BI Perwakilan Sumut Gandeng Pemprov-Pemko Implementasikan Program Pasar Online

27 April 2020

Medan | Indonesia Berkibar News – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut saat ini tengah menginisiasi kerjasama dengan Pemprov Sumut dan Pemko Medan untuk dapat mengimplementasikan Program Pasar Online.

Inisiasi itu dilakukan guna mengatasi assymetric information serta dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi baik dari sisi konsumen, pelaku usaha mikro (pedagang pasar) dan sektor informal (driver transportasi daring) di Sumut khususnya di Kota Medan.

“Nantinya PD Pasar Kota Medan akan menjadi pilot project pertama,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, Senin (27-04-2020).

Menurut Wiwiek, program Pasar Online dapat menjadi ‘jembatan’ yang menghubungkan para pelaku UMKM, pedagang pasar serta para pekerja transportasi daring dengan para konsumennya sehingga aktivitas ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat tetap terjaga.

"Program Pasar Online ini terdiri dari tiga tahap yakni pertama, pelaksanaan koordinasi dan kerjasama antar pihak terkait (penerapan program dapat diawali dengan pelaksanaan koordinasi antar pihak-pihak terkait diantaranya adalah Pemprov Sumut, Pemko Medan, PD Pasar Kota Medan serta pelaku usaha transportasi daring di Kota Medan dan Sumut yaitu Gojek dan Grab," harapnya.

Pendataan dan pengenalan program kepada pedagang pasar (pihak PD Pasar Kota Medan melakukan pendataan pedagang di pasar-pasar se-kota Medan). Adapun data yang dikumpulkan yaitu nama pedagang, jenis produk/barang yang dijual serta nomor kontak yang bisa dihubungi oleh konsumen.

“Tahapan terakhir adalah implementasi dan publikasi program kepada masyarakat. Implementasi program Pasar Online dapat dilaksanakan setelah dilakukan pendataan secara lengkap. Seluruh pihak terkait juga terus melakukan publikasi terkait program,  daftar pasar serta data dan kontak pedagang sehingga implementasinya di masyarakat dapat berjalan dengan optimal,” pungkasnya.

BI juga mendorong UMKM untuk dapat meningkatkan pemasaran dan penjualan secara daring, baik melalui e-commerce maupun aplikasi daring (Gojek atau Grab). BI juga memfasilitasi business matching antara petani dengan pelaku usaha yang menjual sayur dan buah secara daring. (gusti/torong)