Medan | Indonesia Berkibar News - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  MH, mengajak seluruh jemaat untuk bersyukur  karena perayaan Natal tahun ini berlangsung dalam suasana  yang tenang, aman serta damai. Dikatakannya, kondisi itu bisa terwujud  lantaran  dibangun dengan dasar saling percaya dan menghormati.

Demikian disampaikan Wali Kota ketika menghadiri Perayaan Natal Keluarga Besar Ikatan Pemuda Karya (IPK) di Tiara Convention Hall Medan, Jumat (07-12-2018). Oleh karenanya Wali Kota berharap suasana yang aman dan damai itu hendaknya terus dipertahankan sehingga Kota Medan senantiasa kondusif.

“Kita harus mampu menjami rasa solidaritas dan toleransi diantara sesama pemeluk agama dalam kehidupan yang makin harmonis. Kita semua bersaudara dan merupakan satu kesatuan,” kata Wali Kota.

Selanjutnya Wali Kota menyampaikan ucapan selamat Natal dan selamat menyambut Tahun Baru 2019 kepada ratusan jemaat dan Keluarga Besar IPK  yang hadir. “Semoga apa yang dilaksanakan selama ini menajdi modal bagi kita  kembali kepada-Nya,” pesannya.

Perayaan Natal Keluarga Besar IPK turut dihadiri  Menteri Hukum dan HAM RI Yasona Hamonangan Laoly SH MSc Phd, Ketua IPK  Budi Panggabean, Kadispora Sumut   H  Baharudin Siagian,  Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih,  Ketua DPD IPK  Sumut Basirun, Ketua  DPD IPK Kota Medan Thomas Purba, tokoh agama dan rohaniawan Kristen. (bundo)


Medan | Indonesia Berkibar News - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mendukung penuh digelarnya  The Seventh International Conference On International studies (ICIS) 2018 di Gedung Rumah Sakit Royal Prima Jalan Ayahanda Medan, Jumat (07-12-2018). Acara yang digagas oleh Universitas Prima Indonesia (UNPRI) dan Universitas Utara Malaysia (UUM) ini bertujuan untuk membahas perkembangan IPTEK di era revolusi industri 4.0. 

Dalam sambutannya di hadapan seluruh peserta, Wali Kota menyampaikan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini mampu mengubah dunia. Sebab revolusi industri generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin.

Selanjutnya, tambah Wali Kota, revolusi generasi kedua hadir ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam atau Combustion Chamber dilanjutkan dengan revolusi generasi ketiga yang ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet.

“Kegiatan Konferensi Internasional ini merupakan salah satu cara menghadapi perkembangan IPTEK di era revolusi industri 4.0. kesiapan kita memasuki era generasi ke empat ini akan menentukan kesuksesan atau kegagalan kita di masa depan.   Revolusi industry 4.0 saat ini menemukan pola baru ketika teknologfi disruptif hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan yang lebih dahulu ada.” kata Wali Kota.
           
Acara ini diakhiri dengan penandatangan kerjasama antara UNPRI dan Universiti Utara Malaysia oleh Rektor Universitas Prima (UNPRI) Indonesia Dr. Chrismis Novalinda Ginting, dengan Cancelor Universiti Utara Malaysia Dr. Ahmad Bashawir Haji Abdul Ghani yang disaksikan langsung Wali Kota. Penandatangan ini dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Acara juga dihadiri Timbalam Menteri Pengangkutan Malaysia Datuk Kamarudin Jaffar, Consulate General of Malaysia di Medan Encik Amizal Fadzli Bin Rajal serta para Dekan dan seluruh akademisi UNPRI dan Universiti Utara Malaysia. (bundo)



          

                        







Medan | Indonesia Berkibar News  - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH membuka Christmas Season 2018 di Pardede Hall  Medan, Kamis (06-12-2018) malam. Dalam acara yang dihadiri sekitar seribuan umat Kristiani, Wali Kota mengajak  untuk memberikan kasih kepada sesama, menebar benih kebaikan dan menghilangkan permusuhan. Sebab, semua merupakan satu kesatuan yang diikat dengan tali persaudaraan sebangsa dan setanah air.

