27 Juli 2021


 


Medan | Indonesia Berkibar News -
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi kegiatan Vaksinasi Massal yang dilaksanakan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut dalam rangka memperingatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 tahun 2021. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dalam mencapai Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) bagi masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal Covid-19 yang diikuti sekitar 2.000 warga Kota Medan tersebut, di Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan, Selasa (27/07/2021).

 

Hadir diantaranya Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut IBN Wiswantanu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Agus Salim, Walikota Medan Bobby Afif Nasution, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar serta OPD terkait lainnya.

 

"Saya apresiasi kegiatan ini, dan ini sudah jemput bola. Kita harus bekerja sama dalam menuntaskan pandemi ini. Baik pemerintah serta unsur lainnya, Kejaksaan, TNI, Polri serta masyarakat," ucap Edy Rahmayadi kepada wartawan.

 

Edy Rahmayadi juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk ikut vaksinasi. Hal ini penting agar jika  terpapar Covid-19 tidak mengalami gejala komplikasi/berat akibat virus ini. Masyarakat juga diminta tetap mematuhi potokol kesehatan (Prokes) yakni 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi)

 

"Yang paling utama adalah menaati Prokes. Vaksin ini hanya mendukung untuk meningkatkan imun agar yang terinfeksi lebih kuat. Saat ini masih 24% dosis 1 dan 7% dosis 2 yang ditelah disuntik vaksin. Terget kita 9 juta dosis untuk seluruh masyarakat Sumut," katanya.

 

Mengenai PPKM Level 4 di Kota Medan, dikatakannya, masih terus dilaksanakan dan meminta masyarakat untuk tetap sabar dan menaati aturan tersebut, guna memutus mata rantai dan klaster  penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Menurut Edy, di Kota Medan terjadi peningkatan masyarakat yang terinveksi virus ini, karena mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.

 

"Namanya juga Ibu Kota, itu mobilitasnya sangat tinggi. Dari kabupaten/kota Sumut itu banyak yang berkunjung ke Medan, jadi sangat rentan terpapar virus ini. Makanya kita melakukan penyekatan ini. Tanya saja nanti pada Walikota," katanya.

 

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut IBN Wiswantanu mengatakan, kegiatan sosial ini adalah upaya membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi dan tetap mematuhi Prokes.

 

"Kegiatan ini juga merupakan rasa empati pada masyarakat dengan memberikan vaksin sebanyak 2.000 orang. Kami sudah melaksanakan vaksin pertama sebelumnya dan ini lanjutan vaksin yang kedua, untuk masyarakat Kota Medan.  Kami mengimbau masyarakat tetap melaksanakan 5M," katanya.

 

Sementara Walikota Medan Bobby Nasution mengatakan, PPKM Mikro Level 4 saat ini mengalami pelonggaran pada pedagang kaki lima dan restoran siap saji. Hal ini sesuai dari instruksi Pemerintah Pusat.

 

"Penyekatan dan beberapa kebijakan lainnya masih tetap sama. Untuk pedagang kaki lima  hanya pelonggaran aturan jam tutup dan buka, serta batasan waktu makan di tempat. Sementara restoran siap saji hanya bisa take away (bungkus) dan drive thru (bawa pulang) tidak menunggu," katanya.(bundo)

 



Medan | Indonesia Berkibar News
-Calon Ketua PWI dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP)  PWI Sumut masa bakti 2021-2026 dinyatakan lolos verifikasi administrasi. 

Ketua Steering Committtee (SC)  Konferensi Provinsi PWI Sumut Nurhalim Tanjung bersama Wakil Ketua SC Edward Thahir, Sekretaris SC Rifki Warisan, anggota Wilfrid B. Sinaga, Edi Syahputra, SRH Hamonangan Panggabean menyerahkan hasil verifikasi bakal calon (balon) Ketua PWI dan Ketua DKP.

Diterima Ketua Panitia Pelaksana   Konferensi (OC) Khairul Muslim dan Sekretaris OC Rizal R. Surya di Gedung PWI Sumut, Senin(26/07/2021).

Ada dua  balon Ketua PWI dan dua balon Ketua DKP yang mendaftar pada masa pendaftaran tanggal 9-16 Juli 2021.


Yakni,  balon Ketua PWI Farianda Putra Sinik,SE (Harian Medan Pos) dan H. Hermansjah,SE (Harian Analisa). Balon Ketua DKP Drs. Muhammad Syahrir, M.Ikom (Harian Realitas)  dan Dr. Dedi Sahputra (Harian Waspada). 

