ZuZulkifli Aneuk Syuhada Pertanyakan Kinerja BRA Aceh Timur

Aceh Timur | Indonesia Berkibar News - Zulkifli yang merupakan salah satu aneuk syuhada yang ayahnya ditembak pada tahun 2003 bersama abangnya didesa Seuneboek Bayu Kecamatan Indra Makmu,  Kabupaten Aceh Timur,Selasa(26-02-2019).

Menurutnya keberadaan Badan ReIntegrasi Aceh (BRA) Pasca MOu Helsinki dalam hal menangani korban konflit menurut Zulkifli (aneuk Syuhada), BRA kurang transparan dalam memberikan bantuan katanya.  Hal ini terungkap disaat  membaca berita di salah satu media on line terhadap seorang janda korban konflik yang hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan.  Zulkifli sangat respek dan menyatakan sikap Kecam petugas BRA yang kurang profesional dalam menjalankan tugasnya.  Terhadap pendataan bagi korban DOM semasa darurat militer.

Habibah panggilan Yuliana,  asal menasah Hagu kecamatan Nurussalam kabupaten Aceh Timur,Minggu(24-02-2019).

Pada suatu ketika pada tahun 2004 suaminya almarhum syafari terjadi tembak menembak dengan aparat pada tepatnya saat kejadia di desa sematang,  kecamatan Nurussalam kabupaten Aceh Timur.  masa darurat militer, tahun 2004. singkat kata hingga akhirnya almarhum syafari meninggal di tempat kejadian didesa sematang aron kecamatan Nurussalam Bagok pada tahun 2004 silam.

Setelah kejadian itu Habibah mengaku dirinya dicari cari hingga akhirnya terpaksa Habibah ganti nama  Yuliana, dan nama itu hingga sekarang masih digunakan.

Habibah mengakui,  setelah enam bulan kejadian habibah meninggalkan kampung halaman merantau ke bireun dan sampai sekarang  masih menetap di desa cot girek kandang kecamatan muara dua kabupaten aceh utara. Bersama empat orang anak.  Sementara suami yg sekarang belum mendapatkan pekerjaan yang layak.

Saat Habibah (Yuliana) menceritakan kepada media perasaannya sangat memilukan karena menurutnya mengapa orang lain bisa mendapatkan berbagai macam bentuk bantuan.  sementara itu suaminya yg sekarang belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Disaat Habibah(Yuliana) menceritakan kepada media  perasaan sedih,  Yuliana (nama sekarang) sangat mengharapkan perhatian kepada pemerintah. Semenjak setelah kejadian itu dirinya belum mendapatkan bantuan apa apa termasuk dana ADG. Demikian katanya.

Berkut wawan cara awak media bersama Zulkifli Kepala Badan re Integrasi Aceh melalui hpnya,Selasa(26-02-2019).

Wartawan menanyakan keterkaitan masih ada korban konflik yang belum menerima bantuan apa apa, Zulkifli menjawab dirinya tidak tau apa-apa karena pada masa itu Zulkifli belum terlibat di BRA katanya,  Zulkifli kalau memang ada korban Dom yang belum mendapatkan bantuan akan diberikan tahun 2020 katanya. (yunus)