Apalagi ungkap Wali Kota, Hari Natal bagi umat Kristiani merupakan momentum untuk  melaksanakan ibadah yang amat sakral, sehingga setiap umat Kritiani sangat menghormatinya  sebagai hari yang amat suci. Ditambah lagi Natal juga berarti penyebaran Kasih Tuhan kepada seluruh manusia tanpa melihat latar belakang agama,  budaya maupun lainnya.

“Kita harus mampu menjamin solidaritas dan toleransi di antara sesama pemeluk agama dalam kehidupan yang semakin harmonis,”  kata Wali Kota.

 “Inilah saatnya kita bangkit bersama membangun negeri, terutama Kota Medan. Sebagai modal sosial yang sangat penting, terus perkokoh kerukunan kehidupan  dengan penuh toleransi, saling menghargai dan menghormati serta mengasihi antar sesama manusia,”  pungkasnya.

Sebelum pembukaan Christmas Season dimulai, acara diawali dengan ibadah bersama dengan  pengkotbah Pdt Dr Langsung Sitrotus MTh selaku Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Sumut dan pembacaan doa syafaat oleh Pdt Hendro Simbolon STh. Usai kebaktian acara dilanjutkan dengan sejumlah sambutan , termasuk sambutan Wali Kota.

Pembukaan Christmas Season juga dirangkaikan dnegan penyerahan bingkisan Natal serta paduan suara yang dibawakan dengan apik oleh Consolatio Choir. Sedangkan puncak hiburan dimeriahkan dnegan penampilan penyanyi  Rany Simbolon  dan Dorman Manik. Keduanya tampil memikat, serta sempat bernyanyi bersama dengan Wali Kota. (bundo)

Medan | Indonesia Berkibar News - Gubernur Sum.Utara Edy Rahmayadi  yang notabene Ketua PSSI, memiliki tekad setegar "karang" dilautan.  Tak kan  pernah  getar dengan  suara-suara agar dirinya mengundurkan diri  sebagai Ketua PSSI. Apa lagi mundur  meninggalkan  tanggunggungjawabnya  . Dirinya akan mundur secara terhormat bila  telah  habis  masa  tugas sebagai Ketua PSSI pada tahun 2020.

Lelaki yang  pernah di "godok dalam kawah candradimuka"  TNI-AD, dengan  suara  tegas ,lugas, dihadapan  puluhan wartawan  dalam acara silaturahim  Rabu (05-12-2018) di aula "Raja  Inal Siregar" , dihunjuknya dirinya  sebagai Ketua PSSI sesuai  prosedur.

Ada rasa tanggungjawab  ekstra besar  dalam dirinya untuk  memajukan  persepakbolaan  di negeri  Indonesia   dicintainya.

Bagi gubernur  disapa Edy , jangankan  untuk  mengundurkan diri, terlintas saja dalam pikiran pun tak ada. Persepakbolaan  identik dengan marwah dan martabat bangsa  Indonesia.  Olahraga sepak bola merupakan  industri  sudah mendunia. Untuk  mencapai itu  harus  dikelola  secara konprenhensif.

Sekaitan itu lah Edy akan menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua PSSI. Sebagai Ketua dirinya  telah mempersiapkan  BUKU PETUNJUK bagi penggantinya. Diharapkan   PSSI akan  membawa persepakbolaan  negeri ini  mampu  duduk dan tegak  sejajar dengan  persepakbolaan dunia.

 Edy bilang,   saat  diterimanya tugas Ketua  PSSI, persepakbolaan  di negeri  ini  boleh diumpamakan  "suram" dari berbagai lini. Dibanding dengan negara  luar jauh  tertinggal.  Kesuraman  tersebut disampaikannya  kepada  Presiden Jokowi  sejumlah menteri.  Apa solusinya.Itulah  harus,wajib  dilakukannya selaku "orang nomorsatu PSSI".

