16 Oktober 2026

 


Medan | Indonesia Berkibar News
-  Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Timur Tumanggor mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan usaha. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional.


Hal tersebut disampaikan Timur Tumanggor saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) AKBAR PNM Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).


“Salah satu peluang besar yang harus kita manfaatkan adalah digitalisasi. Melalui media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi, maka dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, dan mengelola usaha secara lebih profesional,” ucapnya.


Pada kesempatan itu, Timur menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian Sumut. Saat ini, jumlah UMKM di Sumut tercatat sekitar 1,48 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja.


Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat, sumber penghidupan jutaan keluarga, sekaligus penggerak penciptaan lapangan kerja. Usaha-usaha tersebut tumbuh di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan.


Banyak di antaranya berawal dari usaha rumahan dan dikelola dengan berbagai keterbatasan. Namun, para pelaku UMKM memiliki semangat dan potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang.


“Akan tetapi, teknologi juga harus diikuti dengan kualitas produk yang baik. Produk harus memiliki mutu yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi yang jelas, legalitas yang sesuai, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, produk UMKM Sumatera Utara tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” terangnya.


Karena itu, lanjut Timur, kegiatan bertema “Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas” menjadi pengingat bahwa pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Menurutnya, literasi harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih baik, sedangkan pengembangan kapasitas harus mendorong usaha tumbuh semakin kuat dan mampu naik kelas.


“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri, adaptif terhadap perubahan, berani berinovasi, dan terus meningkatkan kualitas usahanya. Mari kita buktikan bahwa dari literasi lahir aksi, dari pendampingan tumbuh kemandirian, dan dari usaha yang dikelola dengan baik lahir UMKM yang mampu naik kelas serta menjadi kekuatan ekonomi Sumut,” ucapnya.


Sementara itu, Pemimpin Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan Muhammad Wazir mengatakan, PNM terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan tersebut antara lain dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan yang disertai studi banding ke sejumlah daerah.


Menurut Wazir, penguatan usaha membutuhkan dukungan modal finansial agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang serta memanfaatkan pembiayaan secara tepat guna. Dalam PKU Akbar kali ini, sekitar 150 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.


Selain modal finansial, menurutnya, modal sosial juga penting dalam pengembangan UMKM. Karena itu, PNM berupaya memperluas akses jaringan dan komunitas pelaku UMKM, antara lain melalui studi banding ke berbagai sentra UMKM di sejumlah daerah.


“PNM juga memberikan akses kepada pelaku UMKM agar memperoleh akses pemasaran yang lebih luas untuk ekspor. Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM. Pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga UMKM memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (bundo)


 



Samosir | Indonesia berkibar News -  Kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Samosir ditunjukkan Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., dengan membagikan masker kepada generasi muda dan para pengguna jalan di kawasan Simpang Empat Jalan Gereja, Pangururan, Kabupaten Samosir,Jum,at (16/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai tersebut menyasar Pemuda, Para Pelajar dan Pengendara Roda Dua yang melintas di Simpang Empat Jalan Gereja Pangururan. 


Dalam kegiatan itu, Kapolres Samosir bersama Wakapolres dan personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Samosir membagikan sekaligus memasangkan masker secara langsung kepada masyarakat.


Sebanyak 100 lembar masker dibagikan sebagai bentuk kepedulian Polres Samosir terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, guna membantu mengurangi paparan partikel debu dan asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Samosir menyampaikan imbauan kepada para pemuda, pelajar dan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung di wilayah Kabupaten Samosir.


Kapolres mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap, terutama apabila tidak ada keperluan mendesak. 


Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan sebagai salah satu upaya mengurangi paparan asap.


“Di tengah kondisi kabut asap saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pelajar dan generasi muda dan seluruh masyarakat Kabupaten Samosir serta Wisatawan agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakanlah masker untuk membantu melindungi saluran pernapasan,” demikian imbauan Kapolres.


Selain itu, Kapolres mengingatkan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih sesuai kebutuhan, serta beristirahat dengan cukup.


Kapolres juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan diri, keluarga dan lingkungan selama kabut asap menyelimuti wilayah Samosir.

“Apabila mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk yang semakin parah, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lainnya, segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti Puskesmas atau rumah sakit, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” imbau Kapolres.


Khusus kepada para pengendara, Kapolres turut mengingatkan agar selalu berhati-hati di jalan raya, menjaga jarak aman, dan menyesuaikan kecepatan kendaraan apabila jarak pandang terganggu akibat kabut asap.


Melalui kegiatan pembagian masker tersebut, Polres Samosir berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang baik. 


Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat melalui pendekatan humanis dan imbauan langsung di lapangan.


