1 April 2020
Tarutung | Indonesia Berkibar News - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi meminta agar semua daerah serius dan bersama-sama dalam manangani wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Jika ditemukan pasien yang sakit berat diminta segera dikirim ke Medan agar mendapat penanganan medis yang lebih maksimal.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat mengunjungi RSUD Tarutung Jalan Agus Salim Nomor 1 Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (01-04-2020).

"Saya minta ini serius kita tangani bersama. Bagi pasien yang sudah sakit berat segera kirim ke Medan," ujar Gubernur ketika meninjau fasilitas RSUD yang menjadi salah satu RS rujukan pasien Covid-19.

Gubernur juga meninjau ruang isolasi yang ada di RSUD Tarutung. Lebih lanjut dikatakannya, saat ini di Kota Medan sudah disiapkan 120 ruang isolasi Covid-19 untuk pasien kondisi sakit berat dan 49 ruangan untuk pasien sakit ringan, diantaranya RS GL Tobing Tanjung Morawa dan RS Marta Friska dan beberapa RS lainnya.

"Kita terus berupaya untuk menambah ini (RS), begitu juga dengan Alat Pelindung Diri (APD), rapid test dan berbagai fasilitas pendukung lainnya," ujar Gubernur.

Namun Gubernur meminta semua pihak bersabar. Karena keberadaan APD dan rapid test sangat terbatas sehingga sulit dan butuh waktu untuk mendapatkananya.
"Meski ada uang belum tentu kita bisa mendapatkannya. Karena saat ini tidak hanya kita saja, bahkan seluruh dunia pun membutuhkannya. Jika pun ada, butuh waktu untuk pengadaannya." jelasnya.

Selain meninjau ruang isolasi, ruang rawat inap dan ruang perawat, Edy juga menyerahkan bantuan rapid test untuk RSUD Tarutung, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Humbang Hasundutan masing-masing berjumlah 100 rapid tes.

Kepada Direktur RSUD Tarutung, Jandri Nababan dan para tenaga medis, Edy juga mengingatkan agar selalu menggunakan alat pelindung diri atau APD dengan baik dan benar. Bahkan, Gubernur meminta seorang perawat untuk memperagakan cara memakai APD yang baik dan benar. " Ini sangat penting bagi tenaga medis, jangan main-main. Jangan sampai salah cara pemakaiannya, risikonya bisa tertular," ujarnya kepada para tenaga medis yang hadir.

Sementara itu, Direktur RSUD Tarutung, Jandri Nababan menyampaikan kepada Gubernur bahwa di RSUD tersebut sudah ada satu ruang isolasi dengan 4 tempat tidur. "Ada satu pasien PDP Covid-19 yang sedang kita rawat Pak," katanya.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengapresiasi kedatangan Gubernur ke Tarutung dan meninjau langsung RSUD. Dia juga berterima kasih atas dukungan Pemprov Sumut terhadap daerahnya, khususnya dalam penganganan wabah Covid-19.

Namun menurutnya, sebagai salah satu RS rujukan untuk pasien Covid-19, masih membutuhkan APD dan rapid test serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. " Untuk itu kami mohon bantuan dari Bapak Gubernur, khususnya APD dan rapid tes yang sangat dibutuhkan saat ini," ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Restuti Hidayani Saragih, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan.(torong/bundo/safrial)


Medan | Indonesia Berkibar News - Sebagai satu di antara Rumah Sakit (RS) rujukan untuk pasien Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumatera Utara (Sumut), RS Martha Friska II direncanakan akan siap menangani dan menampung pasien mulai Kamis (02-04-2020). Untuk memastikan hal ini, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi kembali meninjau RS yang berada di Jalan Multatuli Medan, Rabu (01-04-2020).

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur memastikan ketersedian air, pembuangan limbah, pengamanan, alat pelindung diri (APD) hingga obat-obatan. RS Martha Friska II dinyatakan siap menampung pasien Covid-19 Sumut mulai Kamis (02-04-2020) pukul 10.00 WIB.

