19 Mei 2026

Langkat, IBN - Sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan serta upaya membangun karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak, cerdas, dan taat hukum, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, M.Si hadir langsung sebagai pembina upacara di SMA Negeri 1 Hinai, Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendekatkan diri kepada pelajar sekaligus memberikan edukasi, motivasi, dan pembinaan karakter sejak dini guna menciptakan generasi muda yang berkualitas menuju Indonesia Emas.

Dalam kegiatan itu, Kapolres Langkat didampingi sejumlah Pejabat Utama Polres Langkat, Kapolsek Hinai beserta personel, Camat Hinai, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Hinai, dewan guru, staf sekolah, dan diikuti seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Hinai.

Setibanya di sekolah, Kapolres Langkat dan rombongan disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Hinai Suprianto, S.S beserta para guru dan staf sebelum pelaksanaan upacara dimulai.

Selaku pembina upacara, Kapolres Langkat menyampaikan amanat yang sarat pesan moral, motivasi, serta edukasi hukum kepada para pelajar.

Dalam amanatnya, Kapolres mengajak seluruh siswa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat mengikuti upacara dengan baik, sekaligus menghormati jasa para pahlawan serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang mampu membawa kemajuan bagi Indonesia di masa depan.

Mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, Kapolres menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam membangun bangsa.

“Beri saya pemuda, maka akan kuguncangkan dunia,” ujar Kapolres menirukan semangat Bung Karno di hadapan para siswa.

Kapolres menegaskan bahwa para pelajar saat ini merupakan aset bangsa yang harus memiliki cita-cita tinggi, disiplin, serta semangat pantang menyerah dalam meraih keberhasilan.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sehingga dibutuhkan arahan, bimbingan, serta role model yang baik agar para pelajar tidak salah dalam menentukan jalan kehidupan dan masa depan mereka.

Karena itu, melalui kegiatan sebagai pembina upacara, Kapolres ingin menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran hukum kepada para pelajar agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja maupun pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya fokus terhadap tujuan, memiliki komitmen kuat, dan semangat kerja keras dalam menggapai cita-cita.

“No Pain No Gain, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” pesan Kapolres memberi motivasi kepada seluruh siswa.

Selain memberikan motivasi pendidikan, Kapolres Langkat juga menekankan pentingnya bijak menggunakan media sosial di era digital saat ini.

Kapolres mengingatkan bahwa di era digital saat ini opini dan persepsi sering kali mengaburkan fakta yang sebenarnya.

Karena itu, para pelajar diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui kebenarannya.

Kapolres mengajak para siswa untuk melakukan tabayun atau verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun menyebarkan suatu informasi agar tidak terjebak hoaks, provokasi, maupun berita menyesatkan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dalam amanatnya, Kapolres turut menyoroti berbagai bentuk kenakalan remaja seperti geng motor, penyalahgunaan narkoba, tidak menghormati guru, hingga tindakan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.

Menurut Kapolres, bullying bukan hanya berdampak terhadap mental dan psikologis korban, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya.

Karena itu, Kapolres mengajak seluruh pelajar untuk saling menghargai, saling mendukung, dan menjadikan perbedaan sebagai sarana untuk saling melengkapi, bukan saling merendahkan.

“Jangan pernah menghina, mengejek, ataupun merendahkan orang lain karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses di masa depan,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan para siswa agar menjauhi narkoba yang dapat menghancurkan kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda. Selain itu, para pelajar juga diimbau untuk tertib berlalu lintas dengan selalu menggunakan helm dan mematuhi aturan di jalan raya demi keselamatan bersama.

Menurut Kapolres, Polri sangat peduli terhadap keselamatan generasi muda agar tidak menjadi korban fatalitas kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan cacat bahkan kehilangan nyawa.

Di akhir amanatnya, Kapolres Langkat mengajak seluruh siswa untuk terus belajar, menjaga disiplin, menghormati guru dan orang tua, menjauhi narkoba, serta ikut menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan masing-masing.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri yang aktif selama 24 jam sebagai bentuk pelayanan cepat tanggap Polri terhadap setiap laporan gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas.

