Kolang-Kaling Tapsel Tembus Pasar Asia, Vietnam Jadi Konsumen Setia

9 Agustus 2025

 


Tapsel | Indonesia Berkibar News - Kolang-kaling asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, kini resmi menembus pasar ekspor Asia, termasuk Vietnam, Filipina, dan Thailand. Produk olahan dari pohon aren (Arenga pinnata) ini menjadi komoditas unggulan daerah sekaligus penyumbang devisa nasional.


Pengolahan dan pemasaran kolang-kaling dilakukan oleh Koperasi Pemasaran Bona Ni Asar yang telah mengekspor ke Vietnam selama dua tahun terakhir. Permintaan pasar cenderung meningkat, terutama menjelang bulan Ramadhan.


Kepala Satgas Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Wilayah Sumatera Utara, La Ode Karsid, pada sabtu (09/08/2025 )

mengapresiasi capaian tersebut. Ia menegaskan LPDB siap mendukung koperasi melalui program inkubator, pelatihan, fasilitasi pembiayaan, dan perluasan jaringan pemasaran.


“Ini adalah bukti nyata bahwa cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa mulai terwujud. Kolang-kaling Tapanuli Selatan bukan hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga bersaing di pasar internasional,” katanya.


Manajer unit usaha Koperasi Bona Ni Asar, Muhammad Soum Hutasuhut, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan hasil kerja sama erat antara koperasi, kelompok tani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah.


Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Tapsel, Novita Sari Wahyuni, berharap ke depan para petani dapat bertemu langsung dengan pembeli luar negeri tanpa perantara. “Kami ingin kolang-kaling ini terus eksis di pasar Asia dan menjadi ikon ekonomi Tapsel ” ujarnya.


Acara seremonial pengiriman ekspor kolang-kaling ke Vietnam pada 7 Agustus 2025 (sebanyak 20 ton) dihadiri Ketua Koperasi Bona Ni Asar Faisal Reza Pardede, anggota DPRD Tapsel dapil Sipirok–Angkola Timur Depri Siregar, sejumlah pejabat daerah, dan tokoh koperasi.


Aktivis lingkungan Yayasan Sipirok Lestari, Amri Yasin Nasution, menambahkan bahwa kolang-kaling berkontribusi besar pada ekonomi lokal. Proses produksinya melibatkan banyak tenaga kerja mulai dari pemanenan, pengupasan, hingga pengolahan, sehingga membantu mengurangi pengangguran di desa.


Disampaikan, Pemerintah daerah berharap keberhasilan ini menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperkuat posisi kolang-kaling Tapsel pasar global.(marwan)