Polres Samosir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, mengikuti imbauan dari instansi terkait, serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan hingga kondisi kabut asap di Kabupaten Samosir membaik.( P Simbolon )




15 Oktober 2026


Samosir | Indonesia Berkibar News - IWO Samosir Audiensi dengan Kajari, Keterbukaan Informasi Jadi Sorotan,Dari Parbaba Desa Siopat Sosit Kecamatan Pangurura, Kabupaten Samosir, 15 Oktober 2026.

 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samosir Akwan Annas SH MH menegaskan komitmennya membenahi institusi yang dipimpinnya, termasuk merampungkan tunggakan penanganan hukum. Komitmen itu disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Samosir di Kantor Kejari Samosir, Parbaba, Kecamatan Pangururan, Rabu (14/10/2026).


Audiensi tersebut dipimpin Ketua IWO Samosir Fernando Sitanggang SH MH, didampingi Wakil Ketua Ranto Limbong, Sekretaris Petrus Tampubolon serta anggota Pandang Simbolon, Jefry Butarbutar dan Nurhayati Pakpahan.


Dalam pertemuan itu, Fernando mengapresiasi kesediaan Kajari Samosir menerima insan pers melalui organisasi profesi IWO. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kemitraan dalam publikasi kegiatan dan kinerja kejaksaan.


"Pada kesempatan ini, kita berharap kemitraan ini dapat semakin ditingkatkan lebih terbuka dengan kerjasama pemberitaan kegiatan-kegiatan kejaksaan untuk lebih diketahui masyarakat Samosir," ujar Fernando Sitanggang.


Fernando juga berharap Kejari Samosir semakin terbuka terhadap peliputan kegiatan dan kinerjanya oleh insan pers, mengingat informasi mengenai penegakan hukum berkaitan langsung dengan kepentingan publik.


"Berbagai program sebelumnya sudah kita kerjakan mulai dari Diskusi Publik, Pelatihan Jurnalistik sehingga kami selalu menyampaikan kepada anggota IWO Samosir harisi tetap bekerja sesuai dengan kaidah jurnalistik dibawah UU Pers Nomor 40/1999," ujar Fernando.


Menanggapi hal tersebut, Kajari Samosir Akwan Annas menyambut baik kehadiran pengurus IWO. Menurutnya, wartawan merupakan mitra penting yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pelaksanaan tugas kejaksaan.


"Kami akan selalu tetap terbuka dalam berkomunikasi dan selalu konsisten dengan kemitraan bersama teman teman jurnalis," ujar Akwan Annas.


Didampingi Kasi Intel Juna Karo-karo SH MH, Akwan menegaskan bahwa pembenahan internal dan eksternal menjadi bagian dari tugasnya, termasuk menyelesaikan berbagai tunggakan perkara hukum yang ada di Kejari Samosir.


"Tugas saya cukup berat untuk membenahi Kejari Samosir baik dalam dan luar gedung termasuk tunggakan hukum yang ada, karenanya kita berharap koordinasi kedepannya dan kami akan tetap terbuka untuk semua pemberitaan Kejari Samosir," ujar Akwan.


Pada akhir pertemuan, Akwan juga menyatakan dukungannya terhadap program-program IWO Samosir, khususnya yang bertujuan meningkatkan kompetensi wartawan dan kegiatan positif lainnya.


Audiensi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan informatif, kemudian ditutup dengan foto bersama Kajari Samosir dan jajaran pengurus IWO Samosir,

1 . Fernando Sitanggang, Sbgai Ketua

2 .Peteruss Tampubolon, Sekretaris 

3 .Ranto Limbong. Anggota 

4 . Pandang Simbolon dan Anggota yang Lainnya. ( P Simbolon )




 Medan | Indonesia Berkibar News - Kabut asap yang memasuki Kota Medan menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Medan Reza Pahlevi Lubis. Reza minta Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) segera lakukan antisipasi dampak kabut bagi siswa.

"Kita minta Disdik segera mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh sekolah-sekolah di Kota Medan, baik SD maupun SMP Negeri dan Swasta untuk wajib memakai masker," desak Reza Pahlevi Lubis selaku legislator muda asal politisi Golkar itu kepada Wartawan, Kamis (15/10/2026).

Desakan Reza itu menyusul musibah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah masuk dan menyelimuti Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini sangat membahayakan kesehatan terutama bagi anak-anak sekolah.

"Kita minta Pemko Medan jangan anggap sepele. Asap sudah pekat sampai ke Medan. Harus ada solusi konkret dari Pemko Medan untuk menangani musibah ini, terkhusus untuk anak-anak sekolah dan warga Medan," ucapnya.

Menurutnya, anak-anak adalah kelompok paling rentan terpapar ISPA akibat kabut asap. Dinas Pendidikan harus bergerak cepat membuat surat edaran wajib masker, dan kalau perlu membagikan masker gratis di sekolah-sekolah.