"Hari ini Saya mengecek kesiapan Rumah Sakit ini untuk menerima pasien, baik dari persiapan logistik makan dan minuman pasien, persiapan obat-obatan, kesiapan dokter, kesiapan perawat, persiapan perlengkapan alat kesehatan,” ujar Edy. Dipastikannya segala kesiapan tersebut akan dipenuhi malam ini, terutama untuk obat-obatan, logistik dan untuk makan dan minuman di RS.

Gubernur juga menjelaskan untuk RS Martha Friska II, pihaknya telah mempersiapkan 120 kamar. RS ini nantinya akan dijadikan RS rujukan yang akan menampung pasien yang sakit baik dalam kondisi sedang hingga berat. Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Sumut akan mempersiapkan 1.537 kamar yang terbagi dari beberapa RS rujukan.

"Ada 537 kamar tahap pertama. Nanti tahap kedua 1.000 kamar. Jadi seluruhnya ada 1.537 kamar," katanya.

Dalam kesempatan itu, Edy juga berpesan kepada seluruh tim medis dan yang lainnya untuk dapat mempergunakan APD dengan baik, meskipun saat ini Pemprov Sumut telah menyiapkan stok yang mencukupi untuk kebutuhan medis. Selanjutnya, Gubernur juga meminta kepada tim untuk segera mempersiapkan RS selanjutnya yang dapat melakukan penanganan pasien Covid-19. "Setelah ini selasai dan sistem sudah beroperasi saya harap Senin depan (6/4), kita sudah pindah ke RS lainnya dalam mempersiapkan segalanya," katanya.(bundo)

Sei Rampah  | Indonesia Berkibar News - Bupati Sergai Ir Soekirman buka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2021 di Kabupaten Sergai di aula Sultan Serdang, Rabu (01-04-2020).

Hadir Wakil Bupati H Darma Wijaya, Sekdakab H M Faisal Hasrimy, unsur Forkopimda Kabupaten Sergai,Kepala  OPD.

Musrenbang dilaksanakan dengan format video conference dan diikuti oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala BAPPEDA Provinsi Sumut Dr. Ir. Hasmirizal Lubis, M.Si, mewakili Bupati Deli Serdang, Walikota Tebing Tinggi dan Bupati Batubara.

Bupati Sergai Ir H Soekirman  mengatakan jika sesuai dengan Keputusan Presiden RI No. 11 Tahun 2020, Negara Kesatuan Republik Indonesia sedang dalam status Darurat Kesehatan setelah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mulai memakan korban di berbagai daerah di Indonesia.

"Ini situasi yang jarang atau mungkin belum pernah kita hadapi sebelumnya. Agenda-agenda besar, bukan hanya kegiatan pemerintahan namun juga agenda keagamaaan, budaya, olahraga, ekonomi, politik dan sosial, baik di daerah maupun di pusat, sementara ditunda atau dibatalkan. Pembatasan pergerakan orang di satu wilayah juga sudah diterapkan di beberapa Daerah," paparnya.

Beliau juga meminta dengan sangat agar masyarakat tidak grusa-grusu dan panik berlebih merespons kondisi yang sedang berkembang. “Selama kita bekerja dan bertindak sesuai dengan prosedur dan protokol yang telah ditetapkan, tidak stres berlebih dan tetap menjaga kesehatan, maka Insya Allah perlahan-lahan kondisi ini dapat kita tangani bersama.

Musrenbang RKPD ini adalah kesempatan bagi para “perencana” Kabupaten Sergai untuk mengambil kebijakan strategis di tengah pandemi Corona sehingga dituntut kehati-hatian dalam menarik kesimpulan arah dan tujuan selanjutnya. “Terutama kita harus pikirkan bagaimana nasib Guru Honorer dan Tenaga Kontrak menghadapi situasi saat ini. Jangan sampai mereka dan keluarganya terlantarkan sebab mereka telah mengabdi kepada negeri dengan penuh harapan akan diangkat menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Begitu juga bagi pekerja non-formal, pekerja rumahan, buruh, para supir, pedagang keliling dan profesi lain yang rentan di tengah kondisi darurat ini, kita maksimalkan sumber daya yang ada untuk melindungi mereka, salah satunya lewat kebijakan realokasi atau recofusing anggaran.

