Jejak Lori Kuning di Simpang Arongan: Mengenal Tugu Montix, Saksi Bisu Kejayaan Sawit Nagan Raya

28 September 2026

 



Nagan Raya | Indonesia Berkibar News - Di simpang tiga Gampong Arongan, tepat di samping Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kebun Seunagan milik PT Socfin Indonesia (Socfindo), Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, berdiri sebuah tugu yang tidak lazim. Berbentuk lokomotif mini berwarna kuning dan hitam, itulah Tugu Montix.


Bagi generasi saat ini, istilah montix kerap disalahartikan sebagai sepeda listrik. Padahal, montix yang dimaksud adalah lokomotif lori atau kereta api mini pengangkut hasil perkebunan yang melegenda di era 80-an.


Keberadaan montix tidak terlepas dari sejarah panjang PT Socfindo. Pada masa itu, jaringan rel sempit dibangun di dalam areal perkebunan guna memperlancar pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS). Akses jalan darat yang belum memadai serta kondisi petak kebun yang berlumpur dan luas, membuat truk sulit beroperasi secara optimal.


Kehadiran montix menjadi solusi. Lokomotif mini yang awalnya bertenaga uap dan kemudian digantikan mesin diesel kecil tersebut mampu menarik belasan gerbong berisi TBS dari dalam kebun menuju pabrik.


Namun seiring perkembangan zaman, peran montix perlahan tergeser. Pembangunan infrastruktur jalan yang semakin baik serta kehadiran armada truk modern yang lebih cepat dan berkapasitas besar membuat operasional rel dinilai tidak lagi efisien. Faktor biaya perawatan jalur yang tinggi menjadi pertimbangan utama, sehingga satu per satu jalur rel dinonaktifkan.


Agar sejarah tersebut tidak hilang, manajemen PT Socfindo Kebun Seunagan berinisiatif mengabadikan salah satu unit terbaik yang masih tersisa. Unit tersebut kemudian direstorasi dan didirikan sebagai tugu di lokasi yang dikenal warga sebagai Simpang Arongan.


Kini, Tugu Montix tidak hanya menjadi penanda kawasan kebun, tetapi juga bertransformasi menjadi ikon wisata sejarah. Banyak pengendara yang melintas sengaja berhenti untuk melihat dari dekat dan berfoto. Bagi para orang tua, tugu ini menjadi media edukasi untuk bercerita kepada anak cucu tentang beratnya perjuangan di kebun pada masa lalu.


Wartawan senior yang telah lebih dari 30 tahun meliput di Nagan  Raya bahkan sejak Nagan Raya masih secara administrasi dibawah Aceh Barat. Muhammad Hasanuddin, menilai keberadaan tugu tersebut memiliki nilai historis yang sangat tinggi.


"Sejak tahun 80-an saya sudah melihat montix itu beroperasi di PT Socfindo Kebun Seunagan dan Kebun Seumayam. Suaranya menjadi penanda waktu masuk kerja. Jika sekarang dibuat tugu, itu langkah luar biasa dari Socfindo. Jangan sampai generasi baru tidak tahu bahwa kemajuan sawit di Nagan ini ada kisah montix di baliknya," ujar Hasanuddin kepada Media di lokasi tugu, Gampong Arongan, Senin (28/09/2026).


Menurutnya, lebih dari sekadar besi tua, Tugu Montix Seunagan merupakan simbol penghargaan kepada para perintis perkebunan.


"Tugu itu menjadi bukti bahwa kejayaan kelapa sawit yang dinikmati hari ini dibangun di atas fondasi kerja keras dan teknologi sederhana pada masa lalu," katanya.


"Bagi generasi Z, Tugu Montix adalah cermin untuk belajar rendah hati. Di balik hamparan sawit yang hari ini tampak rapi dan modern, ada peluh, lumpur, dan suara lokomotif tua yang setiap pagi membangunkan para pekerja. Tugu ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi generasi yang lupa," pungkasnya. (M Has)


Ket Foto: Tugu Montix di Gampong Arongan disamping Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Socfindo Kebun Seunagan, Senin (28/09/2026).(M Has)