Sekolah Rakyat Terintegrasi Tapsel, Harapan Baru Anak Putus Sekolah

10 Agustus 2026




Tapsel Indonesia Berkibar News
- Bupati Tapsel H Gus Irawan Pasaribu serahkan Kartu Indonesia Sehat kepada perwakilan siswa pada acara MPLS SRT 1 di Sipirok, Kabupaten Tapsel, Senin (10/08/2026).


Tapanuli Selatan | Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menjadi momentum awal bagi ratusan anak dari keluarga miskin ekstrem untuk menatap masa depan melalui pendidikan.


Hal itu disampaikan Bupati Tapsel H Gus Irawan Pasaribu pada kegiatan MPLS SRT 1 di Sipirok, Kabupaten Tapsel, Senin (10/08/2026).


Bupati menjelaskan, SRT Tapsel saat ini menampung sebanyak 368 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).


Para siswa mengikuti sistem pendidikan berasrama dengan dukungan pendampingan guru, wali asuh dan wali asrama.



" Kehadiran SRT Sipirok ini, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya kelompok Desil 1 dan 2, termasuk anak-anak yang sebelumnya mengalami putus sekolah, " ujar Bupati.


Bupati juga menegaskan, kehadiran SRT bukan berarti keberadaan sekolah umum di Tapsel dikesampingkan.


Pada 2026, sebanyak 65 sekolah PAUD, SD dan SMP di Tapsel tetap mendapatkan program revitalisasi melalui APBN dengan anggaran sekitar Rp48 miliar, ditambah dukungan dari APBD.


" Dukungan terhadap keberadaan SRT juga ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel, dengan menyiapkan 10 hektare lahan, lebih luas dari kebutuhan awal yang diperkirakan mencapai 6 hektare, " terangnya.


Bupati berharap, MPLS ini tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan diri para siswa sekaligus menumbuhkan keberanian mereka dalam menggantungkan cita-cita. Bu


Bupati juga mendorong para siswa untuk berani bermimpi menjadi dokter, guru, polisi, tentara, pengusaha maupun berbagai profesi lainnya.(marwan)