Bupati Tapsel Targetkan Satu Desa Satu PAUD, 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan Dikukuhkan

30 Juli 2026




Tapsel Indonesia Berkibar News
-  Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan memperkuat layanan pendidikan anak usia dini dengan mengukuhkan 248 Bunda PAUD desa dan kelurahan. Pengukuhan yang dipimpin Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, itu menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan layanan PAUD hingga ke tingkat desa. Acara berlangsung di Aula Sarasi, Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Kamis, (30/07/2026). Hadir dalam kegiatan itu Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu selaku Ketua Pembina Pokja Bunda PAUD, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah, Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, Bunda PAUD Kecamatan, serta ratusan Bunda PAUD desa dan kelurahan.

 

Dalam arahannya, Gus Irawan menegaskan pendidikan anak usia dini menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, usia 0–6 tahun merupakan masa emas yang menentukan perkembangan karakter, kecerdasan, hingga kesehatan anak.

 

Ia meminta para Bunda PAUD tidak berhenti pada tugas seremonial maupun administratif, melainkan menjadi penggerak lahirnya layanan PAUD di setiap desa dan kelurahan.

 

"Bagi desa yang belum memiliki PAUD, mari kita wujudkan secara bertahap sehingga target satu desa satu PAUD dapat tercapai," kata Gus Irawan.

 

Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki 212 desa dan 36 kelurahan. Seluruh wilayah tersebut kini telah memiliki Bunda PAUD yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.

 

Untuk mempercepat pemerataan layanan, Bupati meminta Dinas Pendidikan bersama pemerintah desa memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, seperti ruang kosong di sekolah dasar, kantor desa, kantor kelurahan, maupun gedung pemerintah lainnya sebagai lokasi penyelenggaraan PAUD.

 

Menurut Gus Irawan, masih ditemukan anak yang memasuki sekolah dasar tanpa kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung karena tidak pernah mengenyam pendidikan usia dini. Kondisi itu, kata dia, harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.

 

Ia mencontohkan pengalaman pelaksanaan Sekolah Rakyat di Tapanuli Selatan. Pada awal program, sekitar separuh peserta didik belum menguasai kemampuan dasar tersebut. Namun setelah mengikuti pembelajaran intensif dengan sistem berasrama, kemampuan mereka meningkat secara signifikan.

 

Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kualitas tenaga pendidik. Salah satunya dengan menyeleksi 250 calon kepala sekolah dan mengirim 125 peserta terbaik mengikuti pendidikan kepemimpinan di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Utara.

 

"Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, fondasinya harus dibangun dari pendidikan usia dini," ujarnya.

 

Selain berbicara mengenai pendidikan, Gus Irawan mengajak Bunda PAUD ikut menjaga ketahanan keluarga dengan mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkoba, praktik rentenir, dan persoalan sosial lain yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

 

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu mengatakan pengukuhan tersebut menjadi amanah untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak atas pendidikan sejak usia dini.

 

Ia mengungkapkan masih terdapat 103 desa dan kelurahan di Tapanuli Selatan yang belum memiliki layanan PAUD. Karena itu, ia mengajak seluruh Bunda PAUD membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, PKK, Posyandu, Puskesmas, HIMPAUDI, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak agar akses pendidikan anak usia dini semakin merata.

 

Ny. Murni juga meminta seluruh Bunda PAUD mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, mengaktifkan Pokja Bunda PAUD di setiap wilayah, serta mendokumentasikan seluruh kegiatan melalui Platform Pijar Bunda PAUD sebagai bagian dari penguatan layanan sekaligus persiapan mengikuti Apresiasi Bunda PAUD tingkat nasional.

 

Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan, Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, melaporkan kegiatan tersebut diikuti sekitar 325 peserta. Mereka terdiri atas 248 Bunda PAUD desa dan kelurahan, 15 Bunda PAUD kecamatan, 20 pengurus Pokja Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, serta unsur perangkat daerah terkait.(Ahmad)