Dikesempatan  temu insan Pers siang itu, Edy membeberkan kondisi   persepakbolaan berbagai  negara begitu  klop  antara lain pemain, pelatih, wasit, lapangan, stadion. Pokoknya membuat persepakbolaan Indonesia  "terpinggirkan".
Bicara  Stadion, Stadion Teladan yang kita bangga bangga, ujarnya, tak layak  masuk FIFA.

(Stadion Teladan diresmikan  Proklamator/Presiden  Soekarno  tahun l953, didampingi Ibu Negara  Fatmawati.Red.)

Berdasarkan data tahun 2016, untuk jumlah pemain, Indonesia sangat minim. Seperti Belanda memiliki 1.200.000 pemain dari 16.700.000 jiwa penduduk. Spanyol memiliki 4.100.000 dari 46.800.000 jiwa. Jerman memiliki 6.300.000 pemain dari 80.700.000 jiwa penduduk. Thailand 1.300.000 pemain dari 64.600.000 jiwa penduduk. Singapura memiliki 190.000 dari 4.500.000 jiwa. Sementara Indonesia hanya memiliki pemain sebanyak 67.000 dari 250.000.000 jiwa. Spanyol memiliki 22.000 pelatih, Jerman 28.668 pelatih, Thailand memiliki 1.100 pelatih, Malaysia memiliki 1.810 pelatih, Singapura memiliki 170 pelatih dan Indonesia memiliki 197 pelatih.

 Sementara untuk kepemilikan wasit juga Indonesia dikatakannya masih minim. Spanyol memiliki 47 wasit, Jerman 43, Belanda 41, Thailand 19, Malaysia 26, Singapura 15, Vietnam 19 dan Indonesia hanya memiliki 5 orang wasit. “Itu pun saat ini yang aktif tinggal 2 wasit,” ungkapnya.

 Begitu juga untuk kondisi sarana dan prasarana seperti kepemilikan stadion, Edy mengungkapkan jumlah sarana yang dimiliki Indonesia juga sangat minim. Menurutnya, Spanyol memiliki 109 stadion berstandar FIFA, Belanda 45 stadion standar FIFA dan 1.450 lapangan artifisial. Jerman 42 stadion standar FIFA dan 1.080 lapangan artifisial, Singapura memiliki 21 stadion standar FIFA dan Indonesia hanya memiliki 2 stadion standar FIFA dan 23 lapangan yang layak pakai. “Stadion Teladan yang kita bangga-banggakan itu, tidak masuk dalam lapangan yang layak pakai itu, imbuh Edy.

Dalam konteks kapasitas Ketua PSSI, Edy  mengajak  para  wartawan  memberikan  dukungan konstruktif agar  dalam  masa kepemimpinannya  di PSSI membuahkan  hasil  mendongkrak  persepakbolaan  di Indonesia.  Kendati, tak  mengenyamping   masukan masukan  konstruktif  demi  kemajuan  PSSI- persepakbolaan.

Sekjen  yang cewek berpostur mungil,  rambut ikat ekor kuda, dibalut  kemeja warna  abu-abu dipadu  celana panjang warga gelap, dengan  gaya  supel/cerdas  menjelaskan dimasa Ketua PSSI  Edy Rahmayadi, Tim putri U-16  debut di AFC sejak pertama kali PSSI berdiri, tim putri senior lolos putaran 1 olimpiade, futsal putra memperoleh peringkat 3 AFF Championship, Futsal Putri 8 besar Asia, tim putra putri U-16 berada di peringkat 8 besar Asia, Putra U-23 memperoleh 16 besar di Asian Games, tim sepakbola pantai yang telah diaktifkan kembali sejak 2010,tukasnya.

Menjawab pertanyaan "Suara Nasional", Gubsu/Ketua PSSI, tidaklah mudah  untuk "menggaet"  pihak swasta untuk  menanamkan  investasinya   dalam  dunia persepakbolaan di daerah ini. Pembinaan  olahraga sepak bola  memakan  waktu  sangat panjang, dana cukup  besar  (mulai dari bibit sampai  menolorkan   pemain).