Usai pelaksanaan upacara, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Hinai memberikan piagam penghargaan kepada Kapolres Langkat sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan melalui edukasi hukum, motivasi, serta pembinaan karakter kepada para pelajar.

Kegiatan berlangsung penuh antusias dan keakraban, para siswa tampak semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, bahkan salah satu siswa turut melakukan wawancara langsung dengan Kapolres Langkat terkait pesan dan harapan Polri terhadap generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas.

Melalui kegiatan tersebut, Polri kembali menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai mitra pendidikan dalam membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, cerdas, bijak bermedia sosial, menjauhi narkoba, anti bullying, serta memiliki kesadaran hukum demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Langkat.

(SFN)


SAMOSIR, IBN – Setelah melalui proses persidangan yang panjang, Pengadilan Negeri Balige kembali menggelar sidang kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang terjadi di salah satu warung di Jalan Raya Nainggolan–Onan Runggu Desa Onan Runggu Kabupaten Samosir, Jumat (29/8/2025) sekira pukul 22.30 WIB, lalu. Sidang digelar secara zoom atau dalam jaringan (daring) Senin Mei 2026.

Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara 9 tahun penjara kepada terdakwa Penro Samosir (23), warga Onan Runggu.

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban Jimmy Simbolon (46) meninggal dunia.

Namun, putusan tersebut menuai kekecewaan dari pihak keluarga korban. Adik korban, Juniatur Simbolon, menilai hukuman yang dijatuhkan terlalu ringan dan jauh dari rasa keadilan bagi keluarga.

“Keluarga sangat kecewa dan tidak terima atas putusan majelis hakim. Terdakwa terbukti melakukan penganiayaan, memukul korban menggunakan gagang gair-gair padi dan menikam paha korban hingga meninggal dunia,” ujar Juniatur, Senin (18/5/2026) di Pangururan.

Kami keluarga korban, akan berkoordinasi dengan JPU, memohon untuk di lakukan memori banding, agar terdakwa dapat di hukum setimpal sesuai denganan tuntutan Jaksa, “urai Juniatur dengan sedih.

Vonis 9 tahun penjara itu juga dinilai jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Nova Margaretta, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara.

( P Simbolon )

18 Mei 2026

Langkat, IBN - Polres Langkat kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui keberhasilan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curanmor) di wilayah hukum Polres Langkat.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata sinergi dan kolaborasi antara Polri dengan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Kasus pencurian sepeda motor itu terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 di area parkir Hotel Grand Stabat, Jalan KH Zainul Arifin, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Korban diketahui bernama Windah Sari Ayu yang kehilangan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam dengan kerugian mencapai Rp 22 juta.

Pengungkapan kasus bermula saat petugas keamanan Hotel Grand Stabat melihat dua pria dengan gerak-gerik mencurigakan di area parkiran hotel.

Informasi tersebut kemudian segera disampaikan kepada pihak kepolisian dan langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Satreskrim Polres Langkat.

Merespons laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Langkat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pemantauan di area parkir hotel.

Berkat koordinasi yang baik antara petugas kepolisian dan pihak keamanan hotel, upaya pencurian kendaraan bermotor tersebut berhasil digagalkan sebelum para pelaku melarikan diri.

Setibanya di TKP, personel mendapati salah satu pelaku sedang merusak kunci kontak sepeda motor korban menggunakan kunci T.

Saat pelaku hendak melarikan diri, personel Polres Langkat bersama petugas keamanan hotel dengan sigap langsung melakukan penangkapan terhadap kedua terduga pelaku beserta barang bukti.

Dua terduga pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial C.G (24) warga Medan Johor dan D.W. (30) warga Hamparan Perak, Deli Serdang.

Dari tangan keduanya, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kunci palsu, kunci T, kunci Y, sepeda motor yang digunakan pelaku, serta sepeda motor milik korban.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi S.T.K, S.I.K, M.H, menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil respons cepat personel di lapangan serta dukungan aktif masyarakat dalam memberikan informasi.

