Konpres Covid-19 , Warga Kecamatan Medan Tuntungan Sembuh 320 orang

9 November 2020


Medan | Indonesia Berkibar News - Hal ini disampaikan Camat Medan Tutungan Topan Giiting bersama  dokter Mardohar Tambunan ,Mkes,menyampaikan kondisi terkini dari Kecamatan Medan Tuntungan.                  

Warga Kecamatan Medan Tuntungan kemudian yang sudah sembuh ada 320 untuk minggu ini 0 yang sembuh tapi totalnya ada 320 kemudian yang meninggal ada 27 orang .

  Upaya upaya yang kita lakukan untuk menekan angka penyebaran covid ini adalah setiap hari kita lakukan diet himbau yang dilaksanakan oleh posko bagus tugas    Perkembangan ataupun kondisi Covit-19 di Keamatannya. 

Hal ini disampaikan Camat Medan Tutungan Topan Giiting bersama  dokter Mardohar Tambunan ,Mkes,menyampaikan kondisi terkini dari Kecamatan Medan Tuntungan  .Dalam Konpres wartawan .Senin (9/11/2020) di Posko Covid-19 Jalan Rotan Medan.                     

Katanya ,Berstatus konfirmasi positif sampai dengan minggu ini  penambahannya dan 6 Jadi totalnya sampai dengan hari ini ada tiga ratus 63 yang sudah terkonfirmasi untuk warga Kecamatan Medan 

Tuntungan kemudian yang sudah sembuh ada 320 untuk minggu ini 0 yang sembuh tapi totalnya ada 320 kemudian yang meninggal ada 27 orang

Menurut Topan, angka Covid -19 tertinggi tertinggi di luar Kecamatan Medan Tuntungan, di Kelurahan mangga  paling padat penduduknya.

 “ Datanya  untuk Puskesmas Simalingkar itu yang konfirmasi 228  jadi setengah lebih yang numpang di kecamatan Medan Tuntungan itu adalah Kelurahan dari Puskesmas Simalingkar jadi dengan Puskesmas Simalingkar itu berada di luar mangga itu yang 200 28”,ujarnya

 Kemudian setentang Sekolah Tatap Muka , Topan  mengatakan, sampai dengan saat ini kita masih mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan i melalui Dinas Pendidikan Kota Medan bahwa sekolah tingkat SD sampai dengan SMP Sampai dengan saat ini belum diizinkan untuk tatap muka sehingga kita masih terus menghimbau untuk semua sekolah untuk tidak melakukan tatap muka ya .

Ada beberapa kemarin mungkin yang ada mengadakan pertemuan-pertemuan itu juga sudah kita himbau ya Dan kepada masyarakat kecamatan Medan Tuntungan kami himbau ya kita tahan diri dulu ya lebih bagus kita menjaga kesehatan daripada nanti kita terburu-buru ya Nanti baru kita membuat kertas terbaru Kita tahu bersama bahwa di kecamatan Medan Tuntungan belakangan ini mungkin rekan-rekan media juga monitor ada beberapa Cluster baru yang jumlahnya cukup besar.

Ahli Waris Covid-19 Dapat Santunan Rp15 Juta

    Ahli waris akibat Covid-19 menerima santunan atau udang duka sebesar Rp15 juta. Hanya saja untuk mendapatkan uang tersebut harus memenuhi persyaratan yang diajukan. 

    Menurut Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting, syarat yang harus dipenuhi ahli waris yakni, surat kematian, bukti swab, hasil swab dan administrasi kependudukan almarhum/almarhumah dan ahli waris. 

    Kemudian syarat tersebut disampaikan ke Dinas Sosial Kota Medan untuk diproses. Setelah dilakukan proses dan semua syarat terpenuhi, maka uang duka diberikan langsung kepada ahli waris. "Pemberiannya melalui transfer ke rekening ahli waris," ungkap Topan saat konfrensi Pers dengan wartawan di Posko Satgas Covisd-19 di Jalan Rotan, Kecamatan Medan Petisah, Senin (9/11/2020).  

Topan menjelaskan, mereka yang mendapatkan santunan ini adalah benar-benar keluarganya meninggal akibat positif Covid-19. 

    Sedangkan yang meninggal sebelum hasil swab keluar atau dinyatakan negatif setelah hasil swab keluar. Tidak berhak mendapatkannya. 

   "Ini khusus yang positif. Nantinya dibuktikan berdasarkan hasil swab dan surat keterangan melakukan swab," tegasnya. 

    Penegasan ini disampaikan karena adanya perbedaan data antara jumlah pasien yang meninggal karena Covid-19 dan jumlah yang dikuburkan di TPU khusus Covid-19 Simalingkar B, Medan Tuntungan. 

   Dimana, data yang meninggal berjumlah 391 orang. Sedangkan warga Medan yang dikuburkan di TPU khusus Covid-19 mencapai 425 orang. 

    Selisih angka tersebut dikhawatirkan menimbulkan protes bagi keluarga lain karena menganggap keluarganya meninggal akibat covid karena dimakamkan di TPU khusus covid dan proses pemakaman juga standar covid. 

   Hal ini diakui Topan. Dimana, banyak warga yang bertanya tentang hal ini. Mereka menjelaskan, warga yang meninggal saat hasil swab belum keluar atau masih dinyatakan reaktif, tetap dimakamkan secara protokol covid meskipun nantinya hasil swab tersebut negatif. Makanya, terdapat selisih angka antara jumlah yang meninggal dengan jumlah yang dimakamkan. 

   "Banyak yang bertanya dan sudah kami sampaikan. Sejauh ini sudah banyak ahli waris yang mengurus uang duka ini. Angka pastinya saya tidak pegang sudah berapa banyak uang duka dicairkan dan berapa banyak yang mendapat. Yang bisa saya sampaikan jumlahnya meningkat," tambahnya.  

Seluruhnya yang sudah kita makamkan di sana ada 609 di mana warga Kota Medan 454 kemudian warga luar kota Medan sebanyak 155 ini data per jam nol nol jadi demikian bapak-ibu yang dapat saya sampaikan perkembangan terkini dari Kecamatan Medan Tuntungan kalau ada ya mungkin yang perlu ditanyakan bisa mungkin saya jelaskan semampu saya

 Sesuai  SK Walikota  Rp5.000.000 per jenazah sesuai dengan peraturan SK Walikota itu dibayarkan melalui BPBD kota Medan.(bundo)