Asahan | Indonesia Berkibar News - Jalan lintas besar Sigura-gura
Asahan-Tobasa kilometer 8 saat ini kondisinya sudah normal dan dapat dilalui
kendaraan tanpa kendala, setelah sebelumnya mengalamai kerusakan dan amblas. Wakil
Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH,MHum meninjau kondisi
jalan yang baru selesai dibangun oleh Pemerintah Provinsi tersebut pada akhir
tahun 2017 lalu, Jumat (26-01-2018).
Peninjauan jalan tersebut dilakukan Wakil Gubsu
dalam rangka memastikan pembangunan konstruksi berjalan sesuai dengan
harapan dan arus lalulintas kembali berjalan normal. Badan
jalan yang dibangun dari sumber dana APBD Provinsi Sumut ini sebelumnya
sulit dilalui
kenderaan akibat sempat mengalami kerusakan dan amblas. Selanjutnya,
Pemrov
Sumut menggolontorkan anggaran sekitar Rp 2.5 miliar lebih untuk
pembangunan
turap sebagai antisipasi longsor badan jalan serta perbaikan jembatan di
dua
lokasi, tepatnya pada ruas jalan kilometer 8 Desa Lobu Rappa dan
jembatan
Aeknagaga yang menghubungkan ke Sigura-gura Tobasa. Jalan tersebut sudah diperbaiki
dengan cara cor konstruksi turap sepanjang 200 meter dengan kedalaman 8 meter.
Wagubsu Nurhajizah Marpaung dalam kesempatan itu mengatakan jalan besar Sigura-gura Asahan yang
bisa tembus hingga Toba Samosir sangat penting dan menjadi jalan alternatif
bagi warga. “Bagi warga Asahan menuju
Tobasa, begitu juga sebaliknya, warga Tobasa dan sekitarnya dapat langsung
menuju Asahan tanpa harus melalui Kota Siantar. Karenanya jalur ini sangat
penting bagi aksesibilitas warga sehingga memang perlu segera diperbaiki,” ujar
Nurhajizah.
Wagub Sumut menjelaskan, bahwa dirinya pada 5 Desember tahun
lalu melintas jalan tersebut, dan melihat langsung kondisinya rusak parah. Pengendara
yang ingin melintas terpaksa melewati
jalan alternatif melewati lahan pribadi warga setempat dan dikenakan biaya. “Warga yang memiliki mobil ataupun angkutan
umum membayar restribusi dan ini memberatkan pengguna jalan," katanya.
Setelah melihat langsung kondisi jalan setelah
pembangunan, Wagubsu menyatakan, jalan dan jembatan yang sudah selesai dibangun
itu cukup bagus karena sudah dicor dengan konstruksi turap. Dengan model
konstruksi turap tersebut, menurut Wagubsu jalan tersebut lebih tahan terjadi
longsor.
Pada kesempatan tersebut Wagubsu mengaku senang
dengan selesainya perbaikan Jalan Besar Sigura-gura kilometer 8 yang sempat
longsor itu. Begitu juga perbaikan jembatan yang sudah dilakukan. Perbaikan
jalan ini, menurut Wagubsu juga sangat penting mengingat jalan yang melintasi
Desa Tangga Kecamatan Songsongan terdapat sungai Asahan merupakan jalan wisata.
“Jalan ioni kan jalan wisata karena sering digunakan untuk perlombaan arung
jeram baik nasional maupun tingkat international dan bahkan menjadi objek
wisata alam bagi masyarakat,” katanya.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Lobu Rappa Sastrika Handayani
Marpaung mengungkapkan masyarakat sangat terbantu dengan pembanggunan jalan
tersebut. "Padahal sebelumnya masyarakat yang melintas harus menggunakan
jalan penduduk dan dikutip biaya Rp 5000 bagi pengendara mobil umum maupun
pribadi," ujarnya saat turut meninjau jalan yang sudah selesai diperbaiki
tersebut.
Kadis Bina Marga dan Bina Kontruksi Provsu Haris mengatakan, selain perbaikan jalan yang longsor, pihaknya juga berencana akan memperbaiki jalan di Desa Aek Nagaga yang sedikit terdapat kerusakan pada hotmix-nya.
"Kita sudah memasukkan perbaikan jalan hotmix pada anggaran tahun 2018," tandasnya. (bundo)

Posting Komentar