“Begitu informasi diterima, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengintaian, saat pelaku sedang merusak kunci kontak sepeda motor korban menggunakan kunci T, tim bersama petugas keamanan hotel langsung melakukan tindakan cepat dan berhasil mengamankan kedua terduga pelaku beserta barang bukti,” ujar AKP Ghulam.

Ia menambahkan bahwa Polres Langkat akan terus meningkatkan patroli serta respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat guna menekan angka kriminalitas, khususnya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Langkat.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. memberikan apresiasi atas kepedulian masyarakat dan petugas keamanan hotel yang telah bersinergi membantu tugas kepolisian sehingga pengungkapan kasus dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Menurut Kapolres, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan hanya oleh Polri semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

Respons cepat masyarakat sangat membantu tugas Polri dalam mencegah maupun mengungkap tindak kejahatan.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan call center 110 Polres Langkat untuk melaporkan gangguan kamtibmas maupun membutuhkan bantuan kepolisian secara cepat,” tegas AKBP David Triyo Prasojo.

Kapolres Langkat juga menegaskan bahwa jajaran Polres Langkat akan terus hadir di tengah masyarakat melalui patroli, kegiatan preventif, serta penegakan hukum secara profesional demi memberikan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Langkat.

Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan di Polres Langkat guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

(SFN)


JAKARTA, Indonesiaberkibarnews.com - Pernyataan Presiden RI terkait urgensi ketahanan energi dalam KTT BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, 7 Mei lalu menjadi sinyal serius untuk ketahanan ekonomi keluarga di wilayah penyangga perkotaan.

Ketidakstabilan global yang mendorong kenaikan harga energi dinilai dapat berdampak langsung pada meningkatnya biaya distribusi pangan juga kebutuhan pokok, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat di kawasan padat penduduk dan kelompok ekonomi rentan, Minggu (17/5/2026)

Masyarakat di wilayah penyangga Jakarta, seperti RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya, Depok, menjadi salah satu kelompok yang mulai mengantisipasi dampak tersebut. Di kawasan padat penduduk ini, ancaman kenaikan harga pangan menjadi beban ganda bagi keluarga pensiunan yang telah kehilangan 30–50 persen pendapatan mereka.

Menghadapi keterbatasan lahan dan penurunan daya beli tersebut, Universitas Pertamina menginisiasi langkah preventif dengan memanfaatkan Posyandu sebagai pusat edukasi ketahanan pangan keluarga.

"Posyandu adalah simpul sosial yang sangat kuat karena berada di garda terdepan keluarga. Melalui wadah tersebut, kita mentransformasikan pesan Presiden mengenai ketahanan pangan menjadi aksi nyata. Kami membina warga agar mampu memproduksi pangan sendiri, sehingga dapur mereka tetap aman meskipun terjadi guncangan harga di pasar global," ucap Evi Sofia; Ketua Tim PkM Universitas Pertamina.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah sistem Budikdamber atau Budidaya Ikan dalam Ember yang terintegrasi dengan hidroponik. Melalui model ini, warga bisa memanen protein ikan sekaligus sayuran secara bersamaan hanya memanfaatkan teras rumah yang sempit.

Model ini dinilai sangat efisien karena menerapkan sistem resirkulasi nutrisi alami. Dalam sistem tersebut, limbah ikan diolah secara mandiri menjadi pupuk bagi tanaman, sehingga warga dapat meminimalisir penggunaan air serta biaya perawatan namun tetap memperoleh hasil panen yang maksimal.

Peserta program yang didominasi oleh warga RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya yang antusias mengubah lahan sempit menjadi unit produksi pangan mandiri. Program yang telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2025 ini menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat, terutama kelompok pensiunan yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Di tengah tekanan perekonomian dan ketidakpastian global, kemandirian pangan adalah pertahanan terbaik. Dengan modal yang sangat terjangkau, satu keluarga dapat menekan pengeluaran belanja pangan bulanan secara signifikan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun harga energi melonjak," sebut Evi.