Sekedar   diketahui era  Gubsu  Raja Inal Siregar,Kadis Porasu  Arjoni Munir, telah mengadakan kontak  kepada sejumlah swasta dan BUMN  mendirikan   bangunan mendidik bibit-bibit  sepakbola. Tak  kesampaian.

Begitu pun Edy,  tak  mengenyamping  Sumut yang dipimpinya memang memiliki potensi  bibit  sepakbola. " Anjasmara-Anjasmara  (PSMS) kelak akan  mewarnai   sepakbola  "ayam kinantan"  kelak,Pungkasnya.

  Dalam kesempatan itu turut hadir Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, Ketua PWI Sumut Hermansyah, Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis. Serta sejumlah pimpinan media dan wartawan. (torong/bundo)

 Poto:Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi ,Sekjen PSSI Ratu  acara silaturahmi dengan Insan Pers  yang diselenggarakan di Ruang Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubsu, Rabu (05-12-2018).(torong/bundo) 




Tahun Pertama Rakyat Gayo Bersama Pemerintahan SHAFDA

Laporan Khusus Abdul Rahman

 RODA waktu terus berputar hingga tidak terasa era kepemerintahan Drs.Shabela, AB - Firdaus, SKM ( SHAFDA) hampir genap satu tahun anggaran (28/12/2018) sejak dilantik  menjadi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah oleh Mendagri diwakili Gubernur Aceh tepatnya 28 Desember 2017 lalu.

Setahun bukanlah waktu yang lama, apalagi dalam jabatan sebagai pemimpin daerah berpenghasilan kopi arabika terbaik di dunia tersebut. Belum banyak yang dapat dilakukan pada masa tersebut.

Meskipun begitu, di era kepemimpinan Shabela bukanlah tanpa etos kerja. Meski belum maksimal, namun etos kerja sebagai pimpinan daerah patut diapresiasi. Pada awal-awal dilantik, Shabela hampir Sabang hari melakukan belusukan ke wilayah kecamatan- kecamatan hingga ke pelosok desa.

Bentuk pedulian terhadap masyarakat sebuah komitmen yang ingin diwujudkannya .

Terlihat ia juga turun langsung membenahi jalan Takengon-Bintang, tepatnya di kawasan Utung-Utung yang pada saat itu sangat memprihatinkan, lantaran rawan longsor. Bukan hanya itu, di awal memimpin, saat menampung aspirasi masyarakat di daerah, Shabela pun langsunh merespon.

Dalam catatan kami, sejumlah jembatan yang menjadi penunjang kehidupan masyarakat pun segera diperbaiki. Seperti di Kecamatan Pegasing, Jagong Jeget dan Linge yang kondisinya pada saat itu memprihatinkan.

Bukan hanya itu, Shabela pun turut merespon keluhan warga di seputaran Kota Takengon, yang mana banyak titik di daerah ini tergenang air saat musim penghujan tiba yang menyebabkan ruas jalan protokol tergenang air.

Genangan air ini disinyalir akibat banyaknya sampah yang tersumbat di saluran air serta saluran air yang semakin menyempit.

Ia pun memerintahkan pihak terkait mencati solusi dari keluhan warga yang hampir setiap tahun terjadi. Memang hingga saat ini meski sudah dicarikan solusi, genangan air saat musim hujan masih belum teratasi. Namun begitu, selaku pemimpin Shabela akan terus memikirkan solusi tersebut bersama pihak terkait.

Dari segi pembangunan infrasturktur, setahun kepemimpinan Shabela memang tak banyak yang dapat dilakukan.

Keterbatasan anggaran dan tidak didapatkanya Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) bernilai 120 M lebih, menjadi salah satu penghambat pembangunan infrastruktur di bumi Reje Linge tersebut.

