Tampilkan postingan dengan label Sumut. Tampilkan semua postingan

30 September 2026




Tebingtinggi | Indonesia Berkbar News
- Pemerintah Kota Tebing Tinggi menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, saat menghadiri peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) di Aula RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Jalan Pendidikan, Rabu (30/09/2026).


Dalam arahannya, Wali Kota memaparkan empat komitmen utama Pemko Tebing Tinggi. Komitmen pertama adalah memberikan dukungan penuh terhadap program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sebagai program prioritas nasional. Kedua, Pemko Tebing Tinggi berkomitmen untuk terus memperkuat akses dan kualitas pelayanan kontrasepsi di seluruh fasilitas layanan kesehatan, puskesmas, serta rumah sakit di wilayah Kota Tebing Tinggi.


Lebih lanjut, komitmen ketiga diwujudkan melalui instruksi kepada seluruh jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Dinas Kesehatan, para camat dan lurah, hingga Penyuluh KB (PLKB) selaku ujung tombak di lapangan untuk terus gencar melakukan edukasi dengan sasaran remaja, calon pengantin, dan Pasangan Usia Subur (PUS). Sementara komitmen keempat adalah mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kader untuk bersama-sama menghilangkan stigma negatif masyarakat tentang kontrasepsi.


"Mari kita sampaikan bahwa ber-KB itu adalah ikhtiar untuk menjaga kesehatan ibu dan masa depan anak," ujar Wali Kota.


Wali Kota juga mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk menjadikan momen peringatan ini sebagai pengingat akan pentingnya perencanaan dalam sebuah keluarga. 


"Jadikan momentum Hari Kontrasepsi Sedunia ini sebagai pengingat bahwa satu ibu yang selamat berarti satu keluarga yang utuh. Satu kehamilan yang direncanakan berarti satu generasi yang lebih berkualitas. Mari kita wujudkan Kota Tebing Tinggi sebagai kota yang peduli pada kesehatan ibu dan anak, melalui keluarga yang terencana," ungkap Wali Kota.


Sebelumnya, Kepala Dinas PPKB Kota Tebing Tinggi, Dedi Parulian Siagian, melaporkan bahwa Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 September merupakan momentum berharga dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Momentum ini dimeriahkan melalui program pelayanan KB gratis yang berlangsung secara serentak mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026.


"Pelayanan KB yang diberikan terdiri dari Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yaitu IUD, implan, Medis Operasi Pria (MOP), dan Medis Operasi Wanita (MOW), serta metode kontrasepsi jangka pendek yaitu pil, suntik, dan kondom," ujar Kadis PPKB.


Kadis PPKB memaparkan bahwa capaian pelayanan KB gratis di Kota Tebing Tinggi sejauh ini menunjukkan hasil memuaskan. Untuk peserta KB baru dengan target 181 orang telah tercapai sebanyak 478 orang atau 264,09 persen. Adapun peserta KB MKJP dari target 124 orang telah tercapai 118 orang atau 95,16 persen, serta peserta KB pasca-persalinan dari target 202 orang telah tercapai 204 orang atau 100,99 persen.


Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan biaya transportasi secara simbolis kepada para akseptor KB, sesi foto bersama, serta peninjauan langsung oleh Wali Kota bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke ruangan tempat pelaksanaan pemberian kontrasepsi implan.



Hadir Direktur RSUD dr. H. Kumpulan Pane drg. Lili Marliana, para camat atau yang mewakili, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, para tamu undangan, serta Tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi.(torong)

29 September 2026

  



Binjai | Indonesia Berkibar News -
  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., membuka Pelatihan Bahasa Isyarat bagi personel yang bertugas pada pelayanan publik Polres Binjai Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Anindya Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Binjai, Selasa (29/09/2026) pukul 10.00 WIB.


Kegiatan ini diikuti personel Polres Binjai yang bertugas pada bidang pelayanan publik, dengan menghadirkan narasumber dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Binjai, yakni Wahyu Rahmadana, Wanita Fatharani Ardita, dan Putri Zahwa.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., Kompol Arnawaty, S.H., M.H., serta personel yang bertugas pada pelayanan publik Polres Binjai.


Mengawali kegiatan, Kapolres Binjai secara resmi membuka pelatihan bahasa isyarat sekaligus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para narasumber dari SLB Binjai yang telah bersedia memberikan pengetahuan dan keterampilan bahasa isyarat kepada personel Polres Binjai.


Kapolres Binjai mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang memiliki kebutuhan komunikasi khusus.


“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Pengetahuan bahasa isyarat ini sangat penting untuk mendukung pelayanan yang ramah, setara dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan di Polres Binjai,” ujar Kapolres.


Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat diharapkan dapat membantu personel memberikan pelayanan secara lebih baik, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa kesulitan dalam menyampaikan kebutuhan maupun memperoleh informasi ketika datang ke Polres Binjai.


“Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap personel semakin siap memberikan pelayanan publik yang humanis, profesional dan inklusif kepada masyarakat,” pungkasnya.


Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik bahasa isyarat oleh para narasumber dari SLB Binjai kepada personel peserta pelatihan.(Humasresbinjai/zul)



  


Binjai | Indonesia Berkibar News - Satresnarkoba Polres Binjai kembali mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika. Petugas mengamankan seorang pria berinisial MIH (18), warga Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Binjai.

“Polres Binjai akan terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika serta menindak setiap pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” tegas Kapolres Binjai.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diterima personel Satresnarkoba Polres Binjai terkait dugaan peredaran narkotika. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasatresnarkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H., memerintahkan Kanit-2 Satresnarkoba IPDA M. Yuda Mulyawan, S.H., M.H., bersama tim untuk melakukan serangkaian penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, petugas kemudian mengamankan MIH (18) di Jalan Kasturi, Kelurahan Suka Ramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, pada Minggu (27/09/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa 8 plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,67 gram, 1 plastik klip kosong, serta uang tunai Rp100.000 yang diduga berkaitan dengan hasil penjualan narkotika.

Selanjutnya, terduga MIH beserta barang bukti diamankan ke Satresnarkoba Polres Binjai untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas dugaan perbuatannya, MIH dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

“Penindakan ini merupakan bentuk komitmen Polres Binjai dalam memerangi peredaran narkotika. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/zul/ 29/09/2026)



 



 Tapsel Indonesia Berkibar News - Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Panindoan, Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), melakukan panen perdana ikan lele, Selasa (29/09/2026).


Panen perdana itu dihadiri Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, Kepala Dinas Perikanan Tapsel Syaiful AP Nasution, Camat Sipirok Sahruddin Perwira, Kepala Desa Situmba Adam Sobaroh Pane, jajaran Dinas Perikanan Tapsel, penyuluh perikanan, pengurus Pokdakan Panindoan, tokoh masyarakat, serta anggota kelompok.


