Tebing Tinggi |Indonesia Berkibar News  - Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan  menyerahkan bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat berupa berbagai kegiatan sosial yang dipusatkan di Terminal Bandar Kajum Kota Tebing Tinggi, Minggu(24-03-2019).

Rini mengatakan Kementerian BUMN akan merayakan HUT ke-21 dan untuk itu berbagai kegiatan sosial digelar termasuk di Kota tebing Tinggi.

"Nah dalam rangka kegiatan itulah berbagai kegiatan sosial digelar dalam tiga bulan ini. Program berbagi dengan masyarakat merupakan suatu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat," harapnya.

Paket sembako murah yang merupakan produk dari BUMN itu diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya, demikian juga dengan santunan kepada anak yatim, khitanan dan bersih-bersih pasar."Hari ini juga kami mengenalkan LinkAja yang merupakan program pembayaran secara elektronik," papar Rini .

Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Menteri BUMN atas perhatian dan juga bantuannya serta program pemberdayaan masyarakatnya di Kota Tebing Tinggi.

"Kepada BUMN kita harus memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena BUMN peduli kepada masyarakat, peduli kepada Kota Tebing Tinggi serta BUMN terus menampakkan proses yang luar biasa dalam pembangunan negeri tercinta kita ini," harap Walikota.(torong)


Medan | Indonesia Berkibar News -  Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut meminta KPU Sumut memberikan penjelasan terbuka bagaimana sistem, prosedur maupun kriteria yang mereka terapkan dalam penghunjukan media pemuatan iklan kampanye khususnya di media siber. Hati-hati gunakan uang negara, jangan timbulkan “kegaduhan” pra Pemilu.

“Ini memang perlu dilakukan secara transparan karena penggunaan keuangan negara. Terutama terhadap media siber, yang semula dalam SK KPU tidak diikutsertakan, namun setelah mendapat masukan terutama dari SMSI, SK itu direvisi kemudian siber dimasukkan,” kata Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung menjawab pertanyaan sejumlah wartawan media siber di Medan, Minggu (24-03-2019).

Didampingi Wakil Ketua H Agus S Lubis dan Sekretaris Erris J Napitupulu dia mengemukakan parameter objektif termasuk variabel Dewan Pers dalam pemilihan media siber memang harus terbuka dan jelas, karena media siber jumlahnya banyak, termasuk di Sumut ratusan.

“Jadi harus arif dengan parameter objektif,” kata Zul Tanjung yang juga Ketua Bidang Pempolkam PWI Sumut.

Tanjung mengaku hingga saat ini, terutama pasca Keputusan KPU Nomor 291/PL.02.4-Kpt/06/KPU/I/2019 tentang Petunjuk Teknis Fasilitasi Penayangan Iklan Kampanye Melalui Media Bagi Peserta Pemilu 2019 yang tidak mengikutkan siber lalu direvisi akhirnya memasukkan siber, SMSI Sumut belum pernah sekali pun dilibatkan KPU Sumut membicarakan hal ini.

“Padahal, SMSI Sumut tercatat di barisan depan mengingatkan KPU Pusat agar jangan main-main menyikapi ini karena sangat sensitif. Media siber jumlahnya ratusan ribu. Harus arif dan bijaksana, apalagi terkait iklan kampanye menggunakan uang negara,” jelasnya.

Atas dasar itu, lanjutnya, Tanjung selaku Ketua SMSI Sumut pernah mempertanyakan ini kepada Anggota KPU Sumut Syafrialsyah usai Rapat Mekanisme Pengawasan Kampanye di Media Massa di Kantor Bawaslu Sumut di Medan pada Kamis siang 28 Februari 2019 lalu, yang saat itu dijawab petunjuk teknis dari pusat belum turun.

“Lalu saya mengatakan kalau bisa setelah ada Juknis maka SMSI Sumut ikut diajak bicara. Beliau hanya senyum kecil saja sambil berlalu,” kata Tanjung meski tidak mau beropini namun mengaku kesannya kurang direspon.