Dengan tidak adanya DOKA bagi Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 2018, bukan berarti pembangunan yang diusung dalam nawacitanya buyar. Ditengah keterbatasan anggaran, proyek infrastruktur tetap dijalankan dengan sumber anggaran dari APBK murni. Yah, meski belum terlihat secara signifikan, yang pasti pembangunan itu tetap berjalan meski dengan prosentase kecil.

Di bidang budaya, Shabela tampaknya lebih getol. Dirinya sadar, Gayo punya kekhususan dalam hal budaya. Bumi Gayo kental akan budayanya, begitu juga daya tarik wisata alamnya.

Dalam tahun 2018 ini, pada masa kepemimpinan Shabela dua budaya Gayo yakni, Tari Sining dan Keni Gayo memperoleh sertifikat sebagai warisan budaya tak benda yang dimiliki Indonesia.

Dengan dikeluarkannya sertifikat bagi kedua kebudayaan itu, menambah sederetan budaya Gayo yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia, setelah sebelumnya Kerawang Gayo juga telah diakui dengan hal yang sama.

Hal ini patut diapresiasi dalam upaya mempertahankan eksistensi kebudayaan Gayo. Dengan dikeluarkannya sertifikat pengakuan tersebut, kebudayan Gayo sudah tak mungkin di caplok lagi oleh daerah lain.

Di awal-awal tahun kepemimpinan Shabela bukanlah tanpa masalah. Masalah muncul saat pembelian mobil dinas bernilai milyaran rupiah mencuat. Sejumlah kalangan memprotes pengajuan pembelian mobil dinas tersebut. Arus demonstasi dilakukan beberapa aktivis, hingga pengkartumerahan anggota DPRK Aceh tengah yang tengah bersidang membahas pembelian mobik tersebut.

Hingga akhirnya, Shabela pun legowo dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Pembelian mobil dinas dinyatakan batal.

Penjelasan tersebut dissmpaikan Shabela saat membuka pelatihan jurnalistik yang digelar PWI Aceh Tengah beberapa waktu lalu.

Saat itu Shabela sempat berujar, bahwa dirinya selaku pelayan masyarakat tidak membutuhkan mobil dinas yang mewah. “Naik grek (kereta dorong-red) pun saya siap bekerja untuk rakyat. Karena sewaktu kecil, naik grek merupakan kegemaran kami dalam bermain,” tegasnya.

Pernyataan tersebut, diapresiasi oleh kalangan yang memprotes pembelian mobil dinas ditengah anggaran daerah yang tengah sengit tersebut. Lebih baik anggaran pembelian mobil itu, dialihkan kepada pembangunan produktif yang memang dibutuhkan masyarakat.

Di bidang olahraga, dimasa setahun kepemimpinan Shabela, tercipta sejarah baru bagi dunia olahraga Aceh Tengah. Beberapa waktu lalu, pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII di Aceh Besar, insan olahraga Aceh Tengah menorehkan prestasi pertama dalam sejarah.

Aceh Tengah berhasil meringsek ke papan atas dunia olahraga di Aceh dengan menempati peringkat kelima klasemen perolehan medali terbanyak setelah Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Timur dan Kabupaten Pidie.

Prestasi ini merupakan yang luar biasa pada saat kepemimpinan Shabela. Belum pernah Aceh Tengah masuk diurutan kelima sepanjang sejarah event olahraga empat tahunan di Provinsi Aceh tersebut. Meski pada saat melepas kontingen, ada sikap pesimis yang ditunjukkan oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus yang mengeluarkan pernyataan kontroversi, seolah meremehkan kualitas atlet dari daerah sendiri.

Hal itu, justru menjadi pelecut semangat atlet dengan meraih pundi-pundi medali. Terbukti, sepanjang sejarah pelaksanaan PORA, baru pada pelaksanaan ke-13 ini, atlet Aceh Tengah mengumpulkan medali terbanyak dengan 31 medali emas, 36 perak dan 33 perunggu. Dua cabang olahraga, yakni Balap Sepeda dan Arung Jeram juga dinobatkan sebagai juara umum di cabangnya dengan meraih medali emas terbanyak.

