28 Maret 2026


Samosir | Indonesia Berkibar News
- Komitmen guna menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba kini kembali ditegaskan melalui aksi nyata penanaman pohon di perbukitan Desa Partukko Naginjang, Kecamatan Harian, Samosir


Kegiatan yang diprakarsai oleh Yayasan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Ordo Kapusin Provinsi Medan (KPKC OKPM) menyambut perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Assisi


Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H, Anggota Komisi XIII DPR RI Drs. Rapidin Simbolon, M.M, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Samosir, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir. 


Turut hadir juga sejumlah tokoh Agama, aktivis lingkungan, Pastor Walden Sitanggang, OFMCap selaku Ketua Satgas KPKC, juga ikut Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba (PPDT), Bruder Sumitro Sihombing selaku Direktur JPIC, Pastor Guido Situmorang, serta Pastor Jupen Saragih bersama Dewan Paroki dan sekitar 70 warga setempat.


Rangkaian acara kegiatan yang diawali  menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sejumlah kata sambutan dengan menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama. 


Melalui sambutannya, Pastor Guido Situmorang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan. Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan akan berdampak langsung pada ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem, sehingga penghijauan menjadi langkah nyata menjaga ciptaan Tuhan.


Hal sama disampaikan Anggota DPR RI Rapidin Simbolon menekankan pentingnya menjaga kawasan Danau Toba sebagai aset nasional yang strategis, yang juga menyampaikan bahwa keterlibatannya merupakan bentuk kepedulian pribadi terhadap lingkungan, bukan kepentingan politik.


Ketua Satgas KPKC, Pastor Walden Sitanggang, OFMCap, menambahkan bahwa program penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis sekaligus komitmen berkelanjutan menjaga harmoni antara manusia dan alam. 


Menutup rangkaian sambutan, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menegaskan dukungan penuh Polri terhadap program pelestarian lingkungan. 


Dia  juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta memastikan keberlanjutan dari pohon-pohon yang telah ditanam, Sabtu (28/03/2026) 


“Kami siap mendukung dan mengawal program penghijauan ini sebagai bagian dari upaya mencegah potensi bencana alam serta menjaga keberlangsungan hidup masyarakat,” tambahnya. 


Sebagai simbol dimulainya aksi penghijauan, dilakukan penyerahan serta penanaman pohon secara bersama-sama oleh para tamu undangan.


Sebanyak 620 batang pohon ditanam dalam kegiatan ini, terdiri dari 300 pohon kemenyan, 20 pohon beringin, 100 pohon mahoni, 150 pohon jengkol, dan 50 pohon durian. (P Simbolon)

 


Nias Utara | Indonesia Berkibar News - PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri melalui peresmian program Listrik Desa (Lisdes) di Desa Ombolata, Kecamatan Alasa, Nias Utara. 


Kehadiran listrik ini menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus tonggak penting untuk pemerataan energi berkeadilan di Indonesia.


Peresmian yang dihadiri oleh Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, serta Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, Kajari Gunungsitoli, Dr. Firman Halawa, S.H.,M.H, Dandim 0213, Letkol Inf Sampe T. Butar Butar, Kapolres Nias, bersama unsur Forkopimda dan masyarakat setempat.


Kehadiran listrik di Desa Ombolata tidak hanya sekadar penyalaan jaringan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.


General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menyampaikan bahwa listrik merupakan fondasi utama dalam mendorong pembangunan yang inklusif berkelanjutan.


“Pada hari ini, kita tidak hanya meresmikan jaringan listrik, tetapi menyalakan harapan baru bagi masyarakat. Listrik hadir di desa ini sebagai simbol kemajuan, pemerataan, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” paparnya. 


Ditambahkan Dia, bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan seperti Nias Utara memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi geografis yang sulit hingga keterbatasan akses logistik. Namun, melalui kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, seluruh tantangan tersebut dapat dilalui dengan baik.


“PLN berkomitmen untuk terus memperluas akses listrik hingga ke seluruh pelosok. Tahun ini, kami menargetkan sebanyak 21 desa lainnya di Nias Utara dapat segera menikmati listrik,” tambah Mundhakir.


Sementara itu, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan bahwa upaya melistriki seluruh desa di Indonesia merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan dedikasi, inovasi, dan semangat gotong royong.