Farianda dan Syahrir mendaftar pada 9 Juli 2021. sedangkan Hermansjah, dan Dedi Sahputra mendaftar 15 Juli 2021.

Ketua OC Khairul Muslim didampingi Sekretaris OC Rizal R. Surya di Gedung PWI Sumut, Selasa (27/07/2021) mengatakan,  balon Ketua PWI Sumut dan Ketua DKP tersebut secara persyaratan administrasi telah sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD, PRT) PWI. 

Di antaranya, sebagai Anggota Biasa PWI minimal 3 tahun, Wartawan Kompeten Utama Dewan Pers, pernah menjadi pengurus PWI.

Dengan demikian,  ada dua calon Ketua PWI dan dua calon Ketua DKP yang akan mengikuti kontestasi di Konferensi Provinsi PWI Sumut yang dijadwalkan berlangsung  28 -29 Agustus nanti, sebut Khairul Muslim yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumut. 

Dijelaskan, konferensi PWI Sumut kali ini  berbeda dengan konferensi sebelumnya. Konferensi kali ini ada pendaftaran balon Ketua PWI dan balon Ketua DKP. Hal ini dilakukan agar para peserta konferensi dapat mengetahui integritas, kualitas, kapasitas dan kompetensi para calon.

Selain itu lanjutnya ada masa waktu bagi para calon untuk menyampaikan visi, misi dan program yang akan dilaksanakannya ketika memimpin PWI lima tahun ke depan.

"Pengunduran konferensi selama satu bulan tentunya memberi kesempatan para calon untuk lebih maksimal menyampaikan visi, misi dan rencana programnya," ujarnya.

Selama ini ungkapnya,  pendaftaran balon Ketua PWI dan Ketua DKP dilakukan saat berlangsungnya konferensi sehingga tidak cukup waktu bagi peserta untuk mengetahui dan mengenali para calon, ujar Khairul yang juga penguji UKW ini. 

Khairul berharap pelaksanaan konferensi di masa pandemi Covid-19 ini tidak mengurangi esensi demokrasi di organisasi PWI. Panitia Pelaksana berusaha secara maksimal dan profesional terutama dalam melakukan verifikasi dan validasi terhadap keanggotaan PWI (Anggota Biasa)  yang memiliki hak suara (hak memilih dan dipilih) dalam konferensi. 

Karena itu,  sesuai petunjuk PWI Pusat maka panitia terlebih dulu membuat Daftar Peserta Sementara (DPS)  sebelum ditetapkan Daftar Peserta Tetap (DPT) yang diterbitkan PWI Pusat. Panitia akan berpedoman pada DPT yang diterbitkan PWI Pusat dalam pemberian undangan peserta konferensi berikut formulir mandat. 

"Kita berusaha semaksimal mungkin menga-up date, memverifikasi, memvalidasi keanggotaan PWI (Anggota Biasa). Jangan sampai ada anggota PWI dikorbankan hak konstitusionalnya saat konferensi," kata Khairul.

Khairul menegaskan, PWI Pusat telah menerbitkan surat edaran tentang pedoman pelaksanaan Konferensi PWI  Provinsi, Kabulaten/Kota di masa pandemi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. 

Karenanya,  pertemuan tatap muka (khusus pemilihan Ketua PWI dan Ketua DKP)  dibatasi untuk menghindari kerumunan massa yang bisa menimbulkan klaster baru. Makanya, pemberlakukan kehadiran peserta melalui mandat 1:3 dalam konferensi harus dilakukan secara disiplin untuk menunjukkan komitmen dan konsistensi PWI mendukung upaya pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. Terlebih-lebih Kota Medan masuk PPKM Level 4 Covid-19.

"Insya Allah, mari kita sama-sama berdoa dan disiplin prokes agar bulan Agustus nanti situasi pandemi Covid-19 semakin melandai", ujar Khairul. 

Dijelaskan, Konferensi Provinsi PWI Sumut di masa pandemi berlangsung dua hari. 

Hari pertama, Sabtu 28 Agustus semuanya dilakukan secara daring (online)melalui  zoom meeting yaitu pembukaan. Setelah pembukaan Pleno I pembahasan jadwal acara dan tata tertib konferensi. Pleno II Laporan Pertanggungjawaban ( LPj) Pengurus PWI Sumut masa bakti 2015-2020.

Sementara hari kedua, Minggu 29 Agustus yaitu Pleno III pemilihan  Ketua PWI dan Ketua DKP dilakukan secara langsung (pertemuan tatap muka) namun dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Peserta/pemegang mandat yang akan menghadiri konferensi (tatap muka)  wajib tes antigen. Tes antigen akan dilaksanakan Sabtu 28 Agustus.