Wakil Bupati Sergai H. Darma Wijaya  meminta kepada masyarakat agar tidak berpikir bahwa pencegahan dan penanggulangan COVID-19 hanyalah kerja pemerintah saja, melainkan inilah momentum bagi seluruh elemen untuk menjalankan prinsip yang selama ini menjadikan bangsa Indonesia unik di mata dunia, yaitu adanya semangat gotong royong.

Mari kita solid menghadapi tantangan ini. Kita akan takluk kalau bersikap individualis. Bersatu kita galang kekuatan, kerahkan kemampuan semaksimal mungkin demi kepentingan bersama. Saya selalu percaya, Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umat-Nya.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sergai dalam laporannya mengatakan pelaksanaan Musrenbang RKPD ini sebelumnya diawali dari Musrenbang tingkat Kecamatan pada tanggal 11-28 Februari 2020 dengan rincian jumlah prioritas dusun dan desa sebanyak 960 usulan, bidang infrastruktur 607 usual, bidang ekonomi sebanyak 262 Usulan serta 91 Usulan dari Bidang Sosial dan Budaya.

Usulan pembangunan yang berasal dari pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Sergai mencapai 248 usulan dengan rincian 220 usulan dari bidang infrastruktur dan 28 usulan bidang ekonomi.(fit)

Medan | Indonesia Berkibar News - Pandemi Corona yang terus merebak di seluruh dunia bukan hanya mempengaruhi perekonomian global, namun makin menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan media cetak di Indonesia. Situasi ini makin diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga mendekati Rp. 17.000 yang secara otomatis menaikan harga kertas koran.

“Situasi ini juga melemahkan daya beli  masyarakat sehingga memperparah situasi persuratkabaran saat ini. Dikuatirkan apa yg sedang terjadi saat ini dengan merebaknya wabah virus corona bukan tidak mungkin bisa membuat banyak media cetak gulung tikar,’ ujar Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE.

Terkait hal itu, SPS - PWI bersama pimpinan media di Sumatera Utara mengharapkan pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap keberlangsungan media cetak, terutama di Sumatera Utara yang sangat memprihatinkan sehubungan situasi terakhir akibat merebaknya Pandemi Virus Corona Copid-19 itu.

 “Dalam  kondisi sekarang, dengan semakin berkurangnya pendapatan iklan dan tergerusnya oplah yang dialami semua perusahaan media cetak di Sumatera Utara tentu sangat memberatkan, karenanya kami sangat mengharapkan pemerintah pusat membuat kebijakan khusus dengan memberikan semacam insentif, antara lain  dalam hal penghapusan pajak (P.Ph) kertas koran serta berbagai kemudahan lainnya agar media cetak tetap eksis menjalankan fungsi profesional persnya,” ujar Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara  H. Hermansjah, SE di Medan, Rabu (01-04-2020).

Pernyataan  serupa juga disampaikan oleh sejumlah pimpinan media di antaranya Pemimpim Umum Harian Analisa Supandi Kusuma, Pemimpin Redaksi Harian Waspada H. Prabudi Said, Pemimpin Redaksi Harian SIB GM. Immanuel Panggabean, BBA, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Medan Pos H. Farianda Putra Sinik, SE, Pemimpin Umum Harian Berita Sore H Teruna Jasa Said,Pimpinan Redaksi Harian Tribun M Syarief Dayan , Pimpinan Umum Sumut Pos Pandapotan MT. Siallagan, Penanggungjawab Harian  Mimbar Umum Jalaluddin, Pemred Harian Realitas Zultaufik, PU/Pemred Sumut-24 Ryanto Agly, SH, Pemimpin Umum Harian Orbit H. Mahsin Ahmad, SH dan Pemimpin Umum Harian Metro 24 T.Hasyimi, Pemimpin Redaksi Harian Andalas Agus Salim Ujung.

Perhatian Presiden RI
  
Dalam pernyataan bersama SPS dan PWI beserta para Pemimpin media di Sumatera Utara itu disebutkan,  Pandemi Corona yang terus merebak di seluruh dunia tersebut pemerintah, dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo juga harus memberi solusi. Apalagi media cetak (surat kabar) sebagai perusahaan pers yang tetap konsisten membayar pajak. 