“Secara jujur, melistriki seluruh pelosok desa bukanlah hal yang mudah. Geografis yang menantang bahkan mengharuskan petugas kami memikul tiang listrik secara manual. Namun dengan kekuatan gotong royong bangsa ini, Alhamdulillah kita bisa mewujudkannya,” ungkap Arsyadany.


Ia juga menambahkan bahwa secara nasional, PLN menargetkan penyelesaian elektrifikasi sekitar 1.500 desa pada tahun 2026 sebagai bagian  komitmen menghadirkan energi berkeadilan sekaligus mendukung transisi energi nasional. 


“Ini adalah bagian dari upaya kami dalam memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses listrik yang andal, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan menuju energi bersih,” tambahnya.


Di sisi lain, Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PLN dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan listrik desa ini, Sabtu (28/03/2026) 


“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan seluruh Forkopimda yang telah hadir dan berkontribusi dalam peresmian listrik ini. Ini merupakan langkah besar bagi kemajuan Nias Utara,” imbuhnya. 


Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan listrik secara produktif dan bijak sebagai pendorong peningkatan kesejahteraan.


“Mari kita manfaatkan listrik ini untuk terus berdoa, berusaha, dan berkarya demi kemajuan daerah. Dengan hadirnya listrik, kita harus mampu menciptakan masa depan yang lebih baik,” katanya. 


Program Lisdes di Desa Ombolata mencakup pembangunan infrastruktur kelistrikan berupa jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR), serta gardu distribusi sebagai penopang utama suplai listrik bagi masyarakat. Program ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional.


PLN meyakini bahwa listrik bukan hanya sekadar energi, melainkan penggerak utama kehidupan. Dengan terus memperluas akses listrik hingga ke pelosok, PLN tidak hanya menghadirkan terang, tetapi juga menyalakan harapan, membuka peluang, serta mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. (JBR/66)

26 Maret 2026

  


Samosir | Indonesia Berkibar News - DALAM  suasana kebersamaan untuk mewarnai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Aula Tengku Rizal Nurdin rumah dinas Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Kota Medan, Jumat (27/03/2026).


Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom dan Wakil Bupati (Wabup) Ariston Tua Sidauruk didampingi Sekdakab serta jajaran OPD Pemkab Samosir yang turut serta hadir pada acara Open House yang digelar Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. 


Kehadiran rombongan Bupati Samosir sebagai ajang untuk silaturahmi yang sekaligus mempertemukan kepala daerah se- Sumatera Utara, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen pemerintahan dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan dan kehadiran para Bupati/Walikota juga wakilnya semakin memperkuat nuansa kebersamaan dihari yang fitri ini.


Gubsu Bobby Nasution bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumut Ny. Kahiyang Bobby menyambut langsung para tamu dengan penuh kehangatan. Pada kesempatan itu juga, Gubernur menegaskan bahwa open house bukan sekadar tradisi, melainkan ruang strategis mempererat hubungan dan membangun kolaborasi.


“Momentum Idul Fitri ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi. Dengan kolaborasi yang solid antara provinsi dan kabupaten/kota, kita optimis pembangunan di Sumatera Utara akan semakin maju dan merata,” ucap Gubernur Sumut. 


Bupati/Wakil Bupati Samosir bersama rombongan selanjutnya silaturahmi dengan menghadiri open house Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat sinergitas dan kolaborasi untuk mendukung percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat. (P Simbolon)


 Medan | Indonesia Berkibar News - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya peran apoteker dalam menunjang keberhasilan perawatan pasien, terutama melalui pemberian pemahaman yang jelas kepada masyarakat terkait penggunaan obat, termasuk manfaat dan efek sampingnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Pengurus Daerah Sumatera Utara Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di rumah dinasnya, Kamis (26/03/2026).

Menurutnya, apoteker tidak hanya berfungsi sebagai penyedia obat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses edukasi kesehatan. Kejelasan informasi yang diberikan kepada masyarakat dinilai mampu meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan.

Selain itu, Rico Waas juga menyoroti perlunya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap obat-obatan produksi dalam negeri. Ia menilai, selama ini masih terdapat kecenderungan masyarakat memilih berobat ke luar negeri, seperti ke Penang, termasuk dalam hal pembelian obat.

“Ini menjadi concern kita bersama. Apakah persoalannya ada pada harga atau kepercayaan. Kalau masyarakat sudah terbiasa membeli obat di luar negeri, maka obat dalam negeri akan sulit bersaing. Di sinilah peran apoteker, termasuk dalam hal edukasi dan pendekatan yang tepat,” ujarnya.

