Rembuk Sunting Untuk 16 Desa Yang Menjadi Prioritas TA. 2020

1 Juli 2020

Nias Selatan | Indonesia Berkibar News - Bupati Nias Selatan diwakili Sekretaris Daerah, Ir. Ikhtiar Duha, MM., membuka secara resmi pertemuan rembuk stunting untuk 16 Desa Prioritas yang diselenggarakan Dinas Kesehatan dan BAPPEDA Kabupaten Nias Selatan di Aula Kantor Bupati Jl. Arah Sorake KM.5, Rabu(01-07-2020).

Ikhtiar Duha menyampaikan dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK sebelumnya untuk laporan keuangan TA.2019 kepada kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa agar mencatat seluruh dokumen aset dengan rapi supaya dapat terbenahi dengan baik apa yang menjadi permasalahan dari hasil pemeriksaan, sehingga Opini yang diberikan  BPK pada pemeriksaan akan datang meningkat dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Terkait penanggulangan stunting kepada para camat termasuk kepala desa diinstruksikan supaya mengevaluasi  dan memastikan pemanfaatan anggaran APBD Desa harus ada untuk penanganan stunting. Dikerenakan di dalam juknis penyusunan APBD yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa dan surat Kementerian Keuangan untuk DAK 2021 wajib diusulkan terutama pada Kesehatan dan Keluarga Berencana.

Dan Dinas Kesehatan dihimbau untuk selalu berkoordinasi dan berkaborasi dengan berbagai pihak di antaranya KB, BAPPEDA, PUPR, Perukim Lingkungan Hidup, Ikatan Dokter Indonesia, PKK, Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Perindag untuk mendukung menyukseskan program Stunting pada16 desa yang telah diprioritaskan tahun ini dengan harapan bisa bertambah di tahun akan datang.

Adapun 16 Desa yang menjadi prioritas di tahun 2020 diantaranya Ele Batu, Gunung Gabungan, Lumbui Nias, Umbuasi, Lahusa Idanotae, Hiligambukha, Ewo, Lolohowa, Bawomaenamolo, Lawindra, Siofa Banua Lorang, Taluzusua, Bawonifaoso, lawa-lawa luo Idanotae, Sambulu, Foikhugaga dengan jumlah kasus stunting Balita sebanyak 260.
Dengan ditandatanganinya Pelaksanaan percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi di Kabupaten Nias Selatan dalam rangka peningkatan kualitas SDM Indonesia maka terdapat 9 (Sembilan) pernyataan komitmen yang ditandatangani oleh seluruh unsur dan masyarakat termasuk Sekretaris Daerah, Wakil Ketua DPRD Nias Selatan, Ketua Penggerak PKK, Ketua Darmawanita, Perwakilan dari OPD, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, dan unsur masyarakat lainnya.

Pertama melakukan aksi konvergensi/integrasi program dan kegiatan yang terkait dengan percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Nias Selatan, Kedua menjadikan konvergensi program percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi sebagai prioritas pembangunan SDM di Kabupaten Nias Selatan, Ketiga  melakukan pengumpulan dan publikasi data stunting serta program-program percepatan yang sudah dilakukan secara berkala dan menggunakan data sebagai dasar untuk melakukan evaluasi konvergensi program percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting.

Keempat menyusun kebijakan kampanye perubahan perilaku dan komunikasi masyarakat untuk konvergensi program percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting, Kelima meningkatkan peran desa dalam melakukan konvergensi program percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di desa,  Keenam menerapkan metode Emotional Demonstration (Emo Demo) sebagai salah satu strategi komunikasi perubahan perilaku masyarakat untuk percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting dan akan dikembangkan ke seluruh lokasi puskesmas dan posyandu di wilayah Kabupaten Nias Selatan.

Ketujuh mengintensifkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) diseluruh perangkat daerah, kecamatan dan desa, Kedelapan mengoptimalkan Gerakan Memasyarakatkan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) di semua lapisan masyarakat, Kesembilan menjadikan rembuk stunting sebagai forum strategis dalam perencanaan dan evaluasi program konvergensi percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting.

Hasil analisis situasi dan rekomendasi perihal stunting dijelaskan dengan baik oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Sittinurani Lase, SKM., dan rancangan rencana kegiatan yang akan dilakukan disampaikan oleh Kepala Bidang Kesra Dan Pemerintahan Bappeda  Kabupaten Nias Selatan, Temaaro Tafonao, MPd., kepada seluruh peserta rembuk stunting.
Turut hadir Ketua DPRD diwakili, Fa'atulo Sarumaha, S.I.P., MM., Ketua tim penggerak PKK, Ny.Yustina Repi Hilarius Duha, Ketua Darmawanita Ny.Martina Ikhtiar Duha, Staff Ahli, Kepala OPD, Kepala Puskesmas, Camat, dan Kepala Desa. (Mesiana Bu’ulolo)