Karenanya agar perusahaan penerbitan media cetak dapat bertahan dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini, sebab selain harus bersaing dengan media digital  dalam berbagai bentuk penyajian yang cepat dan murah dalam merebut pasar pembaca, media cetak harus berhadapan dengan perdagangan gobal dalam pembelian bahan baku cetak berupa kertas, tinta dan lainnya.

 “Kami sedang menghadapi situasi sulit dan hal ini makin diperparah dengan wabah Covid 19 yang mengakibatkan pasar pembaca cetak makin berkurang," tambah Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut, Farianda Putra Sinik,SE.

Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis dalam menyelamatkan bisnis media cetak, apalagi sejarah bangsa ini tidak bisa lepas dari peran media cetak yang ikut andil dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Media cetak sebagai bagian dari pers perjuangan adalah bagian dari sejarah bangsa.

 "Kita tidak bisa memungkirinya dan jangan sampai media cetak  hanya akan menjadi catatan sejarah saja. Pemerintah harus segera memberi solusi agar keberlangsungan media cetak bisa bertahan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin canggih ini," ujar Farianda yang sehari-hari juga menjabat sebagai Pemred Harian Medan Pos.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah tambahnya, adalah dengan memberi penghapusan pajak kertas, atau setidaknya memberi keringanan dalam bentuk dispensasi pajak. Bentuk lain lagi juga bisa diberikan stimulus agar usaha penerbitan media cetak bisa bertahan.

"Sebagai Ketua SPS Sumut saya sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, namun belum ada respon yang positif sampai saat ini, karena harga kertas terus melambung seiring melemahnya rupiah," katanya.
Bisnis informasi

Dalam pernyataan bersama itu, SPS - PWI Sumatera Utara memahami betul situasi  pemerintah sedang consen mengantisipasi pandemi Corona yang melanda negeri ini dalam sebulan terakhir, namun dari sisi bisnis informasi seharusnya juga harus menjadi perhatian serupa.
"Corona bukan hanya membinasakan manusia, bisnis media cetak juga bisa binasa jika pemerintah tidak peduli terhadap kelangsungannya. 

Kami berharap pemerintah pusat dan daerah juga memikirkan kesinambungan kami, karena di media cetak ini banyak wartawan yang menggantungkan harapan hidupnya. Jika media cetak tutup berapa banyak wartawan yang menderita, termasuk keluarganya," katanya.

Perhatian Pemprovsu 

Selain pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (daerah), dalam hal ini Pemprov Sumatera Utara melalui Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga harus memperhatikan kehidupan media cetak di daerah ini yang sudah diambang kebangkrutan, terutama bila tidak segera mendapat bantuan. 

“Tidak saja melalui bantuan peningkatan profesionalitas kewartawaan sebagaimana dilakukan selama ini dalam program Uji Kompetensi Wartawan (UKW), tapi juga menaruh perhatian dalam hal berbagai kemudahan dan insentif di antaranya seperti menggalakkan kembali di lingkungan kerja Pemprovsu, jajaran Pemerintah kota dan kabupaten untuk tetap berlangganan surat kabar dan kerjamasama lainnya yang saling menguntungkan kedua belah pihak, sehingga hubungan emosional antara jajaran pemerintahan dan redaksi di masing masing media cetak di daerah ini tetap terus terjaga serta terjalin baik sebagaimana selama ini. 

 “Kalau bisa jumlah langganan surat kabar bisa ditingkatkan lagi, tidak saja di Medan tapi juga di daerah daerah dengan adanya kebijakan itu diharapkan animo masyarakat untuk membaca koran tidak pupus akibat perkembangan media sosial dan perkembangan media cyber di era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi sekarang ini, “ ujar Hermansjah.(rel/torong)



Medan | Indonesia Berkibar News - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengimbau masyarakat agar menjalankan dan mematuhi upaya pencegahan Covid-19. Kekhawatiran tidak perlu datang jika masing-masing individu sudah menjalankan upaya pencegahan penularan Covid-19 yang telah disampaikan dalam protokol kesehatan sebelumnya.  

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Whiko Irwan saat memberi keterangan pers di media center Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Rabu (01-04-2020). Whiko melanjutkan, pencegahan penularan dilakukan dengan menjaga jarak, menjaga kontak fisik, hingga senantiasa mencuci tangan dengan sabun.