Rico Waas juga menyinggung pentingnya daya saing harga obat dalam negeri di tengah kompetisi global. Ia mengungkapkan adanya penawaran obat dari luar negeri dengan harga yang lebih murah, sehingga diperlukan pembahasan mendalam terkait regulasi, distribusi, serta perbandingan antara obat paten dan generik.

Di samping itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antara apoteker dan dokter dalam pemberian obat kepada pasien. Apoteker, kata dia, memiliki peran dalam melakukan verifikasi apabila terdapat keraguan terhadap kesesuaian obat dengan kondisi pasien.

“Apoteker menjadi penentu keberhasilan perawatan. Kolaborasi dengan dokter harus diperkuat, termasuk dalam memastikan obat yang diberikan benar-benar sesuai,” katanya.

Rico Waas berharap berbagai isu tersebut dapat menjadi pembahasan utama dalam Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Medan.

Dalam audiensi tersebut, IAI Sumut menyampaikan rencana pelaksanaan kongres dan PIT yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Medan.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua IAI Sumut Agustama, Sekretaris Imam Bagus, Bendahara Nelly Murni, dan Ketua PC IAI Medan Asyren Lubis. Turut hadir Staf Ahli Wali Kota Adlan dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra Pulungan.

Pada kesempatan itu, Rico Waas menyampaikan sambutan baik sekaligus dukungan penuh Pemerintah Kota Medan terhadap penyelenggaraan perhelatan nasional tersebut.

“Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Medan siap menjadi tuan rumah. Kami berharap komunikasi dan koordinasi terus terjalin untuk menyukseskan pelaksanaannya,” pungkasnya.(bundo)

 


Jakarta | Indonesia Berkibar News - Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menunjukkan kinerja solid pada awal 2026. Langkah Perseroan mengakselerasi digital, memperluas layanan bisnis emas, memperkuat segmen konsumer serta fokus pada dukungan terhadap program Pemerintah pada sektor produktif dan UMKM terbukti efektif untuk menjaga tren pertumbuhan kinerja Perseroan yang positif dan berkelanjutan.


BSI akan terus memperkuat komitmen dukungan terhadap program Astacita Pemerintah terutama penyaluran pembiayaan segmen ritel untuk mengakserasi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui dukungan pembiayaan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG, penyaluran pembiayaan mikro, SME maupun KUR Syariah. Langkah ini terbukti efektif, tercermin dari rasio keuangan BSI solid serta fungsi intermediasi yang baik antara dana pihak ketiga dan pembiayaan.


Secara umum, kinerja BSI (unaudited) per Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid di berbagai indikator utama. Pembiayaan tumbuh 14,32% menjadi Rp323 triliun secara YoY, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas, Kamis (26/03/2026).


Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun naik 6,10% (YoY). Perseroan berkomitmen kuat mendukung UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.


Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi Perseroan dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bulion bank yang menjadi salah satu keunggulan BSI. Sejak memperoleh izin bulion bank, bisnis emas BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja Perseroan. Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai sekitar 22,5 ton serta basis nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.


Dari sisi profitabilitas, BSI juga mencatat laba sebesar Rp1,36 triliun, tumbuh sekitar 17% (YoY), melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.


Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat menjadi Rp1,47 triliun, atau tumbuh 30% (YoY). Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55% menjadi Rp463 miliar. Selain itu, kinerja FBI juga didukung oleh bisnis treasury dan layanan e-channel, mencerminkan efektivitas strategi digitalisasi dan diversifikasi layanan BSI. Hingga Februari 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan jumlah transaksi mencapai 125,4 juta transaksi.


Dari sisi intermediasi, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76% (YoY) menjadi Rp366 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06% (YoY) menjadi Rp154 triliun, yang mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.


Likuiditas Perseroan tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20%. Sementara itu, kontribusi fee based income terhadap total pendapatan juga semakin meningkat, tercermin dari kenaikan fee based ratio menjadi 24,59% secara tahunan.


Kinerja ini menegaskan keberhasilan strategi BSI dalam memperkuat struktur pendapatan yang lebih seimbang antara margin dan fee based, sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri keuangan. Sejalan dengan itu, Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026, didukung oleh penguatan ekosistem syariah, transformasi digital, serta pengembangan bisnis emas sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan.