Dari enam kolam bundar yang dipanen, kelompok tersebut berhasil menghasilkan sekitar 450 kilogram ikan lele.


Panen ikan lele ini menjadi hasil awal dari program bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel, melalui Dinas Perikanan berupa 10 unit kolam bundar dan 10 ribu benih ikan lele, serta pakan yang diserahkan pada 16 Juli 2026 lalu.


Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Syaiful AP Nasution, mengatakan, panen dilakukan sekitar dua setengah bulan setelah benih ditebar.


Namun, tidak seluruh kolam dipanen karena sebagian ikan masih dalam proses penyortiran dan pembesaran.


“ Alhamdulillah, setelah kurang lebih dua setengah bulan, hari ini kita sudah dapat melaksanakan panen sebagian. Hasil panen dari sekitar enam kolam mencapai kurang lebih 450 kilogram, ” ujar Syaiful.


Menurutnya, hasil panen perdana tersebut menjadi langkah awal bagi Pokdakan Panindoan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan secara berkelanjutan.


Syaiful juga mengingatkan anggota kelompok agar melakukan penyortiran ikan secara berkala, sekitar dua hingga tiga minggu sekali.


Sortasi diperlukan untuk memisahkan ikan berdasarkan ukuran agar pertumbuhan lebih seragam sekaligus mengurangi risiko kanibalisme pada ikan lele.


Selain sortasi, pengelolaan kualitas dan penggantian air kolam juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ikan.


" Air bekas penggantian kolam yang masih dapat dimanfaatkan dan juga berpotensi digunakan untuk menyiram tanaman sehingga budidaya ikan dapat dikembangkan secara terpadu dan ramah lingkungan, " terangnya.

Untuk pemasaran, Kepala Dinas Perikanan Tapsel menyebutkan bahwa hasil panen perdana sementara ini diserap pedagang atau toke dari Padangsidimpuan.


" Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong terbukanya pasar yang lebih luas, termasuk peluang memasok kebutuhan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), " ungkapnya.


 Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi panen perdana tersebut dan mendorong Pokdakan Panindoan agar tidak berhenti pada panen pertama, tetapi terus mengembangkan usaha budidaya ikan lele sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.


“ Karena ini yang pertama, tentu ada pembelajaran dalam prosesnya. Mudah-mudahan panen hari ini menjadi lebih baik dan ke depan hasilnya semakin meningkat, ” kata Gus Irawan.


Bupati menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan seluruh tahapan budidaya, mulai dari pemberian pakan, pengelolaan air hingga penyortiran ikan.


Ia juga mendorong agar hasil panen dapat dikembangkan untuk pembesaran berikutnya.


Dengan demikian, usaha budidaya ikan dapat terus berputar dan menjadi sumber pendapatan bagi anggota kelompok maupun masyarakat sekitar.


Bupati Gus Irawan juga menyinggung pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai sektor pemberdayaan, seperti perikanan, pertanian, peternakan, serta akses pembiayaan yang lebih terjangkau.


Menurutnya, Pemkab Tapsel terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat, di antaranya Seribu Kolam, Seribu Hektare Jagung dan Seribu Kandang Ayam Petelur.


Program tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka lebih banyak alternatif usaha produktif bagi warga.


Pemerintah daerah juga mendorong desa-desa agar mampu mengelola potensi dan program pemberdayaan secara efektif.


" Keberhasilan desa dalam mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari pertimbangan dalam pemberian dukungan dan insentif Kepada Desa, " tegasnya


Kepala Desa Situmba, Adam Sobaroh Pane, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tapsel atas bantuan yang diberikan kepada Pokdakan Panindoan.


Ia berharap bantuan dan pembinaan tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya anggota kelompok dan warga Kampung Ketapang.


Menurutnya, panen perdana Pokdakan Panindoan menjadi salah satu bentuk pengembangan usaha perikanan berbasis masyarakat di tingkat desa.


" Kedepan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan dan penggerak ekonomi masyarakat di Tapsel, " harapnya.


Sementara Ketua Pokdakan Panindoan, Hasan Siregar yang mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan berharap usaha budidaya ikan lele tersebut dapat terus berlanjut serta dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok dan masyarakat.(Ahmad)

28 September 2026

 



Binjai | Indonesia Berkibar   News -  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai tindak kejahatan 3C (Curat, Curas dan Curanmor) di wilayah hukum Polres Binjai.


Komitmen tersebut dibuktikan jajaran Polsek Binjai Kota dengan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Jalan Tamtama, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota.


Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban EY (18) tiba di rumah kos dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nomor polisi BK 2411 RBA. Korban kemudian memarkirkan sepeda motornya di depan kamar.


Namun, saat korban kembali keluar kamar, sepeda motor tersebut telah hilang. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp12 juta.


Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku pada Senin, 28 September 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.


Kapolsek Binjai Kota AKP Diah Retno Sari, S.T., S.H., M.Tr.A.P., kemudian memerintahkan Kanit Reskrim AKP H. M. Firdaus, S.H., bersama  timnya untuk melakukan penindakan.


Petugas akhirnya berhasil mengamankan dua terduga pelaku, yakni J alias Jeki (29) dan GS alias Gagak (18), di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, pada Senin, 28 September 2026 sekitar pukul 01.30 WIB.


Saat akan diamankan, kedua terduga pelaku disebut melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga personel melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.


Kedua terduga pelaku selanjutnya diamankan di Mako Polsek Binjai Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," tegas Kapolsek Binjai Kota



Kapolres Binjai menegaskan bahwa jajaran Polres Binjai akan terus meningkatkan upaya penindakan terhadap kejahatan 3C guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Binjai," ucap AKBP Bimo Moernanda.(Humasresbinjai/zul/28/09/2026)



  


Binjai | Indonesia Berkibar  News -  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Binjai. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengungkapan tiga kasus narkotika dengan mengamankan empat pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di lokasi berbeda.


Keempat terduga masing-masing berinisial J (35), AP (28), MR (18), dan E (37). Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 5,42 gram serta 7 butir ekstasi dengan berat netto 3,51 gram.


Kasat Resnarkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H., menjelaskan, terduga J (35) ditangkap pada Rabu (23/09/2026) sekitar pukul 13.45 WIB di Jalan Ahmad Yani, Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Dari tangan J, petugas menyita satu paket sabu seberat bruto 3,62 gram, plastik klip kosong, satu unit handphone Vivo warna merah, serta satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 tanpa nomor polisi.


Selanjutnya, AP (28) diamankan di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur. Dari lokasi tersebut, petugas menyita lima paket sabu seberat bruto 1,80 gram, satu pipet modifikasi skop, dan satu bungkus plastik klip transparan.