“Masyarakat tidak perlu khawatir bila diri kita masing-masing melakukan upaya pencegahan yang disampaikan,” kata Whiko.

Selain itu, Whiko juga mengatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) seringkali mendapat stigma negatif. Begitu pula dengan tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Bahkan kata Whiko, orang-orang tersebut ada yang dikucilkan dan dijauhi. Melihat kondisi tersebut, Whiko menegaskan Covid-19 ini tidak akan tertular jika masyarakat melakukan upaya-upaya pencegahan tersebut. Oleh sebab itu, setiap individu memiliki tanggungjawab menjaga diri sendiri dan keluarga.“Mari bersama-sama memutus penularan Covid-19 ini, agar tidak lebih meluas lagi,” tegas Whiko.

Whiko juga mengatakan sejauh ini, dari hari ke hari peningkatan PDP tidak melonjak tajam. Pun dengan pasien Covid-19 positif meninggal dunia yang terkonfirmasi sebanyak 3 orang. Disampaikan juga, saat ini jumlah ODP hingga 1 April 2020 pukul 17.00 Wib berjumlah 2.970. Sementara itu, jumlah PDP yang dirawat berjumlah 88 orang serta Covid-19 positif berjumlah 30 orang.

Sementara itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan stimulus yang disebutkan Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “PSBB dan bantuan stimulus yang akan diberikan pemerintah secara teknis pelaksanaannya masih dalam pembahasan Pemprov Sumut,” kata Whiko.

Whiko juga menyampaikan Pemprov Sumut telah mengeluarkan imbauan maupun kebijakan pada sekolah, perkantoran dan dunia usaha terkait Covid-19.
"Saat ini sekolah-sekolah telah diliburkan, pusat perbelanjaan tutup sementara, begitu juga dengan tempat hiburan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut mengimbau dunia usaha juga menjalankan upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan cara memeriksakan kondisi kesehatan pegawai atau menjalankan sistem pergantian waktu pekerja serta melaukan sosialisasi kepada pegawai di perusahan." terangnya.(bundo)

31 Maret 2020
Medan | Indonesia Berkibar News - Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menyiapkan lahan pemakaman khusus bagi korban meninggal akibat virus Virus Corona Disease (Covid-19). Lahan ini disiapkan sebagai upaya alternatif mengantisipasi hambatan yang belakangan ini terjadi berupa penolakan warga terhadap jenazah positif Covid-19.

“Pemko Medan sudah menyiapkan tempat pemakaman khusus jenazah yang meninggal positif corona. Hal ini kita siapkan karena selama ini ada hambatan seperti penolakan warga. Makanya kita siapkan tempat penguburan khusus, tim penanganan yang khusus serta alat penguburan yang khusus,” ujar Plt Walikota Medan Akhyar Nasution diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (31-03-2020).

Lebih lanjut dikatakannya, melalui upaya tersebut, tentunya proses penguburan jenazah positif Covid-19 tidak akan menjadi masalah di lingkungan masyarakat. “Untuk penguburan korban yang meninggal kita sudah lakukan terlebih dahulu pengamanan dari rumah sakit. Jenazah sudah dibungkus plastik kedap dan peti yang dikunci sehingga tidak akan menularkan lagi,” katanya.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak lagi cemas dan ragu. Namun, hal penting yang harus dijaga proses penguburannya harus cepat sebelum 4 jam. Apalagi dengan tim pengubur yang betul bisa bekerja maksimal tentunya proses penguburan tidak akan lagi dapat menularkan.

Terkait lokasi lahan penguburan yang telah disiapkan tersebut, Edwin belum menyebutkannya secara rinci. “Kalau lokasinya nantilah kita informasikan. Yang pasti sudah kita siapkan,” ujar Edwin.

Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk penanggulangan Covid-19 di Medan. “Kasus Covid-19 ini meningkat cepat. Ini merupakan kejadian yang luar biasa dengan angka kematian yang cukup tinggi. Apalagi mobilitas penduduk yang masih banyak di luar tentu sangat berisiko Covid-19. Ditambah dengan keterbatasan sarana dan peralatan kesehatan, kita tetap mengupayakan semaksimal mungkin dalam keadaan darurat untuk tetap menyelamatkan,” terang Edwin.