BSI Dukung Program Astacita Pemerintah


Selain bullion bank dan penempatan dana SAL, BSI juga berkontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1520 virtual account Mitra BGN dan pembiayaan pembangunan Dapur SPPG MBG mencapai Rp194,50 Miliar untuk 145 dapur. BSI juga turut mendukung aspirasi pemerintah mewujudkan sekitar 80.000 koperasi KDMP. Selain itu YtD Februari 2026, BSI telah melakukan penyaluran pembiayaan KUR sebesar Rp1,65 Triliun. BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah FLPP (rumah subsidi) secara YtD Februari 2026 sebesar Rp94,82 Miliar dengan jumlah 582 unit rumah dan penyaluran KPP secara YtD Februari 2026 sebesar Rp259 Miliar. (JBR/66)

 


Aceh Tamiang | Indonesia Berkibar News - Pertamina Hulu Rokan Zona 1 mempertegas komitmennya untuk tetap menjaga ketahanan energi di tengah libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri. Komitmen ini diimplementasikan dengan meningkatkan pengawasan keselamatan kerja, kesiapsiagaan personel, serta pengendalian mitigasi risiko secara ketat,Kamis (26/03/2026). 


Kesiapsiagaan personel PHR Zona 1 diperkuat dengan penugasan tim tanggap darurat Incident Management Team (IMT) dan Site Emergency Response Team (SERT) selama 24 jam, serta pemeriksaan berkala terhadap peralatan darurat sebagai bagian dari penguatan sistem kesiapsiagaan operasi di seluruh wilayah kerja yang meliputi meliputi Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, Pertamina EP (PEP) Jambi, Pertamina EP (PEP) Lirik, Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu, Pertamina EP (PEP) Rantau, dan Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO. 


General Manager Zona 1 Mefredi, menyatakan penguatan budaya keselamatan tetap menjadi prioritas pada periode Idulfitri, seiring dengan upaya menjaga seluruh aktivitas operasional berjalan dengan aman. 


“Keamanan operasi selama Idulfitri tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem, tetapi juga pada kedisiplinan setiap pekerja dalam menjalankan perilaku keselamatan. Karena itu, aturan keselamatan kerja perusahaan terus kami tekankan di seluruh wilayah kerja,” ujar Mefredi.


Di sisi lain, pengamanan fasilitas operasi turut diperkuat melalui pemeriksaan arus keluar masuk orang, barang, dan kendaraan di area kerja. Pemantauan kondisi sosial dan keamanan di sekitar wilayah operasi juga dilakukan secara berkala, bersama koordinasi dengan aparat setempat untuk menjaga kelancaran operasional.


Terkait dengan pengawasan di lapangan, dilakukan pemantauan cuaca harian berdasarkan informasi dari BMKG. Selain itu observasi aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara rutin,"



Hingga pemeriksaan kondisi kesehatan pekerja secara berkala guna memastikan dalam kondisi fit to work dan fit to task selama menjalankan tugas. 



Terutama untuk lapangan-lapangan yang saat ini sedang melakukan pengeboran seperti di PEP Rantau lokasi RNTDZ 51 dan PEP Pangkalan Susu lokasi PPT-A1.


Dalam menjalankan operasi produksi yang aman dan andal, PHR Zona 1 telah mencatatkan capaian positif selama ini. Sepanjang 2025 lalu, total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,0, atau tidak ada insiden kerja tercatat yang disertai zero Lost Time Injury (LTI), serta 20.369.999 jam kerja selamat. Prosedur yang selama ini telah diimplementasikan dengan baik, pada momen Idulfitri ini dipertahankan bahkan ditingkatkan.



Mefredi menambahkan, disiplin terhadap prosedur keselamatan terus diperkuat dalam setiap aktivitas kerja sebagai upaya mendukung pasokan energi nasional secara aman, andal, dan berkelanjutan. “Selama periode Idulfitri, kami memastikan operasi tetap berjalan normal dengan pengawasan yang lebih intensif terhadap keselamatan. Ini merupakan dukungan agar produksi nasional tetap terjaga,” pungkasnyanya.(ERi)

 


Tapsel | Indonesia Berkibar News - Pengurus Cabang Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (GM FKPPI) 0212/Tapanuli Selatan menyoroti keputusan Kementerian Lingkungan Hidup yang mengembalikan izin operasional PT Agincourt Resources (PT AR) pada 17 Maret 2026. Organisasi kepemudaan ini menilai kebijakan tersebut berpotensi mengesampingkan proses peradilan yang masih berlangsung serta kepentingan korban bencana hidrometeorologis akhir tahun 2025.