Tema Konferensi Provinsi PWI Sumut Tahun 2021.  " Mengawal PWI yang Berintegritas, Melayani dan Peduli  Profesi ". (torong)



Medan | Indonesia Berkibar News
- Pria yang viral di media sosial (Medsos) karena memalak supir pengakut bawang, akhirnya ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Timur di Jalan Bulan/Pasar Sambu Medan, Selasa (27/07/2021). 

Dihadapan penyidik, pelaku bernama Gardan Sianturi (33) itu mengakui perbuatannya melakukan pemalakan. "Iya pak, perbuatan saya salah," sebut dia. 

Ia mengakui, dengan sengaja meminta uang kepada supir yang sedang memuat bawang di Jalan Vetaran/Pasar Sambu Medan. "Saya minta uang Rp5 ribu untuk administrasi ormas (Organisasi Masyarakat)," ucap dia. 

Aksi pengutipan uang terhadap para supir di sepanjang Jalan Veteran itu sudah dilakukannya selama dua hari sebelum video pemalakan itu viral. "Baru dua hari pak," sebut Gardan. 

Uang yang dikutip itu, akunya akan disetor kepada ormas. "Itu uangnya saya setor untuk Ormas," akunya. 

Saat melakukan pemalakan terhadap supir pengakut bawang yang identiasnya tak mau disebut, dirinya tidak sadar kalau direkam melalaui handpone. "Saya tidak tau direkam oleh toke bawang (Awi)," kata Gardan. 

Setelah video pemalakan itu viral di media sosial pada Selasa (20/07/2021), personil Unit Reskrim Polsek Medan Timur langsung melakukan pengejaran. Setelah beberapa hari, akhirnya petugas menangkap pelaku di Jalan Bulan/Pasar Sambu Medan. 

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin melalui Kanit Reskrim Iptu Jefri Simamora mengatakan kalau pelaku saat ini sedang dimintai keterangan. "Sudah kita amankan. Saat ini pelaku sedang diperiksa," ucapnya. 

Berdasarkan data yang kita dapat dari lapangan, pria bernama Gardan ini diduga sudah sering memintai uang para supir disepanjang Jalan Veteran. "Kita duga bukan hanya sekali saja, tapi sudah sering," ujar dia. 

Rencananya, pihak Polsek Medan Timur akan melakukan pemanggilan terhadap korban. "Sudah kita panggil, nanti akan dibuat surat pernyataan tidak berbuat lagi," sebut Arifin.

Diketahui, video seorang pria yang sengaja direkam sedang melakukan pungli terhadap mobil pengangkut bawang viral di media sosial (medsos) Instagram, Selasa (20/0207/21).

Dalam video yang beredar, aksi pungli itu disebut terjadi di Jalan Veteran Medan. Tiba-tiba pelaku yang mengaku dari salah satu organisasi masyarakat (ormas) meminta uang.

Pelaku yang mengenakan topi itu tiba-tiba mendatangi orang yang sedang melakukan bongkar muat. Salah seorang pria yang ada di sekitar kemudian merekam aksi itu dan sempat menginterogasi pelaku. “Saya tanya kamu meminta uang untuk apa,” tanya perekam. “Untuk PP,” jawab pelaku.(zulherman)



Sei Rampah | Indonesia Berkibar News
-Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP hadir dalam rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sergai yang dilaksanakan di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (27/07/2021).

Wabup menyampaikan jika Pemkab Sergai mewacanakan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berfokus pada penyerapan dan pendistribusian bahan kebutuhan pokok yang bersumber dari para petani di Sergai.

Ia menyebut, hal ini merupakan bagian penting sebagai salah satu aspek pendukung penguatan program pengendalian inflasi di Sumatera Utara (Sumut) yang terangkum ke dalam 4K yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif.

Wabup Adlin kemudian menjelaskan TPID sendiri memiliki fungsi dan tugas yang sangat penting dalam mengendalikan inflasi dan sekaligus ikut mendorong pergerakan roda ekonomi daerah di mana di dalamnya terdiri dari lintas sektor dengan tugas utama melakukan identifikasi atas sumber tekanan inflasi dan kemudian merumuskan berbagai langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi permasalahan yang ada.

“Salah satu contohnya adalah perlindungan terhadap para petani penghasil gabah. Pemerintah akan membentuk peraturan daerah (Perda) tentang harga eceran gabah yang tertuang dalam Ranperda Harga Eceran Gabah. Tujuan utama yang jadi dasar pembentukan perda ini adalah mekanisme pembentukan yang tidak hanya membangun ketahanan pangan masyarakat namun juga menjamin keberlanjutan ekosistem pertanian pangan di Kabupaten Sergai,” papar Adlin Tambunan.