Sementara itu, MR (18) dan E (37) ditangkap pada Selasa (22/09/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan T. Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara. Petugas menyita satu plastik klip berisi tujuh butir ekstasi warna hijau dan kuning seberat netto 3,51 gram, satu unit handphone Samsung warna ungu, serta satu unit sepeda motor Yamaha Aerox 155 warna ungu dengan nomor polisi BK 5837 RBM.


Keempat terduga beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Dan keempat terduga dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana," tegas AKP Ismail Pane.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba. Masyarakat diminta menjauhi narkotika, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian dengan layanan 110 apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba," tegas Kapolres.(Humasresbinjai/zul/ 28/09/2026))



27 September 2026

 



Samosir | Indonesia Berkibar News - Kabupaten Samosir kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu destinasi pariwisata di kawasan Danau Toba yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional. Hal itu terlihat dari suksesnya penyelenggaraan Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 yang rangkaiannya berlangsung selama empat hari di Kabupaten Samosir dan ditutup di Water Front City (WFC) Pangururan, Minggu (27/09/2026).

Salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah Samosir International Choir Competition (SICC) 2026) yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Para peserta hadir ke Pulau Samosir untuk mengikuti kompetisi paduan suara sekaligus menikmati kekayaan alam dan budaya Batak yang menjadi identitas kuat kawasan Danau Toba.

Penyelenggaraan event internasional tersebut bukan hanya menjadi panggung kompetisi seni, tetapi juga momentum untuk menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, akomodasi, kuliner, transportasi dan ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Samosir


Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya beserta jajaran, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah hadir di Samosir dan menyukseskan acara.

"Selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, awal peradaban bangsa Batak. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Ekraf, seluruh panitia dan sponsor, peserta sehingga acara ini dapat berlangsung sukses," ujar Vandiko.


Ia menjelaskan, Kabupaten Samosir terdiri dari sembilan kecamatan dan 127 Desa dan 6 Kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 145.000 jiwa.

Menurut Vandiko, kekuatan Samosir bukan hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Batak. Gunung Pusuk Buhit, kata dia, dipercaya dalam sejarah dan tradisi Batak sebagai salah satu kawasan asal-usul orang Batak.

Karena itu, Vandiko mengajak para peserta dan tamu yang hadir untuk tidak hanya mengikuti rangkaian festival, tetapi juga mengunjungi kawasan Pusuk Buhit dan melihat langsung kekayaan budaya serta sejarah Batak. "Kalau ingin mengetahui lebih luas tentang budaya Batak, silakan datang ke Pusuk Buhit. Lihat bagaimana sisa peradaban bangsa Batak," katanya.

Vandiko juga berharap penyelenggaraan Toba Caldera Culture Festival dapat kembali digelar di Samosir pada tahun mendatang.

Ia bahkan meminta dukungan Menteri Ekonomi Kreatif untuk pengembangan Dewan Kesenian Samosir serta puluhan komunitas dan sanggar seni yang berkembang di daerah tersebut.

"Samosir telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif untuk subsektor seni pertunjukan. Kami berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mendukung 63 komunitas dan sanggar seni yang ada di Samosir melalui program-program yang tersedia," ujarnya.

Menutup sambutannya, Vandiko berharap agar viralnya Kabupaten Samosir dapat membawa kesan yang baik dan seluruh peserta dapat membantu promosi keindahan pariwisata dan Budaya Kabupaten Samosir.

"Mohon kami dibantu untuk promosi didaerah masing-masing, kalau ada yang kurang-kurang dari Kabupaten Samosir mohon jangan disampaikan di sosial media, disampaikanlah kepada kami untuk kami perbaiki dimasa mendatang" harap Vandiko

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan festival.

Menurutnya, Sumatera Utara, termasuk Samosir, memiliki banyak talenta ekonomi kreatif yang berpotensi dikembangkan hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Ia mengatakan, kegiatan seperti SICC memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Tidak hanya peserta yang mengikuti kompetisi, tetapi juga pelaku UMKM, kuliner, akomodasi dan transportasi ikut merasakan dampak dari meningkatnya aktivitas selama festival berlangsung.

"Event Ini memberikan multiplier effect ekonomi dan mengangkat nama Samosir semakin dikenal, tidak hanya secara nasional tetapi juga di dunia," kata Teuku Riefky.

Ia menyebut Danau Toba memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi dan kreativitas masyarakat yang telah mendapatkan pengakuan dunia melalui status UNESCO Global Geopark. Menurutnya, pengakuan tersebut membawa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekaligus memastikan potensi yang ada memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat.

Teuku Riefky juga mengungkapkan bahwa Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendorong berbagai program pengembangan talenta kreatif di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir.

"Kami ingin Sumatera Utara melahirkan semakin banyak talenta yang membanggakan daerahnya dan menjadi kekuatan baru musik Indonesia di panggung dunia," katanya.

Ia pun mengajak masyarakat memperkenalkan Toba melalui kekayaan alam, kreativitas dan karya seni yang dimiliki. "Biarkan dunia mengenal Danau Toba dari alamnya, merasakan Toba dari kreativitasnya dan mendengar Toba dari karya serta suara anak-anaknya," ujar Teuku Riefky.

Penutupan Toba Caldera Culture Festival 2026 turut dimeriahkan berbagai pertunjukan budaya Batak dan penampilan seruling massal dari SMP Negeri 1 Pangururan. Lagu O Tano Batak juga menggema di tepian Danau Toba melalui penampilan Maria Calista. Lagu tersebut menjadi bagian dari pesan tentang kecintaan terhadap tanah kelahiran, budaya dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan masyarakat Batak.

Penutupan festival ditandai dengan penyerahan piagam, medali dan piala kepada para pemenang SICC 2026. Suasana semakin meriah ketika Menteri Ekonomi Kreatif bersama peserta meneriakkan yel-yel "From Toba to the World - Gema Toba."

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon dan jajaran Forkopimda juga menyerahkan ulos kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menyebut pemberian ulos merupakan bentuk penghormatan dan tanda cinta masyarakat Samosir kepada para tamu.

"Ulos ini sebagai tanda cinta dan penghormatan. Semoga memberikan kehangatan dan kesehatan di mana pun Bapak Menteri menjalankan tugas," kata Nasip.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Terang Dewi Susantri Ujung, yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung festival.

Menurutnya, festival tersebut mempererat persaudaraan sekaligus membangun kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa. Ia menilai partisipasi peserta dari berbagai daerah dan negara menunjukkan bahwa seni dan budaya mampu melampaui batas wilayah dan bahasa.

"Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang beridentitas budaya dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan festival juga dilakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem Danau Toba.

Ketua Steering Committee Toba Caldera Culture Festival, Mora Nasution, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkenalkan Samosir kepada lebih banyak orang sekaligus membuka peluang bagi generasi muda.

Menurutnya, musik dan paduan suara menjadi medium yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan negara sekaligus membuka jejaring baru bagi Samosir.