Manfaat nyata dari kemandirian pangan ini dirasakan langsung oleh warga di tingkat akar rumput. Ketua RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya, Endang Sungkono, menambahkan bahwa warga di wilayahnya kini memiliki aktivitas produktif yang memberikan dampak instan bagi konsumsi harian keluarga.

"Dengan hadirnya inovasi Budikdamber ini, warga kami, khususnya para pensiunan, menjadi lebih berdaya. Selain membantu ekonomi, kegiatan ini juga memberikan semangat baru bagi warga untuk tetap produktif meski di lahan terbatas," beber Endang.

Pjs Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, menegaskan pentingnya peran akademisi dalam mentransformasikan isu global menjadi solusi nyata. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah konkret universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-2 (Tanpa Kelaparan) dan poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

“Universitas Pertamina (UPER) berkomitmen menghadirkan inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Masalah ketahanan energi dan pangan yang diserukan Presiden memerlukan respons akademis yang aplikatif. Melalui penguatan ekonomi keluarga berbasis komunitas seperti ini, kita sedang membangun fondasi ketahanan nasional yang lebih kokoh dari tingkat yang paling dasar,” tutupnya. (JBR/66)


JAKARTA, Indonesiaberkibarnews.com - Tantangan mobilitas di wilayah megapolitan seperti Jakarta, yang populasinya diprediksi mencapai 42 juta jiwa pada 2026 (PBB), kini berada di titik kritis terkait inklusivitas ruang publik.

Sebagai potret umum kota besar di tanah air, infrastruktur pedestrian seringkali terabaikan di tengah masifnya dengan pembangunan fisik. Temuan di lapangan mengungkap ironi: 90 persen trotoar di setiap pusat-pusat aktivitas justru dikuasai parkir liar dan PKL (Koalisi Pejalan Kaki, 2026), Minggu (17/5/2026)

Dampaknya paling dirasakan oleh penyandang disabilitas, di mana 70 persen fasilitas guiding block tidak lagi berfungsi karena rusak atau tertutup permanen (Pertuni, 2026).

Ketidaksiapan infrastruktur pedestrian ini menjadi alasan kuat mengapa Jakarta hanya menempati peringkat ke-46 dari 60 kota dalam Indeks Kesiapan Mobilitas Perkotaan Global. Peringkat ini menjadi pengingat bahwa kualitas mobilitas sebuah kota tidak hanya diukur dengan pertumbuhan penduduk, tetapi juga dari integritas jalur pedestrian yang menjamin hak keamanan seluruh warga tanpa terkecuali.

Merespons realitas tersebut, mahasiswa Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) yang tergabung dalam tim Pertalight Public Relations yakni Miftakhul Laili Afifah, Imtiaz Ahmad dan Zhaira Zata Aqma, merancang kampanye komunikasi publik bertajuk "Jejak Kota: Langkah Jakarta Menuju Inklusivitas".

Inisiatif ini berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Public Relations Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, menyisihkan 20 tim dari berbagai universitas nasional.

"Krisis pedestrian di Jakarta berakar pada masalah perilaku dan lemahnya penegakan aturan. Tanpa empati masyarakat juga pengawasan yang ketat, infrastruktur trotoar akan terus kehilangan nilai fungsinya bagi kehidupan sehari-hari warga," tutur Imtiaz Ahmad, perwakilan dari tim.

Dampak dari kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Penyalahgunaan trotoar berkontribusi pada 18.302 kasus kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki (Goodstats, 2025). Tim Pertalight kemudian menghitung estimasi kerugian ekonomi dari angka yang menggunakan pendekatan Severity Index berbasis aktuaria, sebuah metode yang lazim digunakan dalam kajian risiko keselamatan jalan dan menghasilkan estimasi kerugian total sekitar Rp380,49 miliar, atau rata-rata Rp20,79 juta per kasus. Angka ini bersifat estimasi kalkulatif berdasarkan data kecelakaan yang tersedia, bukan hasil audit kerugian langsung, sehingga perlu dibaca sebagai gambaran besaran dampak, bukan angka final yang telah terverifikasi.