Tak melulu soal ekonomi, di masa pandemi Covid-19, Wabup juga menyebut jika pemerintah melalui TPID menaruh fokus terhadap ketersediaan obat dan produk medis lainnya.

“Hasil dari pantauan, ketersediaan kebutuhan obat dan produk medis lainnya di Sergai masih terbilang cukup. Kalaupun ada kenaikan, harga yang ditawarkan masih ada di taraf wajar,” ucapnya lagi.

Selain itu, Wabup juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan, utamanya untuk mendukung mobilitas dan kelancaran distribusi produk pertanian dan perikanan.

“Di bawah kepemimpinan Pak Bupati Darma Wijaya dan saya, Pemkab Sergai sudah memulai pembangunan jalan lintas pesisir. Sebagai contoh, pembangunan sudah dilakukan di Perbaungan, Pantai Cermin Teluk Mengkudu hingga Tanjung Beringin. Sesuai dengan harapan kami, Jalan Mulus, Ekonomi Bagus,” tuturnya.

Terakhir, Adlin Tambunan mengatakan jika pemaksimalan penggunaan teknologi juga menjadi perhatian. Hal ini, katanya, bisa dilihat dari tersedianya lapak jualan online (e-commerce) yang bernama HOPE SHOP.

“Di tengah pandemi seperti sekarang, strategi pemasaran digital penting untuk mengatasi terbatasnya interaksi fisik. Lewat aplikasi Hope Shop, masyarakat dapat mengakses layanan belanja berbasis produk unggulan desa. Aplikasi ini juga mendukung pengembagan program One Village One Product, Satu Desa Satu Produk Unggulan,” pungkasnya.

Kabag Perekonomian Sergai, Rosdelimawati, SE, menuturkan jika TPID Sergai sudah mencapai kesepakatan bersama dengan Kapolres Sergai untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat.

“Hal ini bisa dilihat dari rangkaian kegiatan dan kebijakan yang sudah dilakukan. Misalnya pelaksanaan sidak pasar khususnya di Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Selain itu ada juga pelibatan ASN untuk berbelanja kebutuhan di pasar serta pemantauan rutin di pasar tradisional demi memastikan angka inflasi terkendali,” paparnya.

Hadir Sekdakab Sergai H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, Asisten Ekbangsos Ir. Kaharuddin, MM, para Kepala OPD, Camat, perwakilan BPS, dan peserta lain yang hadir secara langsung maupun virtual.(fit)

26 Juli 2021


Medan | Indonesia Berkibar News
-Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPW BI Sumut ) Soekowardojo  menyampaikan dengan adanya penerapan PPKM Darurat yang diterapkan Pemerintah di Jawa dan Bali sejak 3 Juli 2021 yang saat ini diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, diyakini akan bakal dapat mencegah loss pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di akhir tahun 2021 ini.

Penerapan PPKM juga berpotensi mengganggu distribusi pasokan komoditas bahan makanan di Sumatera yang mayoritas berasal dari Jawa dan Bali.Sehingga diperlukan penguatan upaya pengendalian inflasi dan respon TPID terhadap antisipasi dampak PPKM.

“Salahsatu risiko komoditas terdampak PPKM yakni pasokan Bawang Merah dan Cabai. Di mana sebagian besar pasokan Bawang Merah untuk Provinsi di Pulau Sumatera seperti Sumut, Sumsel, Kepri, Bengkulu, Babel dan Lampung berasal dari Pulau Jawa. Lalu terdapat potensi atas tidak beroperasinya transportasi besar akibat PPKM yang dapat menghambat distribusi. Sedangkan untuk Cabai yang di distribusi pasokannya dari pulau Jawa ke Sumatera," papar Soekowardojo. 

Persentase pasokan Cabai Merah berasal dari Jawa relatif tidak terlalu tinggi, dikarenakan pasokan petani lokal yang mencukupi dikarenakan masuknya masa panen. Berakhirnya masa panen dan masuknya Idul Adha akan mendorong permintaan, sehingga akan mendorong peningkatan pasokan dari Jawa,  ujar  Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo saat Bincang Bareng Media (BBM) secara virtual kepada para awak media di kantor BI, Senin (26/07/2021).

Soekowardojo juga menjelaskan untuk mengatasi dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tersebut, ada 4K yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumut sebagai upaya dan respon terhadap PPKM itu sendiri.