"Dalam pelayanan dan kebutuhan teknis di lapangan, kami merasakan besarnya perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta kerja bersama Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah," kata Mora.

Ia berharap SICC dapat terus berkembang dengan menjangkau lebih banyak kelompok paduan suara dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Mora juga berharap para peserta dan juri internasional yang telah datang ke Samosir dapat membawa cerita tentang daerah tersebut ke jejaring mereka masing-masing.

Ke depan, penyelenggara juga membuka peluang agar Toba Caldera Culture Festival tidak hanya menghadirkan kompetisi paduan suara. "Ke depan, kegiatan ini hadir dalam bentuk yang berbeda. Bukan hanya paduan suara, tetapi subsektor ekonomi kreatif lainnya juga akan kami sentuh, tentunya yang menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas generasi muda daerah," ujarnya.

Dengan berakhirnya rangkaian Toba Caldera Culture Festival 2026, Samosir kembali menegaskan perannya sebagai ruang perjumpaan budaya, seni, pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah dan negara sekaligus menjadi peluang bagi Samosir untuk memperluas jejaring promosi pariwisata dan memperkenalkan kekayaan budaya Batak ke panggung yang lebih luas.( P Simbolon )




  



Deli Serdang | Indonesia Berkibar News - 
 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut mendeklarasikan Sumut bebas rabies 2030. Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian rabies secara terpadu sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.


Deklarasi tersebut disaksikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Minggu (27/09/2026). Pada kesempatan tersebut, Surya juga menerima sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) atas capaian vaksinasi rabies terbanyak, yakni sebanyak 15 ribu dosis.


Surya mengatakan Pemprov Sumut berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten/kota. Menurutnya, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penguatan pusat kesehatan hewan, peningkatan kapasitas tenaga medis veteriner, serta penguatan surveilans, deteksi dini, pelaporan, dan penanganan kasus secara cepat dan tepat.


“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten dan kota, memperkuat pusat kesehatan hewan, meningkatkan kapasitas tenaga medis veteriner, memperkuat surveilans, deteksi dini, pelaporan, serta penanganan kasus secara cepat dan tepat,” kata Surya.


Surya mengungkapkan, Sumatera Utara mencatat 280 kasus rabies sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan rabies tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga menyangkut perlindungan dan keselamatan masyarakat.


Lebih lanjut, Surya menegaskan target Sumut bebas rabies pada 2030 tidak akan tercapai apabila hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Karena itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan melalui pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.


Selain itu, ia menyebut vaksinasi rabies massal terhadap 15 ribu ekor hewan merupakan langkah nyata untuk mendorong kesadaran masyarakat agar rutin memberikan vaksinasi kepada hewan peliharaannya. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai penularan rabies.


“Saya juga mengajak seluruh masyarakat, rutin memvaksinasi hewan peliharaannya. Kesadaran masyarakat merupakan kunci untuk memutus rantai penularan rabies,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nuryani Zainuddin mengatakan persoalan rabies tidak sekadar berbicara soal angka kasus atau program vaksinasi, melainkan menyangkut kesehatan dan kehidupan manusia.


"Di balik satu kasus rabies, ada keluarga yang cemas, ada orang tua yang berharap anaknya dapat diselamatkan, dan ada kehidupan yang dapat berakhir karena penyakit rabies ini sebenarnya dapat kita cegah," ujarnya.


Deklarasi tersebut berisi komitmen bersama untuk mewujudkan Sumatera Utara bebas rabies pada 2030 melalui pencegahan dan pengendalian rabies secara terpadu, penyediaan vaksin di seluruh kabupaten/kota, pelaksanaan surveilans dan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan One Health.(bundo)


26 September 2026




Samosir | Indonesia Berkibar News
- Banjir bandang menerjang Dusun I Sitobu Desa Garoga Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Sabtu (26/09/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.


Bencana Banjir Bandang tersebut diduga dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan aliran air meluap. Material tanah dan lumpur dari kawasan perbukitan di sekitar Desa Garoga kemudian terbawa arus dan masuk ke permukiman warga.


Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga terdampak dan akses jalan menuju Dusun I Sitobu tertutup material tanah dan lumpur.


Mendapat informasi mengenai kejadian tersebut, personel Polsek Simanindo langsung turun ke lokasi. Personel Polsek Simanindo membagi tim untuk membantu proses evakuasi warga, melakukan pembersihan material banjir dan longsoran, serta melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir maupun longsor susulan.


Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak tiga unit rumah warga mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, korban jiwa dalam kejadian tersebut Nihil dan kerugian materiil masih dalam proses pendataan.


Tiga rumah yang terdampak masing-masing dihuni oleh Lasmaria Sidauruk Umur 57 tahun, bersama dua orang lainnya, Saurma Manik Umur 61 tahun bersama tujuh orang lainnya,  serta Nurmasta Umur 59 tahun yang tinggal bersama Peter Curson, 80 tahun. Keduanya merupakan warga negara asing (WNA).


Pada Sabtu malam sekitar pukul 20.12 WIB, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., langsung meninjau kondisi warga terdampak banjir bandang yang telah dievakuasi ke Polsek Simanindo.


Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas AKP Robertus Gultom, Kasat Samapta IPTU Williamson Saragih, Kasat Intelkam IPTU Donal P. Sitanggang, S.H., M.H., Kasat Binmas IPTU Priston Simbolon serta personel Polres Samosir.


Kapolres Samosir juga berkoordinasi dan berkomunikasi langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi mereka setelah dievakuasi sekaligus memastikan keselamatan seluruh warga terdampak.


Dari hasil koordinasi tersebut, seluruh warga yang rumahnya terdampak memilih untuk tidak kembali ke rumah masing-masing untuk sementara waktu. Mereka selanjutnya beristirahat di rumah keluarga masing-masing sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya banjir maupun longsor susulan.


Personel Polsek Simanindo bersama unsur terkait hingga malam ini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi bencana. Petugas juga terus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan serta memastikan situasi dan kondisi warga tetap aman.


Kepolisian Resor Samosir mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak untuk tetap waspada, khususnya apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.( P Simbolon )






Tapsel Indonesia Berkibar News - Kelompok tani mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapanuli Selatan (Tapsel) di Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel, menikmati hasil panen cabai yang cukup menggembirakan, melalui panen raya yang berlangsung, Sabtu (26/09/2026)


Panen raya tersebut dihadiri Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, Wakil Ketua Tua Pardomuan Harahap, Staf Operasional Wahyu Parondingan Siregar, serta jajaran tim Baznas Tapsel.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, menyampaikan, panen ini merupakan bagian dari program zakat produktif bergulir yang ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat.


" Selain memperoleh hasil panen yang melimpah, para petani juga mendapatkan harga jual cabai yang menguntungkan di pasaran, " ujar Jon Sujani.


Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga mendukung kebutuhan sarana produksi pertanian, seperti bibit cabai berkualitas, pupuk, dan obat-obatan tanaman.


" Hasil penjualan panen kemudian dapat dimanfaatkan petani untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, sekaligus menyisihkan sebagian hasilnya sebagai modal untuk mengembangkan usaha tani pada musim berikutnya, " katanya


Jon Sujani Pasaribu juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para petani dalam mengelola bantuan yang diberikan melalui program zakat produktif bergulir.


Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.


" Kehadiran program zakat produktif bergulir ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi kemandirian ekonomi, " terangnya.


Ia mengatakan, keberhasilan petani mustahik di Desa Panompuan menjadi bukti bahwa dana zakat dapat dikelola menjadi modal produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan.


Baznas Tapsel, menargetkan penerima manfaat tidak selamanya berada dalam posisi sebagai mustahik.


Melalui pemberdayaan ekonomi, mereka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan hingga pada akhirnya dapat menjadi muzaki atau pemberi zakat.


" Tujuan utama dari pengelolaan zakat ini adalah mengubah penerima manfaat menjadi mandiri secara ekonomi, selanjutnya menjadi pemberi zakat di masa depan, " tuturnya.


Jon menambahkan, keberhasilan petani cabai di Kecamatan Angkola Timur menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat secara terarah dan profesional dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.


" Keberhasilan para petani cabai di Kecamatan Angkola Timur ini menegaskan bahwa dana zakat yang dikelola secara jujur, terarah dan profesional mampu menjadi instrumen efektif dalam mengubah harapan menjadi kenyataan serta mensejahterakan masyarakat, " pungkasnya.


Sementara, Wakil Ketua Baznas Tapsel Tua Pardomuan Harahap mengatakan, keberhasilan kelompok tani cabai di Desa Panompuan menjadi langkah awal untuk memperluas program serupa ke masyarakat lainnya.


Pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas jangkauan program zakat produktif bergulir agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dan mampu membangun usaha secara mandiri.


" Keberhasilan di Desa Panompuan ini merupakan awal dari langkah yang lebih besar. Kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program zakat produktif bergulir, " ujarnya.(Ahmad)

  



Binjai | Indonesia Berkibar  News
-  Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) di wilayah hukum Polres Binjai. Komitmen tersebut diwujudkan Unit Reskrim Polsek Binjai Timur dengan mengamankan dua pria yang diduga terlibat kasus Curat di lokasi berbeda.


Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial S (24) dan Y (42). Keduanya diamankan petugas pada Jumat(25/09/2026), setelah melalui serangkaian penyelidikan.


Terduga S (24) diduga melakukan Curat terhadap sebuah ruko salon kecantikan milik ANS (51) di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp12 juta.


Sementara itu, terduga Y (42) diduga melakukan pencurian di sebuah rumah kos yang sedang kosong milik SP (55) di Jalan Danau Laut Tawar, Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai Timur, pada Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Korban mengalami kerugian sekitar Rp7 juta.


Menindaklanjuti laporan masyarakat, Kapolsek Binjai Timur AKP Gusli Effendi memerintahkan Kanit Reskrim IPTU Dapot Hutasoit, S.H., untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap kedua kasus tersebut.


Hasil penyelidikan membuahkan hasil. Petugas mengamankan S (24) di Gang Pepaya, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, pada Jumat (25/09/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.


Selanjutnya, petugas menangkap Y (42) di Jalan Danau Laut Tawar, Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai Timur, pada hari yang sama sekitar pukul 10.20 WIB.


Kapolsek Binjai Timur AKP Gusli Effendi menegaskan, kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Binjai Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi kejahatan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian dengan layanan 110 apabila mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan masing-masing.


“Polres Binjai bersama jajaran akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Kapolres Binjai.(Humasresbinjai/zul/ 26/09/2026)



 



Tapsel Indonesia Berkibar News
- Aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mendapat perhatian serius pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun langsung ke wilayah tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak penambangan ilegal.


Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Angkola Selatan, Sabtu (26/09/2026), itu tidak hanya diisi sosialisasi, tetapi juga pemasangan papan dan spanduk peringatan di sejumlah lokasi yang menjadi titik kegiatan.


Direktur Penyelesaian Sengketa dan Sanksi Administrasi Kementerian ESDM Andi Budifirmanto hadir dalam kegiatan tersebut bersama Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, jajaran Polres Tapsel, TNI AD, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat.


Edukasi dan pemasangan materi imbauan dilakukan di Desa Dolok Godang, Desa Aek Natas, dan Desa Sihuik-huik. Di Desa Aek Natas, tim Kementerian ESDM memasang dua papan berbahan besi dan delapan spanduk yang berisi pesan mengenai bahaya serta dampak aktivitas PETI.


Sementara itu, di Desa Sihuik-huik, materi imbauan dipasang di sejumlah titik strategis, antara lain Kantor BPD Desa Sihuik-huik, Simpang Aek Batu Mas, dan kawasan Kampung Aek Batu Emas.


Kabag Ops Polres Tapsel AKP Jasama H. Sidabutar mengatakan personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan dan mengawal seluruh rangkaian kegiatan Kementerian ESDM, termasuk pemasangan papan dan spanduk imbauan.


“Personel kami melakukan pengamanan dan pengawalan mulai dari sosialisasi hingga pemasangan plang dan plang imbauan di tiga lokasi,” katanya.


Jasama mengatakan pengamanan tersebut merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap program pemerintah sekaligus untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Seluruh rangkaian sosialisasi dan pemasangan imbauan terkait PETI berjalan sesuai agenda dalam situasi aman.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsekuensi pertambangan tanpa izin serta mendorong kegiatan pertambangan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(Ahmad)

 



Samosir | Indonesia Berkibar News
- Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan yang diinisiasi Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Vandiko saat menerima audiensi Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, bersama rombongan di Rumah Dinas Bupati Samosir, Sabtu(26/09/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan pendidikan melalui pendirian SMA unggulan berasrama di Kabupaten Samosir, termasuk dukungan dan proses perizinan yang diperlukan untuk merealisasikan pembangunan sekolah tersebut.

Bupati  Samosir Vandiko T. Gultom  menyambut baik rencana Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir terbuka terhadap berbagai upaya yang dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.

“Kami tetap membuka diri untuk peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai upaya kami lakukan, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pihak terkait lainnya. Puji Tuhan, ada SMA unggulan yang akan hadir di Samosir. Ternyata doa dan cita-cita kita disambut baik Tuhan dengan kedatangan Pastor yang akan mendirikan sekolah SMA unggulan,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, Pemkab Samosir siap mendukung proses pendirian sekolah tersebut sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan kemudahan dalam proses perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Intinya kami siap mendukung, Amang Pastor. Untuk perizinan seperti PBG, kita akan bantu sesuai ketentuan. Kalau ada kendala, kita siap berkoordinasi. Ini sudah menjadi sesuatu yang kita idam-idamkan dan cita-citakan. Pemerintah bersama DPRD tentu akan mendukung sesuai dengan apa yang bisa kita lakukan,” katanya.