Di bawah bimbingan Muhammad Nur Ahadi, M.I.Kom., dan Ita Musfirowati Hanika, M.I.Kom., kampanye "Jejak Kota" dirancang sebagai cetak biru komunikasi inklusif yang dapat diadopsi oleh pemerintah kota lain di Indonesia. Tak hanya merancang aktivasi media sosial, tim juga mendesain aksi edukasi langsung di lapangan, seperti signage interaktif berfitur QR Code yang terhubung ke aplikasi JAKI untuk mempermudah pelaporan kerusakan atau penyalahgunaan trotoar.

Melalui integrasi ini, Imtiaz berharap kampanye tersebut mampu memicu aksi nyata serta menumbuhkan budaya empati warga dalam menjaga ruang publik yang aman dan inklusif bagi pejalan kaki, terutama kelompok disabilitas.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan kontribusi nyata akademisi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin ke-11, yakni mewujudkan Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

“Selain menonjolkan kreativitas, melalui pembelajaran di mata kuliah Produksi Public Relations dan Manajemen Pemasaran Sosial, mahasiswa juga didorong untuk melahirkan solusi praktis yang menyentuh permasalahan mendasar masyarakat. Universitas Pertamina berkomitmen untuk terus mencetak praktisi komunikasi handal yang tak hanya piawai secara teknis, tetapi juga peka terhadap sisi kemanusiaan dari setiap pesan yang mereka rancang,” sebutnya mengakhiri. (JBR/66)

16 Mei 2026

Samosir, IBN - Kabupaten Samosir kembali menjadi pusat perhatian nasional, Samosir tampil sebagai tempat digelarnya BTN Leadership Forum 4 Tahun 2026. Dalam momentum tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menerima CSR Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang diserahkan langsung Direktur Utama Nixon L.P. Napitupulu dalam acara Gala Dinner di Hotel Mariana, Kecamatan Simanindo-Samosir, Jumat 8 Mei 2026.

Bantuan TJSL tersebut berupa pelatihan peningkatan kualitas pelayanan dan pelatihan bahasa Inggris bagi pelaku UMKM serta masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Samosir.

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dipilihnya Samosir sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis BTN. Menurutnya, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa Samosir semakin diperhitungkan sebagai daerah tujuan wisata sekaligus mitra pembangunan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh undangan. Kami merasa terhormat karena Samosir dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan besar ini. Sebagai daerah kecil, kami bangga dapat menyambut seluruh direksi dan pimpinan BTN dalam suasana hangat di Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.

Vandiko menegaskan bahwa kehadiran BTN membawa manfaat besar, tidak hanya bagi perekonomian nasional melalui layanan perbankan dan pembiayaan masyarakat, tetapi juga secara langsung dirasakan masyarakat Samosir melalui program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Kami mendapat berkat melalui bantuan pelatihan bagi UMKM dan pelaku pariwisata. Ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Terima kasih karena BTN sudah hadir dan berbuat di Samosir. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan semakin kuat ke depan,” ungkap Vandiko.

Secara khusus, Vandiko berharap hubungan baik tersebut dapat ditingkatkan melalui kehadiran Kantor Cabang Pembantu BTN di Samosir. Menurutnya, akses layanan perbankan yang lebih dekat akan semakin mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Vandiko juga mengajak BTN turut mempromosikan pariwisata Samosir kepada masyarakat luas, termasuk kepada karyawan dan nasabah BTN di seluruh Indonesia.

“Kami berharap BTN ikut membawa nama Samosir semakin mendunia. Semoga para karyawan dan nasabah BTN dapat datang berkunjung, memilih Samosir sebagai tempat berwisata,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa Leadership Forum BTN untuk pertama kali digelar di Sumatera Utara dan memilih Samosir sebagai lokasi kegiatan. Hal ini merupakan bentuk dukungan BTN terhadap perkembangan sektor pariwisata Samosir.

Menurut Nixon, Samosir memiliki kekuatan besar dari sisi budaya, panorama alam, serta keramahan masyarakat yang menjadi modal penting dalam pengembangan destinasi wisata kelas dunia.