Selanjutnya 4K ini merupakan upaya dan respon TPID terhadap PPKM yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. Sementara itu masih disampaikannya, potensi kenaikan harga pangan di Sumut masih dalam batas wajar.

“Perkembangan harga pangan strategis pada 23 Juli 2021 terpantau stabil. Secara umum, tingkat harga masih berada pada range rerata harga 3 tahun terakhir. Adapun kenaikan yang terjadi selama periode pelaksanan PPKM masih dalam batas yang wajar. Stabilitas harga ini juga diperkuat dengan hasil survey aliran pasokan Bank Indonesia yang menunjukan aliran pasokan pada pedagang besar di Kota Medan masih relatif stabil, serta kecukupan stok di gudang bulog untuk komoditas beras, minyak goreng dan gula pasir, “tegas Soekowardojo. (torong)


 



Medan | Indonesia Berkibar News -
Ketua Persatuan Wartawan Media Online Kepolisian daerah Sumatera Utara, Riki Hamdani Chan mengecam keras pelaku tindak kekerasan yang terjadi pada wartawan. Riki berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas aksi kriminalitas tersebut, Senin(26/07/2021).

"Hal ini tidak bisa dibiarkan, Kita berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang terjadi pada rekan kita, Parada Sembiring. Semoga pelaku dapat ditangkap dan diproses secara hukum," ucap Riki sembari menghimbau kepada pihak keluarga korban agar sabar dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak berwajib.

Aksi penyiraman air keras terhadap pimpinan redaksi media online jelajahperkara.com, Persada Bhayangkara Sembiring SH (25) terjadi, Minggu (25/07/) malam sekira pukul 21 : 40 WIB malam di Kawasan Jalan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara. Akibat peristiwa itu, Parada Sembiring kini tengah mejalani perawatan intensif di rumah sakit Adam Malik, Medan. (Zulherman)



 Medan | Indonesia Berkibar News - Dengan Di perpanjang Pemerintah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Level 4, Forum Wartawan Poldasu berkerjasama dengan Bhineka Grup berbagi sembako kepada Abang becak se-Kota Medan, Senin (26/07/2021).

Penyerahan sembako tersebut dilakukan langsung oleh Ketua FWP Zulkifli Tanjung di Pondok Mengaji Martuani Berkarya, Jalan Sempurna, Kecamatan Medan Kota. “Sembako ini merupakan bantuan dari teman-teman Bhineka Grup, mereka adalah para pengusaha dari etnis Tionghoa di Medan,” kata Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, bantuan sembako ini rencananya akan dilakukan setiap hari. Pasalnya, banyak warga di Medan yang benar-benar mengalami kesusahan di masa pandemi saat ini. “Berapa yang kita bagi, belum tahu jumlahnya. Hari ini saja sudah puluhan Abang abang becak yang kita beri sembako. Rencananya akan kita bagi setiap hari,” ujarnya.

Wartawan senior Kota Medan ini pun mengungkapkan alasan di balik aksi sosial FWP dan Bhineka Grup. Zulkifli mengatakan, ia sangat miris saat ada warga yang mengadu penghasilannya tak cukup lagi untuk memberi makan keluarganya.

“Kemarin ada dua orang yang datang ke saya. Mereka mengadu, saat ini hanya makan nasi putih dan garam saja. Ini sungguh sangat miris. Mereka saudara-saudara kita, wajib kita bantu. Mudah-mudahan banyak warga Kota Medan lain yang memiliki kelapangan, mau berbagi kepada saudara-saudara kita yang terdampak PPKM ini,” sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Tanjung sempat bertanya kepada salah seorang Abang becak, Albert Silaban. “Bagaimana penghasilan abang sebagai tukang becak saat ini?” tanyanya. “Berat kali, terkadang sama sekali tak ada sewa (penumpang, Red), sehingga tak ada uang belanja yang bisa dibawa pulang, kadang paling banyak cuma Rp 25 ribu yang dibawa pulang,” ujar Silaban.

Zulkifli kemudian berpesan kepada Silaban untuk tetap semangat dalam mencari nafkah, dan banyak berdoa semoga pandemi segera berakhir. “Banyak berdoa ya bang, semoga rezeki kita selalu lancar dan bisa terus berbagi. Sampaikan juga kepada abang-abang tukang becak yang lain, agar mereka juga bisa mendapatkan sembako yang kita bagi,” tambahnya.

Pantauan wartawan, pembagian sembako tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Selain memakai masker dan jaga jarak, para tukang becak digilir hanya 5 orang per termin pembagian. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan. (Zulherman)


Diberdayakan oleh Blogger.