Menurut Vandiko, kehadiran lembaga pendidikan unggulan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Samosir agar memiliki kompetensi, karakter dan daya saing yang lebih baik.

Dalam audiensi tersebut, Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph menyampaikan bahwa SMA Santo Mikael Pangururan yang selama ini berjalan sebagai sekolah reguler tetap dipertahankan. Sementara itu, SMA Plus Berasrama akan dikembangkan sebagai program pendidikan unggulan yang memiliki sistem dan fasilitas tersendiri.

Pastor Fridolinus Simanjorang mengatakan, pendirian SMA Plus Berasrama tersebut merupakan bentuk komitmen Yayasan Pendidikan Katolik  Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar untuk hadir dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“SMA Santo Mikael tetap menjadi reguler, dan kita membuat sekolah unggulan khusus yang kita pisahkan. Intinya kami ingin hadir untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” jelas Pastor Fridolinus 

Ia menyampaikan, sekolah tersebut nantinya akan memberikan prioritas bagi putra-putri Samosir dengan komposisi tertentu, sehingga keberadaannya diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat daerah.

Selain mengedepankan prestasi akademik, SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan diarahkan untuk membentuk lulusan yang cerdas, beriman, rendah hati, berintegritas, mandiri serta memiliki semangat untuk melayani.

Yayasan juga akan menjadikan Samosir dan Danau Toba sebagai bagian kuat dari identitas sekolah. Secara bertahap, SMA Plus tersebut ditargetkan berkembang menjadi salah satu sekolah unggulan di Sumatera Utara dan selanjutnya diarahkan menjadi boarding school Katolik berstandar nasional.

Rencana tersebut menjadi bagian dari peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Samosir. Kehadiran sekolah unggulan dengan sistem berasrama diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Samosir yang memiliki kompetensi dan karakter kuat.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal kolaborasi antara Yayasan Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mempersiapkan pendirian fasilitas pendidikan unggulan di Kabupaten Samosir.

Pemkab Samosir selanjutnya akan mendukung dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga rencana pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan dapat dipersiapkan dengan baik.( P Simbolon )






Tapsel | Indonesia Berkibar News
- Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) tidak hanya mendorong masyarakat memahami dampak dan konsekuensi hukum dari aktivitas penambangan tanpa izin, tetapi juga menyiapkan alternatif usaha produktif bagi warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari kegiatan tersebut.


Hal itu disampaikan Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu saat menghadiri Sosialisasi Kesadaran Publik Dampak Pembangunan Tanpa Izin di halaman Kantor Camat Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Sabtu (26/09/2026).


Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dari Desa Aek Natas, Desa Dolok Godang dan Desa Sihuik-huik. Sosialisasi menghadirkan unsur Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapsel, unsur pemerintah daerah serta sejumlah unsur terkait.


 “Biar dulu kemudian karena kami di Tapsel kita ini daerah bencana. Kita harus siapkan program pemberdayaan masyarakat. Jangan sampai kita menciptakan kemiskinan baru di Tapsel, ” ujar Gus Irawan.


 “Kita sedang mendorong masyarakat kita lebih produktif. Ada banyak program yang kita laksanakan. Tinggal bagaimana kita jalankan, khususnya untuk masyarakat yang menggantungkan hidup dari penambangan, ” katanya.


 Bupati Gus Irawan menegaskan, Pemkab Tapsel mendukung penegakan aturan. Namun, menurutnya, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan upaya menyediakan alternatif ekonomi bagi masyarakat.


“ Percuma saya turun dari Jakarta jadi Bupati kalau urusan begini pun tidak mampu. Saya minta tolong, tahan dulu. Karena semua program, intinya visi saya sebagai Bupati Tapsel dalam satu kata sesungguhnya adalah sejahtera, ” ujarnya.


 Direktur Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Andri, menjelaskan bahwa izin pertambangan merupakan bagian dari kewenangan negara dalam mengatur pemanfaatan sumber daya alam.


Menurutnya, izin bukan hanya memberikan hak kepada pelaku usaha untuk melakukan kegiatan pertambangan, tetapi juga menimbulkan sejumlah kewajiban.

Kok lingkungan setelah kegiatan pertambangan berakhir.


“ Setelah diberikan izin, mereka punya hak dan kewajiban. Haknya ada, tetapi kewajibannya pun banyak. Mereka tidak boleh mencemari lingkungan dan setelah selesai harus dilakukan pemulihan lingkungan, ” jelasnya.


Kasubsi Intelijen Kejari Tapsel Sori Tua, menekankan pentingnya masyarakat memahami ketentuan hukum terkait aktivitas pertambangan.


Ia mengatakan, fungsi intelijen kejaksaan dalam sosialisasi tersebut lebih mengedepankan upaya pencegahan dan deteksi dini agar masyarakat memahami konsekuensi hukum dari kegiatan pertambangan tanpa izin.


 Menurutnya, ketentuan pertambangan mengatur sanksi terhadap aktivitas penambangan tanpa izin maupun kegiatan yang berkaitan dengan hasil tambang ilegal.


Pihak yang melakukan penambangan tanpa izin, mengangkut, menampung, membeli maupun menjual hasil pertambangan ilegal dapat menghadapi konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.(Ahmad)

  



Binjai | Indonesia Berkibar News
 - Polres Binjai mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (26/09/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Anindya Polres Binjai mulai pukul 10.00 WIB.


Kegiatan tersebut diikuti Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolres Binjai Kompol Sofyan H. NST, S.H., M.H., para pejabat utama, perwira, serta personel Polres Binjai.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Kapolri, ceramah oleh K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), sesi tanya jawab, dan doa.


Pembinaan rohani ini dilaksanakan sebagai sarana penguatan mental dan spiritual personel Polri, sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta membentuk sikap ikhlas, sabar, disiplin, dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai pembinaan rohani dapat menjadi penguat bagi personel Polres Binjai dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.Humas Polres Binjai/Zul /26/09/2026)



 



Tapsel Indonesia Berkibar News - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian rabies melalui vaksinasi rabies massal yang dipusatkan di Lingkungan II Siopat-Opat, Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Sabtu (26/09/2026).


Pelaksanaan vaksinasi massal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan World Rabies Day 2026 yang diperingati setiap 28 September.