“Pulau Samosir memiliki kekuatan budaya, alam, dan hospitality yang luar biasa. Ini bukan hanya kebanggaan Sumatera Utara, tetapi juga salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia,” ujar Nixon.

Ia menambahkan, BTN berkomitmen terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui program pemberdayaan masyarakat. Pelatihan bahasa Inggris dan penguatan digitalisasi UMKM diharapkan dapat mendorong pelaku usaha lokal naik kelas dan menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami percaya, ketika UMKM naik kelas, maka ekonomi daerah juga akan ikut tumbuh. Masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan pariwisata, tetapi menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat ekonominya,” tambah Nixon

Dalam kesempatan tersebut, Nixon juga memberikan apresiasi kepada Bupati Vandiko sebagai kepala daerah muda yang dinilai memiliki semangat dan totalitas tinggi dalam membangun Samosir.

“Bupati Samosir hebat, di usia muda sudah menjadi bupati dan memiliki totalitas untuk membangun Samosir,” puji Nixon.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Kehadiran BTN Leadership Forum di Samosir semakin mempertegas posisi Kabupaten Samosir sebagai daerah yang terus maju, terbuka terhadap investasi, serta dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional.

Hadir dalam acara Walikota Palu Hadianto, Komisaris utama BTN Suryo Utomo, Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo, Wakil DPRD Samosir Sarhockel Tamba, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Tetty Naibaho, Sekdis Kominfo Agustianto Sitinjak, Para Komisaris, direksi dan leader PT. BTN.

( P Simbolon )

13 Mei 2026

Samosir, IBN - Bupati Vandiko T. Gultom menerima kunjungan Tim United Kingdom Oxford Policy Management Limited (OPML UK) bersama tim Low Carbon Development Initiative (LCDI) di Rumah Dinas Bupati, Kabupaten Samosir, Selasa 12 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau progres pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kabupaten Samosir yang didukung Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris di Indonesia bersama program LCDI.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Senior Leader Private Sector Climate Finance OPML UK Naveed Chaudry, Team Leader Program LCDI-2 Arnold Sitompul, WS 2 Lead LCDI/OPML Abdul Azis Muslim, Senior Provincial Coordinator LCDI/OPML Agus Marwan, serta perwakilan Bapperida Provinsi Sumatera Utara Andriadi dan Mediana Sitorus.

Bupati Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris serta tim LCDI atas dukungan pembangunan pompa air tenaga surya di Kabupaten Samosir.

“Kami merasa sangat terbantu atas bantuan pembangunan pompa air tenaga surya ini. Kehadiran fasilitas ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk mendukung kebutuhan pertanian di Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen mendukung program pembangunan rendah karbon serta terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan dalam sektor pertanian dan pelayanan masyarakat.

Menurut Vandiko, pembangunan PATS menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta menekan biaya operasional petani melalui pemanfaatan energi matahari.

Ia juga berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui program-program pembangunan lainnya yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah Kabupaten Samosir siap mendukung berbagai program yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki lima unit PATS. Pada tahun 2026 akan dibangun lima unit tambahan, termasuk dukungan dari Pemerintah Inggris, sehingga total menjadi 10 unit. Empat unit di antaranya bersumber dari APBD Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, Team Leader LCDI/OPML Arnold Sitompul menjelaskan bahwa Kabupaten Samosir dipilih sebagai lokasi pembangunan PATS karena dinilai memiliki komitmen nyata dalam penerapan pembangunan rendah karbon.

“Kami melihat Pemerintah Kabupaten Samosir telah lebih dahulu menginisiasi pemanfaatan energi rendah karbon melalui beberapa unit PATS. Inisiatif ini sangat baik dan perlu didukung agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Arnold menambahkan, progres pembangunan berjalan baik dan pihaknya berharap pompa air tenaga surya dapat segera dioperasikan setelah seluruh tahapan selesai.

Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Kabupaten Samosir optimistis mampu mewujudkan pertanian modern yang maju, mandiri, dan ramah lingkungan.

( P Simbolon )
Diberdayakan oleh Blogger.