Kondisi saat ini di Medan, lanjut dia, ODP mencapai 495 orang, PDP sebanyak 58 orang dan positif corona sebanyak 5 orang, meninggal positif sebanyak 1 orang dan meninggal PDP sebanyak 3 orang. “Untuk menjaga kesehatan masyarakat Medan, tiga hal pokok yang kami lakukan yakni pelayanan, pendampingan dan edukasi,” ujarnya.

Pelayanan dilakukan dengan menyiagakan jajaran kesehatan mulai dari puskesmas hingga seluruh rumah sakit di Kota Medan, baik rumah sakit pemerintah, TNI, Polri dan swasta untuk tetap melakukan pelayanan dengan maksimal. Terkait pendampingan, lanjut Edwin, pihaknya melakukan pendataan lapangan. Jika ditemukan ODP maka akan dilakukan observasi kemudian pendampingan dan edukasi keluarga sehingga keluarga dapat lebih tenang dan tidak cemas. Pihaknya bersama lembaga masyarakat juga turut mengedukasi masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga pola hidup sehat.

“Prinsipnya jangan cemas, ragu dan panik. Yang penting tetap di rumah, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Karena kalau yang lainnya seperti hand sanitizer itu hanyalah pendukung,” terangnya.

Edwin juga mengimbau agar masyarakat tidak mudik. Hal ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19. “Kita imbau agar warga tidak mudik, karena kalau mudik itu akan berisiko untuk keluarga yang mudik. Makanya lebih baik tidak mudik agar tidak berisiko untuk kita dan keluarga,” imbaunya.(torong/bundo)

Sei Rampah | Indonesia Berkibar News - Pemkab Sergai bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 2019 melakukan penyemprotan Disinfektan dimulai dari Polres Sergai Kecamatan Sei Rampah, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin dan Kecamatan Sei Bamban serta lintasan Jalinsum, Selasa  (31-03-2020)

Wabup Sergai H Darma Wijaya mengatakan kegiatan ini dilakukan di beberapa wilayah Sergai yang meliputi Kecamatan Sei Rampah, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin dan Kecamatan Sei Bamban serta lintasan Jalinsum yang menuju Kecamatan-kecamatan.

" Sekitar 14.000 liter cairan disinfektan akan disemprotkan di beberapa wilayah Kabupaten Sergai dengan menggunakan 2 Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkab Sergai dan 4 unit mobil double cabin milik Polres Sergai," papar Darma Wijaya.

Penyemprotan ini merupakan salah satu tindakan preventif Pemkab Sergai bersama jajaran Gugus Tugas untuk mendukung keselamatan masyarakat degan mencegah dan meminimalisir tingkat penyebaran COVID-19.

" Walau sampai hari ini Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat masih bersih dari kasus positif Covid-19 namun usaha preventif tidak akan dikendorkan, malah diharapkan akan semakin ditingkatkan dengan sinergitas seluruh pihak mulai dari Pemkab hingga ke tingkat desa" harap Darma Wijaya..

Kita harus total menerapkan protokol pencegahan. Mulai dari membiasakan cuci tangan minimal 20 detik, menjauhi kerumunan atau keramaian, tidak keluar rumah kecuali untuk kebutuhan mendesak, menggunakan masker dan benar-benar menjalankan physical distancing. COVID-19 bukan perkara sepele, ketidakwaspadaan publik dapat berakibat fatal dan efeknya massif karena sifat virus yang cepat menyebar, ungkap Darma Wijaya.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang, SH, M.Hum mengapresiasi kerja yang sama yang telah dijalin dengan Pemkab Sergai dalam penanggulangan Bencana Nasional COVID-19.

"Di masa-masa genting seperti sekarang, kerja sama merupakan hal yang wajib dijalankan karena tidak ada yang bisa dicapai jika berjalan sendiri-sendiri. Lewat aksi penyemprotan disinfektan ini. Ia juga berharap Kabupaten Sergai bisa tercegah dari jatuhnya korban Corona,"papar Robin.(fit)



Diberdayakan oleh Blogger.