Selain itu Pemko Medan juga harus siapkan langkah antisipasi lainnya seperti pemeriksaan kesehatan gratis, penyediaan posko kesehatan di sekolah dan sosialisasi bahaya asap bagi warga.

"Keselamatan anak-anak kita nomor satu. Jangan tunggu korban jatuh baru bertindak. Pemko harus hadir," imbuhnya. (bundo)


Medan | Indonesia Berkibar News - Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan meliburkan sementara pembelajaran tatap muka bagi siswa mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal itu disampaikan, Lailatul Badri kepada wartawan, Kamis (15/10/2026)  menyusul kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Medan, dengan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat. 

Ia memgatakan kebijakan meliburkan siswa dinilai perlu dipertimbangkan untuk melindungi kesehatan anak-anak dari dampak buruk paparan polusi udara.

Dalam hal ini, Lailatul Badri mengapresiasi langkah Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengeluarkan surat edaran mengenai imbauan penggunaan masker di satuan pendidikan. Namun, menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, penggunaan masker perlu diikuti langkah perlindungan tambahan apabila kondisi udara belum membaik.

“Keputusan Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan instruksi pemakaian masker di satuan pendidikan sangat kita apresiasi saat kondisi udara dalam kategori tidak sehat. Tapi, kondisi udara yang tidak sehat ini jelas tidak baik bagi kesehatan. Maka, kita mendorong agar Pemko Medan dalam beberapa hari ini meliburkan pelajar, baik siswa TK, SD maupun SMP,” kata politisi PKB yang akrab disapa Lela tersebut.

Menurut Lela, penghentian sementara pembelajaran tatap muka dapat menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan kabut asap.

Ia menyarankan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung melalui sistem daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga siswa tetap dapat mengikuti pelajaran tanpa harus beraktivitas di luar rumah.

“Sistem belajar dapat dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini semua demi menjaga kesehatan anak-anak. Kebijakan ini bisa dilakukan sebagai tahap uji coba, apakah tiga hari atau beberapa hari, sambil memantau situasi udara yang melanda Kota Medan,” ujarnya.

Lela menambahkan, pembatasan aktivitas di luar rumah juga penting dilakukan selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan perlindungan lebih karena berisiko terpapar polusi saat berangkat maupun pulang sekolah.

Dalam hal ini, Lela  juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas siswa di luar jam sekolah, terutama bagi pelajar tingkat SMP yang dinilai memiliki lebih banyak kesempatan melakukan aktivitas di luar rumah.

“Karena setiap anak-anak pulang dari sekolah, jika masih TK atau SD, jelas dapat diawasi dan dikontrol. Tapi, setingkat SLTP pasti akan ada aktivitas yang dilakukan,” katanya.

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan itu menyebutkan, kebijakan meliburkan siswa akibat kabut asap telah diterapkan di daerah lain, salah satunya Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Karena itu, Lela mempertanyakan mengapa langkah serupa belum dipertimbangkan di Kota Medan.

“Akibat kabut asap ini, satu daerah saja sudah mengambil kebijakan, dalam hal ini Madina. Kenapa Kota Medan tidak bisa.Jadi kita harapkan adanya keputusan saudara Wali Kota Medan, Rico Waas atas permasalahan saat ini, "  ujarnya.

Lela menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan pendidikan di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Untuk itulah, kata Lela pihaknya pun meminta Wali Kota Medan Rico Waas agar mempertimbangkan langkah tegas berupa penghentian sementara pembelajaran tatap muka hingga kondisi udara membaik, dengan tetap memastikan proses pendidikan berlangsung melalui pembelajaran jarak jauh.

“Saat ini kesehatan yang diperlukan. Maka, kebijakan tegas Wali Kota Medan sangat diperlukan demi menjaga kesehatan anak-anak. Permasalahan kabut asap yang hari ini melanda Kota Medan sudah dalam kategori tidak baik,” pungkasnya.(bundo)

 


 Medan | Indonesia Berkibar News - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Hj. Sri Rezeki, AMd., menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah di Kota Medan, jika sudah membahayakan. Langkah darurat ini dinilai krusial menyusul kian pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah kota dalam beberapa waktu terakhir akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski mendukung, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan agar pihak sekolah dan pemerintah daerah melakukan persiapan yang matang sebelum PJJ resmi digulirkan. Sri Rezeki menyoroti ketimpangan fasilitas penunjang digital di setiap rumah tangga yang dinilai sangat beragam.

