Dibalik Jual Sayur Keliling Perjuangan Seorang Mualaf di Pelosok Nagan Raya Membiayai Anak Kuliah dan Merawat Anak Berkebutuhan Khusus

1 September 2026

 


Nagan Raya | Indonesia Berkibar News
- Kisah perjuangan keluarga kurang mampu di pelosok Gampong Krung Itam, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menggugah perhatian. Fitri Khairani, seorang mualaf yang tinggal bersama suami dan anaknya, kini harus menghadapi beratnya beban ekonomi keluarga dengan kondisi tempat tinggal yang belum layak.


Fitri Khairani kepada Media melalui sambungan telepon menceritakan bahwa dirinya memiliki seorang anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian dan perawatan lebih dibandingkan anak pada umumnya.


Saat ini, keluarga Fitri belum memiliki rumah layak huni. Mereka masih menempati sebuah barak di kawasan perusahaan tempat suaminya bekerja. Kondisi tersebut membuat keluarga ini berharap adanya perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak.


Tidak hanya mengurus anak berkebutuhan khusus, Fitri bersama suaminya juga masih harus menanggung biaya pendidikan dua orang anak lainnya yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh.



Kedua anak tersebut membutuhkan biaya hidup dan kebutuhan pendidikan setiap bulan, mulai dari biaya tempat tinggal, makan, transportasi, perlengkapan kuliah, hingga kebutuhan pendidikan lainnya. Kondisi ini menjadi beban tersendiri bagi keluarga yang secara ekonomi masih berada dalam keterbatasan.


“Kami memiliki anak yang berkebutuhan khusus dan kami juga masih harus memenuhi kebutuhan dua anak yang sedang kuliah di Banda Aceh. Setiap bulan tentu membutuhkan biaya. Sementara kondisi ekonomi keluarga kami sangat terbatas dan kami juga belum memiliki rumah yang layak,” ujar Fitri sebagaimana disampaikannya kepada media melalui sambungan telepon.


Fitri berharap kisah keluarganya dapat mengetuk hati berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, pemerintah gampong, perusahaan, lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, serta para dermawan agar dapat membantu meringankan beban keluarganya.


Menurut Fitri, yang paling diharapkan saat ini adalah adanya bantuan untuk mendapatkan *rumah layak huni, sekaligus dukungan bagi kebutuhan anak berkebutuhan khusus dan biaya pendidikan kedua anaknya yang sedang menempuh pendidikan di USK Darussalam Banda Aceh.


Kondisi keluarga tersebut menggambarkan beratnya perjuangan sebuah keluarga dengan berbagai tanggungan di tengah keterbatasan ekonomi. Di satu sisi mereka harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara di sisi lain harus memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan dan anak berkebutuhan khusus memperoleh perhatian yang semestinya.


Fitri juga berharap keberadaan keluarganya dapat menjadi perhatian dalam program bantuan sosial, pemberdayaan keluarga miskin, rumah layak huni, maupun program CSR perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Nagan Raya.


“Kami tidak meminta kehidupan mewah. Kami hanya berharap bisa memiliki rumah yang layak dan mendapatkan bantuan untuk meringankan kebutuhan anak-anak kami. Kami ingin anak-anak tetap sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” harapnya.


Kisah Fitri Khairani menjadi pengingat bahwa masih ada keluarga di pelosok Nagan Raya yang membutuhkan perhatian nyata. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha melalui program CSR, lembaga sosial, organisasi masyarakat, dan para dermawan sangat dibutuhkan agar keluarga dalam kondisi ekonomi ekstrem tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai persoalan kehidupan.


Bagi keluarga seperti Fitri, sebuah rumah yang layak, bantuan pendidikan, maupun dukungan terhadap anak berkebutuhan khusus bukan sekadar bantuan materi, tetapi merupakan *harapan untuk hidup lebih aman, layak, dan bermartabat.(M Has/Markaberita.com)