Sementara itu Sekretaris SMSI Sumut tidak menafikan, iklan kampanye Pemilu tentu bernilai ekonomis secara legal bagi media. Ini sangat berguna di tengah operasional media yang cukup tinggi sekarang ini. “Oleh sebab itu, apabila pembagiannya kurang transparan tanpa parameter yang jelas dan terukur, rentan muncul kecemburuan antar media,” ujarnya.

Erris memaparkan sebagai penyelenggara pesta demokrasi KPU memang harus benar-benar arif dan menghindari gesekan yang tidak sehat saat pesta demokrasi seperti pilpres dan pileg, yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. KPU berkewajiban sekecil mungkin untuk menghindari persoalan atau gesekan akibat kebijakan yang tidak transparan. Jangan buat keputusan yang bisa menimbulkan kegaduhan,” kata Erris. (rel/torong)



Medan | Indonesia Berkibar News - Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto bersama Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution melepas jalan santai dan  Deklarasi Milenial Anti Narkoba di Lapangan benteng Medan, Minggu (24-03-2019). Acara yang dihadiri belasan ribu pengunjung, terutama kaum milenial ini ditandai pelepasan jalan santai serta pertunjukan grup band rock ternama Indonesia, Slank. Melalui acara ini diharapkan kaum milenial menjauhi dan memerangi narkotika, obat terlarang dan zat adiktif (narkoba).

Deklarasi Milenial Anti Narkoba  merupakan gawean Polda Sumut dan Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) dengan mengusung tema, “Hidup Sehat dan Terhormat Tanpa Narkoba. Pelepasan jalan santai dilakukan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Ketua DPP Granat Henry Yosodiningrat serta  Wakil Wali Kota Akhyar.

Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, Deklarasi Milenial Anti Narkoba digelar agar masyarakat, terutama kaum milenial untuk menjauhi narkoba. Sebab, generasi milenial merupakan tulang punggung masa depan bangsa Indonesia.“Melalui acara ini, kita mengingatkan semua, terutama generasi milenial untuk menjauhi diri dari narkoba,” papar Kapoldasu.

"Apabila generasi milenial sudah menjadi pecandu dan penyalahguna narkotika serta masuk dalam jaringannya, maka bangsa ini pelan-pelan kehilangan generasi yang diharapkan bis amembawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi ke depannya, “Jadi mari kita jauhi narkoba,” tegasnya.

Deklarasi semakin meriah lagi menyusul tampailnya grup band rock, Slank dengan membawa sejumlah lagu hitsnya. Kemudian acara juga dimeriahkan dengan aksi terjun payung yang dilakukan personel Brimob Polda Sumut. Kemudian pemutaran video “Indonesia Darurat Narkoba” serta penandatanganan Deklarasi Milenial Anti Narkoba.

Acara semakin meriah lagi karena panitia menyediakan hadiah menarik bagi pengunjung yang beruntung melalui lucky draw seperti berangkat umroh,  sepeda motor, sepeda santai, televisi, kulkas serta sejumlah hadiah menarik lainnya.

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi sangat mengrapresiasi dan mendukung penuh digelarnya Deklarasi Milenial Anti Narkoba. Dengan acara ini, Akhyar berharap dapat mengingatkan sekaligus mengedukasi generasi milenial akan bahaya narkoba.

“Melalui deklarasi ini, kita harapkan semua pihak, terutama generasi milenial mengetahui akan bahaya narkoba sehingga menjauhi dan ikut memeranginya. Semoga dengan deklarasi ini, seluruh generasi milenial, terutama di Kota Medan menjauhi narkoba dan menjadikan narkoba sebagai musuh bersama,” harap Akhyar.

Salah seorang peserta jalan santai Bella (17) pelajar SMU mengatakan sangat apresiasi acara dibuat Panitia, jalan santai ini membuat kita sehat,apalagi band Slank adalah band pavoritnya.

"Apalagi Band Slank sudah lama ia bisa melihat konser secara langsung, kita harus bisa mencontoh grup Band ini merupakan Duta Narkoba, perlu dicontoh pengguna narkoba agar segera insaf, kepada generasi muda seperti kami agar menjauhkan diri dari Narkoba," harapnya.(bundo/zulherman)


Medan | Indonesia Berkibar News - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyebutkan Humas harus segera menyikapi tantangan industri 4.0. Sebab revolusi ini telah menyediakan berbagai teknologi yang dapat membantu mempermudah peran humas, namun sekaligus menjadi tantangan karena bisa mengambil alih tugas kehumasan. 

