Nagan Raya | Indonesia Berkibar News – Keberadaan empat batang pohon mati di tepi Jalan Nasional Lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh, tepatnya di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, menjadi perhatian warga karena dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa sore (13/10/2026), keempat pohon tersebut dalam kondisi kering, tanpa daun, dengan batang rapuh. Rinciannya, satu batang berada di Gampong Alue Bata dan tiga batang lainnya di Gampong Babah Dua. Posisinya miring ke arah badan jalan dan berada di kawasan tikungan.
Warga menilai keberadaan pohon mati tersebut sangat rawan tumbang, terutama saat cuaca buruk seperti hujan lebat disertai angin kencang, sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengendara di jalur nasional tersebut.
Menurut warga setempat, Ani, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kian mengkhawatirkan. “Jika tumbang, selain menimpa pengendara, pohon juga berpotensi memutuskan jaringan listrik dan mengganggu aktivitas kami,” ujar Ani.
Ia menambahkan, “Saat ini sedang musim hujan dan angin, Bang, jadi kekhawatiran kami semakin bertambah, apalagi bila malam hari. Kami tidak tahu harus mengadu kepada Keuchik atau Camat, yang kami tahu pohon mati tersebut mengancam pengguna jalan,” cetusnya.
Menindaklanjuti kondisi itu, warga meminta Camat Tadu Raya segera melakukan pengecekan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai keberadaan pohon mati di lintasan Jalan Barsela tersebut.
Menurut warga, permintaan agar Camat segera berkoordinasi merupakan langkah antisipasi yang sangat krusial demi keselamatan publik, mengingat lintasan tersebut merupakan jalur utama dengan mobilitas tinggi di Kabupaten Nagan Raya.
Adapun koordinasi yang diharapkan segera dibangun oleh pihak kecamatan meliputi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku instansi teknis pengelola ruang terbuka hijau, PLN untuk mengantisipasi potensi korsleting apabila dahan berada dekat jaringan listrik, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna menyiagakan tim evakuasi darurat jika sewaktu-waktu terjadi insiden pohon tumbang.
Secara terpisah, Camat Tadu Raya yang dikonfirmasi mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. “Segera kita koordinasi dengan Keuchik Gampong Alue Bata untuk mengambil tindakan dalam bentuk apa penanganannya, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak baik bagi pengguna jalan,” tandasnya.
Di sisi lain, warga juga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nagan Raya dapat memberikan pendampingan, melakukan pemeliharaan berkala terhadap pohon pelindung di sepanjang jalan nasional, serta mengimbau kepada semua pihak agar tidak memaku maupun memasang spanduk dalam bentuk apa pun pada batang pohon, demi menjaga fungsi ekologis, kelestarian, dan keasrian lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada DLH Kabupaten Nagan Raya terkait harapan dan permohonan warga tersebut dan pihak terkait lainnya masih terus diupayakan. (M. Has)
Ket Foto: Kondisi salah satu dari empat batang pohon mati yang kering tanpa daun si Jalan Nasional Lintas Barat Selatan (Barsela) di Kecamatan Tadu Raya, Selasa (13/10/2026).

Posting Komentar