Menuju 2019 Lebih Baik

Walau belum banyak yang dilakukan pada setahun kemepimpinannya memimpin Aceh Tengah. Namun Bupati Shabela, berkomitmen di 2019 upaya pembenahan akan dimaksimalkan sesuai kemampuan daerah.

“Sebagai pelayan masyarakat, tugas kami bukan saja membangun kesejahteraan masyarakat di segala lini di 2019. Namun bagaimana, menjalankan kebijakan yang pro rakyat sampai berakhirnya masa jabatan kami,” ungkap Shabela.

Menurutnya, belum maksimalnya pembangunan fisik di 2018 lantaran Kabupaten Aceh Tengah tidak mendapat alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang nilainya mencapai sekitar 120 M. Pun begitu, roda pembangunan pemerintahan saat ini masih tetap berjalan sesuai kemampuan daerah.

“InsyaAllah di 2019 maupun di tahun-tahun berikutnya setiap kekurangan yang kita rasakan bersama saat ini bisa segera dibenahi, sehingga Kabupaten Aceh Tengah mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik di masa mendatang,” ungkap Shabela Abubakar.

Warga Aceh Tengah pun berharap demikian. Walau dinilai belum maksimal dalam setahun memimpin, ada secercah harapan di tahun 2019 hingga menuju akhir masa kepemimpinan Shabela untuk terus membenahi Aceh Tengah menuju ke arah lebih baik.

Masyarakat tentu sangat mengharapkan sentuhan tangan dinginnya, dalam upaya memacu peningkatan taraf kesejahteraan rakyatnya.

Salah satunya, hingga satu tahun kepemimpinan, masyarakat berharap ada langkah konkrit kepemimpinan Shabela untuk terus mengembangkan budidaya kopi Gayo yang menjadi andalan hampir 80 persen perekonomian warga Aceh Tengah.

Amatan, belum ada pemimpin daerah ini yang konsen terhadap kopi Gayo. Padahal komoditas ini merupakan urat nadi dari masyarakatnya.

Sikap optimis masyarakat, terhadap bidang ini tentunya sangat besar dibebankan kepada pemerintah daerah. Konsep kopi dari hulu ke hilir sangat dibutuhkan masyarakat, lewat program-program yang dibuat oleh pemerintah.

Semoga di tahun 2019, perubahan Aceh Tengah pada masa kepemimpinan Shabela terlihat adanya aura perubahan kearah yang lebih baik, hal ini sangat dirindukan masyarakat. **


Medan | Indonesia Berkibar News - Wakil Wali Kota Medan  Ir  H  Akhyar Nasution MSi  menutup Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Medan ke - X Tahun 2018 di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Medan, Sabtu (01-12-2018). Kecamatan Medan Denai  berhasil  kembali mempertahankan gelar sebagai juara umum setelah atlet yang diturunkan berhasil merebut 24 medali emas, 13 perak dan 7 perunggu.

Sedangkan Kecamatan Medan Selayang harus puas menempati posisi runner-up dengan torehan 20 emas, 23 perak dan 25 perunggu.  Di tempat ketiga diraih Kecamatan Medan Helvetia  dengan torehan 20 emas, 13 perak dan 13 perunggu. Selain membawa kembali piala begilir Wali Kota Medaan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH, Kecamatan Medan Denai juga mendapatkan 1 unit sepeda motor.

 Penutupan Porkot yang berlangsung selama sepekan dengan mempertandingkan 19 cabang olah raga (cabor) ditandai dengan pemukulan gondang  yang dilakukan Wakil Wali Kota. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piala dan hadiah serta penarikan undian lucky draw  dengan hadiah dua unit sepeda kepada penonton yang beruntung.

Seluruh kontingen dari 21 kecamatan  menghadiri acara penutupan tersebut.  Selain Wakil Wali Kota, acara penutupan juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD, camat serta lurah. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengucapkan selamat kepada para pemenang atas keberhasilan mereka.