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumut dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabag Pelayanan Media dan Informasi Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu, Harvina Zuhra, dalam Kegiatan Public Relation Day 3 (PR Day 3) bertema "How To Be a Creative PR in Digital Era" yang dilaksanakan oleh PERHUMAS Muda Medan bersama BPC PERHUMAS Medan, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Sabtu (23-03-2019).

"Di era revolusi industri 4.0 pekerjaan kehumasan banyak dibantu oleh mesin-mesin canggih yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Sehingga penguasaan teknologi terbaru menjadi sangat penting untuk kita gunakan secara positif dan di saat yang sama perlu redefenisi baru mengenai kehumasan kita ke depan," papar Edy.

“Yang melakukan media monitoring setiap saat dan real time tersebut saat ini bukan lagi manusia, tetapi artificial intelligence. Begitu juga dengan big data analytics yang melakuan adalah analytics engine yakni sebuah teknologi yng mampu memahami lanskap digital yang   dapat membaca tren dan mampu menulis berita sendiri,” ujar Gubernur Sumut.

Dalam Kegiatan Public Relation Day 3 (PR Day 3) tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Utara,  Musa Rajekshah, menjadi keynote speaker dan narasumber Wakil Ketua Umum PERHUMAS Indonesia yang juga Head of Corporate Comunication Astra International, Boy Kelana Soebroto serta Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Sumut,  Dewi Kurniawati, MSi, Ph.D. Ketiga pembicara dengan moderator Ramadhan Saputra sepakat setiap orang, khususnya Humas harus segera menyikapi perkembangan luar biasa yang terjadi saat ini.

Ketua BPC PERHUMAS Medan, Saurma MGP Siahaan, menyatakan kegembiraannya atas kesuksesan PR Day 3 yang dihadiri 400 peserta dari 10 kampus yang sudah MoU dengan BPC PERHUMAS Medan beberapa waktu lalu. Pada PR Day 3 juga dilakukan penandatanganan MoU antara BPC PERHUMAS Medan dengan ASPIKOM Sumut serta antara BPC PERHUMAS Medan dengan Lembaga Diklat Profesi Indonesia (LDP Indonesia).

“Kami informasikan bahwa kegiatan ini akan dilangsungkan di semua kampus dengan Prodi Ilmu Komunikasi di Sumut yang sudah melakukan MoU dengan BPC PERHUMAS Medan," ungkap Saurma yang mengatakan tuan rumah PR Day 4 akan dilangsungkan di USU.(torong/bundo)


   

Deli Serdang | Indonesia Berkibar News -  Penasehat Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi membagi-bagikan jam tangan untuk masyarakat yang bisa menjawab 5 keberhasilan Presiden Jokowi saat menghadiri Deklarasi Forum Relawan Bersatu (FRB) Kabupaten Deli Serdang untuk memenangkan pasangan calon Presiden/Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Pemilu 17 April mendatang.

Deklarasi yang dihadiri ribuan masyarakat di Lapangan Segitiga Kota Lubuk Pakam, Jumat (22-03-2019), berlangsung meriah dengan hiburan penyanyi dangdut Ona Sutra dan kuis berhadiah jam tangan dari Tengku Erry Nuradi.

Masyarakat yang naik ke atas panggung dan menjawab dengan benar dengan mengulang kembali pernyataan Tengku Erry tersebut langsung menerima hadiah jam tangan. Selain 5 keberhasilan Jokowi, Tengku Erry juga melontarkan pertanyaan tentang jumlah kertas dan warna kertas suara pada Pemilu 17 April mendatang. ‘’Ada 5 kertas suara yang kita coblos di TPS nanti, yakni warna abu-abu untuk pemilihan Presiden, warna merah untuk memilih anggota DPD RI, warna kuning untuk DPR RI, warna biru untuk DPRD Provinsi dan warna hijau untuk DPRD kabupaten/kota,’’ ujar Tengku Erry.

