingga kondisi kabut asap di Kabupaten Samosir membaik.( P Simbolon )




14 Oktober 2026



Sibolangit| Indonesia Berkibar News
-  Perumda Tirtanadi Sumatera Utara (Sumut) menanam 1.000 pohon dalam program reboisasi 2026 di kawasan Sibolangit dan Berastagi sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kawasan resapan air, serta mempertahankan ketersediaan sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti mengatakan, kegiatan reboisasi tersebut tidak boleh berhenti sebatas seremoni penanaman pohon, tetapi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan dan perawatan secara berkesinambungan.


“Jangan hanya sebatas seremoni. Kegiatan ini harus berkesinambungan, mengingat masih banyak aktivitas penebangan pohon yang dapat merusak lingkungan dan berpotensi mengakibatkan bencana alam,” ujarnya dalam kegiatan reboisasi di kawasan Sibolangit, Rabu (14/10/2026).


Ardian mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga serta merawat pohon yang ditanam. 


Menurutnya, kelestarian kawasan sumber mata air merupakan tanggung jawab bersama karena memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan pasokan air.


Dia berharap, penanaman 1.000 pohon tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, terutama dalam menjaga kawasan resapan air agar tetap berfungsi dengan baik.


Program reboisasi Perumda Tirtanadi tahun 2026 dilaksanakan di sejumlah lokasi, yakni Desa Sibolangit, Desa Rumah Sumbul, Desa Ajijulu, Desa Sugihen , dan Desa Merdeka. Berdasarkan jadwal kegiatan, penanaman pohon dilakukan di Rumah Sumbul dan Lau Melas, sedangkan di Desa Merdeka dilaksanakan penyerahan bibit secara simbolis kepada pemerintah desa.


Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Merdeka, Sempakata Surbakti, menyambut positif kegiatan reboisasi yang dilaksanakan Perumda Tirtanadi. Dia menilai program tersebut sejalan dengan upaya menjaga lingkungan dan kelestarian sumber air di kawasan desa.


Sempakata mengatakan, masyarakat setempat turut dilibatkan dalam kegiatan penanaman pohon. Setelah penanaman selesai, tanggung jawab pemeliharaan bibit akan dilakukan bersama masyarakat dan perangkat desa.

Dia berharap keterlibatan masyarakat tidak hanya berlangsung saat kegiatan penanaman, tetapi juga berlanjut dalam perawatan dan pengawasan pohon agar dapat tumbuh dengan baik.


Menurutnya, sinergi antara Perumda Tirtanadi, pemerintah desa, dan masyarakat diperlukan agar program penghijauan memberikan manfaat nyata serta dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Sementara itu, Kepala Desa Sibolangit, Samiran Ketaren, berharap program reboisasi tersebut dapat memperkuat hubungan dan kerja sama antara Perumda Tirtanadi dengan pemerintah desa.


“Kami berharap Perumda Tirtanadi dan Desa Sibolangit dapat terus bersinergi sehingga visi dan misi dalam menjaga lingkungan serta kelestarian sumber air dapat berjalan bersama,” ujarnya.


Melalui program reboisasi ini, Perumda Tirtanadi diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat pertumbuhan pohon dan keberlanjutan pemeliharaannya.



Adapun pohon yang ditanam meliputi bibit dan pohon seperti gaharu, sengon, durian, alpukat, mahoni, beringin serta aren yang ditanam di kawasan resapan air sumber mata air yang menjadi sumber produksi air di Desa Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Desa Rumah sumbul Kabupaten Deli Serdang, Desa Ajijulu Kabupaten Karo, Desa Sugihen Kabupaten Karo, dan Desa Merdeka Kabupaten Karo.  (torong)

 


Binjai | Indonesia Berkibar News - Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat Polres Binjai. Di bawah kepemimpinan Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., Polres Binjai kembali menyalurkan 7 ton jagung hasil serapan ke Gudang Bulog Pulau Brayan, Medan, Rabu (14/10/2026).


Pengiriman yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB tersebut memiliki kadar air 12,7 persen. Dengan tambahan terbaru ini, total serapan jagung Polres Binjai yang telah disalurkan ke Bulog Medan mencapai 326,2 ton.


Capaian tersebut menjadi wujud nyata dukungan Polres Binjai terhadap program Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polres Binjai akan terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui langkah berkelanjutan dan sinergi dengan berbagai pihak.


“Penyerapan jagung ini merupakan bentuk dukungan nyata Polres Binjai terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasil pertanian masyarakat dapat terserap secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan,” tegas Kapolres.


Polres Binjai akan terus mendorong keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung kesejahteraan petani, memperkuat sektor pertanian, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan," ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humaspolresbinjai/zul)



Diberdayakan oleh Blogger.