"Jadikan momentum ini sebagai bagian motivasi dan semangat untuk terus berprestasi. Begitu juga kepada yang belum beruntng, hal ini bukanlah akhir, tetapi awal dari langkah baru dalam memulai prestasi baru,"  kata Wakil Wali Kota.

Selanjutnya  Wakil Wali Kota juga mendorong para atlet muda terus membukatkan tekad untuk menjadi olahragawan. Menurutnya, atlet merupakan profesi yang sangat menjanjikan.  "Satu emas dalam Asian Games nilainya mencapai Rp. 1,5 miliar. Karena itu, teruslah berlatih, tingkatkan prestasi," pesannya. (bundo)


Bogor | Indonesia Berkibar News -  Penghargaan membanggakan kembali diraih Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH.   Penghargaan bernama Dwija Praja Nugraha diterima Wali Kota karena kepeduliannya selama ini terhadap pendidikan dan nasib para guru di Kota Medan. Yang lebih membanggakan lagi, penghargaan itu  diserahkan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Presiden Jokowi memberikan penghargaan itu kepada Wali Kota pada puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (01-12-2018 ).   Penghargaan ini diterima Wali Kota disaksikan sekitar 50.000 perwakilan guru se-Indonesia.

Selain Wali Kota Medan, ada 2 gubernur,  4 wali kota dan 9 bupati yang menerima penghargaan paling bergengsi dalam dunia pendidikan di Tanah Air tersebut. Penghargaan ini merupakan bentuk penilaian dan apresiasi dari para guru yang tergabung dalam organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada para kepala daerah.

“Penghargaan  Dwija Praja Nugraha yang kita berikan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap para kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi untuk memajukan pendidikan maupun meningkatkan kesejahteraan guru,” kata Ketua Besar PGRI Dr Unifah Rosyidi.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena mendapatkan penghargaan Dwija Praja Nugraha. Tentunya ini snagat membanggakan, apalagi yang menyerahkan Bapak Presiden langsung.  Penghargaan ini tentunya  semakin memotivasi kita untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan,” kata Wali Kota.

Selanjutnya Wali Kota mendedikasikan penghargaan itu kepada seluruh stakeholder pendidikan  dan  para guru, termasuk jajaran Dinas Pendidikan Kota Medan. Dengan penghargaan yang baru diterima itu, semua pihak yang terkait dengan pendidikan  diharapkannya terus membangun sinergitas dan  bahu membahu untuk memajukan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan.

Pemko Medan, jelas Wali Kota, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan. Selain rutin memberikan diklat dan pelatihan, para guru  juga  terus didorong untuk meningkatkan komptetensinya guna memenuhi standar profesionalisme dalam rangka mengajar dan membimbing anak didiknya. “Upaya yang kita lakukan ini tak akan terwujud tanpa dukungan penuh semua pihak,” pesannya.

Plt Kadis Pendidikan Kota Medan Ramlan Tarigan yang ikut mendampingi Wali Kota menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha mengatakan, penghargaan yang baru diterima itu tidak terlepas dari kepedulian dan komitmen yang sangat tinggi dari mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan  untuk memajukan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan para guru di Kota Medan.

“Sejak menjabat sebagai Wali Kota, Pak Eldin sangat peduli untuk memajukan pendidikan. Terbukti, pendidikan di Kota Medan terus maju sejak kepemimpinan beliau. Tidak hanya itu saja, Pak Wali Kota juga sangat peduli untuk meningkatkan kesejahteraan guru honor baik SD maupun SMP Negeri.  Untuk tahun 2018,  Pemko Medan mengalokasikan dana sebesar Rp.18 miliar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru honor di Kota Medan,” jelas Ramlan.

Dengan penghargaan yang baru diterima itu, Ramlan pun berharap Wali Kota semakin termotivasi untuk memajukan pendidikan sekaligus mensejahterakan para guru, terutama guru honorer. Dia berharap apa yang dilakukan Wali Kota Medan dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya di Indonesia. (bundo)

Diberdayakan oleh Blogger.