Padang Lawas | Indonesia Berkibar News - Sore itu, jarum jam baru saja melewati pukul 16.00 WIB. Di dalam Gedung Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas, riuh rendah suara ketikan papan tik dan tumpukan berkas perkara yang biasanya mendominasi atmosfer ruangan, mendadak luruh. Suasana tegang yang biasa melekat pada ruang-ruang penyidikan berganti menjadi kehangatan yang syahdu.
Hari ini, Senin (29/06/2026), koridor-koridor beralaskan ubin bersih itu menyambut tamu-tamu istimewa. Puluhan pasang mata bening milik anak-anak yatim hadir, membawa kepolosan dan senyum yang perlahan merekah di tengah ruangan.
Di hadapan mereka, berdiri Ajun Komisaris Polisi (AKP) Irwansah Sitorus. Sang Kasat Reskrim melepaskan sejenak atribut ketegasannya di lapangan, melebur dalam lingkaran doa bersama anak-anak yang telah kehilangan sandaran utamanya.
Bagi AKP Irwansah, agenda sore itu bukanlah sekadar aksi karitatif formalitas yang menggugurkan kewajiban. Ini adalah jembatan spiritual, sebuah ritual rasa syukur yang terus dirawatnya secara rutin di tengah padatnya jadwal menjaga keamanan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Sat Reskrim Polres Padang Lawas terus dituntut untuk menyelesaikan berbagai perkara hukum secara humanis dan presisi, sebuah jargon yang acap kali sulit diimplementasikan jika tidak melibatkan hati nurani. Bagi Irwansah, ketajaman dalam mengusut kasus harus berjalan beriringan dengan kelembutan hati kepada sesama.
"Menyantuni anak yatim pada dasarnya adalah sunnah muakkadah—amalan yang sangat dianjurkan. Namun, hukum itu bisa bergeser menjadi wajib kifayah bagi kita sebagai umat Islam, bahkan wajib 'ain bagi lingkungan terdekatnya, jika anak-anak ini fakir, tidak memiliki harta, dan terancam terlantar," ujar AKP Irwansah dengan nada suara yang bergetar penuh takzim.
Ia menyadari betul, di balik pundak kecil anak-anak yang hadir sore itu, ada masa depan yang harus dijaga bersama oleh publik, termasuk oleh aparat kepolisian.
Acara kemudian berlanjut dengan khusyuk saat lantunan doa mulai dibacakan. Ruang Sat Reskrim seketika menjelma menjadi ruang refleksi. Kepala-kepala menunduk, tangan-tangan mungil menengadah ke langit, mengamini setiap bait doa yang dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, dan kedamaian di tanah Padang Lawas.
Usai doa bersama, AKP Irwansah secara langsung membagikan santunan kepada puluhan anak yatim yang hadir. Amplop dan bingkisan yang berpindah tangan sore itu mungkin tidak akan menghapus seluruh beban hidup mereka, namun setidaknya, ada setitik kebahagiaan dan rasa aman yang tertanam di hati mereka bahwa mereka tidak sendirian.
Melalui guratan senyum anak-anak tersebut, AKP Irwansah menyelipkan sebuah harapan sederhana. Ia berharap uluran tangan ini dapat meringankan kebutuhan mereka sehari-hari.
Lebih dari itu, sang perwira pertama polisi ini juga menitipkan baris doa dari bibir-bibir suci anak-anak yatim tersebut. Sebuah doa agar langkah kakinya, serta seluruh personel Sat Reskrim Polres Padang Lawas, selalu diberi kekuatan, kelancaran, dan perlindungan Tuhan dalam mengemban amanah bhayangkara yang sarat akan tantangan.
Matahari sore di Padang Lawas mungkin mulai meredup menuju ufuk barat, namun di dalam ruang Reskrim, cahaya kepedulian baru saja dinyalakan, memberi kehangatan yang akan membekas lama bagi anak-anak yang pulang dengan senyuman.(zul)

Posting Komentar