Vaksinasi massal tersebut dibuka langsung Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, dihadiri Anggota DPRD Tapsel Irmansyah Siregar, Inspektur Daerah Hamdy S. Pulungan, Kepala Dinas Pertanian M. Taufik Batubara, Kepala Dinas Perikanan Syaiful Nasution, Danramil Siais Kapten AH Sirait, Kepala Puskesmas Simarpinggan dr. Aspasia Limbong, dokter hewan, paramedik veteriner, Lurah, Kepala Lingkungan, tokoh masyarakat serta warga.


Kegiatan juga dilaksanakan serentak di sejumlah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara (Sumut) untuk mendukung target provinsi bebas rabies pada 2030.


Bupati Gus Irawan mengatakan, pencegahan rabies membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan hewan, tenaga kesehatan manusia, serta masyarakat.


Menurutnya, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penularan rabies yang dapat terjadi melalui gigitan hewan penular rabies (HPR).


“ Yang paling baik adalah mencegah. Vaksin ini merupakan upaya pencegahan yang harus kita lakukan, ” tegasnya.


Bupati juga meminta Dinas Pertanian memastikan ketersediaan vaksin rabies di Tapsel agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan layanan vaksinasi bagi hewan peliharaan.


“ Pastikan stok vaksin rabies jangan sampai kosong di Tapsel. Kita cari ke mana pun, karena ini sangat berbahaya, ” ujarnya.


Ia menegaskan, Pemkab Tapsel menargetkan daerah tersebut dapat bebas rabies pada 2029, atau satu tahun lebih cepat dibandingkan target Provinsi Sumut pada 2030.


Bupati mengajak masyarakat tidak menganggap remeh rabies dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan hewan peliharaan.


“ Jangan anggap remeh rabies. Tolong betul-betul sayangi keluarga kita. Pencegahan harus kita lakukan bersama, ” pesannya.


Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara mengatakan, vaksinasi massal yang dilaksanakan di Kelurahan Tapian Nauli mendapat alokasi sebanyak 300 dosis vaksin rabies.


Selain lokasi utama tersebut, pihaknya menyiapkan sekitar 1.300 dosis untuk pelaksanaan vaksinasi di sejumlah Kecamatan lainnya.


Vaksinasi dilaksanakan mulai 25 hingga 28 September 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan World Rabies Day.


Taufik menyebutkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Tapsel mendukung program Pemerintah Provinsi Sumut menuju bebas rabies 2030.


“ Pencegahan dini yang dilaksanakan adalah vaksinasi. Karena itu, seluruh Kabupaten/Kota melaksanakan vaksinasi rabies ini, ” jelasnya.


Pelayanan vaksinasi, kata dia, tidak hanya dilakukan secara terpusat, tetapi diperluas ke berbagai wilayah dengan melibatkan dokter hewan dan paramedik veteriner.


Melalui vaksinasi massal, edukasi masyarakat, ketersediaan vaksin serta penguatan layanan kesehatan hewan dan manusia.


" Pemkab Tapsel menargetkan pengendalian rabies dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Tapsel bebas rabies pada 2029, terangnya


Dokter hewan Dinas Pertanian Tapsel, dr. Hartini, menjelaskan, saat ini terdapat lima dokter hewan yang mendukung pelayanan kesehatan hewan, khususnya dalam penanganan hewan penular rabies.


Ia mengatakan, rabies dapat ditularkan melalui sejumlah hewan, di antaranya anjing, kucing, kelelawar dan kera.


Karena itu, vaksinasi terhadap hewan yang berisiko menjadi penular perlu dilakukan secara rutin.


“ Kalau ada hewan penular rabies, seperti anjing dan kucing, pencegahannya dilakukan dengan vaksinasi rabies. Vaksinnya tersedia di Dinas Pertanian, ” jelasnya.


Dinas Pertanian Tapsel juga telah melakukan vaksinasi di sejumlah Kecamatan. Tenaga paramedik veteriner ditempatkan di beberapa wilayah, termasuk Marancar, Angkola Selatan, Tano Tombangan Angkola, Muara Batang Toru, Angkola Sangkunur dan Batangtoru.

Bagi masyarakat yang kesulitan membawa hewan peliharaan ke lokasi vaksinasi, petugas juga menyiapkan pelayanan secara door to door.


“ Kalau masyarakat kesulitan membawa hewan ke lokasi vaksinasi, kami siap melakukan pelayanan secara door to door, ” katanya.


Sementara, Kepala Puskesmas Simarpinggan dr. Aspasia Limbong memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies serta langkah yang harus dilakukan apabila terkena gigitan hewan yang dicurigai sebagai HPR.


Ia menjelaskan, rabies merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia. Selain anjing, kucing, kelelawar dan kera juga dapat menjadi penular.


Masyarakat diminta mewaspadai perubahan perilaku hewan, seperti menjadi agresif secara tidak biasa, tidak mau makan atau minum, menghindari cahaya serta bersembunyi di tempat gelap.


Jika terjadi gigitan, masyarakat diminta segera melakukan pertolongan pertama dengan mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.


“ Yang pertama, luka gigitan segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian hubungi petugas kesehatan terdekat agar dapat dinilai dan ditentukan penanganan selanjutnya, ” jelasnya.


Masyarakat juga diingatkan agar tidak sembarangan menangani atau mendekati hewan yang dicurigai terjangkit rabies.


Anggota DPRD Tapsel Irmansyah Siregar mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi rabies massal tersebut.


Ia menilai program tersebut penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kesehatan hewan peliharaan.


Ia mengajak masyarakat mendukung program pemerintah dengan membawa hewan peliharaan yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan vaksinasi.


“ Dengan adanya vaksinasi rabies ini, mudah-mudahan hewan peliharaan kita dapat terlindungi dan risiko penularan rabies kepada masyarakat dapat dicegah, ” ujarnya.


Apresiasi juga disampaikan tokoh masyarakat Kelurahan Tapian Nauli, Haolopan Sipahutar yang berharap masyarakat memanfaatkan layanan vaksinasi yang disediakan pemerintah.


“ Program pemerintah ini sangat baik untuk mencegah penyakit rabies. Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dan memanfaatkan vaksinasi ini, ” katanya.(Ahmad)

  



Binjai | Indonesia Berkibar News  
- Kapolres Binjai AKBP R.Bimo Moernanda,S.ik., M.H.menghadiri  Kegiatan Ikhtitam (Penutupan) Maulid Arba'in berlangsung di halaman Masjid Al-Fatih, Jalan Sukarno-Hatta Km 17, Lingkungan I, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Jumat (25/09/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.10 WIB tersebut dihadiri kurang lebih 500 jamaah serta perwakilan santri dari sejumlah pondok pesantren di Kota Binjai, Medan, Deli Serdang dan Langkat.