"Sekolah butuh persiapan yang matang karena kita harus mengingat bahwa kesiapan kuota internet maupun kepemilikan gawai (smartphone/laptop) berbeda-beda pada tiap keluarga. Jangan sampai kebijakan ini justru membebani orang tua siswa," ujar Sri Rezeki kepada media, Kamis (15/10/2026).

Sri Rezeki juga menggarisbawahi bahwa jika pemerintah daerah berencana mengambil kebijakan ekstrem untuk meniadakan pembelajaran tatap muka, harus ada pertimbangan yang sangat menyeluruh. 

Hal ini penting agar capaian kurikulum dan kualitas belajar siswa tidak merosot tajam. Ia menambahkan, pelaksanaan PJJ di lapangan harus tetap mengacu pada panduan resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Imbauan dari Pemko Medan sejauh ini sudah baik. Namun, opsi meliburkan anak sekolah ini harapannya hanya sementara dan bukan berketerusan. Kita berharap kerja sama intensif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dapat segera mengatasi sumber masalah kabut asap ini," tambahnya.

Lebih lanjut, Sri Rezeki menegaskan pentingnya koordinasi yang solid antar-instansi demi melindungi masyarakat luas. Ia meminta Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk terus bersinergi memantau situasi.

Dinas Kesehatan Kota Medan secara khusus diminta olehnya untuk mengambil peran aktif di garda terdepan guna mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

"Dinkes harus memantau bagaimana tren kabut asap harian ini secara presisi. Langkah cepat yang bisa diambil saat ini adalah mengedukasi masyarakat secara masif tentang cara menjaga kesehatan di tengah kepungan asap, membagikan masker gratis di titik-titik publik, serta memastikan seluruh fasilitas kesehatan dan puskesmas siap siaga melayani warga," pungkas Sri Rezeki.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Medan sejauh ini telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No.400.3.5/9753 mengenai wajib masker dan larangan aktivitas luar ruangan. 

Meski DPRD mendorong kesiapan PJJ, Kepala Disdikbud Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, menyatakan bahwa pihaknya saat ini belum berencana meliburkan sekolah dan masih memantau perkembangan situasi kualitas udara lebih lanjut. (bundo)

 



Medan | Indonesia Berkibar News
- Anak-anak di Belawan membutuhkan tambahan sekolah menengah pertama (SMP) negeri agar akses pendidikan lebih mudah dijangkau. Saat ini, menurut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Belawan baru memiliki satu SMP Negeri yang berada di Sicanang, sementara jumlah penduduk usia sekolah membutuhkan dukungan fasilitas pendidikan yang lebih memadai.

Kebutuhan tersebut mendorong pembangunan SMP Classrooms of Hope di Jalan Karo, Belawan. Pembangunan sekolah yang ditandai dengan peletakan batu pertama, Kamis (15/10/2026), itu ditargetkan dapat menampung sekitar 300 siswa.

“Sudah lama sekali masyarakat berharap adanya sekolah, terutama di tingkat SMP di Belawan. Kita tahu di daerah Belawan ini hanya ada satu SMP, yaitu di Sicanang. Dengan begitu banyaknya penduduk dan anak-anak di Belawan, kita masih kekurangan sekolah SMP,” ujar Rico Waas.

Ia berharap pembangunan sekolah tersebut segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat Belawan.

“Alhamdulillah, hari ini pembangunannya sudah dimulai. Mudah-mudahan bisa segera selesai dan dimanfaatkan masyarakat Belawan,” katanya.

Pembangunan SMP ini kolaborasi PT Belawan New Container Terminal (BNCT), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan DP World Foundation melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) bertajuk Tumbuh Bersama.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menyediakan lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi, sedangkan dukungan pembiayaan berasal dari DP World Foundation melalui PT BNCT. Setelah pembangunan selesai, fasilitas sekolah akan diserahterimakan kepada Pemko Medan untuk dikelola.

Rico Waas berharap sekolah tersebut nantinya dapat berstatus sekolah negeri sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ia menilai, penambahan fasilitas pendidikan menjadi langkah penting untuk memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Medan, khususnya Belawan.

“Pendidikan merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan, kita mempersiapkan generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan sekolah ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia berharap kerja sama tersebut terus berkembang dan menghadirkan manfaat nyata, terutama dalam penyediaan fasilitas pendidikan yang layak.

Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga turut menghadiri peletakan batu pertama tersebut, di antaranya Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri; Direktur Jenderal Dubai Customs sekaligus anggota dewan DP World Foundation Abdulla Busenad; Wakil Presiden Eksekutif DP World Asia Pasifik Galylynne Neil,  Presiden Direktur BNCT Muhammed Suffian Abdul Manaf, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo Hendri Ginting, Komandan Kodaeral I Belawan Laksamana Muda TNI Deny Septiana, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah.(bundo)

Diberdayakan oleh Blogger.