Ketua PC GM FKPPI 0212/Tapanuli Selatan, Rivool Weyn, menegaskan bahwa pengembalian izin di tengah gugatan perdata yang masih diproses pengadilan menimbulkan pertanyaan terhadap konsistensi penegakan hukum lingkungan,Kamis (26/03/2026).


Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 24 Desember 2025, bencana hidrometeorologis yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menyebabkan 1.112 orang meninggal dunia, 176 orang hilang, dan sekitar 7.000 orang terluka. Di Sumatera Utara sendiri, tercatat 369 jiwa meninggal dan 72 orang hilang. Selain korban jiwa, bencana tersebut merusak 158.096 rumah, 1.900 fasilitas umum, 875 fasilitas pendidikan, serta 806 rumah ibadah.


Atas dugaan kerusakan lingkungan yang memperparah bencana tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup mengajukan gugatan perdata terhadap PT AR dengan nilai ganti rugi Rp 200,99 miliar. Gugatan terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 62/Pdt.Sus-LH/2026/PN JKT.SEL sejak 20 Januari 2026. Sidang perdana telah digelar pada 3 Februari 2026, dengan penetapan status quo yang melarang PT AR melakukan aktivitas di lahan seluas 361,82 hektar hingga putusan berkekuatan hukum tetap.


Rivool Weyn mengemukakan bahwa pengembalian izin operasional secara administratif di saat gugatan perdata masih berproses dan status quo masih berlaku menciptakan dualisme status hukum. 


"Status quo yang ditetapkan pengadilan melarang aktivitas di lahan tertentu hingga putusan berkekuatan hukum tetap. Pengembalian izin operasional berpotensi mengaburkan urgensi penyelesaian proses peradilan," ujarnya.


Aspek kemanusiaan korban menjadi catatan kedua. Organisasi ini menekankan bahwa 369 jiwa di Sumatera Utara dan ribuan korban lainnya belum mendapatkan penyelesaian komprehensif. 


" Menurut hemat kami, bagi keluarga korban, proses ini bukan sekadar soal administrasi izin atau besaran denda. Ini soal pengakuan atas penderitaan yang dialami. Pengembalian izin sebelum ada keputusan hukum yang final terasa mengesampingkan dimensi kemanusiaan dari tragedi ini," tambahnya.


Catatan ketiga terkait konsistensi kebijakan publik. Pada 11 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto mencabut izin lingkungan empat perusahaan termasuk PT AR melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan. Pengembalian izin kurang dari tiga bulan kemudian menunjukkan adanya pergeseran parameter yang perlu dijelaskan kepada publik. 


"Pada Januari 2026, izin dicabut sebagai respons terhadap bencana yang menelan korban jiwa massal. Pengembalian izin sebelum proses hukum selesai menimbulkan keraguan terhadap dasar pertimbangan kebijakan," tutur Rivol.


PC GM FKPPI 0212/Tapanuli Selatan menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah. Pertama, pengungkapan parameter lengkap yang menjadi dasar pengembalian izin serta rekonsiliasinya dengan proses gugatan yang sedang berjalan. Kedua, jaminan bahwa pengembalian izin administratif tidak mengurangi urgensi proses peradilan. Ketiga, mekanisme rehabilitasi sosial dan ekonomi bagi korban bencana di luar ranah perdata. Keempat, pertimbangan untuk menunda pengembalian izin hingga adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap.


Rivool Weyn menyatakan organisasinya akan melakukan audiensi dengan DPRD Sumatera Utara, memantau perkembangan persidangan gugatan perdata, serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait.


 "Kami menyoroti kebijakan, bukan memusuhi pembangunan. Namun pembangunan yang mengesampingkan proses hukum dan rasa keadilan korban bukan pembangunan yang berkelanjutan. Kami hanya ingin pemerintah konsisten: jika mencabut izin karena alasan kemanusiaan, maka penyelesaiannya juga harus berbasis kemanusiaan," tutupnya.(Marwan)


Keterangan Foto: Rivool Weyn, Ketua PC GM FKPPI 0212/Tapanuli Selatan, memberikan pernyataan terkait pengembalian izin operasional PT Agincourt Resources.(Marwan)


Diberdayakan oleh Blogger.