Kegiatan turut dihadiri Ustadz Habib Salim Bin Abdurahman Al-Jufri dari Gorontalo, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., Waka Polres Binjai Kompol Sofyan Helmi Nst, S.H., M.H., Kabag Kesra Pemko Binjai Ariandi Ayun S.STP., M.H., Ketua MUI Kota Binjai Ustadz Rizaldi Syarifudin Nst., Ketua NU Kota Binjai Asmuri Hafiz, serta sejumlah tokoh agama dan undangan lainnya. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan perwakilan Wali Kota Binjai, sambutan Ketua MUI dan Ketua NU Kota Binjai, ceramah agama, Mahalul Qiyam, doa dan penutup.


Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Habib Salim Bin Abdurahman Al-Jufri menyampaikan ceramah dengan tema “40 Hari Meneladani Akhlak Rasulullah.” Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk mengenal, mencintai dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyampaikan pentingnya memperbanyak selawat, menjaga kasih sayang, membiasakan senyum, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama melalui sedekah dan saling berbagi.


Lebih lanjut, disampaikan bahwa Maulid Nabi menjadi sarana untuk semakin mengenal dan mencintai Rasulullah SAW serta mengamalkan sifat-sifat mulia yang dicontohkan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah juga diajak untuk tidak hanya memperingati Maulid sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadikannya sebagai momentum memperbaiki akhlak dan meningkatkan amal ibadah.


Selama kegiatan berlangsung, personel Polres Binjai dan Polsek Binjai Timur melaksanakan pengamanan secara terbuka maupun tertutup sesuai surat perintah. Pengamanan dipimpin Kanit Res Polsek Binjai Timur IPTU Dapot Hutasoit, S.H. Hingga kegiatan berakhir pada pukul 23.55 WIB, seluruh rangkaian Ikhtitam Maulid Arba'in di halaman Masjid Al-Fatih Binjai berjalan dengan aman, tertib dan lancar.(Humas Polres Binjai/zul/26/09/2026)



25 September 2026

 



Binjai | Indonesia Berkibar News
-  Dalam upaya mempererat silaturahmi serta menjaga kerukunan antarumat beragama, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas dengan umat Hindu Kota Binjai di Kuil Sri Mariamman, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (25/09/2026) malam.


Kegiatan yang berlangsung sekira pukul 19.30 WIB tersebut dilaksanakan bertepatan dengan ritual peribadahan umat Hindu Kota Binjai. Kehadiran Kapolres Binjai beserta jajaran merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, tertib, dan khusyuk.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Binjai didampingi Waka Polres Binjai Kompol Sofian Helmi Nasution, S.H., M.H., Kapolsek Binjai Kota AKP Diah Retnosari, S.H., M.Tr.A.P., Kasi Propam Polres Binjai AKP Kusuma Hadi, serta Kasat Binmas Polres Binjai AKP Cristin M. Panjaitan.


Pendeta Kuil Sri Mariamman Binjai, Siwa Kumar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kapolres Binjai beserta jajaran. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah umat Hindu menjadi bentuk nyata perhatian dan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun ras.


Sementara itu, Kapolres Binjai menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat, sekaligus memastikan pelaksanaan ritual peribadahan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif.


Kapolres Binjai juga mengajak seluruh umat Hindu Kota Binjai untuk terus menjaga toleransi, kerukunan, serta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan suasana Kota Binjai yang aman, damai, dan harmonis.


“Kehadiran kami malam ini adalah untuk menjalin silaturahmi sekaligus memastikan seluruh umat Hindu Kota Binjai dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Polres Binjai berkomitmen untuk terus mengayomi dan melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan,” disampaikan Kapolres Binjai.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Binjai berharap hubungan yang harmonis dengan seluruh tokoh agama dan elemen masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta Kota Binjai yang aman, kondusif, toleran, dan penuh kerukunan.(Humasresbinjai/zul)



 


Binjai | Indonesia Berkibar News - Suasana Kota Binjai semakin semarak dengan digelarnya Pawai Malam Festival Lantern (Lampion) 2026 yang berlangsung,Jumat (25/09/2026), sekitar pukul 19.00 WIB, bertempat di Vihara Setia Buddha Binjai, Jalan Jenderal Sudirman No. 01–03, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota.


Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta dan turut dihadiri oleh Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., Wakapolres Binjai Kompol Sofyan H. NST, S.H., M.H., serta sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Kota Binjai.


Hadir pula mewakili Wali Kota Binjai, Kadis Pariwisata Kota Binjai Zulfan, S.T., M.M., Kabankesbangpol Drs. Ruslianto, Kapolsek Binjai Kota AKP Diah Retnosari, Camat Binjai Kota Juanda Sukma, S.T., M.Tr.A.P., Ketua FKUB Kota Binjai Drs. H. Hamidan, serta Ketua Yayasan Bhakti Sosial Bersama Min Wie selaku Ketua Panitia.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembagian lampion, dilanjutkan sambutan Ketua Yayasan Bhakti Sosial Bersama selaku Ketua Panitia serta sambutan Kadis Pariwisata Kota Binjai yang mewakili Wali Kota Binjai. Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan nyanyi dari perwakilan SD Ahmad Yani Binjai, tarian sambutan dari TK dan PAUD Ahmad Yani Binjai, serta penampilan nyanyi Arkana Sitepu dari SD Ahmad Yani Binjai.


Selanjutnya, peserta melaksanakan Pawai Lantern dengan rute dari Vihara Setia Buddha menuju Jalan Sutomo – Jalan T. Imam Bonjol – Jalan Kapten Muslim – Simpang BCA – Jalan Jenderal Sudirman – belok kiri menuju Pasar Bundar, kemudian kembali ke titik kumpul di Vihara Setia Buddha.


Selain pawai lampion, panitia juga menggelar Lucky Draw dengan berbagai hadiah hiburan, di antaranya sepeda listrik, kulkas satu pintu, mesin cuci satu tabung, serta berbagai hadiah menarik lainnya.


Kegiatan Festival Lantern 2026 berlangsung sebagai bagian dari kegiatan kebersamaan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, toleransi, dan kerukunan antarwarga di Kota Binjai.(Humasresbinjai/zul)



Padangsidempuan Indonesia Berkibar News -Sebagai bentuk solidaritas, Komunitas Prisai Indonesia Tapanuli Bagian Selatan (KPI Tabagsel) menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Muhammad Tohir Daulay (eks Jalan Gaharu), Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. 


Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (25/09/2026) dini hari di area belakang SMPN 1, Lingkungan IV.


Ketua KPI Tabagsel, Rahmad Parlindungan Nasution, menyampaikan bahwa aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah.


“Kami merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban para korban," kata Rahmad.


Ia juga menyampaikan rasa simpati mendalam kepada para korban dan berharap mereka diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.


“Duka mereka adalah duka kami juga. Semoga masyarakat yang terkena musibah dapat segera pulih dari tragedi ini dan kembali melanjutkan kehidupan sehari-hari," ungkapnya. (Marwan)

Diberdayakan oleh Blogger.