Tengku Erry mengucapkan terima kasih kepada Jokowi. Sewaktu menjabat Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry berkesempatan menjemput kapal pembangkit listrik dari Turki untuk mengatasi krisis listrik berkepanjangan di Sumatera Utara. Dirinya juga berterima kasih dimasa Presiden Jokowi jalan jol Medan-Tebing Tinggi terwujud. ‘’ Dulu waktu saya menjabat Bupati Serdang Bedagai, pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi yang saya usulkan tidak dilakukan, hanya wacana. Sekarang dimasa Pak Jokowi, jalan tol sudah dibangun. Jokowi menunjukkan kerja nyata,” tandas Tengku Erry.

Acara deklarasi ini dihadiri Penasehat FRB Deli Serdang OK David Purba, Ketua Jokma Sumut Rudi Hartawan Tampubolon, tokoh PDI P Sumut Syamsul Hilal, Ketua Umum Solidaritas Sumut Paten Is Tanjung, Ketua FRB Deli Serdang Leonardo Aulia, Sekretaris FRB Romi Makmur Rangkuti, Bendahara FRB Ahmad Najamuddin Harahap, tokoh masyarakat, ulama, tokoh pemuda, relawan ProJo dan sejumlah elemen pendukung Jokowi lainnya.

Penasehat FRB Deli Serdang, OK David Purba menegaskan, selain siap memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, dirinya juga mengajak masyarakat yang hadir untuk memilih Tengku Erry Nuradi duduk menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem, nomor urut 2 untuk dapil Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi.(torong)

Tebing Tinggi | Indonesia Berkibar News  -Wali Kota Tebing Tinggi H. Umar Zunaidi Hasibuan berharap tol Tebing Tinggi-Sei Rampah yang akan dibuka secara resmi oleh Menteri BUMN Rini Sumarno pada Minggu (24-03-2019) tidak ditutup kembali setelah diresmikan.

"Utamanya adalah, setelah dibuka mulai Minggu, 24 Maret 2019, jangan lagi ditutup setelah sehari dibuka," ujar Wali Kota H. Umar Zunaidi Hasibuan kepada utusan PT Jasa Marga yang mengikuti rapat persiapan peresmian di Balai Kota Tebing Tinggi pada Jumat (22-03-2019).

Jika kembali ditutup, menurut dia, hanya akan mengundang kekecewaan bagi pengguna, dan bahkan masyarakat akan mengumpat habis pemerintah. "Kita tidak ingin hal ini terjadi, saya paham betul, karena saya juga orang PU," katanya.

Selain itu, jika memang tol itu akan digratiskan hingga 17 April, seharusnya diumumkan secara resmi agar masyarakat tahu dan transparan.

Umar Zunaidi Hasibuan juga menyampaikan harapan agar PT Jasa Marga memperhatikan kondisi gerbang tol Rampah, terutama soal kebersihan dan toiletnya."Di sana banyak masyarakat yang singgah atau beristirahat sejenak dan sholat. Jujur saya sampaikan kondisinya memprihatinkan," harapnya.

Menanggapi saran dan masukan ini, utusan PT. Jasa Marga menyampaikan terima kasih dan menyatakan menjadi perhatian untuk pembenahan ke depan.(torong)

Tebing Tinggi | Indonesia Berkibar News -Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan diwakili Asisten II Pemkot Tebing Tinggi Muhamad Dimiyathi menyebutkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ibarat "gunung es" karena banyak korban yang tidak berani melaporkan yang dialaminya kepeda pihak berwajib.

"Untuk itu dengarkanlah keluhannya karena memang ia memerlukan pertolongan. Karena korban KDRT tanpa bantuan pihak luar akan sulit mencari jalan keluar," katanya di tebing Tinggi, Kamis(21-03-2019).

"KDRT cenderung terjadi karena ketidak adilan kesetaraan gender antara peran laki-laki dengan perempuan, padahal semestinya rumah merupakan tempat menyenangkan.Tempat memperoleh kenyamanan dan perlindungan setelah seharian beraktifitas, bukan justru menjadi salah satu tempat para perempuan dan anak-anak mendapat penganiayaan," paparnya.(torong)
 
